
Blog
7 Penyebab Penyakit Berak Darah pada Sapi & Cara Mengatasinya

Kaget tiba-tiba sapi mengeluarkan tinja bercampur darah? Perlu diketahui bahwa gangguan berak darah pada sapi menunjukkan infeksi parah yang menyerang usus dan berkembang secara agresif.
Situasi tersebut kerap berlangsung tanpa tanda mencolok, namun perlahan menurunkan nafsu makan hingga berdampak pada produktivitas sapi. Jika dibiarkan, infeksi bisa memicu dehidrasi berat serta merusak jaringan dinding usus.
Oleh karena itu, penting untuk memahami gejala penyakit berak darah pada sapi dan mengenali penyebab utamanya. Penanganan ini juga tentu perlu didukung juga oleh kebutuhan medis dan
Gejala Penyakit Berak Darah pada Sapi
Perubahan perilaku ketika penyakit berak darah pada sapi tentunya akan mengganggu kondisi ternak. Situasi ini sering berkembang diam-diam sehingga gejala penyakit berak darah pada sapi perlu diantisipasi sejak awal!
- Tinja tampak gelap disertai darah jelas
- Sapi tampak lemah dan kurang beraktivitas
- Suhu tubuh sapi mencapai 40 derajat
- Sapi kehilangan selera makan dan minum
- Perut sapi tampak kembung akibat nyeri
- Berat badan sapi menurun cukup drastis
- Feses gelap berbau tajam menyerupai jeli
- Sapi sering mengejan saat buang kotoran
- Cairan tubuh sapi berkurang secara signifikan
- Lendir selaput tampak pucat akibat anemia
- Urin sapi tampak kemerahan karena hemolisis
- Sapi mengalami kesulitan bernapas saat beraktivitas
- Perilaku sapi gelisah, kebingungan hingga kejang parah
Jika menemukan beberapa gejala di atas, segera lakukan pengobatan sebelum keadaan memburuk. Dengan penanganan yang lebih dini ini bisa mencegah penyakit massal pada ternak sapi lainnya.

7 Penyebab Penyakit Berak Darah pada Sapi
Penyebab berak darah yang diderita hewan ternak seperti sapi tentu bisa terjadi dari pemicu yang jarang sekali diperhatikan. Apalagi jika kondisi lingkungan yang mengancam kesehatan sapi, maka gejalanya akan mudah timbul begitu cepat. Lantas apa saja penyebabnya?
Bakteri
Bakteri seperti Salmonella dan Clostridium bisa menyerang usus sapi dengan cepat hingga menimbulkan peradangan yang menyakitkan. Jika dibiarkan, infeksi ini memicu gejala penyakit berak darah pada sapi yang sering membuat ternak kehilangan tenaga.
Virus
Virus BVD merusak jaringan pencernaan dan membuat sistem imun sapi melemah. Situasi tersebut membuka jalan bagi penyakit berak darah pada sapi untuk berkembang lebih parah.
Parasit protozoa
Protozoa Eimeria sering menjadi biang koksidiosis dan menyerang usus hingga menimbulkan iritasi berat. Serangannya menghasilkan tinja berdarah yang tampak pekat disertai lendir.
Parasit darah
Caplak atau lalat dapat membawa parasit yang merusak sel darah dan menurunkan vitalitas sapi. Kondisi ini memperberat infeksi lain yang mungkin sudah muncul sebelumnya.
Pakan
Perubahan pakan secara mendadak membuat pencernaan sapi kewalahan dan mudah iritasi. Ketidakstabilan ini sering berujung pada diare yang sulit ditangani.
Stres
Stres lingkungan menjatuhkan daya tahan tubuh sapi dan mengurangi kemampuan tubuh melawan penyakit. Dalam keadaan ini, gangguan pada pencernaan akan lebih mudah muncul.
Kandang Kotor
Kandang yang kurang terawat menciptakan tempat ideal bagi patogen berkembang tanpa hambatan. Ketika populasi terlalu padat, penyebaran infeksi menjadi lebih cepat dan sulit dikendalikan.
Baca Juga: Penyakit Kulit pada Kelinci: Penyebab, Gejala, & Cara Mengobatinya
5 Cara Mengatasi Berak Darah pada Sapi
Untuk memulihkan penyakit sapi ini membutuhkan langkah medis dan perawatan organik agar kondisi pencernaan kembali stabil sepenuhnya. Berikut beberapa cara mengatasi berak darah yang menyerang sapi!
Isolasi Sapi yang Sakit
Memisahkan sapi yang sedang mengalami gejala membantu memutus potensi penularan di dalam kandang. Langkah ini memberi ruang bagi sapi sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih terfokus tanpa mengganggu ternak lain.
