Perkebunan

9 Tahapan Replanting Kelapa Sawit agar Cepat Untung

tahapan replanting kelapa sawit

Replanting kelapa sawit atau proses peremajaan kebun sawit merupakan langkah penting untuk menjaga produktivitas kebun tetap optimal dalam jangka panjang. Namun, tahapan replanting kelapa sawit tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena membutuhkan perencanaan yang matang sejak awal.

Lantas, apa saja tahapan replanting kelapa sawit yang perlu dilakukan agar kebun dapat kembali produktif dan memberikan keuntungan lebih cepat? Artikel ini akan membahas langkah-langkah penting yang perlu Anda perhatikan. Ayo, kita ikuti tahapannya satu per satu!


Banner Artikel CTA Pertanian GDM Desktop 1
Banner Artikel CTA Pertanian GDM Mobile 1

Kapan Kebun Sawit Perlu Direplanting? 

Tahapan replanting kelapa sawit yang tepat perlu dilakukan ketika tanaman sudah memasuki usia sekitar 25 tahun dan produktivitasnya mulai menurun. Selain faktor usia, kondisi tanaman juga perlu diperhatikan, terutama jika hasil panen terus berkurang, pertumbuhan tidak lagi optimal, atau tinggi pohon menyulitkan proses panen.

Jadi, sebelum memulai tahapan replanting kelapa sawit, sebaiknya lakukan evaluasi menyeluruh terhadap produktivitas dan kondisi kebun, bukan hanya berdasarkan umur tanaman. Dengan menentukan waktu replanting secara tepat, Anda dapat mempersiapkan biaya, bibit, dan pengelolaan lahan dengan lebih baik sehingga kebun sawit dapat kembali produktif secara optimal.

Baca juga ” 7 Manfaat Pupuk Sawit Organik Booster untuk Produktivitas Kelapa Sawit

9 Tahapan Replanting Kelapa Sawit agar Cepat Untung

Tahapan replanting kelapa sawit perlu dilakukan secara terencana agar kebun bisa kembali produktif dalam waktu yang lebih efisien. Berikut tahapan yang perlu Anda lakukan agar cepat untung.

Evaluasi kondisi kebun

Tahapan replanting kelapa sawit yang paling utama adalah menilai apakah kebun memang sudah perlu direplanting. Anda perlu melihat usia tanaman, tingkat produktivitas, kondisi batang, serta kemudahan panen. Jika hasil panen terus menurun dan tanaman sudah terlalu tua, replanting menjadi langkah yang tepat.

Menyusun Perencanaan dan Anggaran

Sebelum membongkar tanaman lama, Anda perlu menyusun rencana kerja dan anggaran secara rinci. Perhitungkan biaya penebangan, persiapan lahan, pembelian bibit, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, tenaga kerja, hingga kebutuhan biaya selama tanaman belum menghasilkan.

Menumbangkan dan Mengelola Tanaman Lama

Tanaman sawit yang sudah tidak produktif perlu ditumbangkan dengan metode yang sesuai kondisi kebun. Sisa batang dan pelepah kemudian dikelola dengan baik, misalnya dicacah dan disusun di areal tanaman sebagai bagian dari pengelolaan bahan organik.

Menyiapkan dan Menata Lahan

Setelah tanaman sawit lama ditebang, lahan perlu dipersiapkan dan ditata kembali agar siap digunakan untuk penanaman bibit baru. Anda perlu memperbaiki kondisi tanah, membuat lubang tanam yang sesuai, serta memastikan drainase berjalan baik. Lahan yang siap akan membantu akar berkembang lebih cepat dan tanaman tumbuh lebih kuat.

Memilih Bibit Kelapa Sawit Unggul

Bibit menjadi kunci utama agar kebun lebih cepat menghasilkan. Pilih bibit sawit unggul, sehat, dan bersertifikat agar pertumbuhannya seragam dan produktivitasnya tinggi. Bibit yang baik akan mempercepat fase vegetatif dan mendukung hasil panen yang lebih optimal di masa depan.

Menentukan Jarak dan Pola Tanam

Atur jarak serta pola tanam sesuai rekomendasi teknis dan kondisi lahan. Penataan yang tepat akan membantu tanaman sawit memperoleh ruang tumbuh, cahaya, air, dan nutrisi yang cukup sehingga pertumbuhannya lebih optimal.

