Pertanian

7 Cara Menanam Bunga Telang yang Efektif dari Awal sampai Panen

cara menanam bunga telang

Cara menanam bunga telang menjadi solusi praktis bagi siapa saja yang ingin emmiliki tanaman cantik sekaligus bermanfaat di rumah. Tanaman ini dikenal mudah tumbuh, tidak membutuhkan perawatan yang rumit, dan bisa ditanam di lahan sempit maupun pot. Dengan langkah yang tepat, bunga telang bisa tumbuh subur dan berbunga rutin. 

Selain mudah dibudidayakan, bunga telang juga memiliki nilai guna yang tinggi, mulai dari bahan minuman herbal hingga pewarna alami. Hal ini membuat tanaman ini tidak hanya cocok untuk hobi, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah jika dimanfaatkan dengan baik. Tidak heran, jika semakin banyak orang mulai melirik tanaman ini. 

Dengan begitu, bunga telang tak hanya berhenti pada aspek estetika saja , tetapi juga membuka peluang lain yang cukup menjanjikan jika dikelola dengan baik. Lalu apa saja yang perlu ddiperhatikan agar tanaman ini tumbuh maksimal dan menghasilkan bunga berkualitas? Simak pembahasan lengkapnya berikut ini. 


Banner Artikel CTA Pertanian GDM Desktop 1
Banner Artikel CTA Pertanian GDM Mobile 1

Karakteristik Tanaman Bunga Telang

Bunga telang memiliki bunga majemuk yang tumbuh di bagian ketika daun, dengan tangkai berbentuk silidris sepanjang kurang lebih 1,5 cm. Kelopak bunganya menyerupai corong, sementara mahkotanya berbentuk kupu-kupu dengan warna biru yang khas.

Struktur benangnya saling berlekatan meembentung tabung, dengan kepala sari berbentuk bulat dan tangkai putik yang juga silindris. Tanaman ini menghasilkan buah berbentuk polong dengan panjang sekitar 7-14 cm, berwarna hijau sata muda dan berubah menjadi hitam ketika tua. 

Tanaman yang memiliki nama latin Clitoria ternatea ini tumbuh optimal di bawah sinar matahari penuh. Selain sering dijumpai di pekarangan rumah, bunga telang juga bisa tumbuh liar, misalnya di bawah pohon kelapa. 

Menariknya, tanaman ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias, tetapi juga sebagai pakan ternak karena kandungan proteinnya cukup tinggi, yakni berkisar antara 18% hingga 25%. Namun, bijinya mengandung senyawa anti-nutrisi sehingga kurang disarankan untuk diberikan pada ternak.

Secara klasifikasi, bunga telang termasuk dalam Kingdom Plantae hingga spesies Clitoria ternatea, dan dikenal sebagai tanaman leguminosa yang mampu tumbuh relatif cepat. Dalam waktu 30–40 hari tanaman ini sudah berkembang dengan baik, dan dapat menghasilkan biji dalam rentang 110–150 hari. 

Akar tanaman ini berupa akar tunggang berwarna putih, serta kandungan antosianin pada bunganya menjadi alasan di balik warna biru hingga ungu yang indah sekaligus bernilai manfaat.

Baca Juga: Cara Menanam Rosella dan Tips Perawatan agar Cepat Berbunga

Manfaat Bunga Telang

Bunga telang dikenal memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Tanaman ini telah lama dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk membantu mengatasi berbagai keluhan, mulai dari insomnia, disentri, gorrhea, keputihan, demam, hingga masalah kulit. 

Selain itu, bunga telang juga dipercaya dapat membantu memperlancar menstruasi, meredakan batuk dan dahak kronis, serta memiliki sifat antiinflamasi dan anti periodik. Beragam manfaat tersebut tidak lepas dari kandungan senyawa aktif dalam bunga telang. Berikut beberapa manfaat utam berdasarkan kandungannya. 

Sebagai Antioksidan

Bunga telang mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menangkal radikal bebas. Meskipun kekuatannya masih di bawah vitamin C, kandungan ini tetap berperan penting dalam membantu mencegah penyakit akibat stres oksidatif.

Sebagai Antidiabetes

Kandungan antidiabetes dalam bunga telang dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Senyawa ini bekerja dengan menghambat oksidasi protein, mencegah pembentukan advanced glycation end products (AGEs), serta menurunkan kadar fruktosamin pada konsentrasi tertentu.

