Perikanan

9 Cara Budidaya Ikan Mujair: Panduan Lengkap agar Cepat Untung

cara budidaya ikan mujair

Ikan mujair adalah salah satu jenis ikan tawar yang cukup populer dibudidayakan di Indonesia. Permintaan pasar yang stabil serta proses pemeliharaan yang relatif mudah membuat banyak orang tertarik mempelajarinya. Tak heran, jika cara budidaya ikan mujair sering dicari oleh pemula yang ingin memulai usaha perikanan. 

Selain mudah dipelihara, ikan mujair juga dikenal memiliki kemampuan beradaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan. Ikan ini dapat dibudidayakan di berbagai jenis kolam, seperti kolam tanah, kolam terpal, maupun kolam beton. 

Dengan perawatan yang tepat, pertumbuhan ikan mujair bisa berlangsung cukup cepat hingga berpotensi memberikan hasil panen yang menguntungkan. Tertarik mempelajari cara budidaya ikan mujair? Simak artikel ini sampai selesai. 


Artikel Perikanan Banner Ke 1

Morfologi Ikan Mujair

Ikan mujair memiliki nama ilmiah Oreochromis mossambicus. Ikan ini biasanya hidup di perairan yang bersih dan mengalir, seperti sungai atau saluran air tawar. Menariknya, ikan mujair juga memiliki toleransi yang tinggi pada kadar garam. Oleh karena itu, ikan ini masih bisa hidup di perairan payau.

Pertumbuhan ikan mujair tergolong cukup cepat pada awal awal pemeliharaan. Tetapi, kecepatannya akan mulai melambat ketika ikan sudah memasuki fase dewasa. Secara fisik, ikan mujair memiliki tubuh yang pipih dengan waran tubuh yang bervariasi, seperti hitam, abu-abu, atau cokelat. 

Bentuk tubuhnya membuat ikan ini cukup mudah dikenali dibandingkan jenis ikan air tawar lainnya. Jika dibudidayakan dengan baik dan mendapatkan pakan yang cukup, ikan mujair dapat tumbuh hingga mencapai panjang sekitar 45 cm. 

Ikan mujair mampu hidup dengan baik pada suhu sekitar 20-25 derajat celcius. Selain itu, ikan ini juga dapat berkembang di wilayah dengan ketinggian sekitar 150-1000 meter di atas permukaan laut. Kondisi lingkungan tersebut membuat ikan tawar ini cukup fleksibel untuk dibudidayakan di berbagai daerah. 

Ikan mujair umumnya memasuki masa berkembang biak ketika berumur sekitar tiga bulan. Setelah itu, ikan ini dapat memijah secara berkala sekitar dua minggu sekalian. Dalam satu kali pemijahan, induk betina dapat menghasilkan puluhan butir telur yang sudah dibuahi. Telur tersebut akan di dalam mulut induk betina hingga menetas, biasanya sekitar satu minggu. 

Di alam, ikan mujair juga memiliki beberapa predator alami. Beberapa di antaranya adalah ular, lingsang, dan burung yang sering memangsa anakan ikan mujai. Selain itu, katak juga menjadi ancaman karena biasanya memakan telur ikan mujair yang masih berada di dalam sarang. 

Peluang Bisnis Budidaya Ikan Mujair

Budidaya ikan mujair memiliki peluang usaha yang cukup menjanjikan. Menurut jurnal Sintasan Ikan Mujair yang dipelihara di Pada Tambak, ikan mujair umumnya dipelihara di kolam, sawah, sungai, dan danau. Namun, ikan ini juga dapat dibudidayakan di tambak dengan air payau karena memiliki sifat euryhaline, yaitu mampu hidup pada berbagai tingkat salinitas. 

