
Blog
6 Cara Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal Bagi Pemula

Saat ini, banyak peternak ikan pemula yang ingin mempelajari cara budidaya ikan patin di kolam terpal karena dinilai lebih memiliki banyak keuntungan. Dengan metode ini, siapa pun dapat memulai usaha ini tanpa harus memiliki pengalaman panjang di bidang perikanan.
Ikan patin sendiri dikenal sebagai komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan permintaan pasar yang stabil. Pertumbuhannya cepat, perawatannya relatif mudah, serta mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan.
Meskipun demikian, cara budidaya ikan patin di kolam terpal tidak bisa dianggap remeh dan harus dilakukan dengan tepat. Selain itu, perawatan yang tepat juga akan berpengaruh pada hasil panen dan harga jual ikan patin. Agar bisa mendapatkan keuntungan berlipat ganda, pelajarilah beberapa informasi penting dalam artikel ini!
Kenapa Kolam Terpal Menjadi Tempat Budidaya Ikan Patin?
Sebelum masuk ke cara budidaya ikan patin di kolam terpal, Anda perlu mengetahui bahwa kolam terpal menjadi pilihan populer untuk budidaya ikan patin karena proses pembuatannya mudah, biaya pembangunannya relatif rendah, dan dapat dipasang di lahan sempit. Material terpal yang kedap air membuat kualitas air lebih mudah dikontrol sehingga kondisi lingkungan untuk pertumbuhan ikan dapat dijaga tetap stabil.
Selain itu, kolam terpal memudahkan pembudidaya dalam melakukan perawatan, pengurasan air, serta pengendalian penyakit. Lingkungan kolam yang lebih bersih dan terkontrol akan membantu mengurangi risiko stres pada ikan patin, membuat pertumbuhannya lebih cepat dan tingkat kelangsungan hidupnya lebih tinggi. Hal inilah yang kemudian membuat banyak orang lebih memilih cara budidaya ikan patin di kolam terpal sebagai metode ternak ikan patin mereka.
6 Cara Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal
Budidaya ikan patin di kolam terpal membutuhkan langkah yang terstruktur, mulai dari persiapan kolam hingga penebaran bibit. Berikut cara budidaya ikan patin di kolam terpal yang bisa Anda praktikkan di rumah.
Menentukan Lokasi dan Ukuran Kolam Terpal
Mulailah cara budidaya ikan patin di kolam terpal dengan menentukan lokasi dan ukuran kolam terpal. Pilih lokasi yang datar, tidak tergenang saat hujan, dan mudah dijangkau untuk pengisian maupun pembuangan air.
Kemudian, ukuran kolam bisa disesuaikan kebutuhan, umumnya 3×4 meter atau 4×6 meter dengan kedalaman 80–100 cm sudah ideal untuk pemula. Pastikan kolam mendapat cahaya matahari cukup agar kualitas air tetap stabil.
Menyiapkan Rangka dan Pemasangan Terpal
Buat kerangka kolam dari bambu, kayu, atau besi sebagai penopang terpal agar kolam kokoh dan tidak mudah roboh. Setelah rangka siap, pasang terpal dengan rapi, pastikan semua sisi terikat kuat, dan buat saluran pembuangan di salah satu sudut untuk memudahkan pengurasan. Isi sedikit air untuk mengecek apakah terpal bocor atau tidak. Jika aman, kolam siap digunakan.
Pengisian Air dan Pengkondisian Kolam
Isi kolam dengan air bersih setinggi 70–80 cm dan diamkan selama 3–5 hari agar terbentuk mikroorganisme alami yang bermanfaat bagi ikan. Tambahkan probiotik atau pupuk organik cair bila perlu untuk memperbaiki ekosistem air. Proses ini akan membantu menstabilkan pH dan menurunkan kadar amonia air kolam.
Memilih dan Menyiapkan Bibit Patin
Gunakan bibit patin yang aktif, warna tubuh cerah, dan ukurannya seragam untuk menghindari kanibalisme. Bibit yang baik biasanya berumur 2–3 minggu dengan ukuran 20 gram. Hindari bibit yang luka atau berenang tidak seimbang karena berisiko tinggi sakit.
Proses Aklimatisasi Sebelum Penebaran
Sebelum ditebar, lakukan aklimatisasi dengan memasukkan plastik berisi bibit ke kolam selama 10–15 menit tanpa dibuka. Tujuannya, untuk menyesuaikan suhu air agar bibit tidak stres. Setelah suhu air kolam dan plastik menyamakan diri, barulah plastik dibuka secara perlahan dan biarkan bibit keluar sendiri ke dalam kolam.
