5 Strategi Pencegahan Penyakit CRD pada Ayam agar Tidak Menular

Saat ternak, Anda pasti sering menemukan berbagai penyakit pada ayam, termasuk ketika menyerang sistem pernapasan hewan. Penyakit ini disebut sebagai Chronic Respiratory Disease (CRD) yang biasanya ditandai dengan ngorok, bersin, nafsu makan menurun, hingga pertumbuhan ayam terhambat.
Jika tidak ditangani, CRD dapat menyebabkan penurunan produksi, biaya pengobatan meningkat, dan risiko kematian pada ayam. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pencegahan penyakit CRD pada ayam sejak awal agar tidak menular dengan ternak lainnya. Ada beberapa strategi yang bisa Anda lakukan, pahami melalui informasi di bawah ini!


Apa Itu Penyakit CRD pada Ayam?
Penyakit Chronic Respiratory Disease (CRD) adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan ayam, yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum (MG). Dalam kondisi normal, saluran pernapasan ayam memiliki pertahanan alami sejak lahir.
Saluran ini dilindungi oleh lapisan mukosa yang memiliki silia (bulu-bulu getar) dan mukus yang berfungsi menyaring udara. Salah satu penyebab CRD pada ayam adalah bakteri Mycoplasma gallisepticum (MG) yang masuk melalui udara yang terkontaminasi.
Setelah bakteri ini masuk, Mycoplasma gallisepticum (MG) akan menempel pada saluran pernapasan dan mulai merusak sel-sel di sana. Hal ini memicu peningkatan aliran darah di area yang terinfeksi dan menyebabkan peradangan.
Bakteri yang sudah masuk akan terbawa aliran darah menuju kantung udara, yang kemudian menjadi tempat tinggal dan berkembang biaknya Mycoplasma gallisepticum (MG). Ayam di berbagai jenjang usia berpotensi terkena penyakit ini.
Pada beberapa kasus, Chronic Respiratory Disease (CRD) dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut, terutama pada ayam muda. Sementara untuk ayam petelur, jika penyakit ini sudah menjadi akut, maka jumlah dan kualitas produksi telur akan menurun secara signifikan. Oleh karena itu, pencegahan penyakit CRD pada ayam harus segera dilakukan untuk menghindari kasus akut pada peternakan Anda.
Gejala Serangan Penyakit CRD pada Ayam
Sebelum masuk pada pembahasan apa saja pencegahan penyakit CRD pada ayam, Anda perlu mengenali gejala serangan CRD yang kerap kali menyerang ayam. Berikut adalah beberapa gejala serangan penyakit CRD pada ayam.
Keluarnya Lendir pada Hidung Ayam
Salah satu gejala penyakit ini adalah keluarnya lendir dari hidung yang semakin banyak setiap hari, disertai batuk dan suara ngorok saat ayam bernapas. Dalam beberapa kasus, ayam juga ditemukan dengan wajah yang bengkak. Ayam mengalami peradangan pada mata, menyebabkan mata tampak berair dan bengkak.
Nafsu Makan Menurun
Nafsu makan ayam menurun, mengakibatkan perkembangan bobot yang di bawah standar. Seringkali, infeksi Chronic Respiratory Disease (CRD) diikuti oleh penyakit lain, yang dapat memicu komplikasi.
Munculnya Komplikasi
Jika ayam sudah mengalami komplikasi, umumnya terjadi peradangan pada perikardium jantung, kapsul hati, dan kantung udara. Selain itu, selaput lendir trakea menjadi bengkak dan berubah warna menjadi merah kekuning-kuningan. Apabila sudah muncul gejala komplikasi maka gangguan pernafasan pada ayam akan berakibat pada kematian dan pengurangan jumlah ayam.
Baca Juga: 5 Penyebab Penyakit Koksi pada Ayam Broiler & Pencegahan yang Efektif
Cara Penularan Penyakit CRD pada Ayam
Selain gejala, pahami juga cara penularan penyakit CRD pada ayam. Sejauh ini terdapat dua cara penularan yakni secara vertikal dan horizontal. Dengan mengetahui bentuk penularannya, Anda bisa menentukan pencegahan penyakit CRD yang sesuai pada ternak ayam.
Penularan Vertikal
Penularan vertikal terjadi secara turun-temurun, yaitu dari induk ke anak. Jika induk ayam terinfeksi Penyakit Chronic Respiratory Disease (CRD), maka besar kemungkinan anak ayam yang menetas juga akan terinfeksi penyakit yang sama.
Penularan Horizontal
Sedangkan penularan horizontal terjadi secara sejajar, di mana penyakit CRD menyebar melalui kontak langsung antara ayam yang terinfeksi dan ayam yang sehat. Hal ini sering memicu penularan berantai, menyebabkan wabah yang meluas dalam populasi ayam. Penularan akan mudah berlangsung jika kondisi kandang buruk, alat makan dan minum berdebu.
Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Ayam Panas Dalam agar Cepat Pulih
Cara Mengobati Penyakit CRD pada Ayam
Nah Anda, jika ayam sudah terlanjur mengalami CRD maka lakukan tindakan ini untuk menyembuhkan penyakitnya. Anda bisa melakukan pemberian obat, harus disesuaikan dengan penyebab penyakit. Bakteri yang menyebabkan penyakit Chronic Respiratory Disease (CRD), Mycoplasma gallisepticum (MG), adalah bakteri yang tidak memiliki dinding sel.
Karena itu, pemilihan antibiotik harus tepat, yakni yang mampu menghambat pembentukan asam folat dan protein sehingga dapat merusak inti sel dari bakteri Mycoplasma gallisepticum (MG). Dari berbagai macam produk antibiotik, salah satu yang sering digunakan adalah Neo Meditril.
Antibiotik ini bekerja langsung pada inti sel bakteri, sehingga efektif dalam memusnahkan bakteri Mycoplasma. Antibiotik Neo Meditril diberikan sesuai dosis dan aturan pakai yang tertera pada leaflet produk. Untuk menghindari resistensi obat, disarankan melakukan pergantian antibiotik setiap 3-4 periode pemeliharaan.


