6 Cara Menanam Bawang Bombay & Tips Merawatnya di Rumah

Menanam bawang bombay di rumah bisa jadi pilihan terbaik bagi Anda yang ingin stok bahan masakan segar tanpa harus sering beli ke pasar. Selain lebih hemat, bawang bombay juga cukup mudah ditanam, bahkan untuk pemula. Dengan media tanam sederhana dan perawatan yang tidak rumit, tanaman ini bisa tumbuh subur di pot maupun pekarangan rumah.
Meski mudah, cara menanam bawang bombay di rumah tidak bisa dilakukan sembarangan dengan menancapkan umbi yang sudah tidak dipakai saja. Akan tetapi, Anda perlu memastikan penanamannya dilakukan dengan memenuhi syarat tumbuh tanaman bawang bombay.
Agar Anda tidak bingung dan penanaman berhasil, ikuti cara menanam bawang bombay di rumah pada artikel di bawah ini!


Keuntungan Budidaya Bawang Bombay di Rumah
Menanam bawang bombay tentunya memiliki banyak keuntungan terutama bagi Anda yang sering menggunakannya sebagai bahan masak sehari-hari.
Selain cara budidayanya yang cukup mudah, proses pemanenannya juga sangat praktis dan bisa langsung digunakan sebagai bumbu masakan Anda.
Bawang bombay memiliki fase pertumbuhan yang cukup cepat tanpa perlu menggunakan bahan kimia selama proses penanamannya. Hal ini lah yang membuat budidaya bawang bombay sangat sehat dengan mengandalkan produk organik.
Selain itu, budidaya bawang bombay juga bisa menghasilkan keuntungan apabila Anda menjualnya ke pasar. Dengan memanfaatkan lahan yang terbatas, ini bisa meraih peluang bisnis yang menguntungkan meski menggunakan modal kecil.
Syarat Tumbuh Bawang Bombay
Cara menanam bawang bombay tentunya harus memahami syarat tumbuh dari tanaman itu sendiri terlebih dahulu. Perlu Anda ketahui bahwa bawang bombay yang baik dapat ditanam pada daerah pegunungan dengan suhu sekitar 18-20 derajat celcius.
Proses pertumbuhan ini juga harus mendapatkan sinar matahari yang baik hingga 14 jam setiap harinya. Adapun ketinggian tempat yang ideal untuk menanam bawang ini yaitu sekitar 800 meter di atas permukaan laut.
Namun terdapat juga bawang bombay yang tumbuh di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Yang terpenting, syarat tanah yang harus terpenuhi yaitu kondisi tanah gembur dengan derajat keasaman atau pH sekitar 5,55 – 6,5.


Cara Menanam Bawang Bombay di Rumah dengan Media Pot

Meski tumbuhan ini Anda tanam di halaman rumah, namun pastikan bawang bombay telah memenuhi syarat tumbuh seperti di atas. Untuk cara menanamnya, Anda bisa menggunakan media tanam seperti pot atau polybag di lahan yang terbatas.
Adapun langkah-langkah penanamannya ialah sebagai berikut ini:
Perhatikan Waktu Tanam
Waktu penanaman bawang bombay baiknya Anda lakukan saat musim kemarau. Hal ini karena syarat tumbuhnya yang harus mendapatkan sinar matahari lebih dari 10 jam setiap harinya.
Meski begitu, tanaman bawang bombay juga harus pemberian air atau proses penyiraman juga perlu Anda perhatikan. Hal ini penting untuk memastikan kesuburan dan tingkat pH di dalam tanah terjaga dengan baik.
Siapkan Bibit Bawang Bombay
Langkah selanjutnya, siapkan bibit bawang bombay yang berasal dari umbi tanaman berkualitas. Pilih lah varietas bawang bombay yang unggul dan tidak cacat saat memilih bibit tanaman yang akan Anda gunakan.
Pemilihan bibit bawang yang tepat akan membantu pertumbuhan tanaman lebih cepat dan bebas dari serangan hama ataupun penyakit. Setelah memilih bibit berkualitas, lakukan penyemaian sebelum proses menanam bawang.
Persiapan Media Tanam

