Pertanian

5 Cara Budidaya Terong Ungu untuk Pemula agar Berbuah Lebat

cara budidaya terong ungu

Sayuran yang memiliki permintaan tinggi dan sangat populer di masyarakat adalah terong ungu. Kemudahan dalam pengolahannya seperti balado, tumis, hingga lalapan membuat terong ungu banyak peminat. Tak heran, kalau Anda tertarik untuk mengolahnya sebagai masakan harian orang rumah, bahkan dijual di pasar.

Untuk itu, Anda perlu memahami cara budidaya terong ungu yang baik dan benar agar ketika dijual bisa diterima oleh pasar. Buahnya besar dan warnanya ungu pekat, menjadi daya tarik sendiri bagi konsumen. Jadi, teknik budidaya yang perlu Anda lakukan harus tepat agar hasil panen maksimal.


Banner Artikel CTA Pertanian GDM Desktop 1
Banner Artikel CTA Pertanian GDM Mobile 1

Karakteristik Terong Ungu

  • Terong sebagai salah satu jenis sayuran dengan nama latin Solanum melongena L. yang termasuk dalam famili Solanaceae dan memiliki tinggi tanaman antara 60 cm hingga 240 cm. 
  • Batang tanaman ini berbulu dan berduri, tanaman ini berbentuk semak, tanaman ini merupakan salah satu sayuran lokal dengan nilai gizi cukup lengkap dan bernilai ekonomis.
  • Terong merupakan sayuran yang awalnya berasal dari Benua Asia, lebih tepatnya India dan Burma, dan kemudian menyebar pada Benua Amerika, Afrika, hingga Eropa.
  • Terong cepat menyebar pada daerah yang memiliki iklim panas atau tropis maupun iklim sedang atau sub tropis.
  • Terong memiliki daya adaptasi yang stabil, tanaman ini dapat tumbuh dengan baik hingga mencapai ketinggian 1000 mdpl dengan suhu berkisar 22oC hingga 30oC, sementara untuk pH tanah berkisar 5-6.
  • Sayuran  ini memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap, gizi yang terdapat pada terong per 100 gram mengandung  26 kalori, 1 gram protein, 0.2 gram hidrat arang, 25 IU Vitamin A, 0.004 gram Vitamin B dan 5 gram Vitamin C.

Varietas Terong

Terong yang tersebar di Indonesia memiliki berbagai macam varietas. Menurut Kementrian Pertanian, tercatat 11 varietas terong yang tersebar di seluruh Indonesia, yaitu :

  • Terong Panjang Hibrida Varietas Ungu
  • Terong Hibrida Varietas Ratih Hijau-2
  • Terong Hibrida Varietas Violet
  • Terong Hibrida Varietas Prince
  • San Siro
  • Ungu 05
  • Hijau 06
  • Orlando Green
  • Milano
  • Kenari
  • SM 211

Keunggulan Terong Ungu

Terong merupakan salah satu sayur dan bahan pangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Berbagai olahan terong dapat ditemukan di seluruh penjuru dunia. Terong dapat diolah dengan cara ditumis, digoreng atau bahkan dibakar.

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa terong ungu memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap. Terong ungu memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, selain itu terong ungu dapat digunakan sebagai obat gatal pada kulit, tekanan darah tinggi, memperlancar air seni dan lain-lain.

Terong memiliki kandungan serat yang tinggi, serat ini berfungsi untuk memperlancar pencernaan, selain itu kulit terong ungu juga memiliki manfaat yang baik untuk kulit, manfaat lainnya ialah terong ungu mampu menekan kolesterol, sehingga baik untuk kesehatan jantung. 

Hal menarik lainnya dari terong ungu ialah memiliki zat anti kanker yang merupakan inhibitor yang dapat meminimalisir sel kanker. Manfaat yang terdapat pada terong ungu tentunya menjadikan tanaman ini menjadi semakin menarik untuk dibudidayakan, karena selain dapat dapat diolah menjadi bahan makanan yang lezat, terong ungu juga menyimpan berbagai manfaat. 


Banner Promo Pupuk Organik Cair GDM
Banner Mobile Promo Pupuk Organik Cair GDM

5 Cara Budidaya Terong Ungu yang Baik dan Benar

Agar hasil panen maksimal, dan kandungan nutrisi pada terong ungu bisa Anda rasakan dengan baik, pahami cara budidaya terong ungu yang tepat. Jangan sampai Anda salah langkah yang bisa berdampak pada hasil panen. Yuk, ikuti langkah-langkahnya berikut ini.

Persiapan dan Penyemaian Benih Terong Ungu

Proses persiapan benih atau cara menyemaikan benih budidaya terong ungu merupakan salah satu proses penting yang dilakukan untuk menyiapkan benih yang akan ditanam. Pemilihan benih yang baik dilakukan dengan menggunakan varietas yang sebelumnya telah disebutkan, dikarenakan varietas tersebut umumnya mudah didapat.

