
Blog
5 Penyebab, Gejala, & Cara Mengobati Kudis pada Kucing

Panik melihat kucing kesayangan Anda luka-luka mendadak? Apalagi penyakit seperti kudis sering menyerang hewan anabul satu ini. Sebagai pecinta kucing, tentu wajib mengetahui cara mengobati kudis pada kucing. Tentunya, Anda perlu mengetahui gejala awal agar cara mengobatinya dapat diterapkan optimal.
Dengan penanganan cepat sejak dini, langkah ini bisa membantu mencegah infeksi kulit berkembang semakin parah. Berikut simak penjelasan cara mengobati kudis pada kucing dengan tepat!
5 Penyebab Penyakit Kudis pada Kucing
Ketika kulit kucing mulai menunjukkan tanda iritasi, Anda perlu memahami cara mengobati kudis pada kucing sebelum kondisinya memburuk. Berikut beberapa penyebab munculnya kudis pada kucing!
Infestasi Tungau
Tungau merupakan parasit agresif yang menyerang kulit kucing dan memicu iritasi sangat mengganggu pada hewan. Pergerakan tungau dalam lapisan kulit menyebabkan rasa gatal intens yang membuat kucing terus menggaruk berulang.
Infestasi berkelanjutan dapat menimbulkan luka kulit serius yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat profesional sekali. Kondisi ini berkembang berat apabila tidak segera ditangani melalui prosedur perawatan kulit sesuai anjuran medis.
Penularan Melalui Kontak Langsung
Kontak langsung dengan kucing terinfeksi memungkinkan perpindahan tungau cepat bahkan melalui interaksi singkat sekalipun terjadi. Risiko penularan meningkat saat kucing sering berkeliaran di luar rumah tanpa pengawasan memadai setiap hari.
Pertemuan singkat tetap memungkinkan tungau berpindah karena sifat parasit ini sangat mudah menular pada kontak. Kondisi tersebut menjadikan kontak fisik faktor signifikan penyebaran kudis terutama pada kucing rumahan yang rentan.
Penularan dari Lingkungan Terkontaminasi
Lingkungan terkontaminasi seperti alas tidur atau mainan dapat menyimpan tungau beberapa hari sebelum menginfeksi kucing. Kurangnya kebersihan rutin membuat parasit bertahan lebih lama sehingga meningkatkan risiko penyebaran penyakit pada lingkungan.
Kucing dapat terinfeksi meski tanpa kontak langsung karena paparan benda terkontaminasi sangat berbahaya bagi kucing. Kebersihan lingkungan yang terjaga baik membantu mengurangi keberadaan tungau serta meminimalkan potensi penularan secara maksimal.
Baca Juga: 6 Ciri Ciri Kelinci Mau Melahirkan yang Wajib Anda Pahami
Kondisi Imunitas yang Lemah
Kucing dengan imunitas rendah lebih rentan mengalami infestasi tungau yang berkembang cepat dan berat sekali. Anak kucing memiliki kekebalan belum stabil sehingga mudah terinfeksi ketika terpapar lingkungan berisiko tinggi sekali.
Kondisi tubuh melemah membuat gejala kudis muncul lebih cepat sehingga memerlukan perhatian perawatan serius langsung. Dalam kondisi demikian, Anda perlu memahami cara mengobati kudis pada kucing secara benar menyeluruh pasti.
Lingkungan Tidak Bersih
Daerah dengan banyak kucing liar meningkatkan risiko penyebaran tungau karena interaksi tidak terkontrol setiap waktu. Lingkungan kotor mempermudah tungau berkembang sehingga memicu peningkatan kasus kudis pada kucing di berbagai wilayah.
Kucing rumahan tetap berisiko terinfeksi apabila sering berkeliaran dan bersentuhan dengan lingkungan tercemar secara langsung. Pencegahan efektif diperlukan untuk mengurangi penularan sehingga kesehatan kucing tetap terjaga dengan baik setiap hari.

Gejala Munculnya Penyakit Kudis pada Kucing
Ketika gejala kulit mulai muncul, Anda perlu memahami cara mengobati kudis pada kucing secara tepat. Pemahaman menyeluruh mengenai tanda fisiknya membantu Anda menentukan langkah penanganan yang lebih terarah.
- Gatal dan menggaruk-garuk secara berlebihan
- Timbul luka-luka akibat garukan ekstrem
- Kerontokan bulu muncul pada area tergaruk
- Kulit kemerahan terlihat disertai iritasi parah
- Kerak kulit muncul terutama sekitar telinga
- Kotoran telinga menjadi kering dan berlebih
- Bau tidak sedap muncul dari infeksi
- Perilakunya tampak gelisah akibat rasa gatal
- Kucing menghindari interaksi dengan sekitar