Penebaran Bibit dengan Kepadatan Ideal
Tebarkan bibit patin dengan kepadatan 50 ekor per meter persegi untuk pertumbuhan optimal. Kepadatan yang tepat akan membantu ikan patin mendapatkan ruang gerak cukup serta mempermudah pengelolaan kolam ke depannya.

Berapa Lama Panen Ikan Patin di Kolam Terpal?
Dengan menerapkan cara budidaya ikan patin di kolam terpal di atas, Anda baru bisa memanen ikan patin sekitar 5–6 bulan sejak bibit ditebar. Pada periode tersebut, ikan patin biasanya sudah mencapai ukuran konsumsi dengan berat antara 700 gram hingga 1 kg per ekor yang merupakan standar pemanenan dan penjualan.
Selain cara budidaya ikan patin di kolam terpal yang diterapkan, kecepatan panen ikan patin sendiri sangat dipengaruhi oleh kualitas bibit, kestabilan air, serta pemberian pakan yang tepat selama proses pemeliharaan. Jika semua kondisi ideal, beberapa pembudidaya bahkan dapat memanen lebih cepat, yaitu sekitar 4,5–5 bulan, asalkan ukuran dan kesehatan ikan sudah memenuhi standar pasar.

6 Tips Merawat Ikan Patin di Kolam Terpal yang Tepat
Cara budidaya ikan patin di kolam terpal juga harus dibarengi dengan teknik perawatan yang tepat agar pertumbuhan dan kesehatannya tetap optimal. Ini dia beberapa tips merawat ikan patin di kolam terpal yang tepat dan bisa Anda praktikkan sendiri di rumah.
Jaga Kualitas Air Secara Konsisten
Pastikan air tetap bersih, tidak berbau, dan memiliki warna hijau muda yang menandakan kestabilan plankton. Pastikan juga pH air di kisaran 6–7 dan suhu antara 26–30°C. Lakukan penggantian air sekitar 10–20% setiap minggu sekali untuk menjaga kadar oksigen dan menekan risiko penyakit. Kondisi air yang stabil sangat berpengaruh pada nafsu makan serta pertumbuhan ikan patin.
Atur Kepadatan Ikan Sesuai Kapasitas Kolam
Jangan menebar bibit terlalu padat agar ikan patin tidak stres dan dapat tumbuh merata. Kepadatan ideal berkisar 50 ekor ikan patin per meter persegi. Ruang gerak yang cukup akan membantu ikan patin hidup lebih sehat dan mempermudah pengelolaan pakan serta kebersihan kolam.
Berikan Pakan Berkualitas dan Teratur
Gunakan pakan utama berupa pelet berkualitas dengan kadar protein 25–30% untuk mendukung pertumbuhan optimal ikan patin. Berikan pakan 2–3 kali sehari sesuai kebutuhan, dan pastikan tidak berlebihan agar air kolam tetap bersih. Variasikan pakan utama dengan pakan tambahan, seperti pelet fermentasi atau pakan alami, agar ikan semakin cepat besar.
Berikan Nutrisi dan Suplemen Tambahan
Untuk meningkatkan kesuksesan cara budidaya ikan patin di kolam terpal serta mempercepat pertumbuhan dan menjaga daya tahan ikan patin, berikan tambahan nutrisi atau suplemen organik yang berkualitas tinggi. Salah satu suplemen tambahan yang sangat kami rekomendasikan adalah rangkaian produk GDM, yaitu:
- GDM SAME: Membantu menumbuhkan mikroorganisme baik sehingga kolam tetap stabil.
- GDM Black BOS: Berfungsi memperbaiki kualitas air dan mengoptimalkan lingkungan hidup ikan patin.
- Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan (SOC GDM Ikan): Untuk meningkatkan nafsu makan, mempercepat pertumbuhan, serta memperkuat imun ikan patin.
- Pupuk Organik Granule GDM: Membantu menumbuhkan plankton alami yang menjadi pakan tambahan bernutrisi.
Kontrol Oksigen dan Sirkulasi Air
Gunakan aerator untuk menjaga kadar oksigen terlarut, terutama jika kolam memiliki kepadatan cukup tinggi. Patin memang tahan terhadap kondisi minim oksigen, tetapi suplai oksigen yang baik tetap penting untuk menjaga metabolisme, kesehatan, dan perkembangan optimal ikan.
