Perkebunan

Jarak Pemberian Dolomit dengan Pupuk Lain pada Sawit yang Benar

jarak pemberian dolomit dengan pupuk lain pada sawit

Kapur dolomit sering menjadi kebutuhan operasional sebagai material untuk menyuburkan tanah sekaligus mensuplai kalsium dan magnesium pada tanaman. Namun, penggunaan kapur dolomit tidak disarankan jika digabungkan dengan memberikan pupuk organik cair pada tanaman sawit.

Meski harapannya agar tanaman bisa mendapatkan nutrisi tambahan untuk tumbuh lebih optimal, namun perlu ada jeda waktu istirahat selama beberapa minggu. Jika Anda ingin beralih, maka harus memperhatikan jarak pemberian dolomit dengan pupuk lain pada sawit.

Setelah jeda pemberian dolomit terpenuhi, tanaman sawit bisa kembali memperoleh asupan nutrisi dari pupuk sesuai kebutuhannya. Pada tahap inilah, Anda perlu memilih pupuk yang tepat agar manfaat dolomit tetap optimal dan kebutuhan unsur hara tanaman terpenuhi.

Salah satu pilihan yang bisa digunakan adalah pupuk organik GDM yang terbukti dapat mendukung pertumbuhan tanaman sawit pada berbagai fase budidaya. Klik banner di bawah ini dan temukan berbagai solusi atas permasalahan Anda dengan pupuk organik GDM!

Lantas, berapa waktu ideal untuk memberikan pupuk setelah mengaplikasikan kapur dolomit? Simak penjelasan selengkapnya untuk mengetahui jarak pemberian dolomit dengan pupuk lain pada sawit!


Banner Artikel CTA Pertanian GDM Desktop 1
Banner Artikel CTA Pertanian GDM Mobile 1

Fungsi Dolomit dalam Pertumbuhan Sawit

Kapur dolomit dan pupuk organik memang memiliki peran andalannya masing-masing di perkebunan sawit. Ini dia fungsi dari dolomit dalam merawat kebun sawit!

Menetralkan Tingkat Keasaman Lahan

Kapur dolomit bekerja layaknya pahlawan super untuk menetralkan tingkat keasaman tanah pada area perkebunan sawit kesayangan Anda. Fungsi luar biasa ini memastikan akar tanaman sanggup menyerap seluruh nutrisi pupuk dengan sangat amat maksimal. 

Namun Anda harus tetap waspada karena dosis berlebihan justru bisa memblokir penyerapan unsur fosfat dan zat besi. Oleh sebab itu, perlu mengatur jeda waktu saat hendak menggunakan pupuk agar tanaman terhindar dari risiko keracunan fatal.

Memperkokoh Struktur Fisik Tanaman

Kandungan kalsium di dalam kapur ajaib ini terbukti ampuh memperkokoh jaringan batang dari risiko patah tiba-tiba. Suplemen super ini juga bertugas sangat krusial dalam mencegah kerontokan buah sebelum masuk masa panen raya. 

Walaupun begitu, pemakaian secara sembarangan malah memicu penurunan sistem imun yang membuat tanaman gampang jatuh sakit. Akibatnya, pohon sawit kesayangan Anda akan menjadi target empuk bagi hama nakal semacam tungau dan kutu daun.

Baca juga “3 Pupuk Lubang Tanam Kelapa Sawit, Percepat Pertumbuhan Akar

Menghijaukan Helaian Daun Sawit

Taburan nutrisi magnesium dari dolomit sangat efektif menyulap helaian daun sawit pucat menjadi jauh lebih hijau. Proses fotosintesis pastinya akan berjalan lancar jaya ketika persediaan zat hijau daun ini selalu tercukupi sempurna. 

Sayangnya, pemberian dosis berlebihan bisa mengganggu keseimbangan unsur hara mikro penting seperti mangan di area lahan. Memahami jarak pemberian dolomit dengan pupuk lain pada sawit pasti akan mencegah efek perebutan nutrisi tersebut.

Memperbaiki Kualitas Struktur Tanah

Pengaplikasian kapur yang pas amat berguna untuk menggemburkan struktur tanah agar sirkulasi udaranya makin terasa lancar. Material penyubur ini juga pintar mengusir tuntas racun aluminium yang membahayakan perakaran di lahan masam. 

