Peternakan

5 Jenis Kandang Kambing dan Domba, Mana yang Paling Cocok untuk Anda?  

kandang kambing dan domba

Memelihara kambing dan domba bukan sekadar soal punya lahan dan hewan ternaknya saja. Salah satu faktor paling menentukan keberhasilan usaha peternakan adalah kualitas kandang kambing dan domba yang digunakan. Kandang yang baik bukan hanya tempat tinggal bagi hewan ternak, tetapi juga fondasi utama yang memengaruhi kesehatan hewan. 

Banyak peternak, terutama yang baru memulai, sering meremehkan pentingnya perencanaan kadang yang matang. Padahal, kandang yang dirancang asal-asalan bisa berujung hewan yang mudah sakit, pertumbuhan terhambat, bahkan kerugian finansial yang tidak sedikit.

Sebaliknya, kandang yang dibangun dengan tepat akan membuat kambing dan domba tumbuh lebih sehat, nafsu makan terjaga, dan hasil panen jauh lebih optimal. Kabar baiknya, membangun kandang yang ideal tidak harus mahal atau rumit. Panduannya bisa Anda simak pada ulasan berikut ini.


Banner Artikel CTA Peternakan GDM Desktop 1
Banner Artikel CTA Peternakan GDM Mobile 1

Ukuran Kandang Kambing dan Domba

Menentukan ukuran kandang kambing dan domba yang tepat adalah langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan sebelum mulai membangun. Ukuran yang terlalu kecil akan membatasi ruang gerak hewan ternak sehingga membuatnya mudah stres. Sementara ukuran yang terlalu luas akan membuang lahan secara percuma. Nah, agar tidak salah perhitungan, ikuti langkah-langkah berikut ini ya: 

Panjang dan Lebar 

Ukuran ideal kandang kambing dan domba berbeda-beda, bergantung pada jenis, umur, dan kondisi hewan ternaknya. Kambing atau domba yang baru lahir tentu membutuhkan ukuran kandang yang berbeda dibandingkan yang sedang dalam proses penggemukan.

Namun, Anda bisa menjadikan kambing atau domba dalam proses penggemukan sebagai patokan utama dalam menentukan ukuran kandang. Ukuran yang tepat untuk kandang kambing penggemukan adalah panjang minimal 1,5 meter dan lebar minimal 1,2 meter. 

Ukuran tersebut sudah cukup untuk menampung 3–5 ekor kambing atau domba sekaligus. Jika jumlah ternak Anda lebih banyak, cukup sesuaikan ukurannya secara proporsional.

Jarak Atap

Beberapa jenis kandang memerlukan atap sebagai tempat berteduh kambing dan domba. Tinggi atap kandang perlu diperhatikan dengan cermat. Jangan terlalu rendah karena akan mengganggu aktivitas Anda saat membersihkan kandang, namun jangan pula terlalu tinggi karena akan menyulitkan perawatan.

Jarak Lantai

Ada kandang yang langsung menggunakan tanah sebagai lantainya, ada pula yang membangun lantai tersendiri di atas lahan. Jika Anda memilih jenis kandang dengan lantai terpisah, jarak ideal antara lantai dan permukaan lahan adalah sekitar 70 cm.

Jarak ini penting untuk menghindari risiko genangan air saat hujan. Genangan air yang masuk ke area kandang dapat menyebabkan kambing atau domba jatuh sakit dan menghambat produktivitas ternak Anda.

Baca Juga: 6 Jenis Rumput Pakan Kambing untuk Menambah Kualitas Daging dan Susu

Jenis Kandang Kambing dan Domba

Setelah menentukan ukuran yang sesuai, langkah berikutnya adalah memilih jenis kandang kambing dan domba yang paling tepat untuk kebutuhan Anda. Setiap jenis kandang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga penting untuk memahaminya sebelum memutuskan mana yang akan dibangun. 