Sebagai Antiobesitas

Bunga telang memiliki senyawa aktif yang mampu menghambat pembentukan jaringan lemak (adipogenesis). Senyawa ini berperan dalam membantu mengontrol berat badan dan mencegah obesitas.

Sebagai Antiinflamasi dan Analgesik

Sifat antiinflamasi pada bunga telang membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Selain itu, efek analgesiknya dapat membantu meredakan rasa nyeri dengan cara mempengaruhi sistem saraf dalam menghambat sinyal nyeri ke otak.

Sebagai Antiasma

Bunga telang mengandung senyawa yang dapat membantu meredakan gejala asma, yang merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran pernapasan. Kandungan seperti sulfur dioksida dan asam sitrat diketahui berperan dalam meredakan asma dan batuk.

Sebagai Antimikroorganisme

Bunga telang memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan mikroorganisme, termasuk bakteri gram positif, bakteri gram negatif, serta jamur. Hal ini didukung oleh adanya senyawa seperti metanol dan etanol dalam ekstraknya.

Sebagai Antikanker

Kandungan antiproliferasi dalam bunga telang menunjukkan potensi dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Beberapa penelitian menunjukkan efektivitasnya terhadap sel kanker ovarium, serviks, hati, dan payudara (MCF-7), meskipun tidak efektif pada semua jenis sel kanker.

Peluang Bisnis Bunga Telang

Bunga telang memiliki prospek bisnis yang cukup menjanjikan, meskipun masih banyak yang belum menyadarinya. Tanaman yang sering dianggap liar initernyata menyimpan potensi besar, terutama karena manfaatnya bagi kesehatan. 

Kandungan antioksidan di dalamnya membuat bunga telang banyak diminati sebagai bahan minuman herbal yang sedang tren. Di berbagai daerah, bunga telang mulai diolah menjadi produk bernilai jual, salah satunya teh bunga telang dalma bentuk celup. 

Inisiatif seperti yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) menunjukkan bahwa tanaman ini bisa dikembangkan menjadi produk siap konsumsi yang praktis dan memiliki daya tarik di pasar. Selain mudah dibudidayakan, proses pengolahannya pun relatif sederhana tanpa perlu bahan pengawet.

Menariknya, peluang bisnis bunga telang tidak hanya terbatas di pasar lokal, tetapi juga memiliki potensi untuk menembus pasar ekspor. Dengan meningkatnya minat terhadap produk herbal dan alami, bunga telang bisa menjadi komoditas bernilai tinggi. 

Oleh karena itu, membudidayakan bunga telang tidak hanya sekadar hobi, tetapi juga bisa menjadi peluang usaha yang menguntungkan jika dikelola dengan tepat. 


Banner Promo Pupuk Organik Cair GDM
Banner Mobile Promo Pupuk Organik Cair GDM

Cara Menanam Bunga Telang di Rumah

Sebelum masuk ke tahap teknis cara menanam bunga telang, memahami syarat tumbuh tanaman ini menjadi langkah awal agar tanaman tersebut dapat berkembang optimal dan menghasilkan bunga lebih berkualitas.

Syarat Tumbuh Bunga Telang

Tanaman bunga telang dikenal memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan. Meski demikian, pemilihan lahan tetap perlu diperhatikan agar pertumbuhannya maksimal.

Kondisi Tanah dan pH

Bunga telang tumbuh optimal pada tanah dengan pH sekitar 5,5–8,9. Tanaman ini menyukai tekstur tanah liat merah hingga berpasir yang memiliki drainase baik.

Iklim dan Suhu

Curah hujan ideal untuk pertumbuhan bunga telang berkisar antara 1500–5000 mm per tahun. Suhu optimal berada di rentang 25°C hingga 31°C, namun tanaman ini masih mampu bertahan pada suhu lebih rendah, bahkan hingga 15°C atau mendekati 0°C karena dapat tumbuh kembali dari batang yang sudah mengeras.

Ketahanan Terhadap Kekeringan

Salah satu keunggulan bunga telang adalah kemampuannya bertahan dalam kondisi kering. Tanaman ini mampu bertahan tanpa air dalam jangka waktu 5–6 bulan, terutama di wilayah beriklim tropis.