Melakukan Penanaman dengan Tepat

Tanam bibit sawit yang sudah dibesarkan pada lubang tanam yang telah dipersiapkan dengan kondisi tanah yang sesuai. Proses penanaman harus dilakukan secara hati-hati agar bibit tidak mengalami kerusakan dan dapat segera beradaptasi.

Melakukan Pemeliharaan Intensif pada Tanaman Muda

Pada fase tanaman belum menghasilkan, lakukan pengendalian gulma, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta pemeliharaan tanaman secara rutin. Pemeliharaan yang konsisten menjadi kunci untuk mempercepat tanaman mencapai fase produktif.

Melakukan Penyisipan dan Pengawasan Pertumbuhan

Tanaman yang mati, tumbuh abnormal, atau tidak berkembang dengan baik perlu segera diidentifikasi dan, bila diperlukan, disisipkan dengan bibit pengganti. Lakukan pemantauan pertumbuhan secara rutin agar masalah dapat diketahui sejak dini dan tidak menyebabkan banyak tanaman tertinggal.


Banner Promo Pupuk Organik Cair GDM
Banner Mobile Promo Pupuk Organik Cair GDM

Produk GDM untuk Membantu Memaksimalkan Replanting Kelapa Sawit

Supaya tahapan replanting kelapa sawit bisa dilakukan dengan lebih maksimal, Anda perlu menggunakan Rangkaian Produk GDM. Produk ini terdiri dari 4 jenis pupuk yang dikhususkan untuk tanaman kelapa sawit, yaitu Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Kelapa Sawit, GDM Black BOS, GDM SAME, dan Pupuk Organik Granule (POG) GDM.

Keempat pupuk ini berfungsi untuk memperbaiki tanah, meningkatkan produktivitas lahan, mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman sawit, serta meningkatkan hasil panen sawit. Dengan manfaat tersebut, Anda bisa memaksimalkan tahapan replanting kelapa sawit secara alami. Jika Anda tertarik, ikuti panduan memaksimalkan replanting kelapa sawit mulai dari tahap pembibitan menggunakan produk GDM berikut ini.

Baca juga ” Pupuk Sawit Umur 3 Tahun: Solusi Tingkatkan Hasil Panen Kebun

Pre Nursery

Isi Baby Bag (-1 HST)

Lakukan pengolahan tanah atau media tanam dengan menggunakan produk GDM terlebih dahulu. Sehari sebelum bibit ditanam, campurkan 2 kg/Ha GDM Black BOS ke dalam 20 liter air. Setelah larutan tercampur, aplikasikan dengan cara menyemprotkannya secara merata pada media tanam di dalam baby bag.

Perendaman Benih (0 HST)

Berikutnya, campurkan 1 liter/Ha Pupuk Organik Cair (POC) GDM Spesialis Tanaman Sawit atau GDM Sawit dengan 10 liter air. Setelah larutan tercampur, rendam bibit atau benih kelapa sawit selama kurang lebih 30 menit.

Pemupukan (0 – 3 Bulan Setelah Tanam)

Untuk pemupukan rutin, gunakan GDM Sawit sebanyak 0,5 liter setiap minggu. Larutkan 2 gelas pupuk ke dalam satu tangki, lalu aplikasikan larutan tersebut dengan cara menyiramkannya pada 200 bibit kelapa sawit.

Main Nursery

Isi Polybag (-6 HST)

Sebelum benih dipindahkan ke polybag pada fase mainnursery, media tanam perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Caranya, larutkan GDM Black BOS dengan dosis 10 kg/Ha ke dalam 100 liter air, lalu aplikasikan larutan tersebut dengan menyemprotkannya secara merata pada media tanam di dalam polybag.

Pemupukan (3 – 12 Bulan Setelah Tanam)

Pada tahap main nursery, pemupukan dapat dilakukan secara berkala dengan menggunakan GDM Sawit, Pupuk Organik Granule (POG) GDM, dan GDM Black BOS. Untuk aplikasi GDM Sawit, siapkan dosis 1 liter/ha, lalu campurkan sebanyak 2 gelas ke dalam setiap tangki. Setelah itu, semprotkan larutan secara merata pada 100 bibit kelapa sawit dan ulangi aplikasi setiap dua minggu sekali.