Berikut jenis- jenis kandang yang umum digunakan oleh para peternak kambing dan domba yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan:

Kandang Panggung

Kandang panggung adalah jenis kandang yang membangun lantai tersendiri di atas lahan dengan jarak tertentu dari permukaan tanah. Kelebihan utama kandang panggung adalah tingkat kebersihannya yang lebih terjaga. Selain itu, kaki kambing atau domba tidak langsung menyentuh tanah sehingga terhindar dari kotoran dan parasit.

Kandang panggung juga lebih mudah dibersihkan karena kotoran hewan akan langsung jatuh ke bawah melalui celah-celah lantai. Namun, jenis kandang ini membutuhkan biaya dan bahan yang lebih banyak, proses pembuatannya lebih lama, serta berisiko membuat kaki kambing atau domba terperosok di sela-sela bambu atau kayu. Meski begitu, kandang panggung tetap menjadi pilihan paling populer di kalangan peternak kambing dan domba di Indonesia.

Kandang Lemprak

Berbeda dari kandang panggung, kandang lemprak langsung menggunakan tanah sebagai lantainya yang kemudian dilapisi jerami agar kaki hewan tidak terlalu kotor. Jenis kandang ini jauh lebih mudah dibuat dan tidak membutuhkan biaya besar.

Salah satu keunggulan kandang lemprak yang sering diabaikan adalah potensinya menghasilkan pupuk kompos dari campuran kotoran dan sisa pakan yang terkumpul saat proses pembersihan. Kekurangannya, kebersihan kandang lebih sulit dijaga. Kandang lemprak paling sering digunakan sebagai kandang penggemukan kambing atau domba.

Kandang Kombinasi

Kandang kombinasi merupakan perpaduan antara kandang panggung dan kandang lemprak. Secara sederhana, kandang panggung dilengkapi dengan halaman terbuka berupa area lemprak sebagai ruang gerak tambahan bagi hewan ternak.

Jenis kandang ini memberi kambing dan domba keleluasaan bergerak yang lebih baik sehingga cukup menguntungkan dari sisi kesehatan ternak. Namun, kandang kombinasi membutuhkan lahan yang cukup luas, sehingga perlu dipertimbangkan ketersediaan lahannya terlebih dahulu.

Kandang Koloni

Kandang koloni adalah sistem kandang yang menempatkan beberapa ekor kambing atau domba dalam satu ruangan bersama. Sistem ini bisa diterapkan pada kandang panggung maupun kandang lemprak, dan tidak membutuhkan biaya tambahan yang berarti.

Namun, kandang koloni memiliki beberapa kekurangan yang perlu diwaspadai. Perawatan individual menjadi lebih sulit dilakukan, dan risiko persaingan pakan antar hewan cukup tinggi sehingga sulit memastikan setiap kambing atau domba mendapatkan asupan yang cukup.

Kandang Individu

Berbeda dari kandang koloni, kandang individu memisahkan setiap ekor kambing atau domba ke dalam ruangan tersendiri menggunakan sekat. Dengan sistem ini, perawatan terhadap setiap hewan bisa dilakukan secara lebih maksimal dan terkontrol. Kandang individu sangat ideal bagi peternak yang ingin memantau kondisi kesehatan dan perkembangan setiap ternaknya secara detail.

Perawatan Kandang Kambing dan Domba

Membangun kandang saja tidak cukup. Kandang kambing dan domba yang sudah berdiri harus dirawat secara rutin dan tepat. Kandang yang tidak dirawat dengan baik akan mudah rusak dan jamuran, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kesehatan hewan ternak Anda. Berikut tiga aspek perawatan kandang yang wajib diperhatikan:

Kebersihan Kandang

Kebersihan adalah faktor utama yang menentukan kualitas kandang kambing dan domba. Kandang yang kotor menjadi tempat favorit berkembangnya virus dan bakteri, terlebih karena kambing dan domba menghasilkan kotoran setiap harinya. Kandang yang bersih adalah salah satu syarat utama agar ternak bisa tumbuh secara optimal.

