8 Penyakit Burung Kenari: Ciri-Ciri dan Cara Pencegahannya

Sebagai pemilik burung kenari, penting bagi Anda untuk memahami potensi ancaman kesehatan yang dapat memengaruhi kondisi mereka. Pemahaman yang lebih baik tentang penyakit burung kenari dapat membuat Anda lebih cepat dalam mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan mereka.
Burung kenari, atau Serinus canaria domestica, merupakan salah satu jenis burung yang populer di kalangan pecinta burung kicau. Mereka berasal dari Kepulauan Canary di lepas pantai barat Afrika dan dikenal dengan bulu yang beragam serta suara kicauan yang indah.
Selain itu, burung kenari memiliki kecerdasan yang tinggi sehingga dapat diajari berbagai trik atau lagu-lagu baru. Mereka juga sering kali menjadi teman yang setia dan menyenangkan bagi pemiliknya. Terlebih, burung kenari juga dikenal sebagai hewan peliharaan yang mudah diurus.
Meskipun burung kenari umumnya mudah untuk dipelihara, seperti halnya dengan hewan peliharaan lainnya, mereka tetap rentan terhadap berbagai masalah kesehatan yang perlu diwaspadai oleh pemiliknya.
Perawatan yang baik dan pemantauan rutin terhadap kesehatan sangat penting bagi burung kenari. Maka dari itu, artikel ini akan mengupas lebih dalam mengenai jenis, ciri-ciri, dan solusi terbaik untuk mengatasi penyakit burung kenari.


Penyakit Burung Kenari yang Sering Menyerang
Ketika burung kenari sakit, Anda tidak perlu panik dan coba perhatikan terlebih dahulu kira-kira penyakit apa yang menjangkit burung kenari. Berikut merupakan beberapa penyakit burung kenari yang dapat anda perhatikan ciri-cirinya.
Snot
Snot merupakan penyakit burung kenari yang disebabkan oleh virus Hemophillus gallinarum. Pada umumnya, snot menyerang bagian wajah burung sehingga menyebabkan pembengkakan pada wajah. Selain itu, telinga dan mata burung kenari akan mengalami pembengkakan berupa benjolan berwarna merah.
Anda harus berhati-hati karena virus ini dapat menular melalui makanan, minuman, debu, dan udara sehingga harus segera dilakukan tindakan.
Penyakit Pernapasan
CRD (Chronic Respiratory Desease) merupakan virus yang dapat menyerang pernafasan burung kenari. Umumnya, burung kenari akan sulit bernafas, bersin-bersin, hidung berlendir, kurang aktif, lemas, dan ‘ngorok’ di malam hari.
Penyakit ini sulit disembuhkan dan dapat menyebabkan kematian. Selain itu, penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung, makanan, minuman, lingkungan, dan diturunkan melalui indukan yang sudah terserang virus CRD.
Kutu
Kandang yang kotor dapat menyebabkan munculnya kutu yang dapat menyebabkan burung kenari terjangkit penyakit kutu. Selain itu, jarang memandikan burung kenari juga dapat menyebabkan burung terkena kutu.
Penyakit kutu ini dapat dikenali gejalanya melalui perilaku burung yang terlihat gelisah, tampak kutu yang bergerak, nafas terengah-engah, berat badan turun drastis, sering menggigit bulu, dan suara melemah.
Cacingan
Penyakit cacingan dapat menyerang saluran pencernaan burung kenari. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis cacing, seperti cacing pita, hati, dan gilig. Gejala dari penyakit ini dapat diperhatikan melalui burung kenari yang terlihat lemas, turunnya nafsu makan, mencret, serta turunnya berat badan.
Penyakit ini biasanya disebabkan karena kurang bersihnya lingkungan, sangkar, tempat pakan, serta makanan dan minuman yang diberikan pada burung kenari.
Diare (Mencret)
Bakteri buruk akibat kurang bersihnya makanan dapat menyerang saluran pencernaan burung kenari. Penyakit ini tidak boleh diremehkan karena dapat menyebabkan kematian dan juga dapat menular pada burung kenari yang lain.
