Ternak Kelinci Pedaging dengan Metode GDM, Dijamin Sukses

Ternak Kelinci Pedaging dengan Metode GDM, Dijamin Sukses

Kelinci meupakan hewan yang sangat menggemaskan sebagai hewan peliharaan. Tidak  hanya sebagai hewan peliharaan bisa juga penghasil daging dengan kualitas yang baik dengan kadar protein yang tinggi, kadar lemak dan kolestrol rendah. Beternak kelinci salah satu usaha yang sangat berpotensi untuk menyediakan daging sebagai sumber protein. Peternakan kelinci di Indonesia khususnya kelinci pedaging masih belum banyak di masyarakat hanya di beberapa daerah.

Massa pertumbuhan kelinci berlangsung singkat sehingga cepat untuk di panen. Pada umumnya kelinci bisa menghasilkan 3-4 anakan sekali melahirkan. Untuk memulai suatu peternakan kelinci pedaging ada beberapa tahapan yang harus di perhatikan terutama faktor pakan dan pemberian suplemen sebagai penunjang penyerapan asupan nutrisi dari pakan akan terserap dengan maksimal. Beberapa tahapan sebagai berikut :

1. Teknis Budidaya Kelinci Pedaging

Ada beberapa tahapan sebelum memulai beternak kelinci pedaging antara lain :

  1. Memilih bibit kelinci pedaging
  2. Kandang
  3. Pakan
  4. Perkawinan
  5. Penyakit

A. Pemilihan Bibit Indukkan Kelinci Unggul.

Pemilihan bibit merupakan faktor penentu untuk memulai usaha ternak kelinci. Jenis kelinci pedaging antara lain New Zealend, Flemish Giant, Giant Chincila. Pemilihan bibit yang baik :

  • Umur 5 – 6 bulan sampai 1 tahun (usia poduktif)
  • Gerakan gesit, tegap, bulu halus, tidak rontok, tidak terlihat kurus
  • Pandangan mata tajam tidak mengeluarkan air mata, hidung bersih dan kering
  • Nafsu makan bagus
  • Bagian saluran kencing dan anus tidak kotor serta kering

B. Persiapan Lokasi Kandang Ternak Kelinci Secara Efektif

Penentuan lokasi kandang untuk beternak kelinci harus di perhatikan antara lain suhu  15 – 20°c, sirkulasi udara lancar, pencahayaan dapat secara maksimal dengan idealnya 12 jam, terhindar dari hewan pemangsa. Ada beberapa jenis kandang untuk kelinci di bedakan menurut fungsinya masing-masing antara lain :

  • Kandang batteray : dibuat dengan model berjajar betingkat, setiap kandang diisi satu ekor. Ukuran kandang 50x40x40. Kandang bisa tebuat dari bambu, kayu atau kawat.
  • Kandang ranch : kandang tipe ini membutuhkan tempat yang luas bertujuan untuk kelinci dapat bergerak bebas/di umbar. Kandang ini cocok sebagai kandang untuk mengawinkan.
  • Kandang postal : kandang di buat berjejer di tempatkan dalam satu ruangan biasanya cocok untuk kelinci muda

Pada umumnya ukuran kandang di sesuaikan dengan tubuh kelinci sebagai patokan kelinci dewasa memerlukan ruang yang agak besar agar leluasa dengan panjang 90 cm, lebar 60 cm, tinggi 60 cm dan di buat panggung.

C.Perbedaan Jenis Kelamin Kelinci

Membedakan jenis kelamin tidak sulit cukup melihat dari fisik dengan jeli dan teliti. Ada beberapa cara untuk membedakan : (dilihat dari alat kelaminnya)

  • Jantan : ada 2 testikel di atas anusnya, jarak kelamin dan anus jauh
  • Betina : alat kelamin rata dan ada lubang, jarak antara kelamin dan anus berjauhan

2. Cara Mengawinkan Kelinci Secara Efektif

Kelinci tergolong hewan yang gampang dan mudah sekali untuk bunting. Oleh karena itu perlu adanya pengaturan dalam masa kebuntingan. Perkawinan pada kelinci dapat terjadi secara alami atau buatan. Perkawinan secara alami peternak hanya menyediakan jantan dalam kandang betina dan akan terjadi perkawinan.

