
Blog
Panduan Dosis Pemupukan Sawit Berdasarkan Umur Tanaman

Dosis pemupukan sawit yang akurat sangat menentukan keberhasilan budidaya kelapa sawit. Pemberian pupuk dengan dosis yang sesuai dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, menjaga kesehatan pohon, dan memaksimalkan tandan buah segar.
Kesalahan dalam menentukan dosis pemupukan sawit dapat menyebabkan pemborosan biaya, ketidakseimbangan nutrisi hingga penurunan hasil panen. Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk memenuhi kebutuhan nutrisi secara efisien.
Setiap fase pertumbuhan memiliki kebutuhan dosis pemupukan sawit yang berbeda. Mulai dari pembibitan hingga tanaman menghasilkan. Ingin tahu lebih lengkapnya? Simak artikel ini sampai selesai.
Dosis Pemupukan Sawit yang Tepat untuk Hasil Panen Melimpah
Secara umum, dosis pemupukan sawit perlu disesuaikan dengan umur tanaman, kondisi tanah, serta kebutuhan unsur hara makro dan mikro. Dengan mengikuti panduan dosis yang tepat, Anda dapat mengoptimalkan hasil panen sekaligus meningkatkan efisiensi biaya perawatan.
Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mendukung efektivitas pemupukan adalah penggunaan rangkaian produk pupuk GDM. Jenis pupuk organik yang diformulasikan untuk meningkatkan kualitas tanah, memperbaiki serapan nutrisi serta mendorong pertumbuhan dan produktivitas tanaman kelapa sawit. Nah, berikut panduan pemupukan sawit menggunakan rangkaian produk GDM berdasarkan fase pertumbuhan tanaman.

Saat Tanam (0 HST)
Pada satu hektar kebun kelapa sawit umumnya ada sekitar 140 bibit kelapa sawit. Pada tahap 0 HST, pemupukan bertujuan untuk mempercepat adaptasi bibit, merangsang pertumbuhan akar, serta memperbaiki kondisi tanah di sekitar perakaran.
Pemupukan dapat dilakukan menggunakan GDM SaMe, GDM Black Bos, dan Pupuk Organik Cair (POC) GDM Spesialis Perkebunan Kelapa Sawit dengan dosis berikut:
- Aplikasikan GDM SaMe dengan dosis 150 kg/Ha dengan cara menaburkan 1 kg per lubang tanam ke sekeliling bonggol tanaman sawit.
- Aplikasikan GDM Black BOS dengan dosis 10 kg/Ha dengan cara mencampurkannya dengan air perbandingan 1:10, lalu menyiramkan ke lubang tanam.
- Aplikasikan GDM Sawit dengan dosis 5 liter/Ha dengan cara mengocor atau menyiramkan 35 ml per lubang tanam tanaman sawit.
Tanaman Belum Menghasilkan (3-12 bulan)
Pada fase ini, dosis pemupukan sawit difokuskan untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif, memperkuat batang, serta mendukung perkembangan sistem akar agar tanaman sawit siap memasuki fase produksi. Pemupukan dengan rangkaian produk GDM dilakukan secara rutin dengan dosis berikut ini:
- Aplikasikan GDM Sawit dengan dosis 10 liter/Ha setiap 2 bulan sekali dengan cara mengocor atau menyiramkan 70 ml per tanaman secara merata.
- Aplikasikan GDM SaMe dengan dosis 280 kg/Ha setiap 6 bulan sekali dengan cara menaburkan 2 kg per pohon ke piringan tanaman sawit.
- Aplikasikan GDM Black BOS dengan dosis 10 kg/Ha setiap 6 bulan sekali dengan cara mencampurkannya dengan air perbandingan 1:10, lalu menyiramkan ke piringan tanaman setelah aplikasi GDM SaMe untuk memaksimalkan efektivitasnya.
Tanaman Menghasilkan (⥸3 tahun)
Pada fase tanaman menghasilkan, pemupukan bertujuan untuk menjaga produktivitas, meningkatkan pembentukan bunga dan buah, serta mempertahankan keseimbangan nutrisi agar hasil panen tetap stabil dan optimal.
- Aplikasikan GDM Sawit dengan dosis 15 liter/Ha setiap 3 bulan sekali dengan cara mengocor atau menyiramkan 100 ml per tanaman secara merata.
- Lakukan injeksi GDM Sawit dengan dosis 7 liter/Ha setiap 3 bulan sekali dengan cara menyuntikkan 50 ml per tanaman pada batang sawit.
- Aplikasikan GDM SaMe dengan dosis 350 kg/Ha setiap 6 bulan sekali dengan cara menaburkan 2,5 kg per pohon ke piringan tanaman sawit.
- Aplikasikan GDM Black BOS dengan dosis 10 kg/Ha setiap 6 bulan sekali dengan cara mencampurkannya dengan air perbandingan 1:10, lalu menyiramkan ke piringan tanaman setelah aplikasi GDM SaMe untuk mendukung efektivitas penyerapan nutrisi.
