Peternakan

Penyakit Kulit pada Kelinci: Penyebab, Gejala, & Cara Mengobatinya

penyakit kulit pada kelinci

Anda mungkin pernah melihat kelinci tiba-tiba sering menggaruk, bulunya rontok, atau muncul bercak kemerahan di kulitnya. Kondisi seperti ini sering kali menjadi tanda awal adanya penyakit kulit pada kelinci yang perlu segera ditangani. 

Sebagai pemilik, Anda perlu memahami penyebab, gejala, dan cara mengobati penyakit kulit pada kelinci sejak dini untuk mencegah masalah yang lebih serius kedepannya. Dengan bekal pengetahuan dalam artikel ini, Anda dapat menjaga kelinci tetap sehat, nyaman, dan terhindar dari risiko penyakit kulit yang merugikan.

7 Penyebab Penyakit Kulit pada Kelinci

Berbagai penyakit kulit yang menginfeksi kelinci dapat muncul akibat kondisi tubuh dan lingkungan yang kurang ideal. Untuk lebih detailnya, berikut beberapa penyebab penyakit kulit pada kelinci yang harus Anda ketahui.

Infeksi Parasit

Parasit eksternal seperti, tungau telinga (Ear mites), tungau kulit, atau kutu sering menjadi penyebab penyakit kulit pada kelinci yang paling umum. Parasit ini menggigit dan mengisap darah sehingga menimbulkan gatal hebat, iritasi, kerontokan bulu, hingga luka yang dapat terinfeksi. Jika tidak segera diatasi, kelinci bisa mengalami stres dan penurunan nafsu makan akibat rasa tidak nyaman yang berkepanjangan.

Infeksi Jamur

Jamur, seperti Microsporum atau Trichophyton, dapat menyebabkan kurap (ringworm) pada kelinci. Kondisi ini biasanya ditandai dengan bercak bulat tanpa bulu serta kulit yang tampak kemerahan atau bersisik. Jamur mudah menular, baik ke kelinci lain maupun manusia, terutama jika kandang lembap dan jarang dibersihkan.

Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri dapat masuk melalui luka kecil di kulit kelinci, lalu berkembang menjadi abses atau peradangan. Kondisi ini sering terjadi ketika kelinci berada di lingkungan yang kotor atau kandang terlalu lembap. Infeksi bakteri harus ditangani secara tepat karena dapat menyebar dan memperburuk kondisi kulit.

Baca Juga: 5 Penyebab, Gejala, & Cara Mengobati Kudis pada Kucing

Alergi

Kelinci juga bisa mengalami alergi terhadap makanan tertentu, debu, serbuk kayu, atau bahan alas kandang lainnya. Reaksi alergi dapat memicu gatal-gatal, kemerahan, hingga kerontokan bulu pada area tertentu. Jika alergi tidak dikenali sejak awal, gejalanya dapat berulang dan mengganggu kenyamanan kelinci.

Stres dan Penurunan Imun

Kelinci yang stres, baik karena pindah kandang, perubahan cuaca, atau kurang stimulasi, cenderung mengalami penurunan daya tahan tubuh. Ketika imun melemah, kulit menjadi lebih rentan terhadap infeksi jamur, bakteri, maupun parasit. Kondisi stres jangka panjang juga dapat membuat kelinci lebih sering menggigit atau menggaruk diri sendiri.

Kebersihan Kandang yang Buruk

Lingkungan yang kotor, basah, atau penuh urine dapat memicu pertumbuhan bakteri, jamur, dan parasit. Kelinci sangat sensitif terhadap lingkungan yang lempab sehingga kandang yang tidak terawat dapat menjadi sumber penyakit kulit.

Pola Makan yang Tidak Seimbang

Kekurangan nutrisi tertentu, terutama vitamin E, asam lemak, dan mineral, dapat menyebabkan kulit kelinci menjadi kering, mudah pecah, dan tidak mampu melindungi diri dari infeksi. Pola makan yang tidak tepat juga dapat melemahkan sistem imun, membuat kelinci lebih rentan terhadap jamur, bakteri, dan parasit.



Gejala Munculnya Penyakit Kulit pada Kelinci

Gejala penyakit kulit pada kelinci sering muncul secara bertahap dan biasanya mulai terlihat dari perubahan kondisi bulu maupun perilakunya. Berikut beberapa gejala yang bisa Anda temui jika kelinci terinfeksi penyakit kulit.

  • Bulu rontok
  • Kulit kemerahan
  • Muncul keropeng atau kerak pada kulit
  • Kulit bersisik atau kering
  • Kelinci sering menggaruk atau menggigit tubuhnya
  • Luka atau iritasi pada permukaan kulit
  • Bercak botak pada area tertentu
  • Kulit mengelupas
  • Muncul benjolan kecil atau bintik-bintik
  • Kelinci tampak gelisah atau tidak nyaman
  • Perubahan tekstur bulu (kusam atau menggumpal)

Setelah mengetahui beberapa gejala penyakit kulit pada kelinci tersebut, Anda dapat lebih waspada terhadap perubahan kecil pada kulit maupun perilaku kelinci. Langkah responsif akan membantu mencegah komplikasi dan menjaga kesehatan kulitnya tetap optimal.



8 Cara Mengobati Penyakit Kulit pada Kelinci

Perawatan yang tepat dapat membantu kelinci peliharaan Anda pulih lebih cepat dari berbagai gangguan penyakit kulit yang membuat mereka tidak nyaman. Supaya tidak salah langkah, ikutilah cara mengobati penyakit kulit pada kelinci berikut ini.