Berikutnya, aplikasikan POG GDM dengan menaburkan 0,5 kg pupuk ke dalam setiap polybag setiap enam bulan sekali. Sementara itu, GDM Black BOS digunakan dengan dosis 10 kg/ha yang dilarutkan dalam 100 liter air. Larutan tersebut kemudian disemprotkan secara merata pada media tanam di dalam polybag dengan interval aplikasi enam bulan sekali.

Lahan Utama

Pemupukan Saat Tanam (0 HST)

Setelah bibit kelapa sawit ditanam di lahan utama, lakukan pemupukan awal untuk mendukung proses adaptasi dan pertumbuhan tanaman. Dalam tahap ini, siapkan GDM SAME sebanyak 150 kg/ha, GDM Black BOS 10 kg/ha, serta GDM Sawit sebanyak 5 liter/ha.

Aplikasikan GDM SAME dengan cara menaburkannya secara merata di area sekitar bonggol kelapa sawit, dengan dosis 1 kg untuk setiap lubang tanam. Selanjutnya, larutkan GDM Black BOS ke dalam 100 liter air, kemudian siramkan larutan tersebut ke masing-masing lubang tanam. Setelah itu, aplikasikan GDM Sawit sebanyak 35 ml pada setiap lubang tanam dengan cara menyiramkannya secara merata.

Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)

Untuk tanaman kelapa sawit yang masih berusia 0–3 tahun, pemupukan perlu dilakukan secara rutin dan berkala dengan menggunakan Rangkaian Produk GDM. Kebutuhan yang perlu disiapkan meliputi 10 liter/ha GDM Sawit, 280 kg/ha POG GDM, serta 10 kg/ha GDM Black BOS.

Aplikasikan GDM Sawit terlebih dahulu dengan dosis 70 ml per tanaman secara merata setiap dua bulan sekali. Selanjutnya, taburkan POG GDM pada area piringan dengan dosis 2 kg per pohon dan lakukan setiap enam bulan sekali. Untuk GDM Black BOS, campurkan produk dengan 100 liter air, kemudian siramkan secara merata pada piringan tanaman setiap enam bulan sekali.

Tanaman Menghasilkan (TM)

Apabila tanaman kelapa sawit telah berumur lebih dari 3 tahun, pemupukan rutin tetap perlu dilakukan untuk menjaga pertumbuhan dan produktivitasnya. Siapkan kebutuhan pupuk berupa 22 liter/ha GDM Sawit, 350 kg/ha POG GDM, dan 10 kg/ha GDM Black BOS.

Langkah pertama, aplikasikan GDM Sawit setiap tiga bulan sekali dengan cara menyiramkan 100 ml larutan ke setiap tanaman secara merata. Setelah itu, lakukan injeksi ke batang sawit menggunakan GDM Sawit sebanyak 50 ml per pohon.

Selanjutnya, taburkan POG GDM pada area piringan tanaman setiap enam bulan sekali dengan dosis 2,5 kg per pohon. Terakhir, larutkan GDM Black BOS ke dalam 100 liter air, kemudian siramkan larutan tersebut secara merata pada area piringan dengan interval aplikasi setiap enam bulan sekali.

Wujudkan Replanting Kelapa Sawit yang Cepat Untung Bersama GDM 

Replanting kelapa sawit akan memberikan hasil yang lebih optimal apabila didukung dengan program pemupukan dan perawatan yang tepat sejak awal penanaman. GDM menyediakan solusi nutrisi dan perawatan tanaman yang dirancang untuk membantu mendukung pertumbuhan akar, mempercepat perkembangan tanaman, serta menjaga kesehatan kebun sehingga potensi produktivitas dapat tercapai secara maksimal.

Ayo, temukan solusi dan informasi lengkap untuk mendukung keberhasilan replanting kelapa sawit bersama GDM. Caranya, KLIK BANNER di bawah ini dan mulai konsultasi GRATIS dengan tim ahli dari GDM!


Banner Artikel CTA Pertanian GDM Desktop 3
Banner Artikel CTA Pertanian GDM Mobile 3

author-avatar

About Ir. Tri Juni Sasongko

Praktisi perikanan dan perkebunan yang banyak melakukan bimbingan dan pendampingan tehnis di bidangnya.