8 Cara Merawat Pohon Kakao yang Sudah Tua agar Tetap Subur & Berbuah Lebat

Banyak orang mengira bahwa pohon kakao yang sudah tua tidak lagi dapat menghasilkan panen yang maksimal. Padahal, dengan menerapkan cara merawat pohon kakao yang sudah tua secara tepat, pohon kakao yang telah berumur tetap memiliki potensi besar untuk terus berproduksi secara optimal.
Seiring bertambahnya usia, pohon kakao memang akan menghadapi berbagai tantangan, seperti pertumbuhan yang melambat, cabang yang kurang produktif, hingga penurunan kualitas buah. Kondisi ini bukan berarti pohon harus dibiarkan begitu saja.
Melalui artikel ini, Anda akan menemukan berbagai cara merawat pohon kakao yang sudah tua agar tetap subur dan berbuah lebat. Dengan menerapkan langkah-langkah yang tepat, diharapkan Anda dapat meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus memperoleh hasil panen yang lebih berkualitas.


Berapa Tahun Usia Produktif Pohon Kakao?
Sebelum memulai cara merawat pohon kakao yang sudah tua, Anda harus tahu bahwa pohon kakao umumnya mulai berbuah pada usia 3–4 tahun setelah tanam, dan memasuki masa produktif optimal pada umur sekitar 5 hingga 15 tahun. Pada rentang usia ini, tanaman mampu menghasilkan buah dalam jumlah yang stabil dengan kualitas biji yang baik, asalkan didukung dengan perawatan yang tepat.
Setelah melewati usia 20 tahun, produktivitas pohon kakao biasanya mulai menurun secara bertahap. Namun, hal ini bukan berarti tanaman tidak lagi menghasilkan. Dengan menerapkan cara merawat pohon kakao yang sudah tua secara tepat, pohon kakao tetap dapat berbuah dan memberikan hasil panen yang cukup optimal.
8 Cara Merawat Pohon Kakao yang Sudah Tua
Perawatan pohon kakao yang sudah tua harus dilakukan secara khusus agar produktivitasnya tetap terjaga dan tidak menurun drastis. Karena itu, ikutilah cara merawat pohon kakao yang sudah tua agar tetap subur dan berbuah lebat berikut ini.
Pemangkasan Rutin
Pemangkasan menjadi langkah penting dalam cara merawat pohon kakao yang sudah tua. Pemangkasan kakao sebaiknya dilakukan setelah masa panen selesai untuk merangsang pertumbuhan tunas baru dan pembentukan bunga berikutnya. Selain itu, pemangkasan juga dapat dilakukan kapan saja jika ditemukan cabang yang mati, sakit, atau terserang hama agar tidak mengganggu kesehatan tanaman.
Idealnya, pemangkasan pada pohon kakao dapat dilakukan pada awal musim hujan karena kondisi tanah cukup lembap sehingga tanaman lebih cepat pulih dan tumbuh kembali. Namun, hindari pemangkasan saat musim kemarau ekstrem agar tanaman tidak mengalami stres berlebihan.
Pemupukan yang Tepat dan Berimbang
Pohon kakao tua membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk mempertahankan produktivitasnya. Maka dari itu, sebaiknya Anda menggunakan Rangkaian Produk GDM yang terbuat dari 100% bahan-bahan organik untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Untuk pohon kakao yang sudah tua, Anda cukup menggunakan 3 jenis pupuk GDM yang terdiri dari:
- GDM Black BOS: Untuk memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme.
- Pupuk Organik Granule (POG): Untuk menyediakan nutrisi lengkap sekaligus memperbaiki kondisi tanah secara bertahap.
- Pupuk Organik Cair (POC) GDM Spesialis Tanaman Perkebunan (GDM Kebun): Untuk membantu meningkatkan daya tahan tanaman serta merangsang pembungaan dan pembuahan.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Tanaman kakao yang sudah tua lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Jika Anda menemukan gejala serangan hama atau penyakit, segera lakukan penanganan dengan metode yang sesuai, baik secara mekanis, hayati, maupun menggunakan pestisida yang aman. Lingkungan kebun yang bersih juga dapat membantu menekan perkembangan hama dan penyakit.
Pengelolaan Tanah dan Drainase
Kondisi tanah yang baik sangat berpengaruh terhadap kesehatan pohon kakao. Karena itu, pastikan tanah memiliki drainase yang baik agar tidak terjadi genangan air yang dapat merusak akar. Anda juga bisa melakukan penggemburan tanah di sekitar perakaran untuk meningkatkan aerasi dan penyerapan nutrisi. Penambahan bahan organik secara berkala juga dapat membantu menjaga struktur tanah tetap subur.
