Tanaman Buah

5 Manfaat Pupuk untuk Jeruk Santang Madu, Bantu Cegah Penyakit!

pupuk untuk jeruk santang madu

Jeruk Santang Madu dikenal sebagai salah satu varietas jeruk dengan rasa manis, segar, dan disukai banyak orang. Namun, agar tanaman ini tumbuh subur dan menghasilkan buah berkualitas, perawatan dan penggunaan pupuk untuk jeruk santang madu yang tepat sangat dibutuhkan.

Banyak orang beranggapan bahwa pupuk hanya berguna untuk mempercepat pertumbuhan tanaman. Padahal, bagi jeruk santang madu, manfaat pupuk jauh lebih luas, termasuk meningkatkan daya tahan terhadap penyakit.

Oleh karena itu, artikel ini akan menyajikan berbagai informasi mengenai pupuk untuk jeruk santang madu, termasuk manfaat, rekomendasi pupuk, hingga cara penggunaannya. Dengan menyimak semua informasi di bawah ini, Anda dapat membudidayakan jeruk santang madu dengan lebih mudah dan praktis!

Berapa Kali Jeruk Santang Madu Berbuah dalam Setahun?

Jeruk Santang Madu dikenal sebagai salah satu varietas jeruk yang produktif dan bisa berbuah lebih dari sekali dalam setahun. Dalam kondisi perawatan yang baik dengan menggunakan pupuk untuk jeruk santang madu yang tepat, tanaman ini mampu menghasilkan buah sebanyak 2 hingga 3 kali dalam setahun, dengan masa panen utama biasanya terjadi pada musim kemarau. Kebutuhan sinar matahari yang cukup sangat berpengaruh terhadap pembentukan bunga dan kualitas buah yang dihasilkan.

Jeruk santang madu memiliki kemampuan berbunga secara periodik setelah pemanenan selesai. Dengan demikian, setelah satu kali panen, tanaman akan kembali membentuk tunas baru yang kemudian berkembang menjadi bunga dan buah berikutnya. Faktor nutrisi dari pupuk untuk jeruk santang madu yang tepat, pengendalian hama dan penyakit, serta perawatan rutin sangat berpengaruh terhadap intensitas berbuahnya.



5 Manfaat Pupuk untuk Jeruk Santang Madu

Penggunaan pupuk untuk jeruk santang madu tidak bisa diremehkan atau disepelekan karena akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan mereka. Berikut beberapa manfaat pemberian pupuk untuk tanaman jeruk santang madu yang perlu Anda ketahui!

Meningkatkan Pertumbuhan Vegetatif

Pupuk membantu memperkuat pertumbuhan akar, batang, dan daun jeruk santang madu. Dengan nutrisi yang cukup, tanaman akan tumbuh lebih sehat, rimbun, dan siap mendukung proses pembentukan bunga serta buah.

Merangsang Pembungaan dan Pembuahan

Kandungan fosfor dan kalium dalam pupuk untuk jeruk santang madu berperan penting untuk merangsang tanaman agar lebih cepat berbunga dan menghasilkan buah dengan jumlah lebih banyak. Hal ini akan sangat membantu mempercepat siklus panen jeruk santang madu.

Baca Juga: Peluang Usaha dan Cara Budidaya Jeruk Nipis untuk Pemula Terlengkap

Meningkatkan Rasa dan Kualitas Buah

Pupuk yang tepat akan memperbaiki kandungan gula alami pada jeruk sehingga menghasilkan rasa manis khas santang madu. Selain itu, buah akan tumbuh lebih besar, segar, dan tahan lebih lama setelah dipanen.

Meningkatkan Ketahanan Tanaman terhadap Penyakit

Nutrisi yang seimbang dari pupuk membuat jeruk santang madu lebih kuat dan tidak mudah terserang penyakit atau hama. Tanaman yang sehat memiliki sistem pertahanan alami lebih baik sehingga risiko gagal panen bisa ditekan.

Memperbaiki Kesuburan Tanah

Selain bermanfaat langsung bagi tanaman, pupuk juga membantu menjaga struktur tanah tetap subur. Tanah yang subur akan memiliki kandungan mikroorganisme baik sehingga mendukung pertumbuhan jeruk santang madu dalam jangka panjang.

Rekomendasi Pupuk untuk Jeruk Santang Madu

Dalam budidaya jeruk Santang Madu, penggunaan pupuk untuk jeruk santang madu yang tepat akan sangat menentukan kualitas pertumbuhan dan hasil panennya. Salah satu rekomendasi terbaik adalah GDM Buah atau Pupuk Organik Cair (POC) GDM Spesialis Buah-Buahan yang berfungsi memberikan nutrisi lengkap untuk merangsang pembungaan serta memperbaiki kualitas buah agar lebih manis dan segar. Selain itu, pupuk ini juga membantu menjaga kesehatan tanaman sehingga lebih tahan terhadap serangan penyakit.

Untuk mendukung pertumbuhan akar, batang, dan daun jeruk santang madu, dapat digunakan GDM SAME yang berfungsi memperbaiki ketersediaan unsur hara dan meningkatkan daya serap nutrisi oleh tanaman. Berikutnya, ada GDM Black BOS sebagai pupuk yang berfungsi meningkatkan jumlah bakteri menguntungkan di dalam tanah sehingga kondisi tanah tetap subur.