Pengawasan harian menjadi lebih mudah sehingga perubahan kondisi dapat segera dikenali. Lingkungan yang lebih tenang juga mendukung proses pemulihan tubuhnya.
Rehidrasi dan Pemenuhan Cairan
Berikan sapi minum dengan air bersih atau larutan elektrolit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat diare berkepanjangan. Upaya ini mengurangi risiko dehidrasi berat yang sering menyertai penyakit berak darah pada sapi.
Jika kondisinya makin lemah, dokter hewan dapat memberikan infus intravena untuk memulihkan keseimbangan cairan. Perbaikan hidrasi membantu mempercepat proses penyembuhan secara menyeluruh.
Pengobatan Sesuai Penyebab Klinis
Diagnosis dari dokter hewan sangat dibutuhkan karena tiap penyebab membutuhkan penanganan yang berbeda. Infeksi protozoa seperti koksidiosis dapat diatasi dengan obat toltrazuril, sedangkan infeksi bakteri membutuhkan antibiotik injeksi sesuai anjuran dokter.
Kondisi tertentu mungkin juga memerlukan obat cacing berspektrum luas untuk mengatasi parasit yang menempel. Pendekatan yang tepat membantu menurunkan risiko komplikasi dan mengendalikan penyakit berak darah pada sapi lebih cepat.
Pemberian Nutrisi dan Suplemen Pendukung
Suplemen organik cair GDM Peternakan dapat membantu memperbaiki metabolisme dan memperkuat daya tahan tubuh sapi selama masa pemulihan. Kandungan mikroorganisme baiknya berperan mendukung kesehatan usus sehingga respons tubuh terhadap infeksi menjadi lebih stabil.
Pemberiannya secara rutin membantu mempercepat pemulihan energi dan menyeimbangkan kembali kondisi pencernaan. Nutrisi pendukung seperti ini memberi dorongan tambahan agar sapi pulih lebih aman dan tidak mudah kambuh.
Lakukan Pencegahan
Kebersihan kandang harus dijaga agar paparan agen infeksi tidak semakin tinggi dan menimbulkan kasus baru. Manajemen ternak yang baik, termasuk pengaturan kepadatan dan area melahirkan yang kering, sangat memengaruhi ketahanan tubuh sapi.
Pakan berkualitas menjadi faktor utama untuk menjaga stabilitas kesehatan pencernaan. Pada kelompok ternak yang rentan, terapi pencegahan koksidiosis bisa dipertimbangkan untuk meminimalkan risiko munculnya kasus berkelanjutan.
Petunjuk Pemakaian SOC GDM Peternakan untuk Mengatasi Berak Darah pada Sapi
Penanganan yang tepat sangat dibutuhkan ketika kondisi pencernaan sapi mulai tidak stabil dan gejala berak darah mulai terlihat. Penggunaan SOC GDM Peternakan dapat membantu memperkuat kembali fungsi pencernaan serta mendukung pemulihan dengan lebih cepat dan terarah.
Pada sapi berumur sekitar tiga bulan atau lepas sapih, SOC GDM berfungsi menjaga pencernaan tetap stabil saat penyakit berak darah pada sapi mulai mengganggu. Dosis yang diberikan adalah 10 ml per ekor per hari dengan cara mencampurkannya ke air minum atau combor pagi maupun sore agar nutrisinya mudah diserap.
Untuk sapi berusia lebih dari satu tahun, SOC GDM membantu menjaga imunitas dan memperbaiki metabolisme yang terganggu akibat penyakit berak darah pada sapi. Pemberiannya tetap 10 ml per ekor setiap hari, dicampurkan ke air minum atau pakan lembut agar proses pemulihan berlangsung lebih merata.
Satu tutup botol SOC GDM setara dengan 10 ml sehingga takaran dosis dapat dilakukan tanpa keraguan. Pemberian secara teratur berperan besar dalam memastikan manfaat suplemen bekerja optimal dan mendukung kesehatan sapi secara menyeluruh.
Baca Juga: Wajib Diperhatikan, Inilah 6 Ciri Ciri Ikan Gurame Mau Bertelur
Segera Obati Penyakit Berak Darah pada Sapi dengan Suplemen Organik Cair GDM Peternakan!
Sudah tahu kan apa saja gejala dan penyebab berak darah yang bisa dialami saat ternak sapi? Penanganan penyakit berak darah pada sapi menjadi jauh lebih efektif ketika didukung rangkaian produk GDM yang bekerja menstabilkan sistem pencernaan dan daya tahan tubuh secara alami.
Dengan kandungan formula organik yang bisa membantu memperbaiki metabolisme, meningkatkan vitalitas, serta mempercepat proses pemulihan tanpa membebani tubuh sapi. Yuk, klik banner di bawah untuk pendampingan langsung perawatan ternak sapi dari ahlinya!


