Penyiangan dan Pengendalian Gulma
Gulma yang tumbuh di sekitar pohon kakao dapat menjadi pesaing dalam menyerap nutrisi dan air. Oleh karena itu, lakukan penyiangan secara rutin agar kebutuhan nutrisi tanaman kakao tidak terganggu. Selain itu, gulma yang dibiarkan juga dapat menjadi tempat berkembangnya hama dan penyakit.
Peremajaan Tanaman (Rehabilitasi)
Jika kondisi pohon sudah terlalu tua dan produktivitasnya sangat menurun, Anda dapat melakukan peremajaan dengan teknik sambung pucuk atau okulasi. Cara ini bertujuan untuk mengganti bagian tanaman yang sudah tidak produktif dengan varietas unggul sehingga produksi buah dapat meningkat kembali tanpa harus menanam dari awal.
Pemberian Naungan yang Tepat
Pohon kakao membutuhkan naungan, terutama untuk menjaga kelembapan dan mengurangi stres akibat sinar matahari berlebih. Namun, pada pohon tua, naungan perlu diatur agar tidak terlalu rapat sehingga tetap mendapatkan cahaya yang cukup untuk proses fotosintesis.
Penyiraman dan Manajemen Air
Meskipun kakao termasuk tanaman yang tahan terhadap kondisi tertentu, ketersediaan air tetap penting. Pastikan pohon mendapatkan cukup air, terutama saat musim kemarau, agar tidak mengalami stres yang dapat menurunkan produksi buah kakao.
Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Bercak Daun Pada Bibit Sawit agar Tidak Menyebar
Panduan Pemupukan Pohon Kakao yang Sudah Tua dengan Rangkaian Produk GDM
Pada dasarnya, pemupukan pada pohon kakao tua bukan lagi untuk membesarkan tanaman, tetapi untuk menjaga stabilitas produksi, menggantikan unsur hara yang telah hilang, serta memperpanjang umur produktif tanaman. Berikut panduan pemupukan dengan rangkaian produk GDM untuk meningkatkan kesuburan pohon kakao.
Pupuk Organik Granule (POG)
Langkah pertama cara merawat pohon kakao yang sudah tua dengan menggunakan pupuk GDM dapat dimulai dengan mengaplikasikan pupuk Organik Granule (POG) menggunakan dosis 160 kg/Ha atau 150 gram per pohon. Cara aplikasinya yaitu cukup ditabur merata di sekitar pohon, terutama pada area perakaran aktif.
Pemupukan dengan menggunakan POG ini harus dilakukan setiap 6 bulan sekali secara rutin. Tujuannya adalah untuk membantu menjaga ketersediaan unsur hara dalam tanah, memperbaiki kondisi media tanam, serta mendukung aktivitas akar pohon kakao yang sudah tua.
GDM Black BOS
Langkah kedua, aplikasikan GDM Black BOS dengan dosis 10 kg/Ha menggunakan takaran 1 gelas per tangki. Produk ini dapat diaplikasikan dengan cara disemprot merata di sekitar perakaran agar manfaatnya lebih cepat terserap oleh tanah dan akar.
Pemupukan dengan menggunakan GDM Black BOS ini dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali. Tujuannya adalah untuk membantu memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan aktivitas mikroorganisme baik, dan mendukung pemulihan kondisi tanaman kakao tua agar tetap produktif.
Pupuk Organik Cair (POC) GDM Spesialis Tanaman Perkebunan
Langkah ketiga, aplikasikan Pupuk Organik Cair (POC) GDM Spesialis Tanaman Perkebunan atau GDM Kebun dengan dosis 11 liter/Ha atau 10 ml per pohon. Cara aplikasinya cukup dikocorkan ke daerah perakaran sehingga nutrisinya dapat langsung dimanfaatkan oleh tanaman.
Berbeda dengan kedua pupuk sebelumnya, pupuk ini dapat diaplikasikan setiap 3 bulan sekali. Tujuannya adalah untuk membantu mencukupi kebutuhan unsur hara secara lebih cepat, menjaga vitalitas pohon, dan mendukung pembentukan bunga serta buah pada kakao yang sudah tua.
Jaga Produktivitas Pohon Kakao dengan Rangkaian Produk GDM!
Rangkaian Produk GDM siap membantu Anda menjaga produktivitas pohon kakao yang sudah tua agar tetap subur dan berbuah lebat. Dengan kombinasi pupuk GDM yang tepat, kebutuhan nutrisi pohon kakao tua Anda dapat terpenuhi secara optimal.
Ayo, mulai aplikasikan Rangkaian Produk GDM secara rutin sekarang juga dan rasakan hasil panen yang lebih melimpah. Jika Anda ingin melakukan pemesanan atau berkonsultasi GRATIS dengan tim ahli GDM, langsung saja KLIK BANNER berikut ini!


