  • Apabila menggunakan benih, maka pilihlah benih yang memiliki daya berkecambah lebih dari 80% untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan, memiliki vigor (pertumbuhan dan perkembangan) yang baik, bersih, sehat dan murni.
  • Benih yang dibutuhkan untuk satu hektar lahan berkisar 150 gram hingga 500 gram
  • Sebelum dilakukannya cara semai bibit terong ungu, hendaknya benih direndam menggunakan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Pangan dengan dosis 100 mL.
  • Untuk benih yang disebar dengan luas lahan 1 hektar yang dicampur menggunakan air hangat dengan suhu berkisar 50oC kurang lebih selama 1 jam, hal ini dilakukan untuk merangsang benih.
  • Kemudian benih disebar pada tanah yang telah diberi pupuk organik sebelumnya, benih disebar secara teratur dengan jarak 1 cm masing-masing antar bibit, tutup benih dengan tanah kemudian padatkan tanah.
  • Penyiraman benih dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari, dan dekatkan benih dengan sinar matahari, sinar matahari yang cukup dapat mengoptimalkan pertumbuhan benih menjadi bibit siap tanam.
  • Setelah 10 hingga 15 hari sejak benih disemai, bibit dapat dipindahkan ke dalam polybag atau lahan yang telah disiapkan untuk budidaya terong.
  • Benih yang telah menjadi bibit hendaknya ditanam pada sore hari atau pagi hari untuk menghindari terik matahari yang berlebihan.

Terong ungu hendaknya ditanam dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  • Hindari lahan yang sebelumnya ditanami oleh tanaman yang berasal dari family yang sama (minimal 1 musim tanam).
  • Pilihlah lahan yang telah ditanami oleh famili graminae seperti tebu, padi, jagung ataupun dari famili liliaceae seperti bawang merah, bawang  bombay dan lain-lain.

Baca Juga: Pupuk Pelebat Buah Terong: Efektif Tingkatkan Hasil Panen

Persiapan Lahan Budidaya Terong

Proses ini dilakukan setelah bibit terong siap tanam dan siap untuk dipindah ke lahan. Persiapan lahan ini meliputi berbagai proses pengolahan lahan hingga pemupukan tanaman.

Persiapan lahan budidaya terong ungu dimulai dengan memasukan lahan tanam bersih dari gulma ataupun tanaman lainnya, hal ini dilakukan agar tidak menghambat pertumbuhan bibit terong.

  • Tanah yang telah dibersihkan kemudian digemburkan, hal ini dilakukan untuk mempermudah aerasi dan drainase pada tanah, sehingga dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bibit terong.
  • Pada lahan tanam yang menggunakan bedengan, hendaknya diberikan parit sebagai jarak antar bedengan. Parit memiliki kedalaman 20 hingga 30 cm. Lahan yang telah siap hendaknya dibiarkan terkena sinar matahari terlebih dahulu dan kemudian diberikan mulsa plastik.
  • Lahan yang telah disiapkan kemudian ditabur kapur tanah, pemberian kapur untuk meningkatkan pH tanah maupun memperbaiki struktur kimia pada tanah. Jumlah kapur yang akan ditaburkan disesuaikan dengan kondisi tanah, luas lahan serta faktor lingkungan lainnya.
  • Sesuaikan suhu daerah Anda dengan suhu tanam benih terong, yakni 22oC – 30oC, perhatikan musim, musim yang ideal untuk menanam terong adalah berkisar pada awal musim kemarau yakni bulan Maret atau April, dan pada awal musim penghujan yakni pada bulan Oktober atau November.
  • Perhatikan pula pH tanah yang ideal untuk terong.  Langkah selanjutnya adalah pemberian pupuk organik dengan perbandingan 2:1, pupuk diberikan 7 hingga 10 hari sebelum bibit ditanam.
  • Penggunaan pupuk dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dari terong ungu, hendaknya digunakan GDM Granule Same dengan menyebar pupuk secara merata pada lahan yang ditanami oleh terong, adapun dosis yang digunakan ilaha 100 Kg per hektar, dosis yang digunakan disesuaikan dengan luas lahan yang Anda miliki,
  • Pupuk lain yang diberikan ialah GDM Black Bos dengan takaran 5 Kg per hektar. Pemberian pupuk dilakukan dengan mencampurkan pupuk dengan air dan disemprotkan ke tanah dalam kondisi lembab atau basah.
  • Pupuk GDM Granule SAME dan GDM Black Bos digunakan saat dilakukannya pengolahan tanah, idealnya dilakukan seminggu sebelum dilakukan penanaman.


Cara Menanam Bibit Terong Ungu

Bibit terong yang ditanam hendaknya dilakukan pada sore atau pagi hari. Hal ini dilakukan untuk menghindari terik matahari secara berlebihan.

