5 Cara Budidaya Seledri agar Tumbuh Subur & Maksimal Hasilnya

Pernah terpikir untuk budidaya seledri karena sering dipakai jadi penyedap masakan? atau terpikir untuk memulai budidaya sebagai usaha sampingan?
Hal itu tentu bisa Anda wujudkan dengan menanamnya di bedengan. Seledri merupakan jenis agribisnis sayuran yang sudah umum kita jumpai. Tanaman yang berasal dari kawasan Mediterania sekitar Laut tengah itu, kini sudah menyebar hingga ke seluruh dunia.
Di Indonesia, seledri menjadi salah satu bumbu yang penting. Oleh sebab itulah, budidaya seledri di Indonesia memiliki prospek yang baik. Dengan perawatan yang tepat dan pemupukan sesuai dosis, Anda pun bisa menanam seledri di halaman rumah sendiri.
Jika Anda ingin mengetahui rekomendasi pupuk yang nantinya bisa digunakan untuk menunjang tumbuh kembang tanaman seledri, Anda bisa klik banner di bawah ini dan dapatkan harga spesial.
Bagi Anda yang ingin membudidayakan seledri sebagai salah satu sumber penghasilan, tentu ini menjadi keputusan yang tepat. Nah, untuk lebih jelasnya, simak cara budidaya seledri agar tumbuh subur dan menghasilkan keuntungan yang optimal berikut ini, ya.


Syarat Tumbuh Budidaya Seledri yang Harus Diketahui Sebelum Proses Tanam
Sebelum melakukan budidaya seledri, Anda harus memahami terlebih dahulu bagaimana syarat tumbuh tanaman seledri tersebut. Sebab, tanpa memahami syarat tumbuhnya, maka Anda akan sulit memahami kebutuhan tanaman seledri.
- Tanaman seledri dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan iklim subtropis pada ketinggian 1.000–1.200 mdpl. Tanaman ini juga membutuhkan suhu udara antara 16–21oC dengan kelembapan udara 80–90 %.
- Seledri membutuhkan curah hujan sebanyak 60–100 mm/bulan. Selain itu, tanaman sayur ini juga membutuhkan penyinaran matahari yang cukup untuk pertumbuhannya.
- Tanaman seledri membutuhkan pH tanah 5,8-6,7 dan drainase yang baik. Bahkan, dianjurkan untuk menyirami seledri dengan sistem tetes agar tanah tetap lembap dan air lebih mudah terserap oleh tanaman. Ini dikarenakan seledri memiliki sistem perakaran yang dangkal, sehingga lebih efektif untuk melakukan penyiraman dengan sistem tetes secara terus menerus daripada disiram secara manual.
5 Cara Budidaya Seledri agar Tanaman Tumbuh Subur dan Panen Maksimal
Membudidayakan seledri sebenarnya dapat dibilang gampang-gampang susah. Hal ini dikarenakan tanaman seledri rentan gagal pada tahap penyemaian dan kebutuhan airnya pun harus seimbang karena rawan mengalami busuk akar.
Selain itu, tanaman seledri juga memiliki karakteristik yang cenderung tumbuh lambat di awal fase pertumbuhannya. Oleh karena itu, Anda perlu lebih sabar untuk merawatnya. Untuk penjelasan lengkap cara budidayanya, simak selengkapnya di sini.
Pengolahan Lahan Budidaya Seledri agar Tanaman Tidak Busuk
Pengolahan lahan perlu dilakukan untuk menyiapkan lahan setelah tanaman disemaikan, agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Berikut ini cara pengolahan lahan tanaman seledri:
- Cangkul atau bajak tanah menggunakan cangkul atau alat, seperti bajak sapi atau mesin traktor hingga gembur dan terbalik dengan sempurna.
- Buat bedengan dengan ukuran yang disesuaikan dengan kondisi lahan.
- Taburkan Granule Bio Organik GDM SaMe ke bedengan yang telah dibuat secara merata. Lakukan hingga memenuhi dosis 150 kg/ha.
- Sirami bedengan dengan air secukupnya.
- Larutkan 1 gelas air mineral GDM Black BOS ke dalam tangki semprot berisi air penuh. Lalu semprotkan secara merata ke tanah bedengan yang telah lembap dan basah.
- Lakukan penyemprotan GDM Black BOS hingga memenuhi dosis 5 kg/ha.
- Diamkan lahan selama 7 hari, agar bakteri dan nutrisi produk GDM dapat bekerja untuk memperbaiki tanah.
Proses Pembibitan Dan Persemaian Bibit Seledri
Tanaman seledri dapat diambil bibitnya dengan cara generatif maupun vegetatif. Umumnya untuk skala budidaya, bibit tanaman seledri biasa diperoleh dengan cara generatif atau memakai bijinya.
Apabila Anda ingin menggunakan biji, maka pastikan indukan seledri yang digunakan adalah tanaman dengan varietas yang unggul. Pastikan benih yang digunakan ini mempunyai daya perkecambahan hingga 90%. Nah, untuk mendapatkan bibit seledri unggul, Anda perlu melakukan beberapa langkah. Berikut ini cara menyemai seledri:
- Pilih benih unggul dari indukan yang berkualitas.
- Masukkan benih tersebut ke dalam air, lalu pilih yang tenggelam. Benih yang mengambang sebaiknya dibuang.
- Siapkan 100 ml Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan.
- Siapkan 1 liter air bersih.
- Masukkan 100 ml Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan ke dalam 1 liter air bersih, kemudian larutkan.
- Masukkan benih ke dalam larutan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan, kemudian diamkan selama 30 menit.
- Angkat benih, lalu tiriskan.
- Letakkan pada media perkecambahan, lalu letakkan di tempat gelap. Proses perkecambahan berlangsung selama 7-12 hari.
- Setelah benih berkecambah, tanam pada media tanam persemaian dengan cara menanam kecambah secara dangkal, agar kecambah dapat segera tumbuh.
- Proses persemaian berlangsung selama sekitar 2 bulan. Setelah berumur 2 bulan, lakukan pindah tanam ke lahan tanam.