Persiapan Bibit Bunga Telang

Setelah memahami syarat tumbuh, langkah penting berikutnya dalam cara menanam bunga telang dalam menyiapkan bibit yang berkualitas, Tahap ini sangat menentukan tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman sejak awal. Agar budidaya bunga telang bisa lebih optimal, perhatikan persiapan bibit bunga telang berikut ini: 

Pilih Bibit Berkualitas

Gunakan bibit dengan tingkat perkecambahan di atas 70% serta memiliki vigor yang baik (pertumbuhan cepat dan seragam). Pastikan bibit dalam kondisi bersih, sehat, murni, dan bebas dari penyakit.

Perendaman Benih (Hydropriming)

Rendam benih dalam air hangat bersuhu 40–45°C selama 2–8 jam. Proses ini bertujuan untuk mempercepat dan mengoptimalkan proses perkecambahan. Untuk hasil lebih optimal, bibit dapat direndam menggunakan Pupuk Organik Cair GDM Tanaman Hias dengan dosis 100 ml yang dilarutkan ke dalam 1 liter air. 

Rendam selama 15–30 menit sebelum penanaman. Selain meningkatkan daya kecambah, perendaman ini juga membantu melindungi bibit dari serangan penyakit. Kandungan bakteri seperti Bacillus brevis berperan sebagai penghasil antibiotik alami yang dapat mencegah penyakit layu pada tanaman.

Alternatif Perbanyakan dengan Stek

Selain dari biji, bunga telang juga bisa diperbanyak melalui stek pucuk. Gunakan bagian pucuk dengan menyisakan 1–2 pasang daun muda, serta buang daun tua untuk mengurangi penguapan.


Pupuk Organik Cair GDM
Spesialis Tanaman Hias
  • Menyediakan Nutrisi Lengkap untuk Tanaman
  • Meningkatkan Kesuburan Tanah
  • Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Hasil Panen
  • Mencegah Serangan Penyakit
  • Mengurangi Ketergantungan pada Pupuk Kimia

Persiapan Media Tanam Bunga Telang

Sebelum masuk ke proses penanaman, tahap penting dalam cara menanam bunga telang adalah menyiapkan media tanam yang tepat agar tanaman dapat tumbuh subur dan optimal sejak awal. Berikut langkah-langkah persiapan media tanam bunga telang:

Pilih Jenis Tanah yang Sesuai

Gunakan tanah yang gembur dan subur dengan kondisi lingkungan ideal, seperti suhu 25–31°C, curah hujan 1500–5000 mm per tahun, serta ketinggian sekitar 330 mdpl.

Siapkan Media Semai

Campurkan tanah organik dan pasir dengan perbandingan 2:1 untuk mendapatkan tekstur yang baik dan drainase optimal.

Alternatif Media Tanah Berpasir

Jika menggunakan tanah berpasir, tambahkan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1, lalu lembapkan dengan air sebelum digunakan.

Gunakan Wadah Tanam

Media tanam dapat dimasukkan ke dalam polybag atau langsung digunakan di lahan terbuka, tergantung kebutuhan budidaya.

Pemupukan Dasar

Taburkan GDM Granule SAME secara merata dengan dosis 100 gram per tanaman. Tambahkan GDM Black BOS sebanyak 25 gram per tanaman, lalu aplikasikan ke seluruh area tanam untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Perhatikan Drainase

Buat saluran drainase yang baik untuk mencegah genangan air yang dapat menyebabkan akar membusuk



Cara Menanam Bunga Telang 

Setelah medias iap, langkah berikutnya dalam cara menanam bunga telang adalah proses penanaman yang tepat agar tanaman dapat tumbuh kuat dan produktif. Berikut cara menanam bunga telang yang bisa Anda coba. 

Penanaman dari Stek

Tancapkan satu ruas batang stek ke dalam media tanam, lalu tutup dengan tanah dan padatkan secara perlahan agar posisi tanaman kokoh.

Pemilihan Batang Stek

Gunakan batang cabang yang sudah tua dan sehat untuk hasil pertumbuhan yang lebih optimal.

Penanaman di Lahan Terbuka

Jika ditanam langsung di lapangan, pastikan jarak tanam cukup agar tanaman dapat berkembang dengan baik tanpa saling berebut nutrisi.

Pastikan Kelembapan Tanah

Setelah penanaman, jaga kelembapan tanah agar proses adaptasi tanaman berjalan lancar.

Optimalkan Nutrisi Tanaman

Kombinasi penggunaan GDM Granule SAME dan GDM Black BOS dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mendukung pertumbuhan bunga telang secara maksimal.