DI pasaran, harga ikan mujair biasanya berkisar sekitar Rp35.000- Rp40.000 per kilogram dengan ukuran sekitar 4-5 ekor per kilogram. Permintaan ikan mujair di pasar juga tergolong tinggi. Ikan menjadi salah satu sumber protein hewani yang cukup terjangkau bagi masyarakat, baik di kota maupun di desa. 

Dalam pengolahannya, ikan mujair sering dimasak dengan berbagai cara seperti digoreng, dibakar, atau dipepes. Karena rasanya gurih dan dagingnya cukup tebaal, ikan ini banyak dijual di pasar tradisionaal, restoran, hingga waryng makan di berbagai daerah. 

Selain permintaan pasar yang stabil, cara budidaya ikan mujair juga relatif mudah dilakukan. Ikan ini memiliki kemampuan beradaptasi yang baik terhadap lingkungan serta mudah berkembang  biak. Ini membuat ikan mujair cocok dibudidayakan oleh pemula maupun pembudidaya yang ingin mengembangkan usaha perikanan air tawar. 

Baca Juga: Cara Pembibitan Ikan Mujair & Langkah Sukses Panen Besar

Cara Budidaya Ikan Mujair

Cara budidaya ikan mujair sebenarnya cukup mudah dilakukan, bahkan oleh pmula sekalipun. Dengan teknik pemeliharaan yang tepat serta dukungan nutrisi dan perawatan kolam yang baik, pertumbuhan ikan dapat lebih optimal.

Pada panduan ini, proses budidaya juga memanfaatkan rangkaian produk GDM organik untik membantu menjaga kualitas air kolam dan mendukung pertumbuhan ikan mujair.

Persiapan Kolam Budidaya

Tahap pertama dalam cara budidaya ikan mujair adalah menyiapkan kolam budidaya. Kolam yang digunakan bisa berupa kolam terpal dengan luas sekitar 500 -1000 m2. Pematang kolam sebaiknya dibuat kokoh dan kedap air dengan lebar sekitar 50 cm agar kolam tidak mudah bocor.

Kolam juga dilengkapi dengan saluran pemasukan dan peembuangan air. Kedua saluran tersebut sebaiknya dibuat saling berseberangan serta dipasang sairngan agr ikan tidak keluar dari kolam. Kedalaman air kolam yang ideal berkisar antara 70-150cm. Selain itu, buat parit yang mengelilingi kolam untuk mencegah masuknya air luapan saat hujan.

Setelah kolam selesai dibuat, lakukan pengeringan kolam selama beberapa hari. Selanjutnya, lakukan perawatan awal kolam dengan produk GDM Black Bos dan GDM SaMe Granule Bio Organic agar kondisi air lebih siap untuk budidaya. Berikut langkah-langkahnya:

  • Bersihkan kolam terpal menggunakan air bersih yang mengalir.
  • Keringkan kolam hingga tidak ada kotoran yang menempel.
  • Isi kolam dengan air bersih hingga ketinggian sekitar 30 cm.
  • Sebarkan GDM SaMe Granule Bio Organic secara merata dengan dosis 50 gram per 10 m².
  • Siapkan ember berisi 1 liter air bersih.
  • Masukkan GDM Black BOS ke dalam ember dengan dosis sekitar 6 gram per m².
  • Aduk larutan hingga tercampur merata.
  • Siramkan larutan tersebut ke seluruh permukaan air kolam.
  • Setelah itu, biarkan kolam selama sekitar 5-10 hari sebelum digunakan. 

Pemberian GDM Black Bos dan GDM SaMe Granule Bio Organic bertujuan untuk membantu mengurangi bibit hama dan penyakit yang berasal dari air kolam, maupun lingkungan sekitar. Selain itu, produk GDM Organik juga dapat membantu merangsang pertumbuhan fitoplankton dan zooplankton di dalam kolam.

Jika air kolam mulai berubah warna jadi kehijauan, itu menandakan fitoplankton dan zooplankton sudah mulai tumbuh. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa air kolam dan sudah siap digunakan untuk penebaran benih ikan mujair.