Membersihkan kandang sebenarnya tidak sulit, cukup gunakan sapu untuk membersihkan lantai dari kotoran dan sisa pakan yang tertinggal. Yang perlu diperhatikan adalah frekuensinya. Kandang lemprak harus dibersihkan setiap hari karena kotoran langsung berada di lantai tempat kambing atau domba berdiri. Sementara kandang panggung cukup dibersihkan sekitar tiga hari sekali karena kotoran otomatis jatuh ke bawah lantai.

Menjaga Kondisi Kandang

Selain kebersihan, suhu dan kelembapan udara di dalam kandang juga perlu dijaga. Pastikan kandang memiliki ventilasi udara yang memadai agar sirkulasi udara tetap lancar dan suhu di dalam kandang tetap ideal. Kelembapan udara yang terlalu tinggi akan membuat kandang mudah jamuran, yang pada akhirnya bisa menyebabkan kambing atau domba jatuh sakit.

Antisipasi Banjir

Kandang panggung secara alami lebih siap menghadapi risiko banjir karena lantainya berada di atas permukaan tanah. Namun, jika lokasi peternakan Anda berada di daerah yang jarang atau tidak pernah banjir, penggunaan kandang lemprak maupun kandang kombinasi tetap menjadi pilihan yang aman dan praktis.

Baca Juga: 4 Cara Mengobati Penyakit ORF Domba dan Strategi Pencegahannya

Alat Kandang Kambing dan Domba

Selain memperhatikan ukuran dan jenis kandang, ada pula sejumlah peralatan yang perlu Anda siapkan untuk mendukung fungsi kandang kambing dan domba secara optimal. Jenis peralatan yang dibutuhkan pun menyesuaikan dengan jenis kandang yang sudah Anda bangun sebelumnya. Berikut tiga peralatan utama yang wajib tersedia:

Peralatan Kebersihan

Membersihkan kandang kambing atau domba adalah rutinitas yang tidak bisa diabaikan, baik setiap hari maupun tiga hari sekali tergantung jenis kandang yang digunakan. Untuk menunjang pekerjaan ini, Anda perlu memastikan peralatan kebersihan selalu tersedia dan dalam kondisi baik.

Beberapa peralatan yang wajib disiapkan antara lain sapu lidi, pel, ember, selang, hingga semprotan desinfektan. Semakin besar kandang yang Anda miliki, semakin banyak pula peralatan yang perlu disiapkan agar proses pembersihan bisa berjalan efisien.

Wadah Pakan dan Minum

Pada kandang lemprak dan kandang koloni, pakan memang bisa diletakkan langsung di lantai. Namun cara ini berisiko membuat pakan mudah terkontaminasi kotoran dan agen penyakit yang ada di permukaan lantai. 

Penggunaan wadah pakan dan minum yang proper sangat penting untuk menjaga kebersihan pakan sekaligus memastikan ternak mendapatkan asupan dalam jumlah yang tepat dan terkontrol.

Penampung Kotoran

Pada kandang panggung, kotoran kambing dan domba akan langsung jatuh ke tanah di bawah lantai. Jika dibiarkan menumpuk tanpa penanganan, proses pembersihannya bisa cukup merepotkan. Solusi praktisnya adalah dengan menyiapkan penampung kotoran berupa ember atau baskom yang diletakkan tepat di bawah lantai kandang.

Dengan cara ini, seluruh kotoran akan langsung tertampung sehingga Anda tidak perlu repot menyapu area bawah kandang. Kotoran yang sudah terkumpul pun bisa langsung dibuang atau bahkan dijual sebagai pupuk kandang yang bernilai ekonomis. 

Pemberian Suplemen Ternak Tambahan

Perawatan kandang kambing dan domba tidak hanya berhenti pada kebersihan dan peralatan saja. Salah satu langkah tambahan yang sering diabaikan peternak adalah pemberian suplemen ternak secara rutin. Padahal, suplemen yang tepat bisa jadi peembeda antara ternak yang tumbuh biasa-biasa saja dengan ternak yang berkembang optimal. 