11 Tips Merawat Sawit agar Sehat dan Produktif
Selain memahami dosis pemupukan sawit yang tepat, perawatan tanaman secara menyeluruh juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan produktivitas kelapa sawit . Perawatan yang baik membantu tanaman tumbuh lebih optimal, memperpanjang umur produktif, serta meminimalkan risiko serangan hama dan penyakit.
Merawat tanaman sawit tak hanya fokus pada pemupukan, tetapi mencakup pemilihan bibit, pengelolaan lahan, pengendalian gulma, hingga pemantauan rutin kondisi kebun. Berikut beberapa tips merawat sawit agar sehat dan produktif.
Pemilihan Bibit Unggul
Gunakan bibit sawit berkualitas yang berasal dari sumber terpercaya dan bersertifikat. Bibit unggul umumnya memiliki daya tahan lebih baik terhadap hama dan penyakit, tingkat adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan, serta potensi produktivitas yang optimal.
Persiapan Lahan
Lakukan persiapan lahan secara menyeluruh sebelum penanaman. Bersihkan gulma, olah tanah dengan baik, dan aplikasikan pupuk dasar untuk meningkatkan kesuburan serta mendukung pertumbuhan awal tanaman sawit.
Baca Juga: ” 10 Cara Merawat Sawit Baru Tanam agar Hasil Produksi Optimal“
Penanaman yang Tepat
Atur jarak tanam ideal sekitar 9×9 meter agar tanaman memperoleh sinar matahari dan nutrisi secara optimal. Pastikan tanah memiliki tingkat keasaman sekitar pH 4,0–6,5 serta sistem drainase yang baik untuk mencegah genangan air di area perakaran.
Pemupukan
Berikan pupuk organik dari rangkaian produk GDM secara rutin sesuai dosis dan panduan yang telah dijelaskan pada sub bab sebelumnya. Pemupukan yang tepat membantu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman sawit.
Pengairan
Pastikan tanaman sawit mendapatkan pasokan air yang cukup, terutama pada musim kemarau. Sistem irigasi yang baik diperlukan untuk menjaga kelembaban tanah serta mencegah stres air yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Lakukan pemantauan rutin terhadap gejala serangan hama dan penyakit. Gunakan pestisida dan fungisida secara bijak sesuai dosis anjuran. Pengendalian hayati dengan memanfaatkan musuh alami hama juga dapat menjadi solusi yang ramah lingkungan.
Pemangkasan
Pangkas daun tua atau rusak secara berkala untuk meningkatkan efisiensi fotosintesis dan sirkulasi udara di sekitar tanaman. Panen tandan buah matang secara rutin untuk mencegah pembusukan dan menjaga kualitas produksi.
Baca Juga: “Waspada! 8 Jenis Hama Kelapa Sawit Turunkan Produktivitas“
Perawatan Tanah
Gunakan mulsa untuk menjaga kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan gulma. Lakukan pengolahan tanah secara berkala guna mempertahankan struktur tanah yang baik serta mendukung aktivitas mikroorganisme yang bermanfaat.
Penyiangan Gulma
Lakukan penyiangan gulma secara rutin untuk mengurangi persaingan dalam penyerapan nutrisi, air, dan cahaya matahari antara gulma dan tanaman sawit.
Rejuvenasi dan Replanting
Ganti tanaman sawit yang sudah tua atau kurang produktif dengan bibit unggul yang baru. Replanting diperlukan untuk menjaga produktivitas kebun dan mencegah tanaman tua menjadi sumber penyebaran hama dan penyakit.
Pemantauan dan Evaluasi
Lakukan pemantauan kondisi tanaman dan lahan secara berkala. Evaluasi rutin membantu mendeteksi masalah lebih awal dan memungkinkan tindakan perbaikan yang cepat dan tepat.
Merawat kelapa sawit secara menyeluruh membutuhkan perhatian terhadap berbagai aspek agronomi. Perawatan yang baik tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendukung keberlanjutan usaha perkebunan dalam jangka panjang.
Saatnya Optimalkan Dosis Pemupukan Sawit untuk Panen Lebih Maksimal
Dosis pemupukan sawit yang tepat dan perawatan yang konsisten menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan tanaman serta meningkatkan hasil panen. Dengan strategi ini, Anda dapat memaksimalkan potensi tanaman untuk menjaga keberlanjutan hasil dalam jangka panjang.
jika ingin menentukan dosis pemupukan sawit yang paling sesuai dengan kondisi lahan dan usia tanaman, konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim ahli GDM. Dapatkan rekomendasi produk dan panduan aplikasi yang tepat untuk mendukung pertumbuhan sawit yang lebih sehat dan menguntungkan.