Karena budidaya ini Anda lakukan di halaman rumah, Anda bisa menyiapkan media tanam berupa pot atau polybag dengan ukuran 30×40 cm. Alternatif lainnya, Anda bisa menyesuaikan ukurannya dengan kebutuhan bibit bawang bombay yang akan Anda tanam.
Setelah itu, isi pot dengan campuran tanah, pupuk, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Kemudian, siapkan pupuk organik secukupnya, lalu siram tanah dengan air, kemudian diamkan selama 1-2 hari.
Proses Menanam Bawang Bombay di Pot
Setelah media tanam siap digunakan, buat lubang di tengah dan masukkan umbi yang sudah dipilih dan dikeringkan. Letakkan umbi pada lubang tanah, kemudian tutup area perakaran hingga media tanam padat.
Cara menanam bibit ini bisa dilakukan dengan takaran 3 umbi per pot atau polybag dan diberi jarak sekitar 15 cm saja. Pastikan umbi tersebut ditanam hingga bagian leher saja agar tidak terlalu tenggelam.
Baca Juga: 8 Cara Menanam Daun Bawang dari Sisa Belanjaan, Hemat, dan Praktis
Perawatan Tanaman
Langkah setelah menanam bawang bombay tentunya adalah melakukan perawatan tanaman secara berkala. Proses ini meliputi penyulaman yang dapat Anda lakukan setelah satu minggu bawang bombay ditanam.
Teknik penyulaman sangat diperlukan untuk memisahkan bibit yang mati atau tidak dapat dengan tumbuh baik di media tanam yang telah digunakan. Setelah itu, Anda juga harus melakukan penyiraman secara teratur sebanyak 2 kali setiap hari.
Proses penyiraman ini sangat membantu untuk menjaga kesuburan tanah pada media tanam bawang bombay. Namun, pastikan juga untuk tidak terlalu banyak menyiram air hingga menggenang karena bisa menyebabkan umbi tanaman membusuk.
Pemupukan
Selain melakukan rangkaian perawatan, tidak lupa juga untuk rutin memberikan pupuk organik yang berguna meningkatkan produktivitas pembuahan bawang bombay.
Salah satunya dengan menggunakan Pupuk Organik Cair (POC) GDM Spesialis Pangan Sayur yang memiliki formulasi khusus untuk mempercepat pertumbuhan bibit bawang bombay.
Cara mengaplikasikan pupuk organik sebenarnya sangat mudah dan harus sesuai takaran petunjuk penggunaannya. Perbandingannya Anda bisa menggunakan 2 gelas (500ml) Pupuk Organik Cair (POC) GDM Spesialis Pangan Sayur per 25 liter air, lalu Anda bisa kocorkan setiap 10 hari sekali.
Keunggulan Pupuk Organik Cair (POC) GDM untuk Pertumbuhan Bawang Bombay
Di antara banyaknya pupuk bawang bombay, kenapa Anda harus memilih Pupuk Organik Cair (POC) GDM? Alasannya sederhana, POC GDM terbuat dari 100% bahan organik yang mana lebih unggul dibanding pupuk kimia karena lebih aman digunakan dalam jangka panjang. Keunggulan lain di antaranya:
- Meningkatkan jumlah hasil panen lebih banyak daripada yang tidak menggunakan pupuk organik.
- Menghasilkan bobot sayur yang besar dengan kualitas daging bawang yang tebal dan lezat.
- Mencegah serangan hama dan penyakit yang bisa menghambat pertumbuhan bawang bombay.
- Menghasilkan bibit bawang berkualita sehingga mampu meningkatkan produktivitas budidaya bawang bombay dalam jangka panjang.
Baca Juga: Rekomendasi 3 Pupuk Daun Bawang Terbaik Bikin Daun Lebih Hijau dan Segar
Kapan Bawang Bombay Bisa Dipanen?
Setelah melewati masa tanam hingga 4-5 bulan, bawang bombay dapat dipanen sesuai dengan kebutuhan. Bahkan, hasil panen ini bisa lebih cepat tergantung dengan jenis varietas dan pemeliharaan tanamanan.
Proses panen bawang bombay dilakukan dengan cara mencabut batang secara hati-hati, lalu membersihkan kotoran yang menempel di sekitar permukaan umbi. Langkah pemanenan ini bisa Anda lakukan pada pagi atau sore hari agar kualita bawang tetap terjaga dengan baik.
Karena teknik budidaya ini bisa Anda lakukan di media tanam pot di rumah, tentu proses panennya akan lebih mudah. Pemanfaatan bawang bombay pasca panen juga bisa Anda gunakan baik untuk kebutuhan masak, menjual ke konsumen, atau melakukan pembibitan untuk diproses budidaya kembali.
Gunakan Pupuk Organik Cair (POC) GDM untuk Mempercepat Pertumbuhan Bawang Bombay, Dapatkan Harga Spesial Sekarang!
Pupuk Organik Cair (POC) GDM bisa menjadi jawaban bagi Anda yang ingin mempercepat pertumbuhan tanaman bawang bombay di rumah. Pemanfaatan lahan kecil di rumah bisa menjadi lebih optimal dengan tumbuh suburnya bawang bombay karena perawatannya optimal melalui pemakaian Pupuk Organik Cair GDM.
Pemakaian POC GDM secara rutin bisa memperbanyak hasil panen bawang bombay Anda. Dengan begitu, kebutuhan stok bahan masakan Anda di rumah bisa terpenuhi. Jadi, jangan ragu pakai POC GDM untuk pertumbuhan bawang bombay. Tekan banner di bawah ini untuk membeli produknya dengan harga spesial!










