Perikanan

4 Cara Pemijahan Ikan Nila Buatan dari Persiapan hingga Larva

Cara pemijahan ikan nila buatan

Pemijahan ikan nila merupakan fondasi utama dalam keberhasilan usaha budidaya perikanan air tawar. Kualitas benih yang dihasilkan dari proses pemijahan akan sangat menentukan tingkat pertumbuhan, daya tahan, serta hasil panen yang diperoleh. Maka, pemahaman yang tepat mengenai teknik pemijahan menjadi langkah awal yang tidak boleh diabaikan oleh para pembudidaya.

Dalam praktiknya, pemijahan ikan nila dapat dilakukan secara alami maupun buatan. Namun, metode pemijahan secara buatan (induced breeding) kini semakin banyak diterapkan karena mampu memberikan kontrol pada waktu, jumlah telur, hingga tingkat keberhasilan penetasan. Teknik ini juga dinilai lebih efisien untuk memenuhi kebutuhan benih dalam skala produksi besar.

Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian pemijahan ikan nila secara buatan, kelebihan metode induced breeding, hingga tahapan teknis mulai dari persiapan indukan sampai proses pengeluaran telur dan sperma. Simak panduan lengkap pemijahan ikan nila berikut ini agar Anda dapat mengoptimalkan produksi benih secara maksimal.

Apa itu Pemijahan Ikan Nila Buatan?

Proses pemijahan ikan nilai perlu dikelola secara lebih terkontrol dan terarah. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui berbagai aktivitas pemuliaan seperti transgenesis, androgenesis, dan triploidisasi. Teknik-teknik tersebut bertujuan menghasilkan ikan dengan pertumbuhan lebih cepat, daya tahan lebih baik, atau karakter genetik unggul lainnya. 

Namun, dalam praktiknya, proses pemuliaan membutuhkan gamet (sel telur dan sperma) serta embrio pada fase tertentu sebagai target perlakuan. Masalahnya, produksi benih dari pemijahan alami sering kali tidak dapat diprediksi waktunya. 

Fase kematangan telur dan sperma tidak selalu seragam, sehingga sulit mendapatkan gamet dan embrio pada tahap perkembangan yang tepat. Ketidaksesuaian ini membuat proses pemuliaan menjadi kurang efektif dan tingkat keberhasilannya tidak optimal.


Artikel Perikanan Banner Ke 1

Maka dari itu, pemijahan ikan nila secara buatan banyak jadi metode alternatif. Jenis pemijahan ini adalah metode reproduksi yang dilakukan dengan bantuan teknik tertentu untuk merangsang indukan agar mengeluarkan telur dan sperma pada waktu yang telah ditentukan. 

Biasanya metode ini melibatkan penyuntikan hormon perangsang, kemudian dilakukan pengeluaran telur dan sperma secara manual untuk dibuahkan di luar tubuh induk (fertilisasi buatan). Dengan cara ini, waktu pemijahan dapat dikontrol, jumlah telur lebih terukur, serta proses pembuahan dapat dilakukan secara serempak.

Baca Juga: “9 Jenis Ikan Nila Paling Unggul Agar Hasil Panen Maksimal

Kelebihan Pemijahan Ikan Nila Buatan (Induced Breeding)

Kelebihan pemijahan ikan nila secara buatan terletak pada efisiensi dan tingkat keberhasilannya yang lebih tinggi dibanding pemijahan alami. Pembudidaya dapat menentukan waktu pemijahan, memilih indukan unggul, serta memperoleh gamet dan embrio sesuai fase yang dibutuhkan untuk program pemuliaan. 

Selain itu, metode ini juga mampu meningkatkan produksi benih dalam jumlah besar secara lebih konsisten, sehingga sangat mendukung kebutuhan usaha budidaya skala intensif maupun pengembangan genetika ikan nila.