Salah satu produk yang direkomendasikan adalah SOC GDM Spesialis Peternakan. Produk ini merupakan suplemen organik cair yang diformulasikan khusus untuk meningkatkan kesehatan, pertumbuhan, dan produktivitas ternak.


Suplemen Organik Cair GDM
Spesialis Peternakan
  • Meningkatkan Antibodi dan Menangkal Penyakit
  • Menyediakan Nutrisi Lengkap untuk Ternak
  • Meningkatkan Produktivitas dan Hasil Panen
  • Mengurangi Bau Amoniak pada Kotoran
  • Mengurangi Stress pada Hewan Ternak

Dosis dan Panduan Penggunaan SOC Ternak

Penggunaan SOC GDM Spesialis Peternakan pada kambing dan domba perlu disesuaikan dengan usia ternak agar hasilnya optimal. Untuk kambing atau domba berusia 3 bulan atau lepas sapih, berikan 5 ml SOC GDM per ekor per hari. 

Cara penggunaannya cukup mudah, yaitu dengan mencampurkan setengah tutup kemasan 2 liter ke dalam combor atau air minum dan diberikan pada pagi dan sore hari. Aturan yang sama berlaku untuk kambing atau domba berusia di atas 1 tahun, yakni tetap 5 ml per ekor per hari dengan cara pemberian yang serupa.  Sebagai catatan, 1 tutup kemasan 2 liter setara dengan 10 ml, sehingga dosis 5 ml berarti setengah tutup saja.

Manfaat SOC GDM Spesialis Ternak untuk Kambing dan Domba 

Pemberian SOC GDM secara rutin memberikan sejumlah manfaat nyata bagi kesehatan dan produktivitas kambing serta domba Anda. Di antaranya yaitu: 

Pencernaan Lebih Sehat

SOC GDM membantu ternak mencerna pakan lebih baik sehingga penyerapan nutrisi menjadi lebih maksimal dan efisien.

Daya Tahan Tubuh Meningkat

Kandungan bakteri probiotik aktif memperkuat sistem imun kambing dan domba sehingga lebih tahan terhadap serangan penyakit. 

Nafsu Makan dan Pertumbuhan Optimal

Ternak menjadi lebih lahap makan, pakan terserap maksimal, dan pertumbuhan bobot badan berlangsung lebih cepat secara alami. 

Kadar Amonia Menurun 

Bakteri Micrococcus roseus dalam SOC GDM aktif mengurai gas amonia pada kotoran ternak sehingga bau kandang berkurang secara signifikan dan lingkungan kandang menjadi jauh lebih nyaman.

Kualitas Hasil Ternak Meningkat

Penggunaan rutin SOC GDM terbukti meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil ternak, termasuk bobot daging yang lebih optimal pada kambing atau domba penggemukan.

Gunakan SOC GDM Ternak agar Kambing dan Domba Lebih Sehat dan Kandang Lebih Bersih 

Itulah panduan lengkap seputar kandang kambing dan domba yang perlu Anda ketahui, mulai dari menentukan ukuran yang tepat, memilih jenis kandang yang sesuai kebutuhan, hingga sistem perawatan yang benar. Semua langkah tersebut akan bekerja jauh lebih maksimal apabila didukung dengan nutrisi tambahan yang tepat untuk ternak Anda.

Berikan SOC GDM Ternak setiap hari kepada kambing atau domba Anda untuk mendukung pertumbuhan yang optimal, memperkuat daya tahan tubuh, sekaligus mengurangi bau pada kotoran kandang. Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar cara penggunaan atau ingin mengetahui lebih lanjut tentang produk ini, tim ahli peternakan kami siap membantu Anda secara gratis. Klik banner di bawah ini untuk mulai berkonsultasi!


Banner Promo Suplemen Organik Cair Spesialis Peternakan GDM
Banner Mobile Promo Suplemen Organik Cair Spesialis Peternakan GDM

author-avatar

About drh. Karinadintha Marsya Rachman

Konsultan Dalam Bidang Peternakan Hingga Hewan Peliharaan