Pindah Tanam
Setelah tanaman seledri disemai, maka langkah selanjutnya adalah pindah tanam. Tentu saja, cara menanam seledri melalui penyemaian ini memiliki keunggulan.
Keunggulan dari cara menanam seledri melalu penyemaian di antaranya adalah tanaman sudah tumbuh dengan sempurna, jarak tanam yang teratur, mengurangi biaya pemupukan, irigasi, dan pengendalian OPT.
Oleh sebab itulah, proses persemaian sebelum pindah tanam ini sangat dianjurkan dalam proses budidaya seledri. Pada umumnya, dalam 1 ha lahan dapat ditanami 50-100 tanaman, bergantung dengan kerapatannya. Setelah melakukan persemaian, kini saatnya Anda untuk pindah tanam. Berikut ini cara pindah tanam seledri:
- Cabut tanaman seledri dari lahan persemaian.
- Masukkan ke dalam wadah bersih, lalu bawa ke lahan tanam.
- Buat lubang sedalam 2-3 cm, dengan jarak antar lubang tanam 12-20 cm.
- Masukkan bibit ke dalam lubang tanam, lalu tutup kembali dengan tanah.
- Sirami dengan air secukupnya secara perlahan menggunakan alat penyiraman yang lembut.
Baca juga “Cara Menanam Seledri di Pot Tanpa Ribet dan Mudah“
Cara Merawat Tanaman Seledri agar Tumbuh Subur
Setelah proses penanaman seledri dilakukan dengan baik dan benar, maka selanjutnya Anda harus merawat tanaman seledri. Perawatan ini dilakukan hingga tanaman layak untuk dipanen. Ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga tanaman tetap sehat dan subur.
Penyulaman
Ketika tanaman berumur 7–15 HST, lakukanlah penyulaman apabila dibutuhkan. Ini bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal dan produktivitasnya dapat maksimal.
Penyiangan
Setelah penyulaman, selanjutnya adalah penyiangan. Ketika tanaman berumur 2 minggu, lakukan penyiangan secara rutin. Lakukan kembali penyiangan setiap 2 minggu.
Tujuannya agar tanaman tidak berkompetisi dengan gulma dalam proses penyerapan nutrisi. Selain itu, lahan yang bebas gulma juga dapat meminimalisir datangnya hama penyakit.
Penyiraman
Seledri merupakan tanaman yang memiliki umur pendek. Jadi, Anda perlu memastikan bahwa tanaman seledri tidak kekeringan. Sangat disarankan untuk melakukan penyiraman dengan sistem tetes. Namun, jika tidak memungkinkan, Anda bisa menyirami seledri setiap pagi dan sore hari dengan jumlah yang cukup.
Pemupukan
Pemupukan tanaman seledri adalah penentu keberhasilan budidaya seledri. Sebab, pemenuhan nutrisi melalui pemupukan ini dapat menentukan produktivitas tanaman.
Disarankan untuk melakukan pemupukan secara organik. Ini bertujuan agar kondisi tanah menjadi lebih subur dan gembur dari waktu ke waktu. Pupuk organik terbaik untuk seledri adalah produk GDM Organik yang terdiri dari GDM Black BOS, Granule Bio Organik GDM SaMe, dan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan.
Semua produk GDM Organik ini mengandung bakteri baik yang berfungsi untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah. Berikut ini cara pemupukan seledri menggunakan produk GDM Organik.
Pemupukan seledri perlu diberikan sampai tanaman siap panen. Umur panen tanaman seledri yang tidak melalui proses persemaian adalah selama 160-180 hari. Sedangkan tanaman seledri yang telah melalui proses persemaian adalah selama 90-125 hari.
Berikut ini cara pemupukan rutin tanaman seledri yang melalui proses persemaian saat usia 7 HST hingga 90 HST:
- Larutkan 500 ml Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan ke dalam tangki semprot berisi air.
- Semprotkan larutan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan ke seluruh bagian tanaman.
- Lakukan penyemprotan hingga memenuhi dosis 8 liter/ha.
- Ulangi penyemprotan setiap 2 minggu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.
Penyemprotan seledri menggunakan produk GDM Organik yang terdiri dari Granule Bio Organik GDM SaMe dan GDM Black BOS untuk masa pengolahan tanah dan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan untuk hariannya, terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan daun, memperbesar tangkai, dan meningkatkan kualitas maupun kuantitas hasil panen.

