Perkebunan

6 Cara agar Sawit Cepat Berbuah dan Tidak Trek Sejak Tanam  

cara agar sawit cepat berbuah

Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek jangka panjang yang menjanjikan. Sayangnya, tidak sedikit pekebun yang menghadapi masalah sawit lambat berbuah atau pertumbuhannya terhambat. Hal ini sebenarnya disebabkan karena kurangnya pemahaman tentang cara agar sawit cepat berbuah dan tidak trek sejak masa awal tanam.

Supaya Anda tidak mengalami hal serupa, artikel ini akan menjelaskan secara lengkap mengenai cara agar sawit cepat berbuah dan tidak trek sejak awal tanam. Selain itu, artikel ini juga akan membahas tentang penyebab hingga panduan pemupukan yang tepat untuk kelapa sawit mulai dari masa tanam hingga panen.



Berapa Lama Sawit Mulai Berbuah? 

Sebelum mempraktikkan cara agar sawit cepat berbuah, perlu diketahui bahwa tanaman kelapa sawit umumnya mulai berbuah pada usia 2,5 hingga 3 tahun setelah tanam. Pada fase ini, tanaman mulai memasuki masa Tanaman Menghasilkan (TM) dengan tandan buah pertama yang sudah bisa dipanen, meskipun produksinya belum maksimal. Produksi akan terus meningkat dan mencapai puncaknya saat tanaman berusia sekitar 7–15 tahun.

Cepat atau lambatnya sawit mulai berbuah sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kualitas bibit, kesuburan tanah, kecukupan unsur hara, serta pengelolaan air dan gulma. Selain itu, teknik pemupukan yang tepat, pengendalian hama dan penyakit, serta kondisi iklim juga berperan besar dalam mempercepat fase generatif. Karena itu, menerapkan cara agar sawit cepat berbuah dan tidak trek menjadi hal yang sangat krusial.

Penyebab Sawit Tidak Berbuah atau Buah Kecil

Mengetahui berbagai penyebab sawit tidak berbuah atau menghasilkan buah kecil merupakan langkah awal yang penting sebelum Anda menerapkan cara agar sawit cepat berbuah secara optimal. Berikut beberapa penyebab sawit tidak berbuah atau berbuah kecil yang wajib Anda ketahui.

  • Penggunaan bibit tidak unggul atau bibit palsu
  • Kekurangan unsur hara makro dan mikro
  • Pemupukan tidak tepat dosis dan waktu
  • Kondisi tanah kurang subur atau pH tidak sesuai
  • Drainase buruk dan lahan tergenang
  • Kekeringan berkepanjangan
  • Serangan hama dan penyakit
  • Penyerbukan tidak optimal
  • Jarak tanam terlalu rapat
  • Perawatan kebun kurang maksimal
  • Tanaman mengalami stres sejak fase awal tanam
  • Persaingan gulma yang tidak terkendali

Setiap kendala pada tanaman sawit tentu memiliki solusi jika ditangani dengan perawatan dan manajemen kebun yang tepat. Oleh karena itu, pastikan Anda menerapkan cara agar sawit cepat berbuah secara konsisten agar produksi tetap optimal dan berkelanjutan.

Baca Juga: 6 Nutrisi yang Dibutuhkan Kelapa Sawit agar Tumbuh Optimal

Cara Agar Sawit Cepat Berbuah dan Tidak Trek

Nah, setelah Anda mengetahui apa saja penyebab sawit tidak berbuah, selanjutnya Anda bisa mulai mempraktikkan cara agar sawit cepat berbuah dan tidak trek di bawah ini. Dengan menerapkan langkah-langkah yang sesuai, Anda dapat menjaga tanaman sawit tetap sehat, produktif, dan siap menghasilkan tandan berkualitas optimal.

Gunakan Bibit Unggul dan Bersertifikat

Pastikan Anda menanam bibit sawit unggul yang berasal dari sumber terpercaya. Bibit berkualitas memiliki pertumbuhan akar kuat, batang kokoh, dan potensi produksi tinggi. Pemilihan bibit yang tepat akan mempercepat tanaman memasuki fase generatif serta meminimalkan risiko pertumbuhan lambat.

Persiapkan Lahan dengan Baik

Pengolahan lahan yang optimal sangat menentukan perkembangan awal tanaman sawit. Pastikan pH tanah sesuai (sekitar 5,0–6,5), drainase lancar, dan struktur tanah gembur agar akar mudah berkembang. Lahan yang subur dan tidak tergenang akan membantu tanaman sawit tumbuh stabil tanpa gejala trek.

