Pertanian

5 Penyebab Tanaman Jagung Bundel & Upaya Pengendaliannya

penyebab tanaman jagung bundel

Jagung bundel merupakan kondisi saat pertumbuhan tanaman tidak normal, ditandai dengan daun yang menggulung atau menumpuk sehingga tampak seperti “terikat”. Gejala ini sering membuat Anda khawatir karena tanaman terlihat kerdil dan tidak berkembang optimal. 

Jika jagung bundel dibiarkan, situasi ini bisa menghambat produktivitas tanaman bahkan menyebabkan gagal panen. Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah penyebab tanaman jagung bundel yang dari berbagai faktor yang ada.

Kondisi ini tentu harus segera dikendalikan agar tanaman bisa tumbuh dengan optimal dalam jangka panjang. Berikut simak penjelasan selengkapnya apa saja penyebab tanaman jagung bundel!


Banner Artikel CTA Pertanian GDM Desktop 1
Banner Artikel CTA Pertanian GDM Mobile 1

5 Penyebab Tanaman Jagung Bundel

Masalah jagung bundel sering muncul tanpa tanda awal yang jelas dan membuat Anda lengah. Memahami sumber penyebabnya akan membantu Anda bertindak lebih cepat sebelum kerugian semakin besar.

Ulat Penggerek Pucuk (Helicoverpa armigera)

Ulat penggerek pucuk menjadi faktor utama yang sering memicu gangguan serius pada tanaman jagung. Larva muda menyerang pucuk daun yang masih menggulung dan belum membuka sempurna.

Kerusakan pada titik tumbuh membuat bunga jantan gagal berkembang secara optimal. Kondisi ini menjadi penyebab tanaman jagung bundel yang paling sering ditemukan di lapangan.

Serangan Kutu Daun

Kutu daun mengisap cairan tanaman sehingga pertumbuhan vegetatif menjadi terganggu cukup signifikan. Serangan berulang membuat daun melemah dan tidak mampu berkembang secara normal.

Akibatnya, proses pembentukan bunga jantan juga ikut terhambat pada fase awal pertumbuhan. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menjadi penyebab tanaman jagung bundel yang merugikan.

Waktu Serangan pada Fase Muda

Serangan hama pada fase awal pertumbuhan sangat menentukan keberhasilan perkembangan tanaman jagung. Tanaman yang masih muda memiliki jaringan lunak sehingga lebih rentan mengalami kerusakan serius.

Kerusakan pada fase ini sering membuat tanaman tumbuh kerdil dan gagal menghasilkan tassel. Anda perlu waspada karena dampaknya langsung terlihat pada penurunan kualitas hasil panen.

Pengaruh Lingkungan, Terutama Musim Hujan

Kondisi lingkungan lembap saat musim hujan mendukung perkembangan hama menjadi lebih cepat. Kelembapan tinggi menciptakan habitat ideal bagi ulat untuk berkembang dan menyerang tanaman.

Intensitas serangan biasanya meningkat sehingga risiko kerusakan tanaman menjadi lebih besar. Situasi ini menuntut Anda untuk meningkatkan pengawasan dan perlindungan sejak dini.

Kurangnya Pengendalian Sejak Awal

Pengendalian yang terlambat membuat hama berkembang tanpa hambatan pada tanaman jagung Anda. Tidak adanya perlindungan sejak fase awal membuka peluang serangan pada titik tumbuh tanaman.

Aplikasi insektisida sistemik seharusnya dilakukan saat tanaman berumur sekitar 25 hari. Tanpa langkah ini, hama lebih leluasa merusak pucuk dan mengganggu pertumbuhan tanaman.

Baca Juga: 6 Penyebab Jagung Bogang dan Solusi agar Tongkol Penuh 

Ciri-ciri Jagung Bundel yang Umum Terjadi

Gejala jagung bundel biasanya muncul bertahap, sehingga Anda perlu lebih jeli mengamatinya di lapangan. Berikut beberapa ciri-ciri yang umum terjadi dan harus Anda kenali!

