Busuk Batang Pada Jagung: Ciri-ciri, Penyebab, & Cara Mengatasinya

Gagal panen jagung bisa disebabkan oleh banyak faktor, bahkan sejak awal penanaman sekalipun. Busuk batang pada jagung menjadi salah satu penyakit yang sering menyerang dan membuat hasil panen menurun. Penyakit ini muncul ditandai dengan batang jagung yang membusuk, tanaman mudah roboh, serta pertumbuhan tongkol yang tidak maksimal.
Serangan busuk batang dapat terjadi akibat jamur patogen yang berkembang pada kondisi lahan lembap dan drainase kurang baik. Jika tidak ditangani dengan baik, busuk batang pada jagung dapat menyebar lebih cepat dan merusak tanaman. Agar masalah ini tidak Dulur alami sendiri, maka sebaiknya pahami penyebab, ciri-ciri, hingga cara mengatasinya.


Ciri-ciri Penyakit Busuk Batang Pada Jagung
Ternyata ada sejumlah ciri-ciri yang menunjukkan tanaman Dulur tengah terkena penyakit busuk batang. Terdapat beberapa penyakit busuk batang yang merusak tanaman jagung. Ciri-ciri penyakit busuk batang sebagai berikut.
Busuk Batang Antraknosa
Penyakit busuk batang antraknosa terjadi karena adanya serangan organisme colletotrichum graminicola. Gejala luar berupa munculnya warna hitam mengkilat menutupi tangkai bagian luar jagung, dekat dengan pangkal tanaman. Sedangkan gejala dalam terlihat dari adanya kelenjar yang mengandung inti maserasi dengan perubahan warna menjadi kecoklatan.
Busuk Batang Diplodia
Busuk batang diplodia terjadi karena serangan organisme stenocarpella maydis. Gejala luar dengan struktur berwarna hitam kecil di dalam kulit batang bagian bawah. Gejala dalam berupa adanya kelenjar bagian bawah yang mengandung inti maserasi. dengan perubahan warna menjadi kecoklatan.
Busuk Arang
Penyebab dari busuk arang adalah jamur macrophomina phaseolina yang tumbuh di lingkungan panas dan kering. Jamur ini menyerang akar secara bertahap, kemudian menjalar ke batang. Cirinya terlihat dengan perubahan warna menjadi hitam tampak seperti hangus terbakar, batang jagung terlihat kering kekurangan air atau mudah rapuh, daun bagian atas mulai menguning dan mengering. Infeksi ini mengakibatkan rusaknya tanaman jagung
Busuk Batang Gibrella
Penyakit ini juga muncul sebab adanya jamur gibbrella zeae yang berkembang dalam biji saat musim dingin. Sumber infeksi ini berasal dari luka pada akar, batang, daun, atau sekarang serangga yang berbahaya.
Gejala awal terlihat pada ujung tongkol tampak seperti jamur putih yang berubah menjadi merah muda atau merah. Infeksi ini berkembang melalui perubahan warna yang meluas ke seluruh tongkol antara kulit dan biji membusuk. Daun akan berubah menjadi hijau keabu-abuan dan mulai layu. Ruas bagian bawah melunak menjadi sawo matang atau coklat tua. Kemudian bintik-bintik hitam mulai berkembang ke permukaan.
Busuk Batang Fusarium
Penyakit ini menghasilkan racun fusarium toksin yang berbahaya bagi konsumen. Gejala awal berupa daun jagung yang mendadak layu, perubahan warna daun jagung menjadi kelabu, batang bagian bawah berwarna hijau kekuningan atau coklat kekuningan, batang paling bawah akan membusuk dan mulai terlepas dari kulit luar batang yang lembek.
Tanaman jagung yang terinfeksi akan membusuk pada bagian akar. Sebab, aliran unsur hara ke biji menurun drastis yang mengakibatkan kematian tanaman.
Busuk Batang Bakteri
Infeksi ini terjadi karena adanya bakteri erwinia krisan melalui kelembaban yang relatif tinggi. Gejala ini memunculkan bau busuk dan perendaman pada ruas. Bau busuk berasal dari lendir jaringan internal.