Tetapi jika takarannya tidak pas, kapur justru menciptakan lingkungan basa yang menyusahkan perakaran dalam menyerap makanan. Terapkan selalu jarak pemberian dolomit dengan pupuk lain pada sawit agar fungsinya bisa bekerja optimal.

Dalam fase pertumbuhan tanaman, dolomit memang berperan penting untuk memperbaiki kondisi tanah dan memastikan ketersediaan unsur hara serta magnesium terpenuhi.

Namun, penggunaan dolomit saja belum cukup untuk memenuhi seluruh nutrisinya. Tanaman sawit tetap membutuhkan pupuk lain untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produktivitasnya.

Oleh karena itu, Anda perlu melakukan program pemupukan yang seimbang. Lantas, pupuk apa yang tepat sebagai pendamping dolomit? Klik banner di bawah ini untuk mendapatkan produk dan penawaran spesial dari GDM!


Banner Promo Pupuk Organik Cair GDM
Banner Mobile Promo Pupuk Organik Cair GDM

Jarak Pemberian Dolomit dengan Pupuk Lain Pada Sawit

Jarak pemberian dolomit dengan pupuk lain pada sawit setidaknya dilakukan minimal 20 hari. Anda bisa menaburkan kapur dolomit terlebih dahulu, kemudian aplikasikan pupuk lainnya 40 hari setelahnya. Pengaplikasian dolomit bersama pupuk urea wajib dilakukan saat mengolah lahan sebelum nitrogen tersebut disebar. 

Sementara pengaplikasian dolomit dengan pupuk SP-36 membutuhkan jeda 14 hari demi menghindari fosfat mengendap. Lalu pengaplikasian dolomit bersama pupuk KCl butuh jeda 3 minggu demi menghindari perebutan unsur. 

Jika Anda mengabaikan jarak pemberian dolomit dengan pupuk lain pada sawit, efektivitas terhadap penyerapan nutrisinya akan menurun. Jadi, penting sekali untuk memberi jeda waktu pada pupuk lain, dan hindari mencampurkannya karena bisa memicu penguapan gas amonia maupun fiksasi nutrisi yang merugikan tanaman.



Jenis Pupuk yang Cocok Dikombinasikan dengan Dolomit

Jika Anda ingin pertumbuhan pohon sawit lebih maksimal selain menggunakan dolomit, ada beberapa jenis pupuk yang bisa Anda kombinasikan dari bahan-bahan organik. Berikut 4 jenis pupuk pilihan terbaik dari rangkaian produk GDM!

GDM Black BOS

GDM Black BOS merupakan cairan yang berfungsi untuk memperbaiki kondisi tanah kebunmu. Pemakaian ini bisa menghilangkan sisa residu kimia sehingga akar sawit bisa menyerap nutrisi dengan gampang.

Pupuk ini bisa Anda gunakan sejak fase Pre Nursery untuk disemprotkan ke dalam baby bag dengan perbandingan 1:10 atau dosis 2 Kg/Ha. Gunakan kembali pada tahap Main Nursery untuk disemprotkan ke polybag sebanyak 1:10 dengan dosis 10 Kg/Ha untuk pemupukan interval setiap 6 bulan sekali.

Setelah memasuki tahap penanaman di lahan, gunakan dosis yang sama yaitu 10 Kg/Ha untuk disiram ke sekitar lubang tanam sebanyak 1 Kg/lubang. Kemudian, lanjutkan pemberian secara rutin hingga pohon berusia 3 tahun dengan melakukan perawatan interval setiap 6 bulan.


Pupuk Organik Cair GDM
Spesialis Kelapa Sawit
  • Menyediakan Nutrisi Lengkap untuk Tanaman
  • Meningkatkan Kesuburan Tanah
  • Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Hasil Panen
  • Mencegah Serangan Penyakit
  • Mengurangi Ketergantungan pada Pupuk Kimia


Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Sawit

Rangkaian produk GDM ini merupakan pupuk utama yang diformulasikan khusus penanaman pohon sawit. Jenis pupuk organik ini mampu bekerja untuk meningkatkan imunitas tanaman agar kebal dari penyakit sehingga bisa menghasilkan panen berlimpah.

Jenis pupuk ini mulai bisa Anda gunakan sejak tahap Pre Nursery yaitu perendaman benih sawit. Gunakan 1 Liter /Ha Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Sawit, kemudian rendam dengan perbandingan 1:10 didiamkan selama 30 menit.