  • Daun pucuk menggulung rapat dan sulit terbuka
  • Tanaman tumbuh pendek dengan batang tampak tebal
  • Tassel tidak keluar atau tumbuh sangat terbatas
  • Tongkol terbentuk tanpa biji atau sangat jarang
  • Daun tampak sobek akibat aktivitas hama di dalam
  • Daun terlihat kusam dengan warna hijau kebiruan
  • Daun tumbuh tidak teratur dan tampak saling menumpuk
  • Tanaman terlihat lemah dan tidak berkembang optimal

Gejala tersebut bisa disebabkan serangan hama pada fase vegetatif serta kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Jika Anda memahaminya, maka akan lebih mudah mengidentifikasi penyebab tanaman jagung bundel dan menentukan langkah penanganan yang tepat.


Banner Promo Pupuk Organik Cair GDM
Banner Mobile Promo Pupuk Organik Cair GDM

Apakah Tanaman Jagung Bundel Berdampak pada Hasil Panen?

Tanaman jagung bundel tentu sangat berdampak terhadap keberlangsungan budidaya hingga mengalami kerugian besar saat panen. Jagung yang mengalami bundel umumnya tumbuh tidak normal karena pucuknya rusak dan perkembangan menjadi terhambat. 

Dampaknya cukup serius, karena tanaman sering gagal membentuk bunga jantan sehingga proses penyerbukan tidak berlangsung optimal. Akibatnya, tongkol jagung yang dihasilkan cenderung kosong atau bijinya tidak terisi penuh. 

Pada tingkat serangan yang berat, kondisi ini bahkan bisa menyebabkan penurunan hasil secara drastis hingga berujung gagal panen. Oleh karena itu, sangat penting memahami penyebab tanaman jagung bundel sekaligus melakukan pengendalian sejak dini.

Upaya Pengendalian Jagung Bundel agar Hasil Panen Melimpah dengan Pemupukan Organik

Menangani jagung bundel perlu langkah yang terarah agar tanaman kembali tumbuh optimal. Dengan pendekatan yang tepat, Anda bisa menjaga tanaman tetap sehat dan hasil panen lebih maksimal.

Lakukan Tindakan Preventif Sejak Awal Tanam

Olah tanah secara maksimal sebelum menanam tanaman jagung. Lakukan pembajakan agar pupa hama terangkat dan terpapar sinar matahari langsung.

Tambahkan kapur dolomit untuk menyeimbangkan pH tanah yang terlalu asam sebelumnya. Langkah ini membantu Anda mencegah penyebab tanaman jagung bundel sejak awal pertumbuhan.

Terapkan Pengendalian Hama Secara Organik

Selanjutnya buat pestisida alami dari bawang, cabai, dan serai wangi. Aplikasikan larutan tersebut pada pucuk tanaman saat usia 1-3 minggu.

Ulangi penyemprotan menjelang fase berbunga untuk melindungi calon bunga jantan. Cara ini efektif menekan penyebab tanaman jagung bundel tanpa merusak lingkungan sekitar.

Optimalkan Pemupukan Sejak Awal

Gunakan pupuk organik selama masa penanaman menggunakan Rangkaian Pupuk GDM. Kandungan organik di dalamnya mampu merangsang pertumbuhan tanaman yang kuat.

Pupuk GDM dirancang khusus untuk mencegah berbagai penyakit pada tanaman, termasuk jagung. Bahkan, Pupuk GDM yang berasal dari 100% bahan organik, membuat produk ini lebih unggul dibanding obat kimia, karena minim efek samping. Pengaplikasian pupuk organik secara rutin ini juga bisa meningkatkan daya tahan tanaman dari serangan hama.



Atur Pemupukan Berimbang dan Tepat Waktu

Pastikan Anda memberikan nutrisi tambahan sesuai fase pertumbuhan tanaman jagung. Kombinasikan pupuk organik dengan pupuk majemuk agar kebutuhan hara tetap terpenuhi.

Lakukan pemupukan susulan pada usia tanaman sekitar 30-40 hari. Langkah ini membantu tanaman tumbuh optimal dan menghasilkan tongkol yang berisi penuh.

Lakukan Pengamatan Rutin dan Tindakan Cepat

Periksa kondisi tanaman secara berkala terutama pada fase vegetatif dan menjelang berbunga. Amati pucuk tanaman untuk mendeteksi gejala awal serangan hama secara cepat.

Segera lakukan pengendalian jika ditemukan daun menggulung atau rusak pada pucuk. Dengan langkah cepat, Anda dapat mencegah kerusakan meluas dan menjaga hasil panen.

