9 Jenis Pakan Burung Puyuh Kaya Nutrisi dan Cara Membuat Sendiri di Rumah

Pakan burung puyuh merupakan salah satu faktor utama yang menentukan pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ternak secara keseluruhan. Pemberian pakan yang tepat dapat membantu puyuh tumbuh optimal, lebih aktif, serta menghasilkan telur dengan kualitas yang baik. Oleh karena itu, peternak perlu memahami pentingnya memiliki pakan yang sesuai dengan kebutuhan burung puyuh di setiap fase pemeliharaan.
Tak sedikit peternak yang masih menganggap semua jenis pakan memiliki manfaat yang sama, padahal kandungan nutrisi di dalamnya dapat memberikan pengaruh berbeda terhadap performa ternak. Kesalahan dalam memilih atau menyusun pakan berisiko membuat puyuh tumbuh lambat, mudah stres, hingga mengalami penurunan produksi telur.
Inilah sebabnya, manajemen pakan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Dengan strategi pemberian pakan yang tepat, peternak dapat meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus memaksimalkan hasil panen telur maupun kualitas ternak. Simak artikel ini selengkapnya untuk tahu cara menentukan pakan burung puyuh terbaik.


Kebutuhan Nutrisi Burung Puyuh
Sebelum memilih pakan burung puyuh yang tepat untuk budidaya, peternak perlu memahami kebutuhan nutrisi utama yang dibutuhkan puyuh petelur. Setiap fase pertumbuhan memiliki kebutuhan gizi yang berbeda, sehingga komposisi pakan harus disesuaikan agar pertumbuhan optimal, produksi telur stabil, dan kesehatan ternak terjaga.
Untuk memudahkan pemahaman, perhatikan tabel kebutuhan nutrisi pakan puyuh petelur berikut ini:
| Nutrisi | 0-2 Minggu | 3-5 Minggu | >6 minggu |
| Energi Metabolisme | 2.750 ME kcal/kg | 2.700 ME kcal/kg | 2.600 ME kcal/kg |
| Protein | 27% | 24% | 24% |
| Kalsium | 0,8% | 0,6% | 3% |
| Fosfor | 0,3% | 0,3% | 0,45% |
| Vitamin A | 8000 IU | 8000 IU | 8000 |
| Vitamin D3 | 1200 ICU | 1200 ICU | 1200ICU |
| Lisin | 1,20% | 1,10% | 0,8% |
| Metionin | 0,45% | 0,40% | 0,33% |
| Metionin + Sistin | 0,7% | 0,65% | 0,6% |
Baca Juga: 5 Cara Ternak Burung Puyuh di Rumah Bagi Pemula agar Sukses
Jenis Pakan Burung Puyuh Agar Cepat Bertelur
Dalam budidaya intensif, pakan burung puyuh yang diberikan tentu berbeda dengan pakan puyuh liar di alam. Burung puyuh ternak dipelihara untuk menghasilkan telur secara optimal, sehingga membutuhkan asupan nutrisi yang lebih terukur dan seimbang.
Dengan pemilihan pakan yang tepat, burung puyuh dapat bertelur lebih cepat, produksi lebih stabil, dan kualitas telur jadi lebih baik. Berikut beberapa jenis pakan yang umum digunakan untuk meningkatkan produktivitas puyuh petelur.
Pakan Jagung
Jagung merupakan bahan pakan yang paling umum digunakan untuk unggas, termasuk puyuh. Kandungan karbohidrat dan energinya yang tinggi membuat jagung efektif membantu memenuhi kebutuhan energi harian puyuh. Namun, karena harga jagung relatif cukup mahal, penggunaannya biasanya dicampur dengan bahan pakan lain agar lebih hemat biaya.
Pakan Bekatul
Bekatul atau dedak padi adalah limbah hasil penggilingan beras yang mengandung protein, serat, dan karbohidrat cukup baik untuk puyuh. Bahan ini sering digunakan sebagai campuran pakan karena mudah ditemukan dan ekonomis. Meski begitu, kandungan lemaknya yang tinggi membuat bekatul tidak cocok disimpan terlalu lama karena mudah tengik.
Dedak Gandum
Dedak gandum atau pollard termasuk bahan pakan yang baik karena mengandung protein dan serat. Namun, serat pada pollard tergolong serat kasar sehingga penggunaannya perlu dibatasi agar tidak mengganggu sistem pencernaan burung puyuh.
Sorgum
Sorgum merupakan biji-bijian alternatif pengganti jagung yang cukup kaya protein dan energi. Bahan ini dapat digunakan sebagai campuran pakan puyuh, tetapi penggunaannya harus dibatasi karena mengandung tanin yang dapat menurunkan daya cerna protein.
