Tanaman Buah

5 Cara Merawat Mangga yang Sedang Berbunga agar Tidak Gagal Panen

cara merawat mangga yang sedang berbunga

Masa berbunga merupakan fase krusial dalam budidaya mangga. Pada tahap inilah potensi hasil panen mulai ditentukan karena jumlah dan kualitas bunga akan sangat memengaruhi banyaknya buah yang terbentuk. Apabila cara merawat mangga yang sedang berbunga dilakukan kurang optimal, bunga bisa rontok sebelum sempat menjadi bakal buah.

Supaya hal tersebut tidak terjadi, kami akan menjelaskan secara detail mengenai cara merawat mangga yang sedang berbunga agar tidak gagal panen dalam artikel ini. Dengan menerapkan strategi perawatan yang tepat dan konsisten, Anda bisa meningkatkan keuntungan panen buah mangga hingga 50%!



6 Penyebab Bunga Mangga Rontok Saat Berbunga

Memahami penyebab bunga mangga rontok merupakan langkah awal yang penting sebelum Anda menerapkan cara merawat mangga yang sedang berbunga secara tepat. Berikut beberapa penyebab bunga mangga rontok saat berbunga yang wajib Anda pahami.

Perubahan Cuaca yang Ekstrem

Cuaca menjadi faktor utama yang sering menyebabkan bunga mangga rontok. Hujan deras saat fase berbunga dapat merusak serbuk sari dan menghambat proses penyerbukan. 

Selain itu, angin kencang dan suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah juga dapat membuat bunga stres sehingga mudah gugur sebelum sempat menjadi bakal buah. Agar bunga tidak mudah rontok, Anda harus menerapkan cara merawat mangga yang sedang berbunga dengan tepat sejak awal.

Kelebihan atau Kekurangan Air

Penyiraman yang tidak terkontrol menjadi salah satu penyebab umum bunga mangga rontok. Kelebihan air membuat akar kekurangan oksigen dan berisiko mengalami pembusukan, sedangkan kekurangan air menyebabkan tanaman mengalami stres kekeringan. Kedua kondisi tersebut dapat mengganggu suplai nutrisi ke bunga dan menyebabkan bunga rontok.

Kekurangan Unsur Hara

Saat berbunga, pohon mangga membutuhkan nutrisi yang cukup, terutama unsur fosfor (P), kalium (K), dan boron (B). Jika kebutuhan unsur hara tersebut tidak terpenuhi, bunga menjadi lemah dan tidak mampu berkembang dengan baik. Akibatnya, bunga mudah mengering dan gugur sebelum proses pembuahan berlangsung sempurna.

Serangan Hama dan Penyakit

Beberapa hama seperti, thrips dan kutu, dapat merusak bunga dengan cara mengisap cairan atau merusak bagian putik dan benang sari. Selain itu, penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur juga sering menyerang bunga ketika kondisi lingkungan lembap. Serangan ini membuat bunga menghitam, layu, lalu rontok.

Penyerbukan Tidak Sempurna

Bunga mangga membutuhkan proses penyerbukan yang optimal agar bisa berkembang menjadi buah. Kurangnya serangga penyerbuk atau cuaca yang tidak mendukung dapat menyebabkan penyerbukan gagal. Jika pembuahan tidak terjadi, bunga secara alami akan gugur.

Tanaman Terlalu Muda atau Terlalu Tua

Usia tanaman juga berpengaruh pada keberhasilan pembungaan. Pohon mangga yang terlalu muda belum memiliki sistem perakaran dan cadangan nutrisi yang kuat, sedangkan pohon mangga yang terlalu tua bisa mengalami penurunan produktivitas. Kondisi ini membuat bunga lebih rentan rontok.

Baca Juga: Kenapa Mangga Tidak Berbuah? Ini Penyebab & Cara Mencegahnya

Berapa Lama Mangga Jadi Buah Setelah Berbunga?

Sebelum mempraktikkan cara merawat mangga yang sedang berbunga, Anda harus tahu bahwa setelah memasuki fase berbunga, mangga umumnya membutuhkan waktu sekitar 3–4 minggu untuk mengalami proses penyerbukan dan pembentukan bakal buah. Jika penyerbukan berlangsung sempurna dan kondisi lingkungan mendukung, bunga akan berubah menjadi buah kecil yang mulai terlihat jelas dalam waktu kurang lebih satu bulan setelah mekar.

Selanjutnya, buah mangga memerlukan waktu sekitar 3–5 bulan hingga benar-benar matang dan siap dipanen, tergantung pada varietas dan kondisi perawatan. Dengan menerapkan cara merawat mangga yang sedang berbunga secara tepat, Anda dapat mendukung proses pembentukan dan pembesaran buah agar berkembang maksimal hingga tiba waktu panen.

5 Cara Merawat Mangga yang Sedang Berbunga agar Tidak Rontok

Apabila pohon mangga tidak dirawat dengan tepat, bunganya bisa rontok dan berisiko menurunkan hasil panen yang Anda harapkan. Untuk menghindari hal tersebut, ikutilah cara merawat mangga yang sedang berbunga agar tidak rontok dan gagal panen berikut ini. 

Atur Pola Penyiraman dengan Tepat

Pada fase berbunga, pohon mangga tidak membutuhkan terlalu banyak air, tetapi juga tidak boleh terlalu kering. Anda perlu menjaga kelembapan tanah tetap stabil dengan penyiraman secukupnya. Hindari genangan air karena dapat menyebabkan akar stres dan mengganggu penyerapan nutrisi yang dibutuhkan bunga.