A. Masa Reproduksi Kelinci

Kelinci betina dapat di kawinkan jika sudah berumur 5 bulan. Bila di kawinkan terlalu muda dapat menyebabkan gangguan kesehatan reproduksi dan resiko kematian anak yang tinggi. Siklus birahi pada kelinci betina 16-18 hari. Tanda birahi pada kelinci betina yakni nafsu makan menurun, tampak gelisah, lebih agresif, cenderung diam jika di naiki oleh pejantan sebaliknya jika betina bunting cenderung menghindar jika ingin di naiki oleh pejantan.

B. Proses Perkawinan Kelinci

Teknik mengkawinkan kelinci caranya :

  • Campur dalam satu kandang betina yang birahi dengan jantan. Diamati sampai terjadi perkawinan kemudian keluarkan betina dan beri makan. Selang 1 – 2 jam masukkan kembali betina dalam kandang sampai terjadi perkawinan ke dua dan pisahkan
  • Apabila setelah 12 – 14 hari tidak terlihat tanda-tanda birahi maka dapat di perkirakan kelinci bunting. Untuk memastikan kebuntingan dengan cara palpasi atau meraba bagian perut akan terasa ada benjolan kecil.
  • Biasanya dalam satu peternakan kelinci ratio yang di butuhkan hanya 1 kelinci jantan dengan 10 – 12  betina.

C. Proses Kelahiran Anak Kelinci

Lama kebuntingan kelinci 30 – 33 hari dengan rata-rata 31 hari. Lamanya kebuntingan juga bervariasi tergantung dari genetik, umur induk dan lingkungan sekitar.

Lama kebuntingan kurang dari 30 hari mengakibatkan anak yang di lahirkan abnormal. Tanda – tanda kelinci menjelang melahirkan akan mengumpulkan rumput-rumput kering sebagai alas, mencabuti bulunya sendiri terutama bagian paha dan perut, lebih cenderung gelisah, nafsu makan menurun.

Kelahiran kelinci sering terjadi pada malam hari dengan kondisi mata tertutup, lemah, tidak berbulu. Mata anak kelinci mulai terbuka pada umur 10 hari, bulu mulai tumbuh pada umur 4 hari. Kelahiran normal pada kelinci berlangsung tidak lebih 30 menit. Durasi kelahiran anak kelinci 1 – 5 menit. Lama maksimum jarak kelahiran yaitu 3 hari. Kelinci dapat beranak 4 – 8 kali dalam setahun. Jarak antara melahirkan – perkawinan kembali sekitas 28 – 42 hari.

Setelah lahir perlu adanya penyapihan. Penyapihan di lakukan pada anakan umur 7 – 8 minggu. Anak sapihan di tempatkan pada kandang sendiri di isi 2 – 3 ekor/kandang dan dalam kandang di sediakan pakan dan tempat minum. Kemudian di pisahkan berdasarkan jenis kelamin agar pertumbuhan lebih baik dan cepat.

3. Cara Pemeliharaan Kelinci Pedaging

Pemeliharaan kelinci cenderung sangat mudah di karenakan dalam satu tahun kelinci dapat beranak 4-8 kali, sehingga sebagai peluang bisnis sangatlah tepat dan cepat untuk berkembang. Selain itu perlu di dukung juga dengan manajamen pemeliharaan yang tepat dan benar. Faktor-faktor yang harus di cermati yakni pemberian pakan yang tepat, jenis pakan yang di berikan, pemberian vitamin, kebersihan kandang, serta pencegahan penyakit

A. Pemberian Pakan Kelinci Secara Tepat

Pakan adalah faktor yang sangat berpengaruh tehadap produktivitas ternak. Pada umumnya pakan kelinci umumnya berupa sayur hijauan seperti kol, kubis, kangkung, wortel. Selain itu pemanfaatan bahan pakan yang berasal dari limbah pertanian yang tersedia di sekitar dan juga pemberian konsentrat/pellet buatan pabrik yang telah mengandung nilai gizi sesuai kebutuhan kelinci. Pemberian pakan pada kelinci harus memenuhi kebutuhan gizi yang di perlukan. Untuk pemberian pakan hijauan bisa 60% dan sisanya bisa di beri konsentrat.

Sebelum pemberian hijauan sebaiknya di layukan dengan di angin-anginkan bertujuan untuk mengurangi zat toksik yang terdapat pada tanaman serta menurunkan kadar air dalam hijauan mencegah kelinci diare. Pemberian pakan hijauan sebaiknya di potong-potong untuk memudahkan kelinci memakan serta mencerna dalam pencernaan. Untuk pemberian konsentrat di pilih yang bersih, tidak rusak, tidak berjamur dan kering. Pemberian air minum juga penting meskipun kelinci sudah mendapat asupan air dari pakan hijauan. Pemberian air minum tidak di batasi.