Kayambang
Kayambang adalah tanaman air yang sering dimanfaatkan sebagai pakan tambahan ternak. Kandungan protein, kalsium, lisin, dan serat di dalamnya cukup tinggi sehingga baik untuk mendukung pertumbuhan dan produktivitas puyuh petelur.
Pakan Pabrikan
Pakan pabrikan berupa pelet atau konsentrat memiliki formulasi nutrisi yang lengkap dan praktis digunakan. Jenis pakan ini cocok bagi peternak yang ingin memastikan kebutuhan nutrisi puyuh terpenuhi secara konsisten. Namun, karena biasanya dijual dalam jumlah besar, penggunaannya lebih cocok untuk skala budidaya menengah hingga besar.
Tepung Tulang
Tepung tulang merupakan sumber kalsium dan fosfor yang sangat baik untuk puyuh petelur. Kedua nutrisi tersebut berperan penting dalam mempercepat masa produksi telur, meningkatkan jumlah telur, serta memperkuat kualitas cangkang.
Bungkil Kedelai
Bungkil kedelai adalah limbah hasil pengolahan kedelai yang kaya akan protein, karbohidrat, serat, dan mineral. Bahan ini sangat baik sebagai sumber protein nabati dalam ransum puyuh, meskipun harganya relatif lebih tinggi dibanding bahan pakan lainnya.
Tepung Ikan
Tepung ikan merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi yang sangat baik untuk menunjang produktivitas puyuh petelur. Selain protein, tepung ikan juga mengandung DHA dan EPA yang mendukung performa reproduksi dan kualitas telur.
Komposisi Pakan Burung Puyuh
Setiap fase pertumbuhan burung puyuh membutuhkan komposisi nutriis yang berbeda. Secara umum, puyuh terbagi ke dalm tiga fase pemeliharaan, yaitu starter (0-3 minggu) grower (4-6 minggu), dan layer (7-60 minggu). Maka dari itu, pakan burung puyuh harus disesuaikan dengan usia serta tujuan pemeliharaanya agar hasil lebih optimal.
Khusus untuk puyuh petelur, peternak perlu memastikan pakan yang diberikan memiliki kandungan nutrisi yang mampu menunjang produksi telur secara optimal. Secara umum, ransum puyuh petelur sebaiknya mengandung minimal 20% protein, 3,2% kalsium, dan 0,6% fosfor agar proses pembentukan telur berjalan dengan baik.
Dibandingkan puyuh muda pada fase starter, puyuh petelur umumnya membutuhkan kadar protein yang sedikit lebih rendah, tetapi memerlukan kalsium dalam jumlah lebih tinggi. Hal ini karena kalsium dan fosfor berperan penting dalam mempercepat pembentukan kerabang telur, meningkatkan kekuatan cangkang, serta menjaga produktivitas telur tetap stabil.
Baca Juga: Ketahui Penyebab Burung Puyuh Tidak Mau Bertelur dan Cara Mengatasinya
Cara Membuat Pakan Burung Puyuh yang Efektif
Pembuatan pakan burung puyuh dapat dilakukan secara mandiri dengan menyesuaikan kebutuhan nutrisi serta bahan baku yang tersedia. Metode ini banyak dipilih peternak karena lebih fleksibel dan dapat menekan biaya produksi. Namun, agar hasilnya optimal, formulasi pakan harus tetap memperhatikan keseimbangan nutrisi sesuai kebutuhan puyuh petelur.
Metode Self Mixing Sederhana dengan Campuran Pelet
Salah satu cara paling mudah membuat pakan puyuh adalah dengan mencampurkan pelet, bahan remahan, dan bahan tepung menggunakan komposisi 50% : 40% : 10%. Komposisinya terdiri dari 50% pelet/konsentrat, 40% bahan remahan (jagung, singkong, atau sorgum), 10% bahan tepung (tepung tulang, dedak, atau bahan mineral lainnya)
Sebagai contoh, jika peternak ingin membuat 10 kg pakan, maka takarannya adalah 5 kg konsentrat, 4 kg bahan remahan, 1 kg bahan tepung. Metode ini cocok digunakan sebagai formulasi dasar self mixing sederhana, kemudian hasilnya dapat dievaluasi berdasarkan performa pertumbuhan dan produksi telur puyuh.
