Tanaman Buah

5 Cara Menanam Durian Efektif agar Hasil Panen Maksimal  

cara menanam durian

Cara menanam durian menjadi topik yang banyak dicari, terutama bagi Anda yang ingin memanfaatkan lahan untuk budidaya buah bernilaii tinggi. Durian dikenal sebagai raja buah dengan permintaan pasar yang stabil dan harga jual yang menjanjikan. 

Tak heran, jika semakin banyak orang tertariik untuk mulai menanam durian, baik untuk kebutuhan pribadi maupun peluang bisnis jangka panjang.  Namun, menanam durian tidak bisa dilakukan secara asal. Dibutuhkan pemahaman dasar agar tanaman dapat tumbuh optimal dan menghasilkan buah berkualitas. 

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui pendekatan yang benar sejak awal agar tidak mengalami kerugian di kemudian hari. Dengan memahami prinsip dasarnya, menanam durian bisa menjadi aktivitas yang lebih terarah dan menguntungkan.


Banner Artikel CTA Pertanian GDM Desktop 1
Banner Artikel CTA Pertanian GDM Mobile 1

Pemilihan Jenis Durian

Indonesia sebagai negara tropsi dengan tanah subur memiliki beragam varietas durian unggulan yang tak hanya lezat, tetapi juga bernilai ekonomis tinggi. Setiap jenis durian menawarkan karaktertistik yang berbeda , mulai dari rasa, aroma, hingga ketahanan tanaman, sehingga penting untuk memilih varietas yang tepat sesuai kondisi lahan. 

Durian Montong

Durian montong dikenal dengan ukurannya yang besar dan daging buah berwarna kekuningan. Teksturnya tebal dengan biji kecil, serta memiliki rasa manis yang dominan dan aroma yang harum. Meski harganya relatif mahal di pasaran, durian ini tetap menjadi favorit dan banyak diburu saat musim panen tiba.

Durian Petruk

Berasal dari Jepara, durian petruk memiliki daging buah yang cukup tebal dengan perpaduan rasa manis dan sedikit pahit. Keunggulan lainnya terletak pada pertumbuhannya yang cepat, karena dapat mulai berbuah dalam waktu kurang dari 5 tahun. Selain itu, jenis ini cocok ditanam di dataran rendah dan memiliki harga yang lebih terjangkau.

Durian Bawor

Durian bawor merupakan hasil persilangan dari berbagai jenis durian unggulan yang dibudidayakan di Banyumas. Buahnya berukuran besar dengan daging tebal serta biji kecil dan tipis. Rasanya manis dengan sedikit sentuhan pahit, serta aromanya tidak terlalu menyengat, sehingga lebih ramah bagi yang kurang menyukai bau durian yang kuat.

Durian Duri Hitam

Durian duri hitam dikenal mudah dibudidayakan dan memiliki daya tahan yang baik terhadap kondisi cuaca kering. Tanaman ini juga dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Ciri khasnya terletak pada ujung duri yang berwarna kehitaman, dengan rasa buah yang manis, legit, gurih, serta tidak lengket saat disentuh.

Baca Juga: Obat Perangsang Akar Tanaman Durian, Menunjang Pertumbuhan

Cara Menanam Durian yang Efektif

Agar pohon durian dapat tumbuh optimal dan menghasilkan buah berkualitas, diperlukan langkah yang tepat sejak awal. Cara menanam durian tak hanya soal menanam bibit, tetapi juga memastikan setiap tahap dilakukan dengan benar. Dengan pendekatan yang tepat, pertumbuhan tanaman bisa lebih cepat, sehat, dan memiliki potensi berbuah lebih lebat. 

Syarat Tumbuh Durian

Tanpa memenuhi syarat tumbuh yang tepat, proses penanaman dan perawatan yang sudah dilakukan bisa menjadi kurang maksimal. Oleh karena itu, memahami faktor dasar ini menjadi langkah awal yang tidak boleh dilewatkan sebelum mulai menanam durian. 

Iklim

Durian tumbuh optimal di daerah dengan curah hujan 1.500–3.500 mm per tahun dan suhu 20–30°C, karena kondisi ini mendukung pembentukan bunga dan buah. Tanaman muda sebaiknya diberi naungan agar tidak stres akibat sinar matahari langsung, sedangkan pohon dewasa membutuhkan paparan cahaya sekitar 60–80% untuk fotosintesis yang maksimal.

Ketinggian Dataran Wilayah

Ketinggian lokasi tanam berpengaruh besar terhadap produktivitas durian, dengan kondisi ideal di bawah 800 mdpl. Pada dataran rendah hingga menengah, suhu lebih stabil sehingga pertumbuhan lebih cepat dan peluang berbuah lebih tinggi dibandingkan daerah dataran tinggi.

Kadar pH Tanah

Durian membutuhkan tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase baik dengan pH ideal 5–7. Tanah seperti grumosol dan andosol cocok digunakan, serta perlu dipastikan tidak tergenang air agar akar tidak mudah membusuk.

Persiapan Lahan Tanam

Cara menanam durian agar cepat berbuah tidak lepas dari tahap persiapan lahan yang tepat. Pada tahap ini, Anda perlu memastikan kondisi tanah sudah sesuai sekaligus memberikan nutrisi awal agar tanaman dapat tumbuh optimal sejak awal penanaman. Persiapan yang baik akan membantu akar berkembang lebih kuat dan mempermudah proses penyerapan unsur hara.

Kualitas Tanah

Tanah yang digunakan sebaiknya memiliki pH netral hingga sedikit asam, yaitu sekitar 5–7, serta termasuk jenis tanah subur seperti grumosol atau andosol. Pastikan tanah memiliki struktur yang gembur dan tidak mudah tergenang air agar akar durian tidak membusuk. Sebelum tanam, Anda juga bisa menambahkan pupuk dasar seperti GDM SAME sekitar 0,5 kg per lubang tanam untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah.

Pengolahan Lahan

Bersihkan lahan dari gulma, batu, dan sisa tanaman agar tidak mengganggu pertumbuhan durian. Setelah itu, lakukan penggemburan tanah dengan mencangkul hingga kedalaman sekitar 30 cm agar akar mudah berkembang. 

Pada tahap ini, semprotkan GDM Black BOS yang telah dicampur air ke area lubang tanam untuk meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah, sehingga lahan menjadi lebih subur dan siap ditanami. 



Pemilihan Bibit Tanaman Durian

Pemilihan bibit menjadi langkah penting dalam cara menanam durian karena sangat menentukan kualitas dan hasil panen ke depannya. Bibit yang tepat akan lebih cepat tumbuh, tahan terhadap penyakit, dan memiliki potensi berbuah lebih optimal.

Karakteristik

Pilih bibit yang terlihat segar, tidak layu, dan memiliki batang yang kokoh serta tidak cacat. Bibit yang baik biasanya memiliki percabangan lebih dari dua arah dan menunjukkan pertumbuhan tunas baru, yang menandakan tanaman dalam kondisi sehat dan aktif berkembang. Selain itu, pastikan daun berwarna hijau segar dan bebas dari hama atau penyakit.

Jenis Bibit

Agar hasil panen lebih maksimal, gunakan bibit unggulan seperti bawor, musang king, atau montong yang sudah terbukti produktif dan memiliki nilai jual tinggi. Disarankan memilih bibit hasil sambung atau okulasi karena cenderung lebih cepat berbuah dibandingkan bibit dari biji. Dengan memilih jenis yang tepat, Anda bisa menyesuaikan dengan kondisi lahan sekaligus target pasar.