Atur Jarak Tanam Ideal

Jarak tanam sawit yang terlalu rapat dapat menyebabkan persaingan unsur hara dan sinar matahari. Gunakan pola tanam segitiga sama sisi dengan jarak ideal agar setiap tanaman mendapatkan ruang tumbuh yang cukup. Dengan begitu, proses fotosintesis berjalan maksimal dan pembentukan bunga menjadi lebih cepat.

Lakukan Pemupukan Tepat dan Teratur

Pemupukan menjadi kunci utama dalam cara agar sawit cepat berbuah dan tidak trek. Anda dapat menggunakan Rangkaian Produk GDM yang terdiri dari GDM SAME, GDM Black BOS, Pupuk Organik Cair (POC) GDM Spesialis Kelapa Sawit, dan Pupuk Organik Granule (POG).

  • GDM SAME: Membantu meningkatkan kesuburan tanah dan ketersediaan unsur hara.
  • GDM Black BOS: Berperan memperbaiki struktur tanah serta mengaktifkan mikroorganisme menguntungkan.
  • POC GDM Sawit: Mendukung pertumbuhan vegetatif sekaligus merangsang pembungaan dan pembuahan.
  • POG: Membantu menyediakan nutrisi jangka panjang dan memperkuat sistem perakaran.


Kendalikan Gulma, Hama, dan Penyakit

Gulma yang tidak terkendali akan menyerap unsur hara yang seharusnya digunakan tanaman sawit. Selain itu, serangan hama dan penyakit dapat menghambat pembentukan bunga dan buah. Lakukan sanitasi kebun secara rutin serta pengendalian terpadu agar tanaman tetap sehat dan produktif.

Pastikan Ketersediaan Air dan Sinar Matahari

Sawit membutuhkan intensitas cahaya penuh dan suplai air yang cukup untuk mendukung proses fotosintesis. Drainase yang baik di musim hujan serta ketersediaan air di musim kemarau akan menjaga pertumbuhan tetap stabil dan mencegah stres tanaman.

Panduan Pemupukan Kelapa Sawit Sejak Tanam 

Sebagai salah satu cara agar sawit cepat berbuah dan tidak trek, pemupukan dengan menggunakan Rangkaian Produk GDM harus dilakukan sejak awal. Penjelasan mengenai panduan panduan pemupukan kelapa sawit sejak awal tanam pada satu hektare lahan bisa Anda simak di bawah ini.  

Isi Baby Bag (- 1 HST)

Mulai cara agar sawit cepat berbuah dan tidak trek dengan menyiapkan media tanam pada baby polybag di fase pre nursery. Campurkan 2 kg GDM Black BOS ke dalam 20 liter air hingga homogen, lalu aplikasikan larutan tersebut ke media tanam agar mampu mendukung pertumbuhan bibit sawit secara maksimal.

Perendaman Benih (0 HST)

Sebelum ditanam, benih kelapa sawit sebaiknya direndam terlebih dahulu menggunakan larutan GDM Sawit dengan dosis 1 liter yang dicampurkan ke dalam 10 liter air. Perendaman ini dilakukan sekitar 30 menit untuk membantu merangsang proses perkecambahan sehingga benih dapat tumbuh lebih cepat serta memiliki pertumbuhan yang lebih merata.

Pemupukan (0 – 3 Bulan)

Dalam kurun waktu tiga bulan ini, aplikasikan pupuk GDM Sawit secara terjadwal setiap satu minggu sekali dengan takaran 0,5 liter untuk 200 bibit. Campurkan terlebih dahulu pupuk ke dalam tangki berisi air bersih hingga larut sempurna, lalu semprotkan secara merata ke seluruh bibit kelapa sawit.

Isi Polybag (- 6 HST)

Pada tahap main nursery ini, Anda perlu mengolah media tanam terlebih dahulu sebelum memindahkan bibit sawit ke polybag berukuran lebih besar. Anda cukup melarutkan 10 kg GDM Black BOS ke dalam 100 liter air, kemudian aplikasikan dengan cara disemprotkan secara merata ke seluruh polybag supaya media tanam lebih siap menunjang pertumbuhan bibit sawit secara maksimal.

Pemupukan (3 – 12 Bulan)

Pada fase pembesaran bibit, pemupukan dapat dilakukan setiap dua minggu sekali menggunakan GDM Sawit dengan dosis 1 liter. Campurkan 2 gelas GDM Sawit ke dalam satu tangki air, kemudian siramkan secara merata untuk setiap 100 bibit sawit.

