
Blog
Waspada! 8 Jenis Hama Kelapa Sawit Turunkan Produktivitas

Jenis hama kelapa sawit adalah organisme pengganggu yang dapat menurunkan pertumbuhan, produksi tandan, hingga menyebabkan gagal panen jika tidak dikendalikan sejak awal. Beberapa hama kelapa sawit bisa menyerang daun, bunga, batang, hingga akar tanaman.
Gangguan tersebut bisa menyerang pada fase pembibitan maupun tanaman menghasilkan. Oleh karena itu, mengenali jenis hama kelapa sawit beserta ciri serangannya menjadi langkah penting dalam budidaya yang berkelanjutan. Simak selengkapnya artikel ini untuk mengetahui jenis-jenis hama kelapa sawit yang paling sering ditemukan lengkap dengan cara pencegahannya.
8 Jenis Hama Kelapa Sawit
Jenis hama kelapa sawit jumlahnya cukup banyak dan dapat menyebar dengan cepat jika tidak segera dikendalikan. Serangan hama tidak hanya menurunkan pertumbuhan tanaman, tetapi juga berisiko menular ke tanaman lain di dalam kebun.
Hama kelapa sawit berpotensi menurunkan produktivitas bahkan menyebabkan kematian tanaman. Oleh karena itu, mengenali jenis hama kelapa sawit beserta ciri dan dampak serangannya menjadi langkah penting dalam pengelolaan kebun yang efektif.

Kumbang
Kumbang merupakan hama berbahaya, terutama bagi tanaman kelapa sawit muda. Serangan biasanya terjadi pada pucuk atau titik tumbuh tanaman. Jika bagian ini rusak, tanaman rentan mengalami busuk pucuk dan berujung pada kematian.
Pengendalian kumbang dapat dimulai dengan menjaga kebersihan kebun, khususnya dengan menghilangkan tunggul, batang lapuk dan sisa tanaman mati yang menjadi tempat berkembangnya larva.
Selain itu, pengendalian biologis dapat dilakukan menggunakan jamur Metarhizium anisopliae dan virus Baculovirus oryctes untuk menekan populasi kumbang secara alami.
Ulat Api
Ulat api menyerang daun kelapa sawit dengan cara mengikis jaringan ddaun dari bagian bawah. Ulat muda biasanya bergerombol di sekitar area penetasan telur dan meninggalkan lapisan epidermis atas daun.
Ciri serangannya tampak seperti jendela-jendela memanjang pada helaian daun. Jika serangan terjadi secara masif, daun akan mengering, mati, dan terlihat seperti terbakar. Serangan berat dapat menghambat proses fotosintesis dan menurunkan pertumbuhan tanaman. Jadi, deteksi dini sangat penting untuk mencegah populasi ulat.
Tungau
Tungau merah (oligonychus sp.) merupakan jenis hama kelapa sawit berukuran sangat kecil, sekitar 0,5 mm, namun berdampak signifikan. Hama ini menyerang daun dengan cara mengisap cairan sel, terutama di sepanjang tulang anak daun.
Serangan tungau menyebabkan daun berubah warna menjadi kecoklatan kemudian mengering. jika dibiarkan, kondisi ini dapat menurunkan kemampuan fotosintesis dan melemahkan tanaman, terutama pada musim kemarau saat populasi tungau cenderung meningkat.
Kumbang Nyiur
Kumbang nyiur termasuk hama utama kelapa sawit yang menyerang bagian pucuk tanaman. Serangan dapat terjadi pada tanaman muda maupun tanaman dewasa. Pada tanaman dewasa, kumbang akan meninggalkan lubang pada pelepah muda yang belum membuka sempurna.
Akibatnya, daun terlihat terpotong dan membentuk pola segitiga khas saat membuka. Kerusakan berulang pada pucuk dapat mengganggu pertumbuhan tajuk dan menurunkan produktivitas tanaman.
Baca Juga: ” 6 Cara Mengatasi Penyakit Garis Kuning pada Daun Kelapa Sawit“
Kumbang Sagu
Kumbang sagu juga kerap menyerang pucuk dan bagian dalam tanaman kelapa sawit. Pada tanaman muda, hama ini dapat merusak akar dan pangkal batang, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.
Sementara pada tanaman dewasa, serangan kumbang sagu dapat menyebabkan kerusakan pada tajuk dan pucuk, bahkan berisiko menyebabkan pucuk patah. Serangan yang tidak terkendali berpotensi menurunkan kualitas dan umur produktif tanaman.
Belalang
Belalang merupakan hama pemakan duan yang sering ditemukan di kebun kelapa sawit. Hama ini menyerang daun, bunga, hingga kulit buah. Pada serangan ringan, kerusakan daun masih terbatas.