Lakukan Pemupukan yang Tepat dan Seimbang

Pada fase berbunga, pohon mangga membutuhkan asupan nutrisi yang cukup, terutama unsur fosfor dan kalium untuk memperkuat bunga dan merangsang pembentukan buah. Kami menyarankan Anda untuk menggunakan pupuk organik berupa Rangkaian Pupuk GDM yang terdiri dari:

  • GDM Black BOS: Membantu memperbaiki kesuburan tanah serta meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang mendukung penyerapan nutrisi.
  • Pupuk Organik Cair (POC) GDM Spesialis Buah-buahan (GDM Buah): Berperan dalam mencukupi kebutuhan unsur hara makro dan mikro yang penting saat pembungaan dan pembentukan buah.
  • Pupuk Organik Granule (POG): Membantu memperkuat akar dan menjaga ketersediaan nutrisi lebih lama di dalam tanah.


Kendalikan Hama dan Penyakit Sejak Dini

Bunga mangga sangat rentan terhadap serangan hama serta penyakit yang muncul saat kondisi lembap. Oleh sebab itu, lakukan pemantauan rutin pada bunga dan daun mangga. Jika ditemukan gejala serangan, segera lakukan pengendalian agar tidak menyebar dan menyebabkan bunga menghitam lalu rontok.

Jaga Sirkulasi Udara dan Paparan Sinar Matahari

Pastikan tajuk pohon mangga tidak terlalu rimbun agar sirkulasi udara berjalan baik dan sinar matahari dapat masuk secara merata. Jika diperlukan, lakukan pemangkasan ringan pada cabang yang terlalu rapat. Lingkungan yang tidak terlalu lembap akan mengurangi risiko serangan penyakit pada bunga.

Hindari Stres Tanaman

Ketika Anda mempraktikkan cara merawat mangga yang sedang berbunga, sebaiknya hindari pemberian pupuk kimia dosis tinggi atau perlakuan yang terlalu ekstrem. Perubahan mendadak pada lingkungan atau nutrisi dapat memicu stres yang menyebabkan bunga gugur. Fokuslah pada perawatan yang stabil dan konsisten agar pohon mangga tetap dalam kondisi prima.

Petunjuk Aplikasi Penggunaan Pupuk GDM untuk Mangga yang Berbunga 

Cara merawat mangga yang sedang berbunga dengan menggunakan Rangkaian Produk GDM ini perlu Anda lakukan secara rutin karena pohon mangga berbunga berulang kali setiap tahun. Untuk itu, ikutilah petunjuk aplikasi penggunaan pupuk GDM untuk mangga yang berbunga pada satu hektare lahan berikut ini.

Pemupukan I (1–3 Tahun HST)

Cara merawat mangga yang sedang berbunga menggunakan pupuk GDM bisa Anda mulai ketika pohon mangga sudah berumur 1 hingga 3 tahun HST. Langkah pertama, Anda dapat mengaplikasikan Pupuk Organik Granule (POG) sebanyak 100 kg per hektare atau setara 1 kg per tanaman dengan cara ditebar merata di area perakaran setiap 4 bulan sekali.

Langkah kedua, gunakan GDM Black BOS sebanyak 10 kg dengan dosis 1 gelas per tangki semprot, kemudian semprotkan secara merata di daerah perakaran setiap 4 bulan sekali. Langkah terakhir, aplikasikan GDM Buah sebanyak 10 liter dengan dosis 2 gelas per tangki, lalu semprotkan merata ke seluruh bagian tanaman mangga setiap 2 minggu sekali.

Pemupukan II (> 3 Tahun HST)

Pada tanaman mangga yang sudah memasuki usia lebih dari 3 tahun dan produktif berbunga, dosis pupuk perlu ditingkatkan agar mampu menunjang pembentukan dan pembesaran buah. Langkah pertama, Anda dapat mengaplikasikan Pupuk Organik Granule (POG) sebanyak 200 kg per hektare atau setara 2 kg per tanaman dengan cara ditebar merata di area perakaran setiap 6 bulan sekali.

Langkah kedua, gunakan GDM Black BOS sebanyak 10 kg dengan dosis 1 gelas per tangki semprot, kemudian semprotkan secara merata di daerah perakaran setiap 6 bulan sekali. Langkah terakhir, aplikasikan GDM Buah sebanyak 15 liter dengan dosis 2 gelas per tangki, lalu semprotkan merata ke seluruh bagian tanaman setiap 1 bulan sekali agar bunga mangga tidak mudah rontok dan berkembang menjadi buah yang maksimal.

Baca Juga: 3 Pupuk Booster Alpukat Mendukung Tanaman Lebih Sehat dan Produktif 

Optimalkan Perawatan Mangga Berbunga dengan Nutrisi yang Tepat dari Rangkaian Produk GDM

Rangkaian Produk GDM adalah pupuk organik yang terbuat dari 100% bahan-bahan organik berkualitas tinggi dan diformulasikan khusus untuk membantu meningkatkan produktivitas pohon mangga secara optimal. Kandungan nutrisinya berperan dalam memperkuat bunga agar tidak mudah rontok serta mendukung proses pembentukan buah mangga supaya tumbuh lebih maksimal dan berkualitas.

Selain itu, manfaat Rangkaian Produk GDM ini sendiri sudah dibuktikan sendiri oleh para pekebun mangga di berbagai daerah. Jika Anda tertarik menggunakan pupuk GDM untuk menunjang keberhasilan panen, segera KLIK BANNER di bawah ini untuk terhubung langsung dengan tim ahli GDM dan dapatkan solusi terbaik untuk pohon mangga Anda!



author-avatar

About WAHYU NURWIJAYO, SP

Seorang profesional di Industri Pertanian dengan selalu menerapkan sistem keseimbangan ekologi agar budidaya pertanian berjalan efektif & efisien serta hasil produksi meningkat