5 Urutan Pemupukan Kelapa Sawit yang Benar agar Kebun Lebih Produktif

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang membutuhkan perhatian khusus agar mampu menghasilkan tandan buah segar (TBS) secara optimal. Salah satu kunci keberhasilan budidaya tanaman ini adalah melalui penerapan urutan pemupukan kelapa sawit yang benar.
Sayangnya, masih banyak pembudidaya sawit yang belum memahami urutan pemupukan tanaman kelapa sawit secara tepat. Pemupukan yang dilakukan secara asal-asalan justru dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan produktivitas kebun.
Maka dari itu, pelajarilah urutan pemupukan kelapa sawit yang tepat melalui artikel ini. Dengan pemupukan yang benar, Anda dapat membantu tanaman kelapa sawit tumbuh lebih sehat, kuat, dan produktif dalam jangka panjang.


Berapa Kali dalam 1 Tahun Pemupukan Kelapa Sawit?
Pemupukan kelapa sawit umumnya dilakukan sebanyak 2 hingga 3 kali dalam satu tahun, tergantung pada umur tanaman, kondisi tanah, serta jenis pupuk yang digunakan. Dalam menerapkan urutan pemupukan kelapa sawit, pembagian waktu ini penting agar setiap tahap pemupukan dapat berjalan efektif dan mendukung penyerapan nutrisi secara optimal oleh tanaman.
Adapun jarak pemupukan kelapa sawit berkisar antara 4 hingga 6 bulan sekali. Interval ini dianggap ideal karena memberikan waktu bagi tanaman untuk menyerap nutrisi secara maksimal sebelum diberikan tambahan pupuk berikutnya. Selain itu, pembagian waktu pemupukan juga membantu menjaga ketersediaan unsur hara tetap stabil di dalam tanah sepanjang tahun.
Namun, jadwal ini tetap perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan, seperti curah hujan, tingkat kesuburan tanah, serta fase pertumbuhan tanaman. Dengan frekuensi, jarak waktu, dan urutan pemupukan kelapa sawit yang tepat, Anda dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk sekaligus mendukung produktivitas kelapa sawit secara berkelanjutan.
Baca Juga: 8 Cara Membuat Kecambah Sawit Cepat Tumbuh dan Tidak Mudah Gagal
Urutan Pemupukan Kelapa Sawit Berdasarkan Umur Tanaman
Menerapkan urutan pemupukan yang benar sangat penting karena setiap fase pertumbuhan kelapa sawit memiliki kebutuhan unsur hara yang berbeda sehingga pemberian pupuk harus disesuaikan agar terserap optimal. Berikut urutan pemupukan kelapa sawit berdasarkan umur tanaman yang bisa Anda jadikan patokan.
Fase Pembibitan (0–12 Bulan)
Urutan pemupukan kelapa sawit bisa dimulai dari fase pembibitan pre–nursery dan main–nursery. Pada umur ini, kelapa sawit berada dalam fase pembibitan hingga awal pertumbuhan vegetatif. Fokus utama tanaman adalah pembentukan akar, batang awal, dan daun pertama. Oleh karena itu, tanaman membutuhkan unsur hara Nitrogen (N) untuk merangsang pertumbuhan daun dan Fosfor (P) untuk memperkuat akar.
Selain itu, tanaman kelapa sawit juga membutuhkan unsur Kalium (K) dalam jumlah seimbang untuk mendukung metabolisme tanaman serta unsur mikro berupa Magnesium (Mg) untuk membantu proses fotosintesis. Pemupukan biasanya dilakukan secara rutin dengan dosis kecil, tetapi sering agar bibit tumbuh sehat dan siap dipindahkan ke lahan utama.
Fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM 1–3 Tahun)
Pada fase vegetatif aktif ini, tanaman kelapa sawit membutuhkan nutrisi dalam jumlah lebih besar untuk menunjang pertumbuhan batang, daun, dan sistem perakaran. Pemupukan dilakukan secara bertahap dengan kombinasi pupuk N, P, dan K, serta tambahan unsur mikro lainnya jika diperlukan. Tujuannya adalah mempercepat pertumbuhan tanaman agar segera memasuki fase produksi.
Baca Juga: 3 Pupuk Sawit Umur 1 Tahun Terbaik agar Lebih Sehat dan Kuat
Fase Tanaman Mulai Menghasilkan (TM 3–5 Tahun)
Memasuki fase awal produksi, kebutuhan unsur kalium (K) dan magnesium (Mg) meningkat untuk mendukung pembentukan buah sawit. Anda perlu menyesuaikan dosis pupuk agar tanaman kelapa sawit mampu menghasilkan tandan buah segar (TBS) dengan kualitas yang baik.