Pemberian pakan sebanyak 3 kali sehari. Konsentrat di berikan pagi hari ± 08.00 atau setelah kandang di bersihkan, 1/3 bagian hijauan pada siang pukul 13.00, 2/3 bagian hijauan pada sore pukul 17.00. Kelinci merupakan hewan yang aktif pada malam hari oleh karena itu sebaiknya pemberian pakan pada sore hari lebih di tingkatkan volumenya akan menambah bobot badan pada kelinci.

Jumlah pakan yang di berikan pada kelinci bervariasi sesuai dengan ukuran tubuhnya, rata-rata:

  • Anakan umur 2 – 4 bulan bobot 2 – 3,5 kg membutuhkan pakan ± 175 gr/hari
  • Umur ± 5 bulan bobot rata-rata 4 kg membutuhkan pakan ± 190 gr/hari
  • Umur ± 6 bulan ke atas bobot ± 4,5 kg ke atas membutuhkan ± 200 gr/hari

B. Cara Penambahan Nutrisi Tambahan Kelinci

Kelinci cenderung memakan segala yang di berikan maka dari itu pemberian suplemen atau vitamin juga sangat penting untuk perkembangan kelinci. Pemberian suplemen pada kelinci harus berasal dari bahan organik dan mengandung bakteri menguntungkan bagi pencernaan kelinci.

SOC GDM merupakan suplemen organik yang mengandung 5 jenis bakteri Bacillus pumilus, Bacillus mycoides, Bacillus brevis, Psuedomonas alcalignes, Micrococcus roseus. Dengan penambahan SOC GDM pada air minum setiap hari dapat meningkatkan daya tahan tubuh kelinci, meningkatkan nafsu makan serta membantu penyerapan nutrisi dari pakan sehingga dapat menambah bobot badan tiap harinya.

C. Sanitasi Kandang Kelinci

Selain pemberian pakan untuk mendukung peternakan kelinci yaitu sanitasi kandang. Kelinci merupakan hewan yang terkenal memiliki bau kotoran yang sangat menyengat. Oleh sebab itu sanitasi kandang harus selalu di lakukan mencegah adanya bau serta menjaga kesehatan kelinci.

Cara membersihkan kandang yang tepat yakni pada saat pagi hari pukul ± 08.00 sebelum memberikan makan. Hal ini di lakukan agar kelinci merasa lebih tenang dan merasa kandang telah bersih sehingga akan menciptakan suasana nyaman dan makan akan lahap. Selain itu dengan sanitasi yang secara berkala akan mencegah adanya penyakit.

D. Pengendalian Penyakit pada Kelinci

Penyakit pada kelinci merupakan salah satu faktor yang sangat merugikan bagi peternakan kelinci. Ada beberapa jenis penyakit yang sangat sering menyerang pada kelinci antara lain :

  • Scabies, penyakit ini di sebabkan oleh tungau Sarcoptes scabie. Gejala yang di timbulkan nafsu makan menurun, sering menggaruk, pada bagian tertentu seperti telinga cuping hidung sela-sela kaki yang terkena ada bentukan kerak seperti keropeng, kelinci kurus, bulu rontok. Pengobatan dengan memberikan suntikan anti scabies oleh dokter hewan, memandikan secara rutin dengan sampo yang mengandung belerang, dan memberikan salep. Untuk pencegahan harus selalu menjada kebersihan kandang serta kandang tidak boleh lembab.
  • Diare, penyakit ini menyebabkan kotoran yang di hasilkan lebih lembek dan berbau sangat tajam. Penyebabnya karena pemberian pakan hijauan yang terlalu banyak mengandung air serta kondisi lingkungan yang lembab. Pencegahan selalu menjaga kebersihan kandang serta pemberian pakan jangan terlalu banyak hijauan segar dan memberikan SOC GDM agar daya tahan tubuh meningkat.
  • Flu, penyebab biasanya bisa virus atau bakteri. Gejala yang Nampak nafsu makan menurun, kelinci bersin-bersin, bagian cuping hidung sering basah. Pengobatan untuk sering di jemur pada pagi hari biasanya pada pukul 08.00-09.00. Pencegahan untuk selalu menjaga kebersihan kandang serta memberikan SOC GDm untuk meningkatkan imunitas tubuh.
GDM Info
GDM Info
Jika dulur-dulur ingin berdiskusi mengenai agrobisnis, dulur-dulur bisa langsung menghubungi tim ahli kami di 0812-600-70-600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *