6 Cara Mencangkok Pohon Murbei agar Akar Kuat dan Buah Lebat

Cara mencangkok pohon murbei menjadi salah satu metode yang banyak dipilih karena hasilnya cenderung lebih cepat berbuah dibanding menanam dari biji. Dengan teknik yang tepat, Anda bisa memperoleh bibit murbei yang memiliki sifat unggul dari induknya sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih terarah dan produktif.
Namun, cara mencangkok pohon murbei tidak bisa dilakukan sembarangan. Anda perlu memahami langkah-langkah yang tepat agar akar tumbuh kuat dan tanaman berbuah lebat. Karena itu, bagi Anda yang tertarik mencangkok pohon murbei, langsung saja baca artikel ini sampai habis!


Pohon Murbei Cocok Ditanam Dimana?
Sebelum membahas cara mencangkok pohon murbei, penting untuk diketahui bahwa pohon murbei cocok ditanam di daerah beriklim tropis hingga subtropis dengan sinar matahari penuh sepanjang hari. Tanaman ini dapat tumbuh optimal di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, dengan suhu ideal berkisar antara 20–32°C. Selain itu, murbei bisa ditanam di pekarangan rumah, kebun, maupun dalam pot besar selama kebutuhan cahaya dan nutrisinya terpenuhi.
Secara umum, tanaman murbei bukan termasuk tanaman merambat, tetapi memiliki cabang yang menjuntai panjang dan cenderung merambat sehingga sering membutuhkan ajir atau penopang agar dapat tumbuh lebih tegak. Meskipun disebut pohon, banyak jenis murbei yang tumbuh menyerupai semak dengan batang yang menjalar hingga sekitar 4,5–6 meter.
Untuk waktu penanaman, murbei sebaiknya ditanam pada awal musim hujan agar kebutuhan air tercukupi secara alami dan tanaman dapat beradaptasi lebih cepat. Namun, Anda tetap bisa menanamnya di musim kemarau selama penyiraman dilakukan secara rutin dan kebutuhan air tetap terpenuhi. Dengan demikian, Anda bisa menerapkan cara mencangkok pohon murbei sebelum memasuki musim hujan.
Berapa Tahun Pohon Murbei Berbuah?
Jika Anda menerapkan cara mencangkok pohon murbei secara tepat, pohon murbei umumnya sudah mulai berbuah dalam waktu sekitar 6 bulan hingga 1 tahun setelah tanam. Sementara itu, jika ditanam dari biji, waktu berbuah biasanya lebih lama, yaitu sekitar 1,5 hingga 2 tahun.
Biasanya, puncak produksi buah murbei terjadi pada musim kemarau hingga awal musim hujan, sekitar bulan Mei hingga September, meskipun dalam kondisi optimal tanaman bisa berbuah sepanjang tahun. Dengan menerapkan cara mencangkok pohon murbei yang tepat serta perawatan yang baik, Anda dapat memaksimalkan hasil panen buah yang lebat dan berkualitas.
Baca Juga: 8 Cara Menanam Murbei dari Bibit hingga Panen Melimpah
6 Cara Mencangkok Pohon Murbei
Nah, kalau Anda sudah memahami beberapa sifat pohon murbei di atas, langkah selanjutnya adalah mulai melakukan proses pencangkokan. Dengan mengikuti cara mencangkok pohon murbei berikut ini, Anda dapat meningkatkan keberhasilan pembentukan akar sehingga tanaman dapat tumbuh lebih kuat dan optimal.
Pilih Cabang yang Tepat
Langkah pertama cara mencangkok pohon murbei adalah memilih cabang murbei yang sehat, tidak terlalu tua maupun terlalu muda, serta memiliki diameter kurang lebih sebesar pensil. Cabang yang baik biasanya berwarna cokelat kehijauan dan tidak terserang hama atau penyakit. Pemilihan cabang ini sangat penting karena akan memengaruhi keberhasilan pembentukan akar.
Kupas Kulit Batang
Sayat kulit batang secara melingkar sepanjang 3–5 cm menggunakan pisau tajam. Setelah itu, kupas kulit hingga bersih dan pastikan lapisan kambium ikut terangkat agar tidak menyatu kembali. Tahap ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan akar pada bagian yang dilukai.
Bersihkan dan Keringkan Luka
Biarkan bagian batang yang telah dikupas selama beberapa saat hingga agak kering. Proses ini membantu mencegah pembusukan dan memastikan akar dapat tumbuh dengan baik saat media cangkok dipasang.
Bungkus dengan Media Cangkok
Gunakan media, seperti tanah gembur, lumut, atau campuran tanah dan kompos yang sudah dibasahi. Tempelkan media tersebut pada bagian batang yang dikupas, lalu bungkus menggunakan plastik atau sabut kelapa. Terakhir, ikat kedua ujung bungkus dengan rapat agar media tidak lepas.
Ikat dan Pastikan Posisi Kokoh
Pastikan ikatan pada bagian atas dan bawah cukup kuat agar media tetap menempel pada batang. Posisi cangkok harus kokoh dan tidak mudah bergeser terkena angin atau hujan sehingga proses pembentukan akar dapat berlangsung optimal.
Tunggu Hingga Akar Tumbuh
Biarkan cangkokan selama beberapa minggu hingga akar mulai terlihat memenuhi media. Ciri cangkok yang berhasil adalah munculnya banyak akar berwarna putih kecokelatan. Setelah akar cukup kuat, cangkok siap dipotong dari induknya untuk ditanam sebagai tanaman baru.
Baca Juga: 6 Tahapan Cara Menanam Pohon Bidara dari Biji dan Stek yang Tepat untuk Budidaya Optimal
Perawatan Pohon Murbei yang Dicangkok agar Hasil Optimal
Jika cara mencangkok pohon murbei di atas berhasil, Anda perlu melakukan perawatan secara tepat pada pohon murbei hasil cangkokan. Untuk itu, ikutilah cara perawatan pohon murbei yang dicangkok agar tanaman dapat tumbuh sehat dan cepat berbuah.
Penyiraman Secara Rutin
Hasil cangkokan dari cara mencangkok pohon murbei yang sudah ditanam membutuhkan penyiraman rutin agar tidak mengalami stres. Lakukan penyiraman 1–2 kali sehari, terutama pada pagi dan sore hari. Kemudian, pastikan media tanam tetap lembap, tetapi tidak tergenang agar akar tidak membusuk.
Penempatan di Lokasi yang Tepat
Letakkan tanaman murbei di area yang mendapatkan sinar matahari penuh minimal 6–8 jam per hari. Paparan sinar matahari yang cukup sangat penting untuk mendukung proses fotosintesis, pertumbuhan cabang, serta pembentukan bunga dan buah.
Pemangkasan Cabang
Lakukan pemangkasan secara berkala untuk membentuk tajuk tanaman dan merangsang pertumbuhan tunas baru. Pemangkasan juga membantu sirkulasi udara lebih baik serta mengurangi risiko serangan hama dan penyakit.
Pemupukan dengan Nutrisi Lengkap
Agar pertumbuhan dan hasil buah lebih optimal, lakukan pemupukan secara rutin pada pohon murbei menggunakan Rangkaian Produk GDM yang 100% terbuat dari bahan-bahan organik. Terdapat 3 jenis pupuk yang bisa Anda gunakan, yaitu sebagai berikut:
- GDM Black BOS: Untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme baik.
- Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Buah-Buahan (GDM Buah): Untuk mempercepat pertumbuhan sekaligus merangsang pembungaan dan pembuahan.
- Pupuk Organik Granule (POG): Sumber nutrisi lengkap yang membantu memperkuat akar dan menjaga kesuburan tanah.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Perhatikan kondisi tanaman secara rutin untuk mendeteksi adanya hama atau penyakit sejak dini. Jika ditemukan gejala serangan, segera lakukan penanganan dengan pestisida organik atau cara alami agar tidak mengganggu pertumbuhan dan produktivitas tanaman murbei.
Pemasangan Ajir atau Penopang
Karena pohon murbei memiliki cabang yang cenderung menjuntai, gunakan ajir atau penopang untuk membantu tanaman tumbuh tegak. Penopang ini juga menjaga tanaman tetap stabil saat terkena angin dan membantu pembentukan struktur tanaman yang rapi.
Panduan Pemupukan Pohon Murbei yang Dicangkok
Untuk mengoptimalkan pertumbuhan hasil dari cara mencangkok pohon murbei, Anda perlu melakukan pemupukan menggunakan Rangkaian Produk GDM secara tepat. Berikut panduan pemupukan yang dapat diterapkan pada pohon murbei yang dicangkok.
Pemupukan I (0 – 1 Tahun)
Pada fase awal pertumbuhan, hasil cangkokan dari cara mencangkok pohon murbei membutuhkan nutrisi untuk memperkuat akar dan merangsang pertumbuhan vegetatif. Gunakan Pupuk Organik Granule (POG) sebanyak 50 kg/Ha atau 100 gram per lubang tanam dan aplikasikan setiap 4 bulan sekali untuk membantu memperbaiki struktur tanah dan menyediakan unsur hara dasar.
Selanjutnya, aplikasikan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Buah-Buahan (GDM Buah) dengan dosis 5 liter/Ha menggunakan takaran 500 ml per tangki, lalu semprotkan secara merata ke seluruh bagian tanaman setiap 1 minggu sekali. Pemupukan ini berfungsi untuk merangsang pertumbuhan daun dan cabang tanaman murbei.
Terakhir, gunakan GDM Black BOS sebanyak 5 kg/Ha dengan takaran 1 gelas per tangki, lalu semprotkan ke area lubang tanam setiap 4 bulan sekali. Pemupukan ini berfungsi untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah, memperkaya mikroorganisme baik, memperkuat akar, serta mempercepat adaptasi tanaman di lingkungan barunya.
Pemupukan II (≥ 1 Tahun)
Memasuki usia di atas 1 tahun, kebutuhan nutrisi tanaman murbei meningkat seiring dengan fase pembungaan dan pembuahan. Gunakan Pupuk Organik Granule (POG) sebanyak 100 kg/Ha atau 200 gram per lubang tanam dan aplikasikan setiap 4 bulan sekali untuk menjaga kesuburan dan kualitas tanah.
Selanjutnya, aplikasikan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Buah-Buahan (GDM Buah) dengan dosis 8 liter/Ha menggunakan takaran 500 ml per tangki, lalu semprotkan secara merata ke seluruh bagian tanaman setiap 1 minggu sekali. Pemupukan ini berfungsi untuk merangsang pembungaan dan meningkatkan kualitas buah.
Terakhir, gunakan GDM Black BOS sebanyak 5 kg/Ha dengan takaran 1 gelas per tangki, lalu semprotkan ke area lubang tanam setiap 4 bulan sekali. Pemupukan ini berfungsi untuk menjaga kesuburan tanah serta kestabilan mikroorganisme pendukung pertumbuhan tanaman murbei.
Dengan pemupukan menggunakan produk GDM tersebut, tanaman murbei tidak hanya tumbuh lebih sehat, tetapi juga lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Selain itu, produktivitas buah dapat meningkat secara signifikan, baik dari segi jumlah maupun kualitas, sehingga Anda dapat memperoleh hasil panen yang maksimal dan berkelanjutan.
Naikkan Produktivitas Pohon Murbei Hasil Cangkok dengan Rangkaian Produk GDM!
Ingin hasil panen murbei cangkok Anda semakin melimpah dan berkualitas? Saatnya Anda mengoptimalkan pertumbuhan dan pembuahan tanaman murbei dengan Rangkaian Produk GDM. Dengan penggunaan yang tepat dan rutin, tanaman murbei Anda akan tumbuh lebih sehat, kuat, dan produktif.
Ayo, naikkan produktivitas murbei cangkok Anda hanya dengan menggunakan Rangkaian Produk GDM yang 100% terbuat dari bahan-bahan organik. Caranya, cukup KLIK BANNER di bawah ini dan Anda akan langsung terhubung dengan tim ahli GDM sekarang juga!

