Fermentasi Dedak dengan SOC GDM Ternak
Metode berikutnya adalah membuat pakan fermentasi berbasis dedak yang diperkaya probiotik. Cara ini membantu meningkatkan daya cerna pakan sekaligus menekan zat anti nutrisi pada bahan pakan. Bahan yang dibutuhkan yaitu:
- 1 kg dedak padi
- 2 butir ragi tape
- Air secukupnya
- 1% SOC GDM Spesialis Ternak
Cara pembuatannya:
- Basahi dedak dengan air menggunakan perbandingan 1:3
- Kukus adonan selama 15–30 menit
- Dinginkan adonan hingga suhu normal
- Haluskan ragi tape lalu campurkan bersama SOC GDM ke dalam adonan
- Aduk hingga merata
- Simpan dalam wadah atau drum tertutup selama proses fermentasi
Metode fermentasi ini membantu menghasilkan pakan yang lebih mudah dicerna oleh puyuh serta meningkatkan kualitas nutrisi bahan baku. Penambahan SOC GDM Spesialis Ternka pada pakan burung puyuh membantu meningkatkan kualitas pakan melalui dukungan probiotik yang dapat mengoptimlakan sistem pencernaan ternak.
Dengan peenyerapan nutrisi yang lebih maksimal, puyuh dapat tumbuh lebih sehat, nafsu makan meningkat, dan produktivitas telur berpotensi lebih optimal. Selain itu, kandungan bakteri baik dalam SOC GDDM juga membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan serta menekan pertumbuh bakteri patogen dalam tubuh ternak.
Oleh karena itu, penggunaan SOC GDM Spesialiss Ternak menjadi solusi tambahan yang efektif untuk mendukung performa budidaya puyuh secara menyeluruh.
Dosis dan Waktu Pemberian Pakan Burung Puyuh
Pemberian pakan burung puyuh harus disesuaikan dengan fase pertumbuhannya karena kebutuhan nutrisi puyuh anakan tentu berbeda dengan puyuh dewasa atau layer.
Semakin bertambah usia, kebutuhan konsumsi pakan harian puyuh juga akan meningkat untuk mendukung pertumbuhan tubuh, pembentukan organ reproduksi, hingga produksi telur yang optimal. Berikut dosis pakan burung puyuh per ekor per hari berdasarkan umur pemeliharaan:
- 1 hari–1 minggu: 2 gram
- 1–2 minggu: 4 gram
- 2–3 minggu: 8 gram
- 4–5 minggu: 13 gram
- 5–6 minggu: 15 gram
- Di atas 6 minggu: 17–19 gram
Agar konsumsi pakan lebih efisien, pemberian pakan sebaiknya dilakukan 2–3 kali sehari pada waktu yang konsisten, seperti pagi, siang, dan sore. Pola pemberian yang teratur membantu menjaga nafsu makan, meminimalkan pakan terbuang, serta mendukung produktivitas puyuh tetap stabil terutama saat memasuki masa bertelur.
Pemberian Suplemen Probiotik Tambahan untuk Burung Puyuh
Sama seperti hewan ternak lainnya, burung puyuh juga membutuhkan probiotik untuk membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dalam saluran pencernaan. Pemberian probiotik secara rutin dapat emmbantu meningkatkan penyerapan nutrisi, memperbaiki kesehaatan pencernaan, serta mnedukung produktivitas puyuh agar lebih optimal.
Dengan kondisi tubuh yang lebih sehat, performa ternak pun jadi lebih stabil dan efisien untuk budidaya jangka panjang. Salah satu pilihan probiotik yang dapat digunakan adalah Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan.
Produk ini diformulasikan dari bahan organik berkualitas seperti limbah organik, rumput laut, minyak hewani, alga, serta bakteri premium yang bermanfaat bagi kesehatan ternak. Penggunaannya membantu meningkatkan daya tahan tubuh puyuh, menghambat perkembangan penyakit tertentu, serta menjaga sistem pencernaan tetap sehat.
Untuk aplikasinya, SOC GDM Spesialis Peternakan dapat diberikan dengan dosis 30 ml per 100 ekor puyuh setiap aplikasi. Pemberian dapat dilakukan dengan mencampurkannya ke dalam air minum atau pakan, cukup 1 kali sehari pada pagi atau sore hari agar manfaatnya dapat diserap secara optimal oleh ternak.
Lengkapi Perawatan Puyuh dengan SOC GDM Spesialis Peternakan agar Lebih Produktif dan Optimal
Itulah pembahasan lengkap mengenai pakan burung puyuh, mulai dari kebutuhan nutrisi hingga pentingnya probiotik untuk menunjang performa ternak. Penambahan SOC GDM Ternak membantu menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menudkung produktivitas telur puyuh lebih optimal.
Masih bingung menentukan formulasi pakan atau dosis penggunaan yang tepat? Konsultasikan kebutuhan ternak Anda secara gratis bersama tim ahli peternakan GDM dan temukan solusi terbaik untuk meningkatkan hasil budidaya puyuh Anda sekarang juga melalui tombol di bawah ini.