Pada fase ini, kebutuhan unsur hara mulai bergeser, di mana Kalium (K) menjadi sangat penting untuk mendukung pembentukan bunga dan buah. Fosfor (P) tetap dibutuhkan untuk mendukung proses pembungaan, sedangkan Nitrogen (N) diberikan dalam jumlah seimbang agar tidak menghambat pembentukan bunga.
Fase Tanaman Menghasilkan Optimal (TM 5–15 Tahun)
Pada fase produktif puncak ini, pemupukan menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas hasil panen. Tanaman kelapa sawit membutuhkan keseimbangan unsur hara makro dan mikro, terutama N, P, K, dan Magnesium (Mg). Pemupukan yang tepat pada fase ini akan membantu meningkatkan jumlah dan berat tandan buah, sekaligus menjaga kesehatan tanaman dalam jangka panjang.
Fase Tanaman Tua (>15 Tahun)
Pada fase ini, produktivitas tanaman kelapa sawit mulai menurun sehingga pemupukan difokuskan untuk mempertahankan hasil dan kesehatan tanaman. Kebutuhan unsur hara tetap meliputi Kalium (K), Nitrogen (N), dan Fosfor (P), tetapi dosisnya perlu disesuaikan. Penambahan unsur mikro seperti Boron (B) juga penting untuk membantu proses pembungaan dan mencegah kelainan pada buah.


Panduan Pemupukan Kelapa Sawit dengan Rangkaian Produk GDM
Selain mengikuti urutan pemupukan kelapa sawit di atas, Anda juga perlu melakukan pemupukan dengan dosis yang tepat dan terarah. Salah satu pupuk yang kami rekomendasikan adalah Rangkaian Produk GDM yang terdiri dari GDM SAME, GDM Black BOS, Pupuk Organik Cair (POC) GDM Spesialis Kelapa Sawit, dan Pupuk Organik Granule. Keempat pupuk ini 100% organik sehingga sangat aman untuk diaplikasikan pada tanaman kelapa sawit.
Dengan mengikuti urutan pemupukan kelapa sawit yang tepat sejak awal, tanaman akan memiliki sistem perakaran yang lebih kuat dan lebih tahan terhadap stres lingkungan. Berikut adalah panduan pemupukan kelapa sawit pada 1 hektare lahan dengan menggunakan Rangkaian Produk GDM agar tanaman tumbuh lebih subur dan produktif.
Pembibitan I (Pre–Nursery 0–3 Bulan)
Fase pre–nursery adalah tahap awal pembibitan kelapa sawit setelah benih berkecambah. Pada fase ini, bibit ditanam di wadah kecil (polybag kecil) untuk membentuk akar dan daun awal sebelum dipindahkan ke tahap pembibitan utama (main–nursery).
Isi Baby Bag (-1 HST)
Pada tahap ini, Anda perlu mempersiapkan media tanam untuk bibit kelapa sawit di baby polybag dengan menggunakan GDM Black BOS. Larutkan 2 kg GDM Black BOS ke dalam 20 liter air hingga tercampur sempurna, kemudian aplikasikan ke media tanam agar kondisinya lebih optimal dalam mendukung pertumbuhan benih sawit.
Perendaman Benih (0 HST)
Sebelum proses penanaman, benih kelapa sawit dianjurkan untuk direndam terlebih dahulu dalam 1 liter Pupuk Organik Cair (POC) GDM Spesialis Kelapa Sawit yang sudah dicampurkan ke dalam 10 liter air. Proses perendaman ini dilakukan selama kurang lebih 30 menit guna mempercepat perkecambahan sekaligus membantu pertumbuhan benih agar lebih seragam.
Pemupukan (0–3 Bulan)
Pada tiga bulan awal, lakukan pemupukan setiap seminggu sekali dengan POC GDM Sawit dosis 0,5 liter untuk 200 bibit kelapa sawit. Cara penggunaannya, yaitu cukup larutkan pupuk ke dalam tangki berisi air bersih terlebih dahulu, kemudian semprotkan secara merata ke seluruh bibit.
Pembibitan II (Main–Nursery 3–12 Bulan)
Fase main–nursery adalah tahap lanjutan pembibitan kelapa sawit setelah pre–nursery, di mana bibit dipindahkan ke polybag yang lebih besar untuk pertumbuhan lebih optimal. Berikut adalah langkah-langkah pemupukan di fase main-nursery.