Burung kenari yang terserang diare biasanya memiliki beberapa gejala, seperti nafsu makan yang menurun, kotoran beraroma busuk, keluar cairan berwarna keruh dari dubur, serta tidak lincahnya burung kenari seperti biasanya.
Berak Kapur
Burung kenari merupakan jenis unggas yang dapat terserang penyakit berak kapur atau Salmonellosis pullorum. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang saluran pencernaan sehingga dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti kotoran cair berwarna keputihan, kotoran berwarna putih di sekitar anus, sayap menggantung, lemas, pucat, bulu berantakan, dan nafsu makan menurun.
Bubul (Jamuran)
Selain ayam, burung kenari juga dapat mengalami penyakit bubul atau Staphylo coccus. Bubul dapat menyerang bagian kulit bawa telapak kaki kenari sehingga menyebabkan pembengkakan pada telapak kaki serta sisik kaki yang melebar pada burung kenari.
Bubul diakibatkan oleh kurang terjaganya kebersihan pada kandang atau sangkar burung kenari, terutama di bagian tangkringannya.
Stress
Burung kenari merupakan jenis burung yang mudah stress, terutama jika terjadi perubahan lingkungan yang ekstrem. Selain itu, kurangnya stimulasi, kandang yang kotor, polusi udara, asap rokok, dan kekurangan nutrisi juga dapat menyebabkan burung kenari terkena stress.
Baca Juga: 6 Cara Merawat Kenari Mabung agar Cepat Selesai & Bulu Jadi Halus
Ciri-Ciri Burung Kenari Terserang Penyakit
Setelah memahami penyakit burung kenari yang sering menyerang, Anda juga harus memahami beberapa ciri-ciri umum yang dapat mengindikasikan bahwa burung kenari Anda mungkin terserang penyakit. Berikut adalah beberapa ciri-ciri burung kenari yang terserang penyakit.
Perubahan Perilaku
Jika burung kenari tiba-tiba menjadi lebih pasif, cenderung tidur lebih sering, atau menunjukkan minat yang berkurang pada aktivitas yang biasanya mereka nikmati, ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan.
Perubahan Pola Makan
Penurunan nafsu makan atau minum yang signifikan, atau bahkan kehilangan berat badan yang tidak diinginkan, bisa menjadi tanda bahwa burung kenari Anda mungkin terserang penyakit.
Perubahan Bulu
Bulu burung kenari yang tampak kusam, kusut, atau bahkan adanya kebotakan di beberapa bagian tubuhnya bisa mengindikasikan adanya masalah kesehatan seperti infeksi jamur atau parasit.
Perubahan pada Kotoran
Perubahan warna, konsistensi, atau jumlah kotoran burung kenari juga bisa menjadi tanda adanya masalah pencernaan atau penyakit lainnya.
Masalah Pernapasan
Jika burung kenari Anda tampak bernapas dengan terlalu cepat atau berat, atau jika Anda mendengar suara napas yang tidak normal seperti bunyi desis, ngorok, dan bersiul, ini bisa mengindikasikan adanya masalah pada saluran pernapasan burung kenari.
Cairan Hidung/Ingus
Ingus yang berlebihan pada hidung burung kenari bisa menjadi tanda adanya infeksi saluran pernapasan atau masalah kesehatan lainnya.
Perubahan Suara Kicauan
Jika suara kicauan burung kenari berubah atau terdengar serak dan lemah, ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada saluran pernapasan atau penyakit burung kenari lainnya.
Perubahan Aktivitas Bertengger
Burung kenari yang mengalami kesulitan dalam bertengger atau sering terjatuh dari posisi bertengger juga bisa menandakan ketidaknyamanan atau sakit pada bagian kaki burung kenari.Jika Anda melihat beberapa ciri-ciri penyakit burung kenari di atas, sangat penting untuk segera mengambil tindakan. Semakin cepat masalah kesehatan dideteksi dan diobati, semakin besar kemungkinan untuk pemulihan yang sukses bagi burung kenari Anda.
Baca Juga: 5 Cara Ternak Kenari agar Ngisi dengan Cepat & Tumbuh Sehat
Tips Mencegah Burung Kenari Terserang Penyakit
Selain mengambil tindakan pada penyakit burung kenari, Anda juga bisa melakukan pencegahan agar burung kenari tidak terserang penyakit. Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah burung kenari Anda terserang penyakit.