Baca Juga: 5 Penyebab Tanaman Jagung Bundel & Upaya Pengendaliannya
Penyebab Penyakit Busuk Batang Pada Jagung
Dulur perlu mulai mewaspadai sejumlah penyebab yang bisa membuat busuk batang pada jagung semakin parah dan terlambat untuk ditangani, berikut beberapa penyebabnya, antara lain:
Keterbatasan Fotosintesis
Keterbatasan ini menyebabkan stres pada jagung. Sebab, jumlah cahaya fotosintesis yang kurang akan menimbulkan penyakit, hama, serta kurangnya unsur hara dan air. Usahakan menanam jagung di area ladang terbuka, guna memperlancar penyebaran karbon secara keseluruhan. Hindari kepadatan tanaman tinggi agar tidak membatasi akses air dan unsur hara yang masuk.
Tanah Tidak Subur
Kesuburan menjadi faktor utama suksesnya budidaya jagung. Jika tanah tidak memiliki unsur hara yang cukup baik, maka akan terjadi peningkatan pembusukan batang. Secara umum penyakit busuk batang meningkat ketika unsur hara hilang selama musim kemarau. Untuk itu, Dulur perlu melakukan perawatan kesuburan tanah dengan memberikan pupuk organik berkualitas.
Kekurangan Air
Keterbatasan air berdampak pada jumlah gas karbon. Saat kekurangan air, lubang-lubang ini menutup, yang membatasi akses karbon ke daun tanaman serta jumlah karbohidrat untuk mengisi biji-bijian, pertahanan tanaman, dll. Selain itu, kondisi yang terlalu basah dapat menghilangkan nitrogen dari tanah dan membuat akar stres, sehingga memudahkan infeksi jamur busuk batang.


Cara Mengatasinya Busuk Batang Pada Jagung
Nah, Dulur sudah tahu bukan penyebab busuk batang pada jagung? Mulai dari kualitas air hingga keterbatasan fotosintesis bisa membuat jagung mengalami berbagai masalah tanaman. Berikutnya akan dijabarkan cara mengatasi busuk batang pada jagung.
Penanaman Bibit Baru
Penanaman bibit baru digunakan untuk mengganti tanaman jagung yang sudah mati. Pada bagian ini pastikan untuk memilih bibit jagung yang sehat dan bebas dari penyakit atau hama. Sebelum ditanami, pastikan bahwa tanah yang ditempati memiliki kualitas baik agar teh dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat.
Selain itu, perhatikan kondisi iklim, terutama curah hujan. Sebab, tanaman jagung memerlukan suhu sekitar 23o-27o C.
Mengatur Sistem Pengairan
Mengatur evapotranspirasi tanaman jagung dibagi menjadi 2, yaitu evapotranspirasi potensial dengan jumlah air yang ditranspirasikan dalam satuan unit waktu oleh tanaman. Kemudian evapotranspirasi aktual mendeteksi tebal air yang dibutuhkan untuk mengganti sejumlah air yang hilang melalui evapotranspirasi pada tanaman yang sehat.
Pengairan manual dapat dilakukan secara rutin dengan menyirami tanaman dua sampai tiga kali seminggu. Hindari menyirami di atas tunas. Karena itu dapat mengakibatkan masalah jamur. Dulur bisa menyirami di dekat permukaan tanah sehingga daun-daun tetap kering.
Melakukan Pemeriksaan
Cara untuk melakukan pemeriksaan dengan meremas pangkal batang. Perhatikan jenis busuk batang dan jumlah tanaman yang menunjukkan gejala. Pemeriksa dilakukan secara rutin setiap minggunya.
Lakukan Pemupukan secara Rutin
Untuk mengatasi penyakit busuk batang, Dulur bisa melakukan pemupukan secara rutin untuk memberikan nutrisi pada tanaman jagung. Rekomendasi pupuk yang bagus untuk jagung adalah Rangkaian Produk Organik GDM yang terdiri dari Pupuk Organik Cair (POC) GDM, Black BOS, Pupuk Organik Granule (POG).