Isi Polybag (-6 HST)
Sebelum bibit kelapa sawit dipindahkan ke polybag yang lebih besar, media tanam perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Cukup larutkan 10 kg GDM Black BOS ke dalam 100 liter air, lalu semprotkan secara merata ke seluruh polybag agar media tanam siap mendukung pertumbuhan bibit sawit secara maksimal.
Pemupukan (3–12 Bulan)
Pada fase pembesaran, pemupukan sebaiknya dilakukan secara rutin setiap dua minggu sekali dengan menggunakan POC GDM Sawit sebanyak 1 liter. Untuk cara aplikasinya, campurkan 2 gelas POC GDM Sawit ke dalam satu tangki air, lalu siramkan secara merata pada setiap 100 bibit kelapa sawit.
Kemudian, tebarkan POG GDM dosis 50 kg atau dengan takaran 0,5 kg per polybag. Terakhir, larutkan 10 kg GDM Black BOS ke dalam 100 liter air, lalu semprotkan secara merata ke seluruh polybag. Pada tahap ini, pemberian POG GDM dan GDM Black BOS cukup dilakukan setiap enam bulan sekali.
Saat Tanam (0 HST)
Jika bibit kelapa sawit sudah pindahkan ke lahan utama, taburkan GDM SAME dengan dosis 150 kg atau sekitar 1 kg/lubang tanam di area sekeliling bonggol. Setelah itu, siram lubang tanam menggunakan larutan GDM Black BOS sebanyak 10 kg yang sudah dicampur dengan 100 liter air. Sebagai tahap akhir, lakukan pengocoran POC GDM Sawit sebanyak 5 liter, atau sekitar 35 ml per tanaman, langsung ke masing-masing lubang tanam.
TBM (0–3 Tahun)
Pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) ini, tanaman sawit membutuhkan 10 liter POC GDM Sawit, 280 liter Pupuk Organik Granule (POG), serta 10 kg GDM Black BOS. Langkah pertama, berikan POC GDM Sawit dosis 70 ml per tanaman secara rutin setiap dua bulan sekali untuk membantu menunjang pertumbuhan kelapa sawit.
Langkah kedua, tebarkan POG secara merata di area piringan dengan takaran 2 kg per tanaman. Langkah ketiga, campurkan GDM Black BOS dengan air menggunakan perbandingan 1:10, lalu siramkan secara merata ke bagian piringan. Pemberian POG dan GDM Black BOS pada fase TBM ini harus dilakukan setiap enam bulan sekali agar pertumbuhan kelapa sawit dapat berlangsung lebih optimal.
TM (≥ 3 Tahun)
Pada fase Tanaman Menghasilkan (TM), gunakan 15 liter POC GDM Sawit, 7 liter POC GDM Sawit untuk injeksi, 350 liter POG, serta 10 kg GDM Black BOS. Langkah pertama, aplikasikan POC GDM Sawit sebanyak 100 ml/pohon, kemudian injeksi batang kelapa sawit dengan menggunakan POC GDM Sawit dosis 50 ml/pohon secara rutin setiap tiga bulan sekali.
Langkah kedua, tebarkan POG secara merata di area piringan kelapa sawit dengan dosis 2,5 kg per tanaman. Langkah ketiga, campurkan GDM Black BOS dengan air menggunakan perbandingan 1:10, lalu siramkan secara merata ke bagian piringan. Pada fase ini, pemberian POG dan GDM Black BOS tetap perlu dilakukan secara rutin setiap enam bulan sekali agar kebun lebih produktif.
Ayo Gunakan Rangkaian Produk GDM Kelapa Sawit untuk Pemupukan yang Lebih Efektif
Rangkaian Produk GDM Kelapa Sawit hadir sebagai solusi yang dapat membantu Anda menjalankan pemupukan secara lebih efektif dan terarah. Dengan dukungan nutrisi yang lengkap, tanaman kelapa sawit Anda dapat memperoleh asupan hara yang lebih seimbang untuk menunjang pertumbuhan, memperkuat akar, serta mendukung fase produksi agar hasil kebun lebih produktif.
Jika Anda ingin kebun kelapa sawit tumbuh lebih sehat dan produktif, sekarang adalah saat yang tepat untuk mencoba Rangkaian Produk GDM Kelapa Sawit. Caranya, KLIK BANNER yang tersedia di bawah ini untuk mulai terhubung dengan tim ahli GDM dan dapatkan solusi pemupukan yang lebih efektif dan praktis untuk kebun kelapa sawit Anda!



