Cara Pemijahan Ikan Nila Secara Buatan

Seperti yang disebutkan di atas, pemijahan ikan nila dilakukan dengan bantuan campur tangan manusia untuk mengontrol waktu dan keberhasilan pembuahan. Teknik yang umum digunakan adalah penyuntikan hormon perangsang, seperti ekstrak kelenjar hipofisis atau hormon komersial seperti ovaprim. 

Penyuntikan ini bertujuan merangsang kematangan gonad sehingga indukan betina dapat mengeluarkan sel telur dan indukan jantan menghasilkan sperma dalam kondisi optimal. Dengan cara ini, proses pembuahan bisa dilakukan secara lebih terkontrol dan tingkat keberhasilannya cenderung lebih tinggi.

Agar hasilnya maksimal, berikut panduan pemijahan ikan nila secara buatan yang dapat diterapkan di kolam terpal maupun bak pemijahan lainnya. 

Persiapan Indukan Ikan Nila

Tahap pertama yang sangat menentukan keberhasilan pemijahan adalah pemilihan indukan. Indukan ikan nila harus berada pada masa produktif, yaitu berumur sekitar 6 bulan hingga 1,5 tahun. Pada rentang usia tersebut, organ reproduksi ikan sudah matang dan mampu menghasilkan telur serta sperma dengan kualitas terbaik.

Indukan yang berumur kurang dari 6 bulan umumnya belum mencapai kematangan gonad secara sempurna, sehingga kualitas telur atau sperma yang dihasilkan belum optimal. Sebaliknya, indukan yang berusia lebih dari 1,5 tahun cenderung mengalami penurunan produktivitas. Jumlah telur yang dihasilkan biasanya lebih sedikit dan tingkat keberhasilan pembuahan pun menurun.

Oleh karena itu, pemilihan indukan dengan usia yang tepat sangat penting untuk memastikan benih yang dihasilkan berkualitas baik, seragam, dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi. Berikut adalah tabel syarat indukan ikan nila yang bisa dipahami:

NoKriteriaSatuanIndukan JantanIndukan Betina
1.UmurBulan6-86-8
2.FekunditasButir/ekor1000-2000
3.Panjang total tubuhCm16-2514-20
4.Bobot total tubuhGram400-600300-450
5.Diameter telurmm2,5-3,1

Keterangan:

  • Dari tabel diatas, diketahui bahwa usia indukan ikan nila yang paling optimal adalah pada umur 6-8 bulan. Namun jika indukan masih bisa produktif, dapat diteruskan hingga 1,5 tahun.
  • Fekunditas merupakan jumlah telur yang matan didalam ovarium indukan ikan dan nantinya dikeluarkan dalam proses pemijahan.
  • Fekunditas yang perlu diproduksi oleh satu indukan betina  adalah sebanyak 1000-2000 butir dengan diameter telur sebesar 1,5-3,1 mm.
  • Panjang total tubuh ikan nila betina yang disarankan adalah sepanjang 14-20 cm. Sedangkan pada indukan jantan harus lebih panjang, yaitu 16-25 cm. Begitu juga dengan bobot tubuh indukan betina seberat 300-450 gram, dan indukan jantan antara 400-600 gram.

Selain memenuhi standar kuantitas seperti usia, ukuran tubuh, dan jumlah telur, kualitas indukan ikan nila juga harus diperhatikan secara menyeluruh. Indukan yang berkualitas umumnya memiliki pergerakan yang lincah dan responsif, tidak terdapat cacat fisik, serta bebas dari luka maupun infeksi. 

Memiliki tubuh yang proporsional dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit, seperti sisik rusak, warna pucat, atau nafsu makan menurun. Dengan memilih indukan yang tepat baik dari segi kuantitas maupun kualitas, peluang keberhasilan pemijahan ikan nila akan semakin tinggi sehingga benih yang dihasilkan lebih sehat, kuat, dan seragam.

