Cara Pembenihan Ikan Bandeng yang Tepat: Panduan untuk Pemula

Usaha di bidang perikanan khususnya bandeng, bukan hanya budidaya untuk dijual saat ikannya siap dimasak saja. Tapi, menjajaki bisnis agro bibit ikan bandeng menjadi keputusan terbaik karena peluang usahanya cukup menjanjikan. Dengan cara pembenihan ikan bandeng yang tepat, Anda bisa menghasilkan bibit berkualitas, sehingga nilai jual bakal lebih tinggi.
Namun, agar usaha agro bibit ikan bandeng berjalan lancar, Anda juga perlu memahami perawatannya dari awal hingga bibit siap dijual. Faktor utama keberhasilan dalam pembenihan adalah daya tetas telur yang tinggi. Kondisi ini bisa diperoleh jika Anda mengoptimalkan salinitas media pemeliharaan ikan bandeng.


Peluang Usaha Bibit Ikan Bandeng (Nener)
Ikan bandeng atau yang juga disebut dengan nener merupakan salah satu ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Bahkan ikan yang memiliki rasa lezat dan bergizi tinggi ini juga di ekspor di seluruh dunia.
Data Badan Pusat Statistik mengungkapkan bahwa pada 2020, Indonesia telah mengekspor ikan segar sebanyak lebih dari 57 ton ke berbagai negara.
Ikan tersebut salah satunya adalah ikan bandeng. Selain untuk di ekspor, ikan bandeng juga banyak diminati masyarakat dan menjadi sajian wajib pada kegiatan-kegiatan tertentu.
Melakukan budidaya ikan bandeng sangat berpotensi untuk dikembangkan, apalagi saat ini penyedia benih terbilang belum mencukupi kebutuhan budidaya.
Nah, jika Anda memutuskan untuk melakukan budidaya bibit ikan bandeng, Anda menjadi bagian dari mengatasi masalah kurangnya pasokan benih ikan nener ini.
Baca Juga: Analisa Usaha Ikan Bandeng: Modal, Estimasi Biaya, dan Potensi Keuntungannya
Sarana dan Prasarana untuk Pembenihan Ikan Bandeng
Cara pembenihan ikan bandeng diawali dengan mempersiapkan beberapa sarana dan prasarana yang dibutuhkan yang meliputi:
Bak Pemeliharaan Induk
Pertama, Anda perlu menyediakan bak yang digunakan untuk pemeliharaan indukan bandeng. Bak untuk pemeliharaan induk harus menyesuaikan dengan besaran ikan, umumnya yakni 4 meter persegi dengan kedalaman 1,5 sampai 2 meter. Agar ikan bandeng bisa berenang dengan leluasa.
Bak pemeliharaan induk ini akan lebih baik dilengkapi dengan tempat persembunyian, seperti balok, kayu atau tanaman air.
Bak Pemeliharaan Larva
Ukuran bak untuk pemeliharaan larva ikan bandeng bisa menyesuaikan jumlah larva yang akan dibudidaya. Anda bisa menggunakan tangki dengan kapasitas ribuan liter jika dalam skala besar. Luas bak ini menentukan tumbuh kembbang, benih, semakin luas bak, pertumbuhan larva juga semakin baik.
Pada bak larva, Anda bisa membuat kedalamannya kisaran 50 sentimeter, agar mempermudah larva untuk ke permukaan air untuk mengambil udara.
Bak Budidaya Pakan Alami
Bak pakan alami atau pakan kolam perlu Anda siapkan untuk mengembangbiakkan dan menghasilkan plankton. Pakan kolam ini sebagai pakan utama untuk benih ikan bandeng Anda.
Kedalaman kolam pekan ini sekitar 30 sampai 50 cm agar dangkal kolam masih terpapar sinar matahari yang menunjang pertumbuhan plankton.
Pada proses pembuatan bak ini, Anda harus memasukkan laga mikroskopis, zooplankton atau mikroorganisme lainnya. Berikan pupuk organik secara berkala agar plankton tumbuh dengan subur.


Cara Pemijahan Ikan Bandeng yang Tepat
Selanjutnya adalah tahap pemijahan ikan bandeng, adapun beberapa hal yang perlu Anda lakukan meliputi;
Cara Memilih Indukan Ikan Bandeng
Dalam memilih indukan, Anda harus memilih ukuran ikan bandeng yang seragam lebih dari 95 persen. Hal tersebut menghindari perebutan pakan dan pertumbuhan yang tidak seragam.
Biasanya induk bandeng mencapai umur 5 tahun dengan panjang kisaran 1,5 m dan berat badan lebih dari 5 kg.
Ciri Indukan yang Unggul
Pilihlah indukan yang unggul dengan kondisi ikan yang sehat, tidak cacat fisik atau tidak ada luka pada tubuh ikan bandeng. Anda bisa melihatnya secara langsung dalam pemilihan indukan bandeng. Kondisi tersebut perlu dihindari karena kondisi fisik yang cacat biasanya disebabkan karena terserang penyakit.
Mengetahui Jenis Kelamin Ikan Bandeng
Anda bisa membedakan jenis kelamin ikan bandeng dengan mengetahui ukuran dan bentuk tubuh ikan bandeng. Ciri-cirinya meliputi;
- Ikan bandeng jantan berukuran lebih besar dibandingkan dengan indukan betina.
- Ikan bandeng jantan lebih memanjang dan ramping.
- Tuberkel (benjolan) pada bagian dahi, pipi atau sirip punggung ikan bandeng pada jantan sangat menonjol. Sedangkan pada betina kurang dan bahkan tidak terlihat.
- Sirip anal bandeng jantan lebih panjang dan lancip. Sedangkan bandeng betina cenderung lebuh bulat dan pendek.
Cara Merawat Indukan Bandeng
Tahap selanjutnya dalam pembenihan ikan bandeng adalah dengan merawat indukan bandeng dan proses pemijahan. Pada tahap ini Anda harus memperhatikan kondisi kesehatan indukan bandeng secara maksimal.
Anda harus memastikan kualitas air dengan menjaga suhu, pH, dan kadar oksigen terlarut pada bak indukan. Biasanya suhu yang dibutuhkan kisaran 25 sampai 32 derajat celcius.
Selain memastikan kualitas air, Anda juga perlu memberikan pakan yang seimbang dan berkualitas pada bandeng. Pastikan memberikan vitamin dan memenuhi kebutuhan nutrisinya, sehingga benih yang dihasilkan sehat dan berkualitas.
Baca Juga: Pakan Ikan Bandeng: Komposisi, Jenis, dan Cara Pemberiannya
Cara Pembenihan dan Penanganan Telur Ikan Bandeng
Proses pembenihan dan penanganan telur ikan bandeng membutuhkan perhatian khusus. Hal tersebut karena ikan bandeng kerap kesulitan melakukan pemijahan secara alami. Pada proses ini Anda bisa menyuntikan pelet hormon dengan langkahnya berikut;
- Membersihkan lendir dengan melapisi bagian punggung kanan indukan
- Buang satu sisik ikan dan buatlah lubang untuk memasukkan pelet hormon. Anda bisa menggunakan implanter untuk mempermudah proses memasukan pelet.
- Kembalikan indukan setelah disuntik hormon.
Lakukan proses pemijahan pada malam hari dengan menyiapkan paling sedikit 300 ton air dengan salinitas 30 per mil. Selanjutnya, telur akan terapung dalam bak pemijahan dan perlu Anda pindahkan.
Penebaran Telur dan Pemeliharaan Larva
Penebaran telur ikan bandeng bisa menggunakan saringan berukuran 850 mikron pada bak inkubasi telur. Proses tersebut dilakukan selama enam jam dengan salinitas 30 permil. Setelah enam jam, Anda bisa meningkatkan salinitas menjadi 40 permil agar proses penyerapan lebih mudah.
Pemberian Pakan
Benih ikan bandeng yang baru menetas tidak membutuhkan asupan pakan karena mereka masih mengandalkan kuning telur dalam perut ikan. Namun, setelah 2-3 hari, Anda perlu memberikan asupan dengan ketentuan berikut;
- Pilih pakan dengan ukuran mikro seperti artemia nauplii, pakan mikroba dan lainnya untuk mempermudah benih ikan makan.
- Berikan pakan seperti cacing tubifex atau pakan granul setelah beberapa minggu. Ukuran pakan menyesuaikan besaran benih ikan bandeng Anda.
- Berikan pakan setidaknya 3-4 kali dalam sehari dengan porsi kecil. Jika mulai tumbuh besar, Anda bisa mengurangi frekuensi pemberian pakan sebanyak 2-3 kali sehari.
Manajemen Kualitas Air
Mengatur kualitas air pada proses pembenihan ikan bandeng sangat penting. Anda harus memberikan lingkungan yang optimal agar pertumbuhan benih tidak terganggu.
- Suhu optimal dalam kolam berkisar 27 sampai 30 derajat celcius.
- Menjaga pH air berkisar 7 hingga 8 agar benih ikan tidak mudah stress.
- Menggunakan filtrasi air untuk mencegah kekeruhan air.
- Ketersediaan oksigen terlarut dengan baik dan tetap terjaga.