Jaga Kebersihan Kandang
Pastikan sangkar burung kenari selalu bersih. Bersihkan kandang secara teratur dari sisa makanan, kotoran, dan bulu-bulu yang rontok. Ganti alas kandang secara rutin dan pastikan peralatan seperti tempat makan dan minum juga tetap bersih.
Sediakan Makanan dan Air Bersih
Untuk mencegah penyakit burung kenari, pastikan Anda memberikan makanan dan air bersih setiap hari. Buang makanan yang tidak dimakan dan ganti air secara teratur untuk mencegah kontaminasi bakteri atau jamur. Jangan lupa untuk mencuci tempat makan dan minum burung kenari setiap hari.
Berikan Makanan Bergizi
Berikan makanan yang seimbang dan bergizi kepada burung kenari Anda. Pastikan mereka mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dari biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan suplemen tambahan khusus.
Jaga Kebersihan Lingkungan
Selain kandang, pastikan area sekitar kandang juga tetap bersih. Hindari menempatkan kandang di tempat yang terlalu lembab atau berdebu, karena kondisi lingkungan yang tidak sehat dapat menyebabkan penyakit pada burung kenari.
Pisahkan Burung yang Sakit
Jika Anda memiliki lebih dari satu burung kenari dan salah satu di antaranya sakit, segera pisahkan burung yang sakit dari yang sehat untuk mencegah penyebaran penyakit kepada yang lain.
Berikan Udara Segar dan Cahaya Matahari
Pastikan burung kenari Anda mendapatkan udara segar dan paparan sinar matahari yang cukup. Udara segar dan cahaya matahari membantu menjaga sistem kekebalan tubuh burung dan meminimalkan risiko infeksi.
Vaksinasi dan Pemeriksaan Rutin
Jika memungkinkan, diskusikan dengan dokter hewan tentang vaksinasi dan pemeriksaan rutin untuk burung kenari Anda. Vaksinasi dapat membantu melindungi burung dari beberapa penyakit tertentu, sementara pemeriksaan rutin dapat mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.
Cegah Stres
Hindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan stres pada burung kenari, seperti perubahan lingkungan yang drastis, kebisingan yang berlebihan, atau interaksi dengan burung kenari lain yang agresif. Stres dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh burung dan membuatnya lebih rentan terhadap penyakit.
Tambahkan Suplemen Khusus
Untuk mencegah penyakit pada burung kenari, Anda perlu memberikan suplemen yang diformulasikan khusus dan minim efek samping. Salah satu rekomendasinya adalah Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Ternak. Terbuat dari 100% bahan organik dan bakteri baik, SOC GDM bisa meningkatkan nafsu makan dan mencegah serta mengobati berbagai penyakit burung kenari.
Tidak hanya itu, SOC GDM yang mengantung unsur makro dan mikro juga bisa membuat burung kenari lebih produktif dan sehat. Tentu, ini bisa membuat burung terhindar dari berbagai penyakit, karena metabolisme yang lebih baik.
Pengaplikasian SOC GDM sangat mudah karena dari kemasan 1, 2, hingga 5 liter, Anda hanya perlu melarutkan sebanyak 0,3 ml SOC ke dalam air minum burung kenari. Berikan larutan suplemen satu kali setiap hari secara rutin, setiap pagi atau sore hari.
Cegah Berbagai Penyakit Burung Kenari dengan Pemakaian Suplemen Organik Cair GDM Ternak!
Jangan tunggu sampai burung kenari Anda menunjukkan gejala penyakit yang serius. Mulailah langkah pencegahan sejak dini dengan perawatan yang tepat dan pemberian Suplemen Organik Cair GDM Ternak. Bahan-bahan organiknya tidak memberikan efek samping bagi ternak, justru bisa meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga burung tidak mudah terserang penyakit.
Dengan penggunaan rutin suplemen organik cair, kesehatan kenari tetap terjaga, dan performa kicauannya pun semakin optimal setiap hari. Jangan ragu, bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tim ahli GDM terkait kebutuhan perawatan burung kenari Anda. Tekan banner di bawah ini untuk mulai konsultasinya, Gratis!