Cara Menanam Durian

Setelah semua persiapan dilakukan, tahap selanjutnya adalah proses penanamaan bibit yang harus dilakuakn dengan hati-hati. Langkah yang tepat akan membantu tanaman beradaptasi lebih cepat dan meminimalkan risiko kerusakan pada akar. Berikut langkah-langkah yang bisa diikuti: 

  • Pilih bibit durian yang berkualitas, sehat, dan memiliki batang yang kokoh.
  • Olah lahan terlebih dahulu dengan cara dibajak, menggunakan traktor, atau dicangkul hingga tanah menjadi gembur.
  • Cek pH tanah, jika terlalu asam taburkan dolomit secara merata untuk menetralkannya.
  • Pastikan suhu lingkungan berada di kisaran 20–30°C agar bibit dapat tumbuh optimal.
  • Lepaskan polybag secara perlahan dan hati-hati agar akar tidak rusak atau putus.
  • Tanam bibit ke dalam lubang tanam, lalu timbun kembali dengan tanah hingga rapat.
  • Lakukan penyiraman secara rutin untuk menjaga kelembapan, sekitar 1–2 kali sehari saat musim kemarau, dan sesuaikan saat musim hujan.

Pemupukan Dasar Saat Tanam

Selain proses penanaman, pemberian pupuk dasar juga menjadi bagian penting dalam cara menanam durian agar tanaman bisa tumbuh subur sejak awal. Pemupukan ini bertujuan untuk menyediakan unsur hara yang cukup bagi akar sehingga bibit dapat beradaptasi lebih cepat dan tumbuh optimal. Berikut pemupukan dasar yang bisa dilakukan:

  • Masukkan pupuk dasar seperti GDM SAME sebanyak ±0,5 kg ke dalam setiap lubang tanam.
  • Campurkan pupuk dengan tanah galian agar nutrisi dapat tersebar merata.
  • Diamkan lubang tanam selama beberapa hari sebelum penanaman agar kondisi tanah lebih stabil.
  • Larutkan GDM POC Buah dengan dosis ±500 ml (±2 gelas) per tangki air, lalu semprotkan ke dalam lubang tanam secara merata.
  • Pastikan kondisi tanah tidak terlalu padat agar akar dapat menyerap nutrisi dengan maksimal


Cara Perawatan Pohon Durian

Perawatan yang tepat sangat penting dalam cara menanam durian agar tanaman tetap sehat dan mampu berbuah lebat. Dengan perawatan rutin, pertumbuhan pohon akan lebih optimal dan risiko serangan hama maupun penyakit bisa diminimalkan.

Pemangkasan

Lakukan pemangkasan secara rutin untuk merangsang pertumbuhan cabang baru dan menjaga bentuk tajuk pohon tetap rapi. Pangkas cabang yang kering, rusak, atau tumbuh tidak beraturan agar nutrisi terfokus pada bagian yang produktif. Waktu terbaik pemangkasan adalah saat tanaman tidak sedang berbunga atau berbuah.

Irigasi Lahan

Penyiraman perlu disesuaikan dengan usia tanaman dan kondisi cuaca. Bibit yang baru ditanam sebaiknya disiram setiap hari agar tidak kekeringan, sedangkan tanaman yang sudah berusia sekitar 1 bulan bisa disiram 2–3 kali seminggu. Pastikan tanah tetap lembap, tetapi tidak tergenang agar akar tidak membusuk.

Penanganan Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan sejak dini agar tidak merusak tanaman. Anda bisa menyemprotkan insektisida dan fungisida setiap 2 minggu sekali atau sesuai kondisi di lapangan. Selain itu, rutin cek daun dan batang untuk mendeteksi gejala awal seperti bercak atau lubang, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Pemupukan Secara Rutin

Pemupukan pada tanaman durian perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup selama masa pertumbuha. Anda bisa menggunakan pupuk organik dengan menggunakan dosis yang sesuai dengan usia pohon. 

Untuk hasil yang lebih optimal, gunakan produk GDM sebagai solusi nutrisi tambahan agar tanaman tumbuh lebih subur dan produktif. Berikut rekomendasi produk dan panduan lengkapnya. 

Baca Juga: Pupuk Durian agar Cepat Berbuah, Solusi Tingkatkan Hasil Panen

Panduan Aplikasi Pemupukan Pohon Durian

Agar pertumbuhan dan hasil buah lebih maksimal, cara menanam durian juga perlu didukung dengan pemupukan yang tepat dan terjadwal. Pemupukan dilakukan secara bertahap sesuai usia tanaman menggunakan paket lengkap pupuk GDM, yaitu GDM SaMe Granule Bio Organic, GDM Black BOS, dan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Buah.