Rutin Memantau Kondisi Ikan
Pantaulah aktivitas ikan patin setiap hari, terutama saat makan. Patin yang sehat biasanya aktif dan responsif. Jika ditemukan ikan patin yang lemas, mengapung, atau nafsu makannya menurun, lakukan pengecekan kualitas air dan pisahkan ikan yang terlihat sakit untuk menghindari penularan.
Baca Juga: Rekomendasi Vitamin Ikan Lele agar Cepat Besar, Sehat, &
Petunjuk Pemakaian Rangkaian Produk GDM untuk Merawat Ikan Patin
Dalam proses cara budidaya ikan patin di kolam terpal, penggunaan rangkaian produk GDM menjadi solusi efektif untuk menjaga kualitas air sekaligus meningkatkan kesehatan ikan. Petunjuk pemakaian rangkaian produk GDM untuk merawat ikan patin bisa Anda simak di bawah ini!
Persiapan Kolam (-10 HST)
Untuk persiapan kolam terpal, Anda perlu menebarkan GDM SAME dosis 250 gram/m² secara merata ke dasar kolam terpal saat sedang melakukan pengeringan. Kemudian, larutkan 100 gram/m² GDM Black BOS dengan sedikit air dan semprot merata ke dinding dan dasar kolam terpal.
Setelah itu, jika pH air kolam kurang dari 6, taburkan 250 gram/m² kapur dolomit secara merata. Langkah terakhir, masukkan air ke dalam kolam terpal hingga setinggi 30 cm.
Pra-Tebar (-5 HST)
Setelah 5 hari dibiarkan, semprotkan air kolam dengan 50 ml/m² SOC GDM Ikan secara merata. Tahap ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas air kolam agar lebih optimal bagi pertumbuhan bibit ikan patin nantinya. Setelah itu, masukkan air sampai setinggi 20 cm dari bibir atas kolam terpal.
Tebar Bibit (0 HST)
Lima hari kemudian, padat tebarkan bibit ikan patin sebanyak 50 ekor/m². Sebaiknya padat tebarkan bibit ikan patin yang sudah berukuran 200 gram. Dengan ini, ikan patin Anda akan terhindar dari stres akibat kepadatan yang tinggi.
Aplikasi SOC dan POG
Untuk aplikasi rutin, siapkan SOC GDM Ikan dan Pupuk Organik Granule (POG). Langkah pertama, aplikasikan SOC GDM ikan setiap hari pada pakan ikan patin. Caranya, campurkan SOC GDM Ikan dosis 10 ml/Kg pakan dengan air secukupnya, kemudian semprotkan secara merata pada pakan dan diamkan sekitar 15 menit sebelum diberikan.
Langkah kedua, semprotkan SOC GDM Ikan dosis 10 ml/m² secara merata pada air kolam setiap 1 minggu sekali. Langkah ketiga, tebarkan POG GDM dosis 10 gram/m² secara merata ke air kolam setiap 1 bulan sekali. Dengan aplikasi rutin ini, Anda bisa meningkatkan kesuksesan cara budidaya ikan patin di kolam terpal dengan perawatan yang lebih aman dan alami.
Perawatan (Insidentil)
Lakukan pengecekan pada air kolam dan ikan patin secara rutin. Apabila kadar amonia tinggi atau ada indikasi ikan patin terkena penyakit, aplikasikan GDM Black BOS dengan dosis 50 gram/m². Caranya, larutkan GDM Black BOS dengan sedikit air, kemudian taburkan ke air kolam secara merata.
Dukung Pertumbuhan Ikan Patin agar Cepat Besar dengan Rangkaian Produk GDM!
Dukung pertumbuhan ikan patin Anda dengan rangkaian produk GDM yang diformulasikan dari bahan-bahan alami, aman, dan ramah lingkungan. Kombinasi mikroorganisme menguntungkan di dalamnya dapat membantu menstabilkan kualitas air, meningkatkan nafsu makan, dan memperkuat daya tahan ikan tanpa menimbulkan efek negatif pada lingkungan kolam.
Jika Anda ingin kolam terpal tetap bersih, ikan patin tumbuh cepat, dan hasil panen lebih maksimal, rangkaian produk GDM adalah pilihan yang tepat. Ayo, gunakan produk asli GDM sekarang juga dan lakukan konsultasi GRATIS bersama tim ahli GDM cukup dengan KLIK BANNER berikut!