Baca Juga: 8 Cara Pembenihan Ikan Nila hingga Panen Melimpah

Persiapan Pemijahan Ikan Nila di Kolam / Terpal

Agar proses pemijahan ikan nila secara buatan berjalan optimal, diperlukan persiapan indukan dan kolam yang matang. Selain manajemen pakan dan kualitas air, penggunaan Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Spesialis Perikanan dapat membantu mempercepat pematangan gonad serta meningkatkan kualitas sel telur dan sperma. 


Suplemen Organik Cair GDM
Spesialis Perikanan
  • Meningkatkan Nafsu Makan
  • Meningkatkan Imunitas/Daya Tahan
  • Mempercepat Tumbuh Kembang Ikan
  • Meningkatkan Keanekaragaman Fitoplankton
  • Mengurai Berbagai Jenis Limbah dan Polutan

Dengan kombinasi nutrisi yang tepat dan dukungan suplemen organik, produktivitas indukan dapat ditingkatkan secara maksimal sebelum memasuki tahap pemijahan. Berikut langkah-langkah persiapan pemijahan ikan nila di kolam terpal atau bak pemijahan:

  • Pilih indukan jantan dan betina sesuai kriteria usia, ukuran, dan kualitas yang telah dijelaskan sebelumnya.
  • Pisahkan indukan jantan dan betina ke kolam yang berbeda untuk mengontrol proses pematangan gonad.
  • Berikan pakan dengan kandungan protein tinggi, yaitu 28–32%, untuk mendukung perkembangan organ reproduksi.
  • Dosis pemberian pakan sebanyak 2–3% dari total biomassa ikan per hari.
  • Pada kolam pemijahan berukuran kurang dari 10 m², semprotkan 10 ml SOC GDM Spesialis Perikanan pada pakan sebelum diberikan.
  • Ulangi aplikasi SOC pada pakan setiap hari untuk meningkatkan kualitas nutrisi dan penyerapan pakan.
  • Untuk menjaga kualitas air dan mencegah serangan hama serta penyakit, aplikasikan 100 ml SOC GDM Spesialis Perikanan langsung ke dalam air kolam pemijahan.
  • Aplikasi ini membantu menstabilkan lingkungan kolam sekaligus mendukung kesehatan indukan.
  • Lakukan pemberian pakan dan aplikasi SOC secara rutin selama 21–30 hari. Tahap ini bertujuan untuk mengoptimalkan pematangan gonad sehingga indukan siap memasuki proses pemijahan buatan.
  • Suntikkan hormon HCG (human chorionic gonadotropin) dengan dosis 500 IU/kg bobot tubuh pada bagian punggung indukan betina.
  • Setelah 24 jam, lakukan penyuntikan kedua menggunakan ovaprim dengan dosis 0,6 ml/kg bobot tubuh untuk merangsang ovulasi dan memicu pelepasan telur.

Proses Memijahkan Ikan Nila Secara Buatan

Setelah indukan betina dan jantan dinyatakan matang gonad dan siap dipijahkan, langkah berikutnya adalah pengambilan sel telur dan sperma untuk dilakukan pembuahan buatan. Proses ini harus dilakukan secara hati-hati, cepat, dan dalam kondisi kering serta steril agar kualitas gamet tetap terjaga.

Mengeluarkan Sel Telur pada Indukan Betina

  • Bersihkan bagian perut hingga papila alat kelamin menggunakan tisu atau kain bersih untuk mencegah campuran air dengan sel telur.
  • Keringkan area tersebut agar telur tidak teraktivasi sebelum proses pembuahan.
  • Urut atau tekan bagian perut indukan betina secara lembut ke arah papila alat kelamin hingga sel telur keluar.
  • Tampung sel telur dalam wadah yang bersih dan steril.
  • Untuk memudahkan penanganan, kelompokkan telur sekitar 100 gram per wadah.
  • Jika belum langsung dibuahi, simpan telur dalam lemari pendingin bersuhu 4–5°C selama maksimal 2–6 jam.
  • Bersihkan kembali area papila dengan kertas penyerap.
  • Lepaskan indukan betina kembali ke kolam pemeliharaan.