Pemupukan I

Pemupukan tahap pertama dilakukan pada tanaman usia 0–2 tahun untuk mendukung pertumbuhan awal. Gunakan GDM SaMe sebanyak ±0,5 kg per tanaman yang diaplikasikan setiap 6 bulan sekali dengan cara ditabur di sekitar perakaran. 

Tambahkan GDM Black BOS dengan dosis 1 gelas air mineral per tangki dan semprotkan ke tanah untuk meningkatkan kesuburan. Sementara itu, Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Buah digunakan sebanyak 500 ml yang diaplikasikan setiap 1–2 minggu sekali untuk membantu pertumbuhan vegetatif.

Pemupukan II

Pada usia tanaman 2–4 tahun, kebutuhan nutrisi meningkat seiring pertumbuhan tanaman. Dosis GDM SaMe ditingkatkan menjadi ±1 kg per tanaman setiap 6 bulan sekali. Untuk GDM Black BOS, dosis dan cara aplikasinya tetap sama seperti sebelumnya. Sedangkan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Buah tetap digunakan 500 ml, namun frekuensi aplikasinya menjadi 1 bulan sekali untuk menyesuaikan kebutuhan tanaman.

Pemupukan III

Pemupukan tahap ketiga dilakukan pada tanaman usia di atas 4 tahun atau saat mulai memasuki fase produktif. Dosis GDM SaMe kembali ditingkatkan menjadi ±2 kg per tanaman setiap 6 bulan sekali untuk menunjang pembentukan buah. GDM Black BOS tetap digunakan dengan dosis yang sama seperti tahap sebelumnya. Sementara itu, Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Buah tetap diaplikasikan secara rutin setiap 1 bulan sekali guna menjaga kualitas dan kuantitas buah yang dihasilkan.


Pupuk Organik Cair GDM
Spesialis Buah
  • Menyediakan Nutrisi Lengkap untuk Tanaman
  • Meningkatkan Kesuburan Tanah
  • Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Hasil Panen
  • Mencegah Serangan Penyakit
  • Mengurangi Ketergantungan pada Pupuk Kimia

Panen Durian

Pohon durian umumnya mulai berbuah pada usia sekitar 3 tahun, tergantung jenis dan perawatannya. Buah durian biasanya siap dipanen dalam waktu 90–130 hari setelah bunga mekar, dengan proses pematangan yang berlangsung bertahap hingga sekitar 10 minggu dari buah pertama hingga terakhir.

Pemanenan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu memetik buah saat sudah tua lalu diperam hingga matang, atau menunggu buah jatuh secara alami dari pohon. Metode petik cocok untuk menjaga kualitas buah tetap utuh, sedangkan metode jatuh biasanya menghasilkan rasa yang lebih matang dan khas.

Dukung Pertumbuhan Durian Lebih Optimal dengan Rangkaian Produk GDM 

Dengan memahami cara menanam durian mulai dari pemilihan bibit, persiapan lahan, teknik penanaman, hingga perawatan dan pemupukan yang tepat, Anda bisa meningkatkan peluang tanaman tumbuh subur dan berbuah lebat. Setiap tahap memiliki peran penting dalam menentukan kualitas hasil panen, sehingga perlu dilakukan secara konsisten dan sesuai anjuran.

Jika Anda ingin hasil yang lebih optimal dan terarah, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan tim GDM. Klik banner di bawah ini sekarang untuk mendapatkan solusi dan pendampingan terbaik dalam budidaya durian Anda!


Banner Promo Pupuk Organik Cair GDM
Banner Mobile Promo Pupuk Organik Cair GDM

author-avatar

About WAHYU NURWIJAYO, SP

Seorang profesional di Industri Pertanian dengan selalu menerapkan sistem keseimbangan ekologi agar budidaya pertanian berjalan efektif & efisien serta hasil produksi meningkat