Pertanian

Cara Budidaya Tebu Telur untuk Pemula dengan Hasil Maksimal

cara budidaya tebu telur

Tebu telur merupakan salah satu tanaman yang menarik untuk dibudidayakan karena memiliki bentuk dan karakteristik yang unik. Selain itu, cara budidaya tebu telur juga relatif mudah sehingga cocok bagi Anda yang ingin mulai mencoba budidaya tanaman ini.

Karena itu, melalui artikel ini, Anda akan mempelajari cara budidaya tebu telur dari tahap persiapan hingga panen. Setiap langkah akan dibahas secara sederhana sehingga mudah dipahami, termasuk tips pemupukan yang tepat untuk membantu Anda mendapatkan hasil yang lebih maksimal!

Ingin tebu telur tumbuh optimal dan panen maksimal? Klik banner untuk konsultasi suplemen GDM sesuai kebutuhan tanaman.


Banner Artikel CTA Pertanian GDM Desktop 1
Banner Artikel CTA Pertanian GDM Mobile 1

Mengenal Tanaman Tebu Telur

Sebelum memulai cara budidaya tebu telur, perlu diketahui bahwa tebu telur atau terubuk merupakan tanaman pangan yang masih satu kelompok dengan tanaman tebu. Tanaman ini memiliki nama ilmiah Saccharum edule dan dikenal karena bagian bunganya yang berbentuk memanjang menyerupai telur. Bagian tersebut menjadi bagian utama yang dikonsumsi dan biasanya diolah sebagai sayuran.

Manfaat tanaman tebu telur banyak dimanfaatkan dalam masakan tradisional karena memiliki tekstur yang lembut dan cita rasa khas. Selain sebagai bahan pangan, banyak orang menerapkan cara budidaya tebu telur karena tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga sangat menarik untuk dibudidayakan oleh pemula sekalipun.

Baca juga ” Panduan Jarak Tanam Tebu yang Ideal agar Panen Optimal

Syarat Tumbuh Tebu Telur yang Perlu Diperhatikan 

Supaya cara budidaya tebu telur bisa lebih optimal dan menghasilkan bunga yang berkualitas, beberapa kondisi lingkungan perlu diperhatikan sejak awal. Berikut syarat tumbuh yang penting untuk Anda perhatikan.

Iklim Tropis

Cara budidaya tebu telur cocok dilakukan di daerah beriklim tropis dengan suhu yang hangat. Kondisi tersebut membantu tanaman tumbuh secara optimal dan mendukung pembentukan bagian bunga yang menjadi hasil utama tanaman.

Paparan Sinar Matahari Cukup

Tanaman membutuhkan sinar matahari untuk mendukung proses fotosintesis dan pertumbuhannya. Sebaiknya pilih lahan yang mendapatkan cahaya matahari langsung selama beberapa jam setiap hari dan tidak terlalu ternaungi oleh pohon atau bangunan.

Tanah Subur dan Gembur

Gunakan tanah yang kaya bahan organik, gembur, dan memiliki struktur yang baik. Kondisi tanah seperti ini membantu akar berkembang dengan leluasa sekaligus menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman selama pertumbuhan.

Drainase yang Baik

Tebu telur membutuhkan kelembapan yang cukup, tetapi tidak menyukai genangan air dalam waktu lama. Karena itu, lahan harus memiliki drainase yang baik agar kelebihan air dapat mengalir dan akar tidak mudah membusuk.

Lahan Bebas dari Gulma dan Tanaman Pengganggu

Gulma dapat mengambil air dan unsur hara yang seharusnya tersedia untuk tebu telur. Oleh karena itu, lakukan penyiangan secara berkala agar tanaman dapat tumbuh tanpa persaingan yang berlebihan.

Cara Budidaya Tebu Telur dari Tanam hingga Panen 

Budidaya tebu telur atau terubuk perlu dilakukan melalui beberapa tahapan agar tanaman dapat tumbuh sehat dan menghasilkan bunga yang optimal. Berikut langkah-langkah cara budidaya tebu telur yang dapat Anda ikuti.

Pilih dan Siapkan Bibit

Pilih bibit tebu telur yang sehat, bebas dari hama dan penyakit, serta berasal dari tanaman induk yang produktif. Bibit dapat berupa bagian tanaman yang mampu tumbuh menjadi tanaman baru. Pastikan bibit tidak mengalami kerusakan atau pembusukan sebelum ditanam.

Siapkan Lahan Tanam

Cara budidaya tebu telur yang selanjutnya adalah membersihkan lahan dari gulma, sisa tanaman, dan benda-benda yang dapat menghambat pertumbuhan. Gemburkan tanah dengan mencangkul atau membajaknya, kemudian campurkan pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah. Jika lahan mudah tergenang, buat bedengan atau saluran drainase.

Lakukan Penanaman

Buat lubang tanam dengan jarak yang cukup agar setiap tanaman memiliki ruang untuk tumbuh dan mendapatkan cahaya matahari. Masukkan bibit ke dalam lubang, kemudian tutup kembali dengan tanah secara perlahan. Setelah ditanam, lakukan penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembapan tanah.

Lakukan Penyiraman Rutin

Pastikan tanaman memperoleh air yang cukup, terutama pada awal pertumbuhan dan saat cuaca sedang kering. Penyiraman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tanah dan curah hujan. Hindari membuat lahan terlalu basah karena genangan dapat mengganggu perkembangan akar.

Lakukan Penyiangan dan Perawatan

Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman secara berkala agar tidak terjadi persaingan dalam memperoleh air dan unsur hara. Periksa kondisi tanaman secara rutin untuk mendeteksi hama atau penyakit sejak dini. Jika terdapat bagian tanaman yang rusak atau terserang, segera lakukan penanganan yang sesuai.

Perhatikan pembentukan terubuk

Seiring pertumbuhan tanaman, perhatikan perkembangan batang dan bagian bunga yang menjadi hasil utama tebu telur. Perawatan yang konsisten, terutama dalam menjaga ketersediaan air dan nutrisi, dapat membantu mendukung pembentukan terubuk yang sehat dan berkualitas.

Lakukan panen pada waktu yang tepat

Terubuk dipanen ketika bagian bunga masih muda, belum berkembang menjadi bunga sempurna, dan memiliki tekstur yang masih lembut. Panen dilakukan dengan memotong bagian yang siap dikonsumsi secara hati-hati agar tidak merusak tanaman. Waktu panen yang tepat penting untuk memperoleh terubuk dengan kualitas dan cita rasa yang baik.

Baca juga ” Jenis Penyakit Pada Tanaman Tebu dan Cara Menanganinya

Pentingnya Nutrisi Tanah