Strategi Pencegahan Penyakit CRD pada Ayam
Bukan rahasia umum lagi jika cara untuk menghindari pencegahan penyakit CRD pada ayam bisa dengan mengikuti langkah-langkah yang sesuai agar serangan penyakit tidak semakin memburuk. Beberapa strategi pencegahan penyakit CRD pada ayam yang dapat Anda terapkan adalah sebagai berikut.
Menjaga Litter
Kondisi litter harus selalu dijaga agar tetap kering, terutama saat musim hujan. Litter yang basah dan kotor dapat memicu timbulnya penyakit pada saluran pernapasan dan pencernaan, karena di litter yang lembab, bakteri, virus, dan parasit berkembang biak dengan cepat.
Menjaga Kepadatan Kandang
Standar kepadatan ayam yang ideal adalah 15 kg/m², setara dengan 6-8 ekor ayam pedaging dewasa atau 12-14 ekor ayam petelur grower (pullet) per meter persegi. Jika kepadatan kandang melebihi kapasitas, jumlah kotoran ayam akan meningkat, menyebabkan bau yang dapat mengganggu kesehatan ayam.
Menjaga Ventilasi Kandang
Agar ayam tetap terjaga kualitasnya, maka perlu memperhatikan ventilasi udara kandang. Udara kotor yang bercampur dengan amonia dan CO2 akan terbuang keluar kandang dan digantikan dengan oksigen segar. Pengaturan buka-tutup tirai, tinggi lantai panggung, serta lebar dan jarak antar kandang sangat berpengaruh terhadap sistem ventilasi udara.
Melaksanakan Biosecurity Secara Ketat
Peternak yang menjalankan program biosecurity dengan baik biasanya memiliki kemampuan dan kepekaan untuk mendeteksi secara dini munculnya infeksi CRD pada kandangnya. Hal ini memungkinkan mereka mengambil langkah antisipatif dengan cepat untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.
Pemberian Suplemen
Selain melakukan cara pencegahan di atas, Anda juga perlu memberikan suplemen organik agar kesehatan ayam tetap terjaga. Salah satu rekomendasi suplemen yang bisa Anda coba adalah Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak.
Hanya dengan menggunakan SOC GDM Anda bisa mendapatkan sejumlah keuntungan seperti mencegah bakteri masuk, mengurangi perkembangan bakteri patogen, merangsang pembentukan kekebalan tubuh sehingga mengurangi jumlah kematian ternak akibat serangan CRD.
Cara penggunaannya juga cukup mudah, Anda bisa memberikan 0,3 ml/ekor SOC GDM dan campurkan pada pakan atau minum ternak. Lakukan setiap hari terutama pada pagi dan sore hari.
Cegah Penyakit CRD pada Ayam dengan Aplikasikan Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Ternak!
CRD bukan masalah sepele pada ternak ayam, karena bisa mengakibatkan kematian jika tidak segera ditangani sejak awal. Upaya penanganan dan pencegahan yang bisa Anda lakukan adalah memberikan nutrisi penuh pada ayam melalui aplikasi Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Ternak. Terbuat dari 100% bahan organik, membuat SOC GDM aman digunakan dalam jangka panjang, bahkan tidak menimbulkan efek samping apapun bagi ternak.
Jadi, Anda tidak perlu lagi untuk menggunakan Suplemen Organik Cair (SOC) GDM sebagai nutrisi penting bagi ayam. Bingung cara mengaplikasikannya? Tenang, Anda bisa langsung bertanya dan konsultasi bersama tim Ahli GDM dengan tekan banner di bawah ini, Gratis!