Namun, jika populas belalang tinggi, daun dapat habis dimakan dan hanya menyisakan tulang daun. Kondisi ini jelas mengganggu proses fotosintesis dan dapat memperlambat pertumbuhan tanaman.
Ngengat pada Bunga Kelapa Sawit
Ngengat bunga menyerang tanaman kelapa sawit dengan merusak bunga yang masih tertutup. Hama ini membuat lubang pada bagian seludang bunga hingga jaringan di dalamnya rusak.
Akibat serangan ini, bunga jantan berubah warna menjadi kehitaman dalam waktu singkat. Sementara bunga betina mengeluarkan getah dan akhirnya rontok. Dampak dari hama ini cukup serius karena dapat menurunkan proses penyerbukan dan pembentukan buah.
Tikus Pohon
Tikus pohon merupakan hama yang menyerang buah kelapa sawit, terutama pada kebun yang dekat dengan semak atau area tidak terkelola. Serangan ditandai dengan adanya lubang tidak beraturan pada sabut dan temourung buah.
Serangan tikus pada pohon umumnya ditandai oleh lubang gigitan yang lebar, kasar, dan tidak beraturan. Selain merusak buah, tikus pohon juga berpotenssi menurunkan hasil panen dan kualitas tandan.
Cara Mencegah Serangan Hama Kelapa Sawit
Untuk mencegah agar berbagai jenis hama kelapa sawit tidak menyebar dan merusaka tanaman, diperlukan langkah pencegahan yang dilkaukan secara konsisten sejak awal budidaya. Pencegahan yang tepat tidak hanya menekan populasi hama, tetapi juga membantu tanaman tumbuh lebih sehat dan produktif.
Menjaga Kebersihan Kebun
Menjaaga kebersihan kebun merupakan langkah dasar namun sangat penting dalam pengendalian hama kelapa sawit. Area sekitar tanaman harus bebas dari sampah organik, tunggul, batang lapuk, dan pohon mati yang berpotenssi menjadi tempat berkembangnya larva hama.
Sisa tanaman dan bahan organik yang menumpuk sebaiknya dimusnahkan dengan cara dibakar atau dikelola dengan benar. Kebun yang ebrsih akan memutus siklus hidup hama dan menurunkan risiko serangan berulang.
Pemberian Insektisida
Penggunaan insektisida dapat dilakukan jika populasi hama sudah melewati ambang kendali. Metode aplikasi perlu disesuaikan dengan usia tanaman kelapa sawit. Untuk tanaman berumur sekitar 2,5 tahun, penyemprotan dilakukan menggunakan penyemprot tangan agar aplikasi lebih tepat sasaran.
Sementara itu, tanaman berumur di atas 5 tahun memerlukan mesin penyemprot agar jangkauan lebih luas dan merata. Penggunaan insektisida yang tepat dosis dan waktu akan menyumbang mengendalikan hama tanpa merusak tanaman.
Monitoring Serangan Hama
Monitoring atau pengamatan rutin sangat penting untuk mendeteksi serangan hama sejak dini. Pemantauan dilakukan dengan mengamati intensitas dengan serangan pada tandan buah dan kondisi tanaman, pohon per pohon, minimal satu kali dalam sebulan.
Untuk tanaman kelapa sawit yang sudah tinggi atau berusia tua, penggunaan teropong sangat disarankan agar pengamatan lebih efektif. Dengan monitoring rutin, tindakan pengendalian bisa dilakukan lebih cepat sebelum hama menyebar luas.
Baca Juga: : 4 Penyebab Buah Sawit Kecil dan Cara Mencegahnya
Peran Pemupukan dalam Mencegah Hama Kelapa Sawit
Selain pengendalian langsung, pemupukan juga berperan penting dalam menekan serangan hama. Tanaman kelapa sawit yang mendapatkan nutrisi seimbang cenderung lebih kuat, memiliki daya tahan lebih baik, dan tidak mudah terserang hama.
Penggunaan pupuk organik dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan kesehatan tanah, memperkuat sistem perakaran, serta meningkatkan antibodi alami tanaman terhadap serangan hama.
Masa Awal Budidaya
Pada tahap awal budidaya, pemupukan harus disesuaikan dengan usia tanaman. Kelapa sawit usia 1-3 bulan dapat diberikan rangkaian pupuk organik. Salah satunya produk GDM Black Bos dan GDM Spesialis Tanaman Kelapa Sawit.