Perhatikan bibit yang hendak ditanam, pilihlah bibit yang memiliki akar banyak, pertumbuhan normal serta memiliki batang yang lurus. Bibit yang telah ditanam hendaknya rutin disiram, selalu perhatikan suhu, kelembaban serta pH tanah untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman terong.

Untuk mengoptimalkan pertumbuhan terong dalam budidaya terong ungu, maka berilah jarak tanam yang ideal, tujuan untuk memberikan jarak tanam yang ideal adalah sebagai berikut :

  • Pemberian jarak tanam terong ungu digunakan untuk meminimalisir kompetisi berebut unsur hara pada tanah yang dilakukan oleh antar bibit.
  • Jarak tanam terong ungu yang sesuai adalah 50 cm hingga 70 cm per masing-masing bibit apabila digunakan sistem tanam menggunakan bedengan,
  • Berikan bedengan dengan luas yang berkisar antara 120 cm hingga 140 cm.
  • Tanah yang akan ditanami terong dilubangi dengan kedalaman 20 cm hingga 30 cm.

Baca Juga: Jadwal Pemupukan Terong untuk Meningkatkan Hasil Panen

Cara Merawat Terong Ungu Agar Berbuah Lebat

Terong ungu yang telah ditanam hingga panen membutuhkan perawatan yang tepat agar tidak terkontaminasi oleh hama dan penyakit yang dapat merusak tanaman terong.

Beberapa cara yang dilakukan untuk merawat terong ungu dengan baik ialah :

Penyiraman

Tanaman membutuhkan air sebagai sumber makanan dan membantu mereka dalam proses fotosintesis, tanaman terong hendaknya disiram rutin namun tidak berlebihan, yakni pada pagi dan sore hari.

Pemangkasan

  • Apabila didapati bagian tubuh tanaman terkena hama dan penyakit, segera pisahkan tanaman tersebut atau potong kemudian bakar bagian tubuh yang terkena penyakit, hal ini dilakukan untuk meminimalisir kontaminasi penyakit.
  • Gunakan bambu atau peyangga tanaman terong Hal ini dilakukan untuk mambantu tanaman terong tetap tegak, sehingga meminimalisir batang patah pada tanaman terong.

Pengendalian Hama Dan Penyakit Yang Umum Menyerang

Perhatikan tanaman terong Anda, karena beberapa jenis hama berikut kerap kali menyerang terong.

Selalu perhatikan dan rawat tanama terong Anda, step ini sangat penting mengingat terong kerap kali terkena hama dan penyakit. Adapun beberapa hama dan penyakit yang kerap menyerang yakni:

Lalat Buah

Hama ini akan mengakibatkan terong berwarna coklat dan kemudian menjadi busuk, apabila terong dibelah maka akan terdapat larva lalat di dalamnya. Pengendalian dan cara mengatasi hama ini ialah dengan melakukan perawatan secara :

  • Rutin menggemburkan tanah untuk merombak telur lalat, memotong dan mengambil buah yang terindikasi telah tercemar oleh lalat buah.
  • Menggunakan perangkap lalat seperti ME (Metil Eugenol) dan minyak selasih.
  • Penggunaan pestisida dilakukan apabila langkah fisik maupun hayati tidak dapat dilakukan, dan digunakan pestisida yang telah mendapatkan izin mentan.
Kutu Daun

Kutu daun akan menyebabkan kerusakan pada daun-daun muda, sehingga proses pertumbuhan dan pembuahan terhambat. Pengendalian dan cara mengatasi hama ini adalah:

  • Tumpangsari dengan bawang daun
  • Mengambil bagian daun yang rusak dan segera membakarnya
Kumbang sebagai musuh alami kutu Tungau

Hama ini akan menyerang terong dengan gejala permukaan daun akan memiliki bintik-bintik merah hingga kecoklatan ataupun hitam pada permukaan daun, adapun tata cara mengatasinya adalah dengan :

  • Sanitasi bagian yang terkena tungau dan memusnahkannya.
  • Menggunakan pestisida yang digunakan mentan apabila dalam satu tanaman telah terkena serangan tungau lebih dari 15%
Layu Akibat Serangan Pseudomonas solanacearum

Bakteri satu ini dapat menyerang tanaman terong dan menyebabkan pucuk daun menjadi layu dan tanaman menjadi mati.