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Jagung Kerdil dengan Pemupukan yang Tepat 

Panduan Aplikasi Rangkaian Produk GDM untuk Mencegah Jagung Bundel

Untuk mencegah jagung bundel, penting mengaplikasikan rangkaian produk GDM sesuai dengan panduan penggunaannya agar takaran dosis yang diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Berikut langkah-langkahnya!

Pupuk I (10 HST)

Langkah pertama, aplikasikan GDM Pangan saat tanaman berumur 10 hari setelah tanam. Gunakan dengan dosis 500 ml per tangki dengan volume larutan sekitar 8 liter.

Semprotkan secara merata ke seluruh bagian tanaman agar penyerapan optimal. Langkah ini membantu menekan penyebab tanaman jagung bundel sejak awal pertumbuhan.

Pupuk II (17 HST)

Selanjutnya, lakukan penyemprotan ulang GDM Pangan pada umur tanaman 17 hari. Gunakan sebanyak 500 (2 gelas) agar tanaman tetap mendapatkan nutrisi secara konsisten.

Kemudian, semprotkan larutan secara merata ke daun dan batang agar tetap kuat serta sehat. Perawatan rutin ini efektif mencegah penyebab tanaman jagung bundel berkembang lebih lanjut.

Pupuk III (21 HST)

Aplikasikan kembali GDM Pangan saat tanaman memasuki umur 21 hari. Gunakan larutan sebanyak 500 ml (2 gelas) per tangki dengan cara disemprotkan secara ke seluruh tanaman.

Tahap ini penting untuk memperkuat jaringan tanaman pada fase vegetatif aktif. Tanaman akan lebih tahan terhadap serangan hama yang merusak pucuk.

Pupuk IV (28 HST)

Pada usia 28 HST, aplikasikan kembali GDM Pangan sesuai takaran, yaitu 500 ml (2 gelas). Pada tahap pemupukan keempat ini berfungsi untuk menjaga kestabilan pertumbuhan tanaman.

Pastikan penyemprotan dilakukan secara merata agar nutrisi terserap optimal oleh seluruh bagian tanaman. Langkah ini membantu menjaga tanaman tetap sehat menjelang fase generatif.

Pupuk V (30 HST)

Tambahkan pupuk organik granul sebanyak 150 kg dan tebarkan merata pada lahan. Ulangi aplikasi setiap 2 minggu untuk menjaga kesuburan tanah tetap stabil.

Gunakan GDM Black BOS sebanyak 5 kg dengan campuran air sesuai anjuran. Semprotkan di sekitar perakaran agar mikroba aktif mendukung pertumbuhan optimal tanaman.

Pupuk VI (35 HST)

Terakhir, aplikasikan kembali GDM Pangan saat tanaman berumur 35 hari setelah tanam. Gunakan dengan takaran 2 gelas atau dosis 500 ml per tangki dengan volume larutan sekitar 8 liter.

Semprotkan secara merata ke seluruh tanaman untuk mendukung pembentukan bunga. Tahapan ini membantu memastikan tanaman tumbuh optimal hingga masa panen tiba.



Atasi Jagung Bundel agar Kembali Sehat dengan Rangkaian Produk GDM Organik!

Yuk, jangan biarkan tanaman jagung membundel dengan melakukan pencegahan efektifnya sejak dini. Rangkaian produk GDM hadir sebagai solusi praktis untuk membantu Anda menjaga kesehatan tanaman sejak awal pertumbuhan. 

Dengan penggunaan yang tepat, Anda bisa mengatasi penyebab tanaman jagung bundel sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen secara signifikan. Kandungan mikroba aktif  di dalam rangkaian Produk GDM terbukti ampuh memperbaiki tanah, memperkuat akar, serta meningkatkan daya tahan tanaman secara alami. 

Didukung teknologi terkini, formulanya juga lebih ramah lingkungan sehingga aman digunakan secara berkelanjutan. Yuk, konsultasikan langsung kebutuhan tanaman Anda untuk hasil panen yang lebih optimal dengan klik banner di bawah berikut!


Banner Artikel CTA Pertanian GDM Desktop 3
Banner Artikel CTA Pertanian GDM Mobile 3

author-avatar

About WAHYU NURWIJAYO, SP

Seorang profesional di Industri Pertanian dengan selalu menerapkan sistem keseimbangan ekologi agar budidaya pertanian berjalan efektif & efisien serta hasil produksi meningkat