Pemilihan Indukan ikan Mujair 

Pemilihan indukan merupakan tahap penting dalam budidaya ikan mujair. Indukan yang berkualitas akan menghasilkan benih yang sehat dan memiliki pertumbuhan yang baik. Oleh karenaa itu, pembudidaya perlu memilih indukan yang sehat, aktif, dan tidak memiliki tanda-tanda penyakit. 

Secara umum, indukan mujair yang baik memiliki bobot sekitar 100 gram serta kondisi tubuh yang bugar. Dalam budidaya, indukan ikan mujair dibedakan menjadi dua jenis, yaitu indukan jantan dan indukan betina. Keduannya memiliki ciri fisik yang berbeda sehingga cukup mudah untuk dikenali. 

Ciri Indukan Jantan:

  • Memiliki dua lubang urogenital, yaitu anus dan lubang sperma yang juga berfungsi sebagai saluran urine
  • Ujung sirip berwarna kemerahan terang dan terlihat jelas
  • Bagian perut cenderung berwarna lebih gelap atau kehitaman

Ciri Indukan Betina:

  • Memiliki tiga lubang urogenital, yaitu lubang anus, lubang untuk mengeluarkan telur, dan lubang urine
  • Ujung sirip berwarna kemerahan pucat dan tidak terlalu jelas
  • Bagian perut berwarna putih
  • Dagu berwarna putih
  • Jika bagian perut distriping, tidak mengeluarkan cairan

Pemijahan Ikan Mujair

Tahap berikutnya dalam cara budidaya ikan mujair adalah proses pemijahan. Tahapan ini bertujuan untuk menghasilkan benih ikan yang nantinya akan dipelihara di kolam pembesaran. Berikut langkah-langkah pemijahan ikan mujair:

  • Pilih indukan jantan dan betina yang sehat dengan perbandingan sekitar 3 : 2.
  • Siapkan kolam pemijahan dengan ukuran sekitar 3 × 4 meter dan kedalaman air sekitar 60 cm.
  • Pastikan dasar kolam berupa lumpur halus agar ikan mudah membuat sarang.
  • Ikan mujair akan membuat sarang berbentuk cekungan dengan diameter sekitar 10–35 cm.
  • Setelah terjadi pembuahan, induk betina akan mengumpulkan telur ke dalam mulutnya untuk dierami.
  • Selama proses pengeraman, induk betina biasanya tidak makan hingga telur menetas.
  • Telur biasanya akan menetas dalam waktu 3–5 hari pada suhu air sekitar 25–27°C.
  • Setelah menetas, larva ikan masih berada di sekitar induknya.
  • Sekitar 2 minggu kemudian, induk mujair akan melepaskan larva sehingga dapat mencari makan sendiri di kolam.

Penebaran Benih

Setelah proses pemijahan selesai dan benih ikan mujair sudah tersedia, tahap berikutnya dalam cara budidaya ikan mujai adalah melakukan penebaran benih ke dalam kolam pembesaran.

Penebaran benih perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar ikan dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan kolam. Berikut langkah-langkah penebaran benih ikan mujair:

  • Isi kolam budidaya yang telah disiapkan dengan air bersih hingga mencapai ketinggian yang sesuai.
  • Lakukan penebaran benih pada sore hari agar ikan tidak stres akibat suhu air yang terlalu panas.
  • Kepadatan benih yang dianjurkan sekitar 400–500 ekor untuk kolam berukuran 50 × 50 × 100 cm.
  • Jika dihitung berdasarkan luas kolam, kepadatan idealnya sekitar 5–10 ekor per m².
  • Gunakan benih ikan mujair dengan ukuran sekitar 8–12 cm atau memiliki bobot sekitar 15–20 gram per ekor.