Batang dan akar menjadi kecoklatan, sementara serangan pada buah menyebabkan buah menjadi busuk, bakteri ini akan menyebar secara cepat pada musim hujan, adapun tata cara pengendalian bakteri ini adalah dengan 

  • Mencabut tanaman yang terkena penyakit dan membakarnya
  • Melakukan tumpang sari dengan menggunakan tanaman kubis-kubisan
  • Memperbaiki aerasi tanah agar tidak terjadi genangan
  • Menurunkan pH tanah
  • Merendam benih menggunakan larutan anti-mikroba

Baca Juga: 10 Jenis Hama pada Terong dan Cara Mencegah Serangannya

Pemupukan Terong Ungu

Agar budidaya terong ungu yang Anda lakukan berhasil, dukung perawatan dengan pemberian pupuk berkualitas. Tujuannya untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesuburan tanaman dari awal penanaman hingga saat panen. Anda bisa menggunakan Rangkaian Pupuk GDM Organik karena lebih unggul dibanding pupuk kimia dan lebih ramah lingkungan, sehingga bisa digunakan dalam jangka panjang.

Rangkaian Pupuk GDM, seperti Pupuk Organik Cair (POC) Spesialis Pangan, GDM Granule SaMe, dan GDM Black BOS. Pupuk GDM Organik memiliki peran penting dalam mengoptimalkan pertumbuhan terong. Bahkan, Pupuk GDM Organik juga bisa meningkatkan kualitas lahan yang lebih baik, dan menutrisi tanaman terong agar lebih kualitasnya. Berikut ini tahapan pemupukan yang bisa Anda terapkan dalam masa perawatan:

  • Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Pangan dengan dosis 8 liter per hektar, disebarkan dengan cara menyemprotkan pupuk ke seluruh tanaman, Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Pangan ini disemprotkan pada saat seminggu atau H+7 setelah penanaman terong. Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Pangan juga disemprotkan pada terong dengan dosis yang sama dan cara yang sama pada saat tanaman berusia 15 hari setelah tanam, 20 hari setelah tanam dan 27 hari setelah tanam.
  • GDM Granule Same dengan takaran 100 Kg per hektar caranya ialah dengan menebarkan pada daerah perakaran tanaman terong dan diberikan saat usia terong mencapai 30 hari setelah tanam
  • GDM Black Bos digunakan saat tanaman berusia 30 hari setelah tanam dan disebarkan dengan cara menyemprot pada tanah dengan kondisi tanah lembab atau basah dengan takaran 5 Kg per hektar. 


Manfaat Rangkaian Pupuk GDM untuk Tanaman Terong Ungu

Pemakaian Rangkaian Pupuk GDM Organik bukanlah tanpa alasan. Jika Anda menggunakan Pupuk GDM secara rutin dalam budidaya terong ungu, akan mendapatkan manfaat seperti:

  • Membantu mempercepat pertumbuhan tanaman
  • Merangsang pembentukan akar lebih kuat
  • Membuat batang dan daun lebih sehat
  • Membantu meningkatkan jumlah bunga dan buah
  • Mengurangi risiko bunga dan buah rontok
  • Membantu tanaman lebih tahan terhadap serangan penyakit
  • Menjaga kesuburan tanah lebih optimal
  • Membantu penyerapan nutrisi menjadi lebih maksimal
  • Meningkatkan kualitas dan ukuran buah
  • Membantu mempercepat masa panen

Masa Panen Terong Ungu

Tahap selanjutnya adalah memanen terong ungu yang telah ditanam, pemanenan dilakukan dengan:

  • Usia panen terong  ungu ialah 50 hingga 60 HST atau hari setelah tanam, interval pemanenan berkisar 4 hingga 7 hari.
  • Sebelum dilakukannya pemanenan, penyemprotan obat-obatan ataupun pestisida hendaknya dihentikan seminggu atau dua minggu sebelumnya.
  • Terong yang memiliki warna cerah dan mengkilap menAndakan siap panen.
  • Pemanenan dilakukan dengan memetik atau memotong tangkai buah dengan jarak kurang lebih 2 cm dari pangkal batang

Optimalkan Pertumbuhan Terong Ungu agar Panen Melimpah dengan Rangkaian Pupuk GDM Organik!

Budidaya terong ungu tidak bisa lepas dari pemupukan. Ini karena pemupukan bisa mendukung dan mempercepat pertumbuhan, terutama jika Anda menggunakan Rangkaian Pupuk GDM Organik. Kandungan alaminya membuat tanaman terong ungu cepat tumbuh, terhindari dari berbagai penyakit, bobot meningkat, dan panen maksimal. 

Jangan tunggu tanaman Anda layu, segera gunakan Rangkaian Pupuk GDM Organik sekarang! Dapatkan harga spesial dengan hubungi tim kami, klik banner di bawah ini langsung! Jangan sampai kehabisan, ya!


Banner Artikel CTA Pertanian GDM Desktop 3
Banner Artikel CTA Pertanian GDM Mobile 3

author-avatar

About WAHYU NURWIJAYO, SP

Seorang profesional di Industri Pertanian dengan selalu menerapkan sistem keseimbangan ekologi agar budidaya pertanian berjalan efektif & efisien serta hasil produksi meningkat