Masing-masing Pupuk GDM tersebut, terbuat dari bahan organik yang ramah lingkungan, sehingga aman digunakan dalam jangka panjang serta hasilnya lebih maksimal. Dibanding pupuk kimia, Pupuk Organik GDM lebih unggul karena minim efek samping bagi tanaman maupun tanah. Justru, pemakaian rutin Pupuk GDM bisa mendukung tanah menjadi gembur dan subur, sehingga jagung terhindar dari berbagai penyakit, termasuk busuk batang.
Panduan Pemakaian Pupuk GDM untuk Mengatasi Penyakit Batang Busuk pada Jagung
Untuk mengatasi busuk batang pada tanaman jagung, Dulur perlu mengaplikasikan pupuk dengan benar. Dosis pemakaian Pupuk GDM bisa Dulur lihat pada informasi di bawah ini.
Pupuk Umur 30 Hari Setelah Tanam
Dulur bisa menyebarkan secara merata Pupuk Organik Granule (POG) GDM sebanyak 150 Kg dan ulangi setiap 2 minggu sekali.
Pada umur ini, Dulur juga bisa menambahkan GDM Black BOS dengan dosis 5 Kg (per Ha). Aplikasikan melalui 1 gelas air mineral per tangki dan semprotkan secara merata di sekitar tanaman.
Pupuk Umur 35 Hari Setelah Tanam
Gunakan Pupuk Organik Cair (POC) GDM Pangan sebanyak 500 ml (2 gelar) per tangki, lalu semprotkan rata di seluruh tanaman. Jika digunakan per hektar, Dulur bisa pakai dosis 8 liter.
Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Jagung Kerdil dengan Pemupukan yang Tepat
Keunggulan Rangkaian Pupuk GDM untuk Perawatan Tanaman Jagung
Pemakaian Pupuk Organik GDM, bukanlah tanpa alasan. Soalnya, Dulur bakal mendapatkan berbagai keuntungan untuk tanaman jagung. Masing-masing Pupuk GDM bisa memberikan manfaat untuk tanaman, di antaranya:
Pupuk Organik Cair
Pupuk Organik Cair (POC) GDM Spesialis Tanaman pangan merupakan pupuk cair yang menunjang perbanyakan anakan tanaman, meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit busuk batang jagung, serta dapat meningkatkan produksi hingga 50%.
Black Bos
GDM Black BOS (Bio Organic Stimulant) berbentuk pasta dengan konsentrat tinggi, mengandung bakteri premium dan unsur hara lengkap yang cocok untuk tanaman pangan. Mikroorganisme dalam produk ini membantu menstimulasi bakteri patogen sehingga kualitas tanah akan semakin meningkat dan mencegah penyakit menular seperti busuk batang jagung.
Pupuk Organik Granule (POG)
Dulur dapat melengkapinya dengan Pupuk Organik Granule (POG) GDM yang berfungsi mengembalikan kesuburan tanah, sehingga membuat tanah lebih gembur dan pertumbuhan tanaman jagung menjadi optimal. Hasilnya, bisa mencegah tanaman jagung terserang penyakit, termasuk busuk batang.
Atasi Berbagai Penyakit pada Tanaman Jagung dengan Pemakaian Rangkaian Pupuk GDM Organik!
Jangan tunggu busuk batang menyebar di semua tanaman jagung. Segera atasi penyakit mematikan ini dengan menggunakan Pupuk Organik GDM. Hasilnya bukan hanya untuk sekarang, tapi mendukung kesuburan tanah di kemudian hari dan membuat tanaman jagung terhindar dari berbagai macam penyakit hingga masa panen.
Terbuat dari bahan organik, Pupuk Organik GDM bisa digunakan setiap hari dalam jangka waktu yang lama karena lebih ramah lingkungan dan minim efek samping. Tentu, lebih unggul dibanding pupuk kimia yang mana bisa membuat tanah kehilangan kesuburan. Justru, Pupuk Organik GDM bisa mengembalikan kesuburan dan membuat tanah gembur.
Jadi, jangan ragu! Segera gunakan Pupuk Organik GDM dengan konsultasi terlebih dahulu bersama tim Ahli GDM dengan tekan banner di bawah ini, Gratis!


