Dalam beberapa hari pertama setelah penebaran, biasanya ada beberapa benih ikan yang mati. Hal ini tergolong normal karena ikan sedang beradaptasi dengan lingkungan baru. Namun, jika jumlah benih yang mati lebih dari 3-4 ekor, sebaiknya segera mencari penyebabnya agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Pakan Ikan Mujair

Pemberian pakan merupakan salah satu tahap penting dalam cara budidaya ikan mujair. Pakan yang cukup dan bergizi dapat membatu ikan tumbuh lebih cepat dan sehat.  Ikan mujair sebenarnya dapat memakan makanan alami yang tersedia di dalam kolam. Namun, Anda tetap perlu memberikan pakan tambahan agar kebutuhan ntutrisi ikan terpenuhi. 

Pakan tambahan yang umum digunakan adalah pelet ikan. Pelet yang baik biasanya memiliki kandungan nutrisi seperti protein minimal 28%, lemak sekitar 3-10% , dan karbohidrat sekitar 15%. Pemberian pakan dapat dilakukan 2-3 kali sehari, yaitu pada siang, dan sore hari. 

Jumlah pakan sebaiknya disesuaikan dengan umur serta bobot ikan agar tidak menumpuk di dalam kolam. Selain pelet, ikan mujair juga dapat diberi berbagai jenis pakan alami maupun pakan tambahan yang mudah ditemukan. Berikut beberapa jenis pakan yang dapat diberikan: 

Lumut

Lumut merupakan pakan alami yang sering tumbuh di kolam ikan atau tempat yang lembap. Lumut dapat dimakan langsung oleh ikan mujair sehingga membantu memenuhi kebutuhan pakan secara alami. 

Kangkung

Kangkung merupakan sayuran yang mudah ditemukan dan bisa digunakan sebagai pakan ikan. Kangkung biasanya dicacah terlebih dahulu sebelum diberikan agar lebih mudah dimakan oleh ikan mujair. 

Dedak 

Dedak cocok diberikan untuk ikan mujair yang masih kecil karena teksturnya halus. Selain itu, dedak juga mengandung karbohidrat yang dapat membantu pertumbuhan ikan. 

Daun Talas

Daun talas dapat menjadi alternatif pakan tambahan karena mudah ditemukan. Sebelum diberikan, daun talas sebaiknya dicacah halus agar lebih mudah dimakan oleh ikan. 

Cacing Tanah

Cacing tanah dapat digunakan sebagai pakan tambahan karena mengandung protein dan lemak yang cukup tinggi. Kandungan nutrisi ini baik untuk mendukung pertuumbuhan ikan. 

Cacing Sutra

Cacing sutra biasanya diberikan pada benih atau anakan ikan. Pakan ini memiliki kandungan protein tinggi sehingga dapat merangsang pertumbuhan ikan agar lebih cepat besar

Nasi

Nasi juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan tambahan karena mengandung karbohidrat. bahan ini mudah ditemukan sehingga sering digunakan oleh pembudidaya skala kecil. 

Pelet Ikan 

Pelet ikan merupakan pakan buatan yang banyak dijual di toko perikanan. Pelet biasanya sudah mengandung nutrisi lengkap sehingga baik digunakan untuk mendukung pertumbuhan ikan mujair. Namun, pembudidaya perlu memilih pelet dengan kualitas yang baik agar hasil budidaya lebih optimal.

Penambahan Suplemen Ikan untuk Perawatan

Selain pakan utama, pemberian suplemen juga dapat membantu menjaga kesehatan dan pertumbuhan ikan. Dalam cara budidaya ikan mujair, suplemen dapat digunakan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi seperti vitamin, mineral, serta bakteri baik yang bermanfaat bagi ikan. 