Baca Juga: 5 Cara Menanam Bunga Morning Glory di Teras Rumah

Cara Perawatan Tanaman Bunga Telang

Perawatan bunga telang perlu dilakukan secara rutin hingga masa panen selesai. Dalaam cara menanam bunga telang, tahap perawatn ini berperan penting untuk menjaga kesehatan tanaman, mencegah serangan pernyakit, serta memastikan hasil bunga tetap optimal. 

Pemeliharaan Rutin

Ada beberapa perawatan dasar yang perlu dilakukan yaitu dengan melakukan penyiraman secara teratur, terutama saat musim kemarau untuk menjaga kelembapan tanah dan mencegah tanaman kering. Lakukan monitoring harian seperti memperhatikan kondisi daun, batang, dan bunga untuk mendeteksi dini adanya penyakit atau kekeringan. 

Pemangkasan dan Penanganan Gulma

Pemangkasan dan pengendalian gulma menjadi bagian penting dalma menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal. Tujuannya untuk mengurangi bagian tanaman yang kering atau rusak agar tidak menghambat pertumbuhan dan memicu penyakit. 

Dampak gulma seperti rumput liar dapat menyerap unsur hara yang dibutuhkan tanaman bunga telang, terutama saat musim hujan. Cara pengendaliannya yaaitu dengan melakukan pembersihan gulma secara manual dengan mencabutnya secara perlahan dan rutin agar tidak merusak akar tanaman utama. 

Cara Pemupukan Bunga Telang 

Pemupukan merupakan langkah penting dalam cara menanam bunga telang untuk memastikan tanaman mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sepanjang masa pertumbuhan. 

Penggunaan rangkaian pupuk GDM membantu memenuhi kebutuhan unsur hara makro dan mikro secara lebih lengkap, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal, tahan terhadap stres lingkungan, serta mampu menghasilkan bunga dengan kualitas lebih baik.

Usia 7 Hari (Awal Pertumbuhan)

Pada fase awal, tanaman membutuhkan nutrisi untuk merangsang pertumbuhan akar dan daun. Gunakan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Hias dengan dosis 50 ml per hektar yang dilarutkan ke dalam 1 liter air. Aplikasikan dengan cara disemprotkan secara merata ke seluruh bagian tanaman, dan lakukan secara rutin satu kali dalam seminggu.

Usia 30 Hari (Fase Vegetatif)

Memasuki fase pertumbuhan aktif, tanaman membutuhkan tambahan nutrisi untuk memperkuat struktur dan meningkatkan kesuburan tanah. Gunakan GDM Granule SAME dengan dosis 50 gram per hektar. Aplikasikan dengan cara ditaburkan secara merata di sekitar tanaman, dan lakukan pemupukan satu kali setiap bulan.

Usia 30 Hari (Pendukung Kesuburan Media Tanam)

Pada fase yang sama, tambahkan GDM Black BOS untuk membantu meningkatkan kualitas media tanam dan ketersediaan nutrisi. Gunakan dosis 25 gram per hektar, lalu aplikasikan dengan cara disiramkan ke media tanam. Pemupukan ini dilakukan satu kali setiap bulan untuk menjaga kesuburan tanah tetap optimal.



Penanggulangan Hama dan Penyakit Bunga Telang

Dalam cara menanam bunga telang, pengendalian hama dan penyakit menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas pertumbuhan tanaman. Perawatan rutin bisa dimulai dari pemantauan kondisi tanaman hingga pemupukan yang tepat, dapat membantu mencegah serangan sejak dini dan meminimalkan risiko kerusakan. Berikut beberapa hama dan penyakit yang kerap menyerang bunga telang beserta penanganannya: 

Ulat Tanah (Agrotis ipsilon)

Hama ini menyerang tanaman muda dengan cara menggerogoti dan memotong batang, sehingga pucuk dan tangkai menjadi lemas. Pengendalian dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida sesuai dosis yang dianjurkan.

Thrips (Thrips tabacci)

Serangan thrips ditandai dengan perubahan warna daun dan pucuk menjadi keperakan atau kekuningan seperti perunggu, terutama di bagian bawah daun. Pengendalian dapat dilakukan dengan menentukan waktu tanam yang tepat serta menggunakan perangkap kertas kuning berperekat.

Tungau Merah (Tetranychus sp.)