6 Cara Mengobati Kudis pada Kucing
Ketika kucing mulai menunjukkan iritasi kulit, Anda tentu ingin memahami penanganan paling tepat agar kondisinya tidak bertambah parah. Dengan mengetahui langkah-langkah pengobatan yang benar, Anda dapat membantu kucing pulih lebih cepat dan merasa jauh lebih nyaman.
Berikan Obat Sesuai Resep Dokter Hewan
Dokter hewan biasanya meresepkan obat khusus untuk membasmi tungau yang menyerang kulit kucing. Obat tersebut tersedia dalam bentuk tetes kulit, tablet minum, atau suntikan sesuai kebutuhan klinis.
Jenis antiparasit seperti ivermectin atau selamectin bekerja menghambat perkembangan tungau secara menyeluruh. Anda perlu mengikuti anjuran dosis dengan cermat agar hasil pengobatan lebih aman dan efektif.
Tambahkan Antibiotik Pendamping
Rasa gatal yang intens sering membuat kucing terus menggaruk, sehingga diperlukan obat pereda untuk mengurangi ketidaknyamanan. Dokter hewan dapat memberikan antibiotik bila ditemukan infeksi bakteri akibat luka garukan yang berkepanjangan.
Pengobatan tambahan ini membantu mempercepat pemulihan kulit yang mengalami iritasi berat. Dengan kombinasi terapi yang tepat, kondisi kucing dapat membaik tanpa risiko infeksi lanjutan.
Mandikan Kucing dengan Shampo Antitungau
Shampo khusus antitungau membantu menurunkan jumlah parasit yang menempel pada kulit kucing. Proses mandi harus dilakukan sesuai petunjuk dokter agar tidak mengiritasi kulit yang sudah sensitif.
Selain membersihkan parasit, sampo ini juga membantu menenangkan area kulit yang mengalami kemerahan. Perawatan rutin seperti ini mendukung efektivitas obat utama yang telah diberikan.
Bersihkan Seluruh Lingkungan Kucing
Membersihkan tempat tidur, karpet, dan perlengkapan kucing membantu menghilangkan tungau yang masih tertinggal. Benda berbahan kain sebaiknya dicuci air panas agar parasit dan telurnya benar-benar mati.
Upaya ini sangat penting untuk mencegah infeksi berulang setelah terapi utama dilakukan. Rutinitas kebersihan ini menjadi langkah pendukung signifikan dalam cara mengobati kudis pada kucing secara menyeluruh.
Dukung dengan Pemberian Suplemen Organik
Suplemen organik cair dapat mendukung daya tahan tubuh kucing selama masa pemulihan. Produk GDM membantu menjaga keseimbangan metabolisme agar tubuh kucing lebih kuat melawan infeksi.
Penggunaan suplemen ini perlu disesuaikan dengan dosis yang dianjurkan agar tetap aman. Pendampingan nutrisi seperti ini membantu mempercepat perbaikan kulit yang terkena iritasi tungau.
Isolasi Kucing yang Terinfeksi
Memisahkan kucing yang terinfeksi membantu mencegah penularan kepada hewan peliharaan lain. Selama merawat, Anda dianjurkan menggunakan sarung tangan atau pakaian tertutup sebagai langkah perlindungan diri.
Langkah ini mengurangi risiko iritasi kulit pada manusia akibat kontak langsung dengan area terinfeksi. Kedisiplinan dalam perawatan membantu Anda menerapkan cara mengobati kudis pada kucing secara aman dan terarah.
Dosis Pemakaian SOC GDM untuk Mengobati Penyakit Kudis pada Kucing
Cara mengobati kudis pada kucing tentu harus didukung dengan pemberian suplemen untuk menjaga imun anabul tetap kuat. Suplemen Organik Cair GDM sangat membantu untuk perawatan hewan peliharaan semakin efisien.
Berdasarkan panduan, dosis SOC GDM untuk kucing adalah 1 ml per aplikasi. Produk ini diberikan dengan cara dicampurkan ke dalam air minum sehingga kucing dapat mengonsumsinya secara alami.
Aturan pemakaiannya dilakukan seminggu sekali, sehingga tidak perlu diberikan terlalu sering. Frekuensi ini membantu menjaga stabilitas tubuh kucing tanpa membebani metabolisme.
Pemberian dosis yang tepat mendukung pemulihan kulit sekaligus memperkuat daya tahan tubuh kucing. Dengan mengikuti aturan ini, Anda dapat menerapkan cara mengobati kudis pada kucing secara lebih aman dan terarah.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah, Ini 6 Ciri Ciri Entok Mau Bertelur!
Segera Obati Penyakit Kudis pada Kucing dengan Suplemen Organik Cair GDM Peternakan!
Itu dia tahapan perawatan yang bisa Anda lakukan dengan memberikan Suplemen Organik Cair untuk mencegah penyakit kulit pada kucing. Dengan memahami cara mengobati kudis pada kucing secara menyeluruh, Anda dapat mendukung proses penyembuhan sekaligus menjaga kesehatan kulitnya tetap stabil.
Rangkaian produk GDM menghadirkan solusi lengkap mulai dari perawatan internal hingga dukungan imunitas sehingga kucing lebih cepat pulih dan terhindar dari infeksi berulang. Klik banner di bawah sekarang juga untuk mendapatkan suplemen sesuai kebutuhan Anda!