Salah satu produk yang dapat digunakan adalah Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan. Supleme ini dapat dicampurkan ke dalam pakan ikan agar nutrisi lebih mudah diserap oleh tubuh ikan mujair. Berikut cara pemberiannya: 

  • Siapkan pakan ikan mujair seperti dedak, cacahan kangkung, pelet, atau pakan lainnya. 
  • Tambahkan sekitar 6 ml Suplemen Organik Cair GDM Spesialis perikanan ke dalam pakan yang telag disiapkan. 
  • Suplemen iin cukup diberikan pada pakan di pagi hari saja. Untuk pakan siang dan sore hari, suplemen tidak perlu ditambahkan. 
  • Aduk pakan dan suplemen hingga tercampur secara merata. 
  • Tebarkan pakan ke seluruh permukaan kolam agar ikan dapat memakannya secara merata. 

Suplemen Organik Cair GDM
Spesialis Perikanan
  • Meningkatkan Nafsu Makan
  • Meningkatkan Imunitas/Daya Tahan
  • Mempercepat Tumbuh Kembang Ikan
  • Meningkatkan Keanekaragaman Fitoplankton
  • Mengurai Berbagai Jenis Limbah dan Polutan

Pemberian Suplemen Organik Cair GDM spesialis Perikanan bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral penting bagi ikan. Selain itu, kandungan bakteri baik di dalam juga dapat membantu meningkatkan sistem pencernaan ikan sehingga pakan dapat diserap dengan leebih optimal. 

Secara umum, frekuensi pemberian pakan ikan mujair dilakukan tiga kali sehari, yaitu pada pagi hari sekitar 7.30, siang hari 12,30 dan sore hari sekitar 17.00. Dengan pola pemberian pakan dan suplemen yang tepat, pertumbuhan ikan mujair dapat berlangsung lebih optimal.

Penggantian Air Kolam

Penggantian air kolam merupakan salah satu tahap penting dalam cara budidaya ikan mujair. Air kolam perlu diganti secara berkala untuk menjaga kebersihan serta mencegah ikan terserang penyakit. 

Air yang telalu kotor dapat menggangguu pertumbuhan ikan dan menurunkan kualitas lingkungan kolam. Penggantiaan air kolam sebaiknya dilakukan rutin setiap 2-3 minggu sekali. Dengan pergantian air yang teratur, sisa pakan dan kotoran yang menumpuk di dasar kolam dapat berkurang. 

Selain itu, kualitas air akan tetap terjaga sehingga ikan mujair dapat tumbuh dengan lebih sehat. Kondisi air kolam yang baik juga dapat membantu mengurangi risiko masuknya hewan pengganggu atau predator seperti katak, ular, dan hewan lainnya. 

Oleh karena itu, kolam perlu dirawat dengan baik aagr tidak dimasuki hama yang dapat membawa penyakit, seperti burung, siput, atau ikan kecil seeprti ikan seribu. Air kolam ikan mujair dapat berasal dari berbagai sumber, seperti sungai, mata air, sumur, atau air hujan. 

Suhu air yang ideal untuk budidaya ikan mujair berkisar 28 – 30’C dengan tingkat pH sekitar 7-8,5. Saat melakukan penggantian air, sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan mengurangi dan menambahkan air sekitar 30% dari total volume kolam. 

Selain itu, saat proses pneggantian air kolam, pembudidaya juga dapat menambahkan Suplemeen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan untuk membantu menjaga kualitas air dan kesehatan ikan. Berikut langkah-langkahnya: 

  • Kurangi air kolam hingga tersisa sekitar 30% dari kapasitas kolam.
  • Tambahkan air bersih hingga volume kolam kembali 100%.
  • Siapkan 2 liter air di dalam ember.
  • Tuangkan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan ke dalam ember tersebut.
  • Aduk larutan hingga tercampur merata.
  • Siramkan larutan suplemen tersebut ke seluruh permukaan air kolam secara merata.

Penggantian air kolam yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kondisi kolam tetap bersih dan mendukung pertumbuhan ikan mujair agar tetap sehat hingga masa panen. 