Membersihkan dan Mensterilkan Kandang

Mulailah dengan memastikan kandang selalu bersih, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Lingkungan yang higienis dan steril akan membantu menghentikan penyebaran bakteri, jamur, maupun parasit yang bisa memperburuk kondisi kulit kelinci.

Menggunakan Obat Anti Parasit

Jika penyakit kulit pada kelinci disebabkan oleh tungau, kutu, atau pinjal, dokter hewan biasanya akan memberikan obat antiparasit. Obat ini dapat berupa obat tetes kulit, semprotan, atau suntikan yang bekerja membasmi parasit sekaligus meredakan rasa gatal.

Memberikan Krim atau Salep Antijamur / Antibakteri

Untuk kelinci yang mengalami iritasi, luka, atau kerak, penggunaan salep antijamur atau antibakteri dapat membantu mempercepat penyembuhan. Salep ini berfungsi menghambat pertumbuhan patogen sekaligus menenangkan kulit yang meradang atau teriritasi. Pastikan salep aman untuk kelinci dan digunakan sesuai dosis agar tidak menimbulkan iritasi tambahan.

Memberikan Suplemen Tambahan

Pemberian suplemen atau nutrisi tambahan berperan besar dalam pemulihan kulit kelinci, terutama untuk memperkuat imunitas dan memperbaiki jaringan kulit. Salah satu rekomendasi suplemen terbaik yang dapat Anda berikan adalah Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Peternakan yang diformulasikan untuk menjaga daya tahan tubuh dan mendukung kesehatan kulit kelinci secara alami.


Suplemen Organik Cair GDM
Spesialis Peternakan
  • Meningkatkan Antibodi dan Menangkal Penyakit
  • Menyediakan Nutrisi Lengkap untuk Ternak
  • Meningkatkan Produktivitas dan Hasil Panen
  • Mengurangi Bau Amoniak pada Kotoran
  • Mengurangi Stress pada Hewan Ternak

Mengganti Alas atau Bahan Kandang yang Memicu Iritasi

Jika ada kemungkinan kelinci mengalami alergi, mengganti bahan alas kandang yang digunakan dapat membantu menghentikan gejala. Pilihlah bahan alas kandang yang aman, tidak berdebu, dan bebas zat kimia.

Mengisolasi Kelinci yang Terinfeksi

Jika Anda memelihara lebih dari satu kelinci, pisahkan kelinci yang sakit untuk mencegah penularan. Isolasi juga membantu proses pemulihan karena kelinci lebih tenang dan tidak saling menggaruk.

Memperbaiki Pola Makan

Berikan pakan berkualitas tinggi, seperti pakan hijauan segar, sayuran bernutrisi, dan pelet khusus kelinci. Pola makan yang seimbang dan tepat waktu akan membantu menjaga kesehatan dan mempercepat regenerasi jaringan kulit.

Konsultasi dan Perawatan Rutin ke Dokter Hewan

Jika kondisi kulit kelinci tidak membaik atau gejalanya semakin parah, pemeriksaan langsung ke dokter hewan sangat diperlukan. Dokter dapat memastikan diagnosis yang tepat dan memberikan pengobatan yang lebih efektif serta aman.

Dosis Pemakaian SOC GDM Peternakan untuk Mengatasi Penyakit Kulit Kelinci

Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Spesialis Peternakan adalah suplemen organik yang diformulasikan untuk meningkatkan kesehatan hewan dari dalam, termasuk memperbaiki kondisi kulit dan memperkuat sistem imun kelinci. Kandungan nutrisi dari bahan-bahan alami di dalamnya dapat membantu mempercepat proses pemulihan jaringan kulit, menjaga bulu tetap sehat, serta menekan pertumbuhan patogen penyebab penyakit kulit pada kelinci.

Untuk cara penggunaannya, Anda dapat mencampurkan 5 ml SOC GDM Peternakan ke dalam air minum kelinci, diberikan 1–2 kali/minggu. Selain dicampur dalam air, suplemen ini juga dapat digunakan sebagai premix pada pakan pelet kelinci sehingga nutrisinya dapat terserap lebih merata. Penggunaan SOC GDM Peternakan secara tepat dan sesuai dosis akan mempercepat pemulihan penyakit kulit pada kelinci.

Baca Juga: Vitamin Burung Murai Batu Terbaik untuk Dukung Kesehatan Hewan

Cegah & Obati Penyakit Kulit pada Kelinci dengan Suplemen Organik Cair GDM Peternakan!

Jaga kesehatan kulit kelinci peliharaan Anda dengan langkah yang lebih efektif menggunakan Suplemen Organik Cair GDM Peternakan. Nutrisi lengkap di dalamnya dapat membantu Anda mencegah sekaligus mengobati penyakit kulit pada kelinci dengan lebih cepat dan ampuh.

Hebatnya lagi, Suplemen Organik Cair GDM Peternakan ini mudah diaplikasikan dan aman digunakan karena terbuat dari 100% bahan-bahan alami pilihan yang berkualitas tinggi. Jika Anda ingin kelinci peliharaan selalu sehat dan aktif, KLIK BANNER di bawah ini dan dapatkan produk asli GDM sekarang juga!



author-avatar

About drh. Karinadintha Marsya Rachman

Konsultan Dalam Bidang Peternakan Hingga Hewan Peliharaan