- Menjaga salinitas air sesuai dengan preferensi spesies ikan bandeng yang dipelihara.
Teknik Budidaya Pakan Alami untuk Larva dan Bibit Ikan Bandeng
Dalam membuat pakan alami untuk larva dan bibit bandeng, Anda bisa memanfaatkan mikroorganisme air seperti alga mikroskopis, rotifer dan artemia. Adapun teknik budidaya tersebut adalah;
- Persiapkan wadah khusus untuk jenis mikroorganisme yang Anda pilih.
- Isi wadah dengan air bersih dengan menambahkan nutrien yang dibutuhkan seperti pupuk organik cair.
- Tambahkan bibit alga atau jenis lainnya ke dalam bak dan biarkan tumbuh.
- Pastikan bak kolam mendapatkan pencahayaan yang cukup agar alga bisa tumbuh dengan baik.
- Pertahankan suhu, kebersihan dan sirkulasi air dalam wadah yang Anda siapkan.
- Anda bisa dipanen setelah tumbuh subur.
Tips Sukses Pembenihan Ikan Bandeng

Nah, di atas adalah beberapa cara pembenihan ikan bandeng yang bisa Anda lakukan. Namun, agar bisa panen bibit benih ikan bandeng berkualitas dengan harga jual yang bagus, Anda perlu melakukan beberapa hal di bawah ini;
Manajemen Kualitas Air yang Ketat
- Pastikan Anda menjaga suhu air kolam secara optimal (27 hingga 30 derajat celcius). Anda bisa menggunakan pemanas atau pendingin untuk menjaga kestabilan suhu air.
- Menjaga parameter pH air dengan kadar oksigen terlarut, amonia, nitrit dan salinitas. Hal tersebut bisa dilakukan dengan melakukan pengecekan secara rutin menggunakan alat pengukur.
- Membersihkan kotoran, sisa pakan dan bahan organik lainnya.
- Menjaga sirkulasi air secara efektif untuk menjaga distribusi nutrisi secara merata.
- Anda bisa menggunakan aerasi seperti aerator atau infusor udara dalam meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air.
Pemilihan Metode yang Tepat
Keberhasilan pembenihan ikan bandeng lainnya yakni memilih metode budidaya yang tepat, seperti mengikuti dengan runtut mulai dari proses pemilihan indukan bandeng, perawatan ikan dan lingkungan kolam, serta pemberian nutrisi dan vitamin.
Pemberian Suplemen Organik
Pemberian suplemen organik ini membantu mempercepat pertumbuhan benih ikan bandeng. Selain itu, suplemen organik juga berfungsi meningkatkan nafsu makan ikan, sehingga tidak mudah stres.
Anda bisa menggunakan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan. Terbuat dari 100% bahan organik, membuat SOC GDM aman digunakan setiap hari dalam jangka panjang. Ada pula beberapa manfaat lain yang bisa Anda dapatkan dengan memakai produk ini, di antaranya:
- Meningkatkan kualitas air, sehingga air tidak mudah kotor maupun bau.
- Meningkatkan sistem imun, memperbaiki sistem pencernaan, dan mempercepat proses penggemukan benih ikan bandeng.
- Mencegah serangan penyakit hama dan mempercepat umur panen.
- Membantu memperbanyak pakan alami yang Anda buat.
- Menjaga serangan hama penyakit dan mempercepat masa panen benih ikan bandeng.
- Menjaga ekosistem dan lingkungan agar tetap seimbang.
Anda bisa mengaplikasikan Suplemen Organik Cair (SOC) GDM pada masa pra tebar sebanyak 1 liter untuk kolam 1000M2 dan disiram secara merata di seluruh kolam.
Dukung Keberhasilan Pembenihan & Dapatkan Bibit Ikan Bandeng yang Berkualitas dengan Suplemen Organik Cair GDM!
Memahami cara pembenihan ikan bandeng saja tidak cukup, Anda perlu melakukan perawatan sejak awal hingga bibit siap ditebar dengan kualitas terbaik. Perawatan yang bisa Anda lakukan adalah dengan memberikan Suplemen Organik Cair (SOC) GDM untuk mendukung pertumbuhan serta mencegah bibit terserang penyakit.
Jadi, tingkatkan kualitas bibit ikan bandeng Anda dengan memakai Suplemen Organik Cair (SOC) GDM sekarang! Hasilnya, nilai jual bibit ikan bandeng Anda akan lebih tinggi dan keuntungan besar. Yuk, segera dapatkan harga spesial SOC GDM dengan hubungi tim GDM melalui banner di bawah ini!