Baca Juga: Jenis Hama dan Penyakit Ikan Mujair, Penyebab serta Cara Menanggulanginya

Mencegah Penyakit Ikan Mujair

Pencegahan penyakit merupakan tahap penting dalma cara budidaya ikan mujair. Ikan yang dipelihara di kolam berisiko terserang penyakit yang disebabkan oleh bakteri, jamur, maupun virus. Oleh karena itu, pembudidaya perlu menjaga kualitas air serta memberikan nutrisi tambahan agar daya tahan tubuh ikan tetap baik.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menambhakn produk yang mengandung bakteri baik, seperto Supelemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan. Produk ini mengandung beberapa jenis bakteri yang bermanfaat, seperti Pseudonomonas alcaligenes, Micrococcus roseus, Bacillus brevis, Bacillus pumillus, dan Bacillus mycoides.

Bakteri- bakteri tersebut dapat membantu menekan pertumbuhan bakteri, jamur, dan virus penyebab penyakit pada ikan. Selain itu, bakteri baik yang terdapat dalam suplemen ini juga dapat membantu menguraikan zat amonia di dalam kolam. 

Penguraian amonia sangat penting karena kadar amonia yang tinggi dapat membuat air kolam menjadi kotor dan berbahaya bagi kesehatan ikan mujair. Suplemen ini juga mengandung berbagai makro dan mikro nutrien serta asam amino esensial dan non esensial yang dibutuhkan oleh ikan. 

Kandungan nutrisi tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi ikan mujair sehingga pertumbuhan ikan lebih optimal dan daya tahan tubuhnya jadi lebih kuat terhadap serangan penyakit. 

Panen Ikan Mujair

Tahap terkahir dalam cara budidaya ikan mujair adalah proses panen. Ikan mujair umumnya sudah dapat dipanen ketika berusia skitar 4-5 bulan setelah penebaran benih. Pada usia tersebut, ukuran ikan biasanya sudah cukup besar dan siap dipasarkan.

Agar proses panen berjalan dengan baik, pembudidaya perlu melakukannya dengan cara yang tepat. Berikut langkah-langkah yang bisa diikuti:

  • Berikan pakan terlebih dahulu sebelum proses panen untuk membantu menambah bobot ikan.
  • Kurangi volume air kolam secara perlahan agar ikan tidak stres akibat perubahan kondisi yang mendadak.
  • Siapkan jaring untuk menangkap ikan.
  • Lakukan panen dengan cara menjaring ikan mujair secara perlahan.
  • Masukkan ikan hasil panen ke dalam wadah bersih yang berisi air.
  • Jika ikan akan dikirim atau dipasarkan ke tempat lain, masukkan ikan ke dalam wadah plastik berisi air.
  • Tambahkan oksigen ke dalam wadah agar ikan tetap hidup dan kesegarannya tetap terjaga selama proses pengiriman.

Dengan proses panen yang tepat, ikan mujair dapat tetap dalam kondisi segar dan memiliki kualitas yang baik saat sampai ke tangan konsumen.

Optimalkan Budidaya Ikan Mujair Lbeih Maksimal dengan SOC Perikanan

Budidaya ikan mujair memiliki peluang usaha yang cukup menjanjikan jika dilakukan dengan teknik yang tepat. Mulai dari persiapan kolam, pemilihan indukan, proses pemijahan, penebaran benih, pemberian pakan, hingga perawatan kolam perlu dilakukan secara teratur agar ikan dapat tumbuh sehat dan menghasilkan panen yang maksimal.

Untuk membantu Anda menjalankan cara budidaya ikan mujair dengan lebih efektif, Anda dapat melakukan konsultasi gratis bersama tim ahli GDM. Tim kami siap memberikan panduan, rekomendasi produk, serta solusi budidaya yang sesuai dengan kebutuhan kolam dan kondisi budidaya Anda.



author-avatar

About Dyah Sunaring Fitri, S. Pi

Spesialis dibidang Aquaculture parasit dan penyakit pada ikan & udang.