Lakukan pemupukan awal pada benih 0 – 3 bulan dengan dosis 0,5 Liter/Ha. Atau menggunakan 2 gelas per tangki untuk 200 bibit yang bisa diaplikasikan setiap seminggu sekali.

Aplikasikan kembali pada tahap Main Nursery atau ketika bibit sudah berusia 3 – 12 bulan. Gunakan 1 Liter /Ha atau 2 gelas per tangki untuk 100 bibit dan diaplikasikan setiap 2 minggu.

Berikan pemupukan rutin setelah sawit masuk pada tahap penanaman di lahan. Pada saat tanam, gunakan 5 Liter /Ha Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Sawit, aplikasikan 35 ml/tanaman, kemudian disiram ke lubang tanam.

Setelah tanaman berusia 0 – 3 tahun, gunakan 10 Liter/Ha, atau sekitar 70 ml/tanaman ke lubang tanam. Jika tanaman sudah lebih dari 3 tahun, pertahankan pemupukan secara rutin yaitu 15 Liter/Ha atau 100 ml/tanaman setiap 3 bulan sekali.


GDM POG
Pupuk Organik Granule
  • Menambah dan Meningkatkan Nutrisi Tanaman
  • Menggemburkan dan Menyuburkan Tanah
  • Memperkaya Plankton dan Produksi Perikanan
  • Perekat Nutrisi Dalam Tanah
  • Aman Bagi Lingkungan dan Tanaman


Pupuk Organik Granule GDM

Anda juga bisa memasukkan jenis pupuk ini supaya nutrisi tanah tetap awet jangka panjang. Sawit akan cepat pulih sehabis panen dan langsung menumbuhkan pelepah baru lagi.

Khusus pupuk ini, Anda bisa mengaplikasikannya sejak tahap Main Nursery, menggunakan 50 Kg/Ha POG atau diaplikasikan sebanyak 0,5 Kg/polybag. Lakukan pemupukan ini setiap 6 bulan sekali.

Kemudian, aplikasikan ulang saat tanaman berusia 0 – 3 tahun dengan dosis 280 Kg/Ha, atau sebanyak 2 Kg/pohon.Taburkan secara merata di piringan dan lakukan perawatan interval ini setiap 6 bulan.

GDM SaMe

Kombinasi GDM Black BOS dan GDM SaMe, bantu menyempurnakan kondisi tanah agar bisa gembur dan subur. Bakteri baik di dalamnya memacu akar tumbuh kuat supaya pohon sawit makin sehat.

Anda bisa mengaplikasikan 150 Kg/Ha GDM SaMe pada tahap penanaman di lahan saja. Aplikasikan sebanyak 1 Kg/lubang tanam dengan cara ditaburkan merata ke sekeliling bonggol.

Baca juga “Panen Sawit Berapa Bulan Sekali? Ini Pupuk untuk Meningkatkan Hasil Panen

Tingkatkan Pertumbuhan dan Produktivitas Kebun Sawit Anda dengan Rangkaian Pupuk Organik GDM!

Pemakaian kapur dolomit sebenarnya tidak masalah, asal menggunakan takaran yang tepat. Namun, untuk beralih menggunakan pupuk organik, pastikan Anda perlu mengetahui jarak pemberian dolomit dengan pupuk lain pada sawit agar kinerja keduanya tetap maksimal.

Anda juga bisa mengkombinasikan perawatan sawit ini dengan pilihan pupuk organik GDM yang berkualitas. Rangkaian suplemen premium ini dirancang cerdas menggunakan formula bakteri baik untuk memaksimalkan penyerapan seluruh nutrisi tanah dan tanaman. 

Pemakaian yang rutin tentu dapat memaksimalkan pertumbuhan sawit lebih optimal. Yuk, segera konsultasikan kebutuhan pupuk Anda bersama ahlinya dari GDM! Klik banner di bawah sekarang!


Banner Artikel CTA Pertanian GDM Desktop 3
Banner Artikel CTA Pertanian GDM Mobile 3

author-avatar

About Ir. Tri Juni Sasongko

Praktisi perikanan dan perkebunan yang banyak melakukan bimbingan dan pendampingan tehnis di bidangnya.