Terakhir, Pupuk Organik Granule atau POG GDM dapat digunakan sebagai pelengkap karena pupuk ini bermanfaat sebagai penyuplai nutrisi berkelanjutan yang dilepaskan secara perlahan, membantu tanaman tetap sehat dalam jangka panjang. Dengan rangkaian pupuk untuk jeruk santang madu ini, tanaman tidak hanya tumbuh lebih produktif, tetapi juga mampu menghasilkan buah yang manis dan berkualitas tinggi.



Petunjuk Pemupukan Jeruk Santang Menggunakan Rangkaian Pupuk GDM

Dengan menggunakan pupuk untuk jeruk santang madu secara teratur mulai dari tahap pengolahan tanah hingga fase produktif, tanaman akan memperoleh asupan nutrisi yang seimbang sehingga pertumbuhannya lebih maksimal dan menghasilkan panen dengan kualitas unggul. Berikut panduan pemupukan jeruk santang madu pada satu hektare lahan menggunakan rangkaian pupuk GDM.

Tahap Olah Tanah (-7 HST)

Sebelum penanaman, tanah perlu dipersiapkan dengan cara menambahkan GDM SAME sebanyak 100 kg yang ditebar merata ke seluruh area lahan. Pupuk untuk jeruk santang madu ini berfungsi untuk menambah kandungan unsur hara serta meningkatkan kualitas struktur tanah sehingga menjadi lebih gembur.

Setelah itu, siapkan GDM Black BOS 5 kg atau sebanyak 250 ml (1 gelas) per tangki dan semprotkan ke tanah hingga merata. Fungsinya, yaitu untuk merangsang aktivitas mikroorganisme menguntungkan di dalam tanah sehingga tanah menjadi lebih subur dan mampu menunjang pertumbuhan awal jeruk santang madu dengan baik.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Pupuk Pengganti Pupuk Kandang, Pertumbuhan Lebih Optimal!

Tahap Pupuk I (Usia 0–1 Tahun)

Pada fase awal pertumbuhan, berikan POG sebanyak 40 kg dengan dosis 100 gram per tanaman, diaplikasikan setiap 4 bulan sekali untuk memastikan ketersediaan nutrisi jangka panjang. Lanjutkan kembali dengan GDM Black BOS sebanyak 5 kg dengan dosis 1 gelas (250 ml) per tangki dan semprotkan rata ke tanah setiap 4 bulan sekali guna menjaga kesuburan tanah dan aktivitas mikroba. 

Untuk menunjang pertumbuhan vegetatif dan menjaga kesehatan tanaman, semprotkan juga GDM Buah sebanyak 2 gelas (500 ml) per tangki secara merata ke seluruh bagian tanaman, dengan interval 1 minggu sekali. Pupuk ini dapat digunakan sebanyak total 8 liter untuk satu hektare lahan atau juga bisa digunakan 100 ml untuk 1 pohon dengan cara dikocorkan saja.

Tahap Pupuk II (Setelah Usia 1 Tahun)

Tahap pemupukan kedua dilakukan dengan metode yang serupa dengan “Pupuk I”, tetapi terdapat penyesuaian pada jumlah dosis yang diberikan. Gunakan POG sebanyak 80 kg atau 200 gram per tanaman, diaplikasikan setiap 3 bulan sekali. GDM Black BOS juga diberikan dengan dosis yang sama dengan “Pupuk I, tetapi dapat diberikan setiap 3 bulan sekali dengan tujuan untuk memperkuat struktur tanah dan menekan risiko penyakit tular tanah.

Sedangkan GDM Buah tetap diberikan dengan dosis, cara, dan interval yang sama seperti pada Pupuk I, yakni 2 gelas per tangki, disemprot merata pada tanaman setiap minggu. Dengan dosis, cara, dan interval yang tepat, jeruk santang madu bisa berbuah lebih dari dua kali dalam setahun.

Cegah Penyakit & Optimalkan Pertumbuhan dengan Rangkaian Pupuk GDM!

Rawat jeruk santang madu Anda dengan cara yang lebih cerdas menggunakan rangkaian pupuk GDM. Kombinasi nutrisi organik lengkap dan mikroba bermanfaat di dalam rangkaian pupuk GDM mampu memperkuat ketahanan tanaman jeruk santang madu dari serangan penyakit sekaligus mempercepat pertumbuhan.

Rangkaian pupuk GDM tidak hanya menyuburkan tanah, tetapi juga memperbaiki ekosistemnya sehingga tanaman tumbuh lebih optimal sepanjang musim. Langsung klik banner atau gambar di bawah ini untuk mulai memakai pupuk GDM dan rasakan panen jeruk santang madu yang lebih maksimal!



author-avatar

About WAHYU NURWIJAYO, SP

Seorang profesional di Industri Pertanian dengan selalu menerapkan sistem keseimbangan ekologi agar budidaya pertanian berjalan efektif & efisien serta hasil produksi meningkat