Berikutnya, berikan POG GDM sebanyak 50 kg atau setara dengan 0,5 kg untuk setiap polybag. Setelah itu, campurkan 10 kg GDM Black BOS ke dalam 100 liter air, lalu semprotkan hingga merata ke seluruh polybag. Untuk aplikasi POG GDM dan GDM Black BOS pada tahap ini, cukup lakukan setiap enam bulan sekali.

Saat Tanam (0 HST)

Setelah bibit kelapa sawit dipindahkan ke lahan utama, aplikasikan GDM SAME dengan dosis 150 kg per hektare atau kurang lebih 1 kg untuk setiap lubang tanam, lalu sebarkan merata ke sekeliling bonggol sawit. Setelah itu, lakukan penyiraman pada lubang tanam menggunakan larutan GDM Black BOS sebanyak 10 kg yang telah dicampur ke dalam 100 liter air hingga meresap ke tanah. 

Sebagai langkah penutup, berikan GDM Sawit sebanyak 5 liter, atau kurang lebih 35 ml per tanaman. Untuk cara pengaplikasiannya, cukup kocorkan langsung GDM Sawit ke setiap lubang tanam agar nutrisi terserap optimal.

TBM (0 – 3 Tahun)

Fase TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) ini adalah fase yang paling krusial. Jika nutrisi yang diberikan optimal, tanaman sawit akan lebih cepat memasuki fase generatif atau fase berbunga dan berbuah. Hal ini tentu akan membuat produksi awal sawit lebih stabil, cepat, dan tidak mudah trek.

Untuk itu, Anda perlu menyiapkan 10 liter GDM Sawit, 280 liter POG, dan 10 kg GDM Black BOS pada fase TBM ini. Pertama, aplikasikan GDM Sawit sebanyak 70 ml per tanaman dan berikan secara rutin setiap dua bulan sekali agar pertumbuhan berlangsung maksimal.

Selanjutnya, tebarkan POG secara merata di area piringan dengan dosis 2 kg per tanaman sawit. Terakhir, encerkan GDM Black BOS terlebih dahulu dengan air menggunakan rasio 1:10, kemudian siramkan secara merata ke area piringan. Pemberian POG dan GDM Black BOS ini perlu dilakukan setiap enam bulan sekali secara berkala untuk mempercepat pembungaan dan pembuahan.

TM (≥ 3 Tahun)

Saat tanaman sawit telah memasuki fase Tanaman Menghasilkan (TM), pemupukan difokuskan untuk mendorong ukuran dan bobot tandan agar lebih optimal. Anda dapat mengaplikasikan 15 liter GDM Sawit, 7 liter GDM Sawit untuk injeksi, 350 liter POG, serta 10 kg GDM Black BOS. Pertama, berikan 100 ml GDM Sawit dengan cara dikocorkan ke setiap pohon, kemudian lanjutkan dengan injeksi batang sebanyak 50 ml per tanaman sawit setiap tiga bulan sekali.

Selanjutnya, aplikasikan POG sebanyak 2,5 kg dengan cara ditebar merata di area piringan sekitar pohon sawit. Terakhir, campurkan GDM Black BOS dengan air menggunakan perbandingan 1:10, lalu siramkan secara menyeluruh pada piringan. Pemberian POG dan GDM Black BOS ini sebaiknya dilakukan secara konsisten setiap enam bulan sekali guna membantu proses pembesaran sekaligus meningkatkan berat buah sawit secara maksimal.

Optimalkan Pertumbuhan Sawit dengan Rangkaian Nutrisi Produk GDM

Rangkaian Produk GDM adalah pupuk organik yang 100% terbuat dari bahan-bahan organik dan diformulasikan secara khusus untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhan serta produktivitas kelapa sawit. Dengan kandungan nutrisi lengkap serta dukungan mikroorganisme menguntungkan, produk ini membantu memperbaiki kesuburan tanah, memperkuat perakaran, serta merangsang pembentukan bunga dan buah agar sawit tidak mengalami trek.

Ini adalah saat yang tepat bagi Anda untuk meningkatkan hasil panen sawit dengan perawatan yang lebih tepat dan terarah. Segera KLIK BANNER di bawah ini sekarang jika Anda tertarik untuk menggunakan Rangkaian Produk GDM agar tanaman sawit tumbuh lebih sehat, cepat berbuah, serta menghasilkan panen yang optimal!



author-avatar

About WAHYU NURWIJAYO, SP

Seorang profesional di Industri Pertanian dengan selalu menerapkan sistem keseimbangan ekologi agar budidaya pertanian berjalan efektif & efisien serta hasil produksi meningkat