Mengeluarkan Sperma pada Indukan Jantan

  • Bersihkan bagian perut hingga papila alat kelamin menggunakan tisu atau kain bersih agar tidak tercampur air.
  • Pastikan area tetap kering sebelum proses pengeluaran sperma.
  • Urut atau tekan bagian perut indukan jantan secara perlahan ke arah alat kelamin hingga sperma keluar.
  • Tampung sperma dalam wadah yang bersih dan steril.
  • Takar sperma sekitar 1 ml per wadah untuk mempermudah proses pembuahan.
  • Bersihkan kembali area papila dengan kertas penyerap.
  • Lepaskan indukan jantan kembali ke kolam.

Dengan prosedur yang higienis dan penanganan yang tepat, peluang keberhasilan pembuahan pada pemijahan ikan nila secara buatan akan semakin tinggi serta menghasilkan benih yang sehat dan berkualitas. 



Cara Memijahkan Indukan Ikan Nila

Proses pemijahan ikan nila harus dilakukan dengan teliti dan higienis agar tingkat keberhasilan pembuahan dan penetasan bisa optimal. Setelah sel telur dan sperma berhasil dikumpulkan dalam kondisi baik, tahap selanjutnya adalah proses pembuahan hingga pemeliharaan larva. Berikut tahapan yang perlu diperhatikan. 

  • Masukkan sperma ke dalam wadah yang telah berisi sel telur.
  • Aduk campuran sel telur dan sperma secara perlahan menggunakan pangkal bulu ayam hingga tercampur merata. Pengadukan ini bertujuan agar seluruh telur terbuahi secara optimal.
  • Setelah tercampur rata, segera masukkan campuran tersebut ke dalam kolam atau bak penetasan yang telah dilengkapi ijuk atau kakaban sebagai media menempelnya telur.
  • Biarkan telur mengalami proses inkubasi selama 24–30 jam hingga menetas menjadi larva.

Setelah telur menetas, larva tidak perlu langsung diberi pakan karena masih memanfaatkan cadangan makanan dari kuning telur (yolk sac). Larva mulai diberi pakan setelah berumur 3 hari.

  • Gunakan pakan pelet halus dengan ukuran 0,2–0,5 mm.
  • Berikan pakan sebanyak 4–5 kali sehari dalam jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan larva.
  • Sebelum diberikan, semprotkan pakan menggunakan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan dengan dosis 10 ml/kg pakan agar kualitas nutrisi meningkat.

Penggunaan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan membantu meningkatkan daya tahan tubuh larva karena mengandung multivitamin, mineral esensial dan non-esensial, serta bakteri baik. 

Kandungan tersebut terbukti mampu menekan angka kematian larva, mempercepat pertumbuhan, serta membantu mencegah serangan penyakit pada fase awal kehidupan ikan nila. Dengan penanganan yang tepat, peluang menghasilkan benih ikan nila yang sehat, kuat, dan seragam akan semakin tinggi.

Tingkatkan Produktivitas Pemijahan Nila Anda dengan SOC GDM Perikanan! 

Proses pemijahan ikan nila secara buatan membutuhkan ketelitian sejak tahap pengambilan sel telur dan sperma, proses pembuahan, hingga penetasan, dan pemeliharaan larva. Penanganan yang optimal pada fase awal akan sangat menentukan kualitas benih, daya tahan tubuh larva, serta keberhasilan budidaya pada tahap pembesaran selanjutnya. 

Jika Anda ingin memastikan proses pemijahan ikan nila berjalan lebih efektif dan menghasilkan benih yang sehat serta seragam, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan tim ahli GDM. Dapatkan panduan teknis, dosis, serta solusi terbaik sesuai kondisi kolam Anda dengan cara klik banner di bawah ini dan hubungi tim GDM sekarang juga.



author-avatar

About Dyah Sunaring Fitri, S. Pi

Spesialis dibidang Aquaculture parasit dan penyakit pada ikan & udang.