Hama ini menyebabkan daun berubah warna menjadi kuning hingga kecoklatan, menebal, dan menggulung. Penanganannya dilakukan dengan memotong bagian yang terserang dan dilanjutkan dengan penyemprotan pestisida.

Penggerek Daun (Liriomyza sp.)

Gejala yang ditimbulkan berupa daun menggulung dan perubahan warna menjadi abu-abu hingga putih. Pengendalian dilakukan dengan memangkas bagian yang terserang, melakukan rotasi tanaman, serta penyemprotan insektisida.

Penyakit Karat Daun (Puccinia sp.)

Ditandai dengan munculnya bintil-bintil coklat atau hitam di bagian bawah daun, disertai daun yang melengkung dan pucat. Pengendalian dilakukan dengan mengatur jarak tanam agar sirkulasi udara baik serta penyemprotan fungisida.

Penyakit Tepung Daun (Oidium chrysanthemi)

Gejala berupa lapisan putih seperti tepung pada permukaan daun yang dapat menyebabkan tanaman mengering. Penanganan dilakukan dengan memangkas bagian yang terinfeksi dan mengaplikasikan fungisida.

Virus Kerdil (Chrysanthemum stunt virus)

Penyakit ini menyebabkan tanaman tumbuh kerdil, berbunga lebih cepat, dan warna bunga menjadi pucat. Pengendalian dilakukan dengan menggunakan bibit bebas virus, membuang tanaman yang terinfeksi, serta mengendalikan vektor virus dengan insektisida.

Meskipun penanganan dapat dilakukan setelah serangan terjadi, langkah pencegahan tetap menjadi kunci utama. Jika serangan gama dan penyakit cukup parah hingga menurunkan kualitas tanaman, maka diperlukan perawatan intensif dengan pemupukan rutin seperti yang sudah dijelaskan di atas menggunakan rangkaian produk GDM. 

Rangkaian pupuk GDM di atas dapat membantu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit. Kandungan bakteri baik di dalamnya berperan dalam memperbaiki kesuburuan tanah, memperkuat sistem imun tanaman, serta membantu menekan perkembangan virus atau bakteri jahat penyebab penyakit. 

Cara Panen dan Pasca Panen Bunga Telang

Tahap panen dan pasca panen menjadi bagian penting dalam cara menanam bunga telang untuk menjaga kualitas hasil serta nilai jual bunga tetap optimal. 

Masa Panen

Pemanenan bunga telang sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat untuk menjaga kesegaran dan kualitas bunga. Waktu ideal panen adalah pada pagi hari sekitar pukul 06.00–08.00 atau sore hari pukul 16.00–17.00, saat intensitas sinar matahari tidak terlalu tinggi sehingga dapat meminimalkan penguapan. Umumnya, bunga telang sudah dapat dipanen pada usia sekitar 42 hari setelah tanam.

Pasca Panen

Setelah dipanen, bunga telang perlu melalui beberapa tahapan penanganan agar kualitasnya tetap terjaga, caranya yaitu: 

  • Pisahkan bunga yang sehat dari yang rusak, lalu bersihkan dari daun kering atau bagian yang terserang hama
  • Bunga telang dikeringkan dengan metode yang tepat agar kandungan dan warnanya tetap terjaga
  • Gunakan kemasan yang steril, kuat, dan tertutup rapat. Untuk hasil maksimal, lakukan vacum packaging guna mencegah kontaminasi. 
  • Hindari paparn sinar matahari langsung pada produk yang sudah dikemas untuk mencegah oksidasi dan menjaga kualitas bunga tetap baik. 

Dukung Pertumbuhan Bunga Telang dengan Nutrisi Tepat dari Pupuk GDM Bunga

Nah, itulah penjelasan singkat tentang cara menanam bunga telang lengkap dengan perawatan hingga panen. Rangkaian pupuk organik GDM hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus memperkuat daya tahan tanaman pada ham dan penyakit.

Bagi Anda yang masih pemula atau ingin mendaptakan hasil lebih optimal, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan tim GDM. Klik banner di bawah ini sekarang juga dan dapatkan solusi terbaik untuk budidaya bunga telang Anda. 


Banner Artikel CTA Pertanian GDM Desktop 3
Banner Artikel CTA Pertanian GDM Mobile 3

author-avatar

About WAHYU NURWIJAYO, SP

Seorang profesional di Industri Pertanian dengan selalu menerapkan sistem keseimbangan ekologi agar budidaya pertanian berjalan efektif & efisien serta hasil produksi meningkat