Masa Panen dan Pasca Panen
Setelah tanaman berumur >3 bulan dari masa penanaman, tanaman seledri sudah dapat dipanen. Akan tetapi, setiap jenis varietas mempunyai masa panennya tersendiri meskipun secara umum tidak jauh berbeda.
Tanaman seledri yang sudah bisa dipanen mempunyai ciri sudah mencapai pertumbuhan yang maksimal dengan daun yang banyak dan ketinggiannya sudah layak hingga menghasilkan anakan. Pemanenan dapat dilakukan dengan mencabut seluruh bagian tanaman atau memetik batangnya dalam waktu 1–2 minggu sekali.
Bila pemanenan dilakukan dengan memetik batang, maka potonglah pada pangkal batangnya secara periodik agar pertumbuhan anakan berkurang.
Sortir tanaman seledri yang sudah dipanen dengan membuang tangkai daun yang sudah rusak, lalu cuci seledri menggunakan air mengalir dan tiriskan pada rak untuk membersihkan residu pestisida dan kotoran yang masih menempel.
Setelah dipanen, seledri sudah siap untuk dijual. Tentu saja, hasil panen seledri yang dipupuk menggunakan produk GDM Organik yang terdiri dari Granule Bio Organik GDM SaMe, GDM Black BOS dan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan tebukti bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
Baca Juga “Cara Menanam Palem Merah Paling Mudah dan Lengkap, Bisa Langsung dari Rumah!“
3 Pupuk yang Dapat Menunjang Kesuburan Tanaman Seledri
Jika Anda ingin tanaman seledri sehat dan produktif selama menghuni pekarangan Anda, jangan lupa menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan kesuburannya. Ini rekomendasi pupuk organik yang bisa Anda gunakan.
GDM Black BOS
GDM Black BOS dapat digunakan saat proses olah tanah. Dengan kandungan formula aktifnya, pencampuran pupuk GDM Black BOS dengan media tanam bisa membantu tanah untuk menetralkan racun, menghidupkan mikroba tanahh, dan meningkatkan produktivitas lahan. Ini dapat menjadi stimulant baktei baik yang mendukung tanaman tumbuh lebih sehat dan kuat.
Granule Bio Organik GDM SaMe
Selain itu, Anda juga dapat menggunakan Granule Bio Organik GDM SaMe. Pupuk ini dibuat dari bahan-bahan segar, sehingga dapat mencegah pembusukan dan risiko penyakit yang berpotensi menyerang tanaman. Dengan pengaplikasian Granule Bio Organik GDM SaMe, tanaman bisa memproteksi dirinya dari penyakit tular tanah.
Pupuk Organik Cair (POC) GDM
Terakhir, gunakan POC GDM untuk mendukung pertumbuhan tanaman sehari-hari. Anda dapat mengaplikasikannya dengan cara dikocor maupun disemprot pada pagi atau sore hari. Pupuk ini tidak hanya memungkinkan tanaman Anda lebih sehat, tetapi juga memiliki perakaran yang kuat.
Dukung Pertumbuhan Seledri Anda agar Kuat Perakarannya dengan Pupuk Organik Cair (POC) GDM!
Menanam seledri kini tak perlu tunggu punya lahan besar. Dengan halaman rumah yang minimalis, Anda bisa membuat bedengan dan mulai menanam bebeapa seledri sebagai langkah awal. Budidaya seledri untuk konsumsi sendiri menjadi langkah yang tepat agar dapat menghemat budget belanja.
Begitu juga jika budidaya ditujukan untuk usaha, hal ini berpeluang besar sebagai bisnis yang menjanjikan. Sebab, seledri menjadi salah stau komoditas yang wajib ada di dapur.
Untuk mendukung pertumbuhannya, perawatan dasar saja tidak cukup. Kombinasikan perawatan seledri dengan penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) GDM. Penggunaan pupuk yang rutin memungkinkan tanaman tumbuh subur, daun tumbuh lebat, dan akar terawatt sehat. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan panen lebih banyak disbanding tidka menggunakan pupuk oganik.
Jadi tunggu apalagi? Ingin tanaman seledri lebih produktif? Klik banner di bawah ini dan dapatkan promo khusus untuk menunjang pertumbuhan tanaman seledri Anda. Anda pun bisa berkonsultasi dengan tim ahli kami mengenai cara budidaya seledri atau penggunaan pupuk GDM, gratis!


One thought on “5 Cara Budidaya Seledri agar Tumbuh Subur & Maksimal Hasilnya”
Comments are closed.
























Terima kasih, atas tulisannya karena saya sedang melakukan penanaman selendri yang belum pernah berhasil informasi ini sangat membantu saya ,