Penggunaan pupuk organik dapat membantu sawit tumbuh lebh sehat dan lebih tahan dari serangan hama dan penyakit. POC Spesialis Tanaman Kelapa Sawit merupakan pupuk dengan konsentrat tinggi yang dapat merangsang pertumbuhan sejak masa awal budidaya.
Caranya semprotkan 2 kg dengan 10 liter air pada baby bag tanaman. Lanjutkan dengan perendaman benih selama 30 menit dengan menggunakan campuran GDM Sawit dengan air 10 liter. Selanjutnya semprotkan GDM Sawit dengan dosis 0,5 liter untuk 200 bibit aplikasikan setiap seminggu sekali.
Budidaya Usai Pembibitan
Setelah masa pembibitan, pemupukan dilanjutkan untuk mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman. Saat kelapa sawit berusia 6 bulan, gunakan GDM Black BOS. Produk ini berperan untuk memperbaiki struktur tanah dan menjaga kesuburannya.
Adapun cara penggunaannya larutkan GDM Black Bos 10 kg yang dilarutkan dengan 1 liter air, lalu semprotkan secara merata. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan kombinasi GDM Sawit dan GDM Black BOS. Berikan GDM Sawit sebanyak 2 gelas per tangki untuk 100 bibit, dengan interval aplikasi setiap 2 minggu sekali. Tambahkan GDM Black BOS sebanyak 10 kg dan aplikasikan setiap 6 bulan sekali.
Budidaya Lahan
Setelah bibit siap dipindahkan ke lahan tanam, pemupukan perlu dimaksimalkan untuk mendukung adaptasi dan pertumbuhan awal tanaman. Pada tahap ini, Anda dianjurkan untuk menambahkan kombinasi pupuk dengan GDDM SaMe Granule agar nutrisi tanah dan tanaman tetap seimbang.
Produk GDM SaMe berperan sebagai media hidup bakteri alami dan memabntu mencegah penyakit tular tanah. Penggunaan GDM SaMe dapat menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri patogen yang berpotensi menurunkan produktivitas sawit.
Adapun penggunaan kombinasi GDM Black Boss, GDM POC Spesialis Kelapa Sawit, dan SaMe pada tahap budidaya lahan bisa disimak di bawah ini.
Pemupukan Pertama (Saat Tanam)
- Saat penanaman, taburkan GDM SaMe sebanyak 1 kg per lubang tanam secara merata di sekeliling lubang.
- Kemudian larutkan GDM Black BOS sebanyak 10 kg dengan 1 liter air, lalu siramkan ke lubang tanam.
- Sebagai penutup, aplikasikan GDM Sawit sebanyak 35 ml per tanaman dengan cara dikocor langsung pada lubang tanam.
Pemupukan Kedua (Usia 3–12 Bulan)
- Pada fase pertumbuhan ini, gunakan GDM Sawit sebanyak 70 ml per tanaman dan aplikasikan setiap 2 bulan sekali.
- Tambahkan GDM SaMe sebanyak 2 kg per pohon yang ditaburkan secara merata.
- Saat tanaman memasuki usia 12 bulan, berikan GDM Black BOS sebanyak 10 kg yang dilarutkan dalam 1 liter air, dan aplikasikan setiap 6 bulan sekali.
Pemupukan Ketiga (Lebih dari 3 Tahun)
- Untuk tanaman kelapa sawit yang sudah memasuki fase produksi, gunakan GDM POC Kelapa Sawit dengan dosis 15 liter per hektar. Aplikasi per tanaman sekitar 100 ml dengan interval setiap 3 bulan sekali.
- Taburkan GDM SaMe sebanyak 350 kg per hektar atau sekitar 2,5 kg per pohon setiap 6 bulan sekali.
- Sebagai pendukung, larutkan 10 kg GDM Black BOS dengan 1 liter air dan siramkan ke tanaman setiap 6 bulan sekali.
Dukung Nutrisi Tanaman dalam Menghadapi Hama Kelapa Sawit dengan Rangkaian Produk GDM!
Untuk menjaga kebun kelapa sawit tetap sehat dan produktif, pencegahan hama perlu dibarengi dengan pemupukan yang tepat dan berkelanjutan. Dengan nutrisi yang seimbang sejak pembibitan hingga tanaman menghasilkan, kelapa sawit dapat tumbuh lebih optimal dan risiko gangguan hama dapat ditekan secara alami.
Jika Anda ingin mengetahui kombinasi produk GDM yang sesuai dengan kondisi lahan, usia tanaman, dan tingkat serangan hama, manfaatkan layanan konsultasi kami. Klik banner di bawah untuk mendapatkan rekomendasi perawatan kelapa sawit yang lebih tepat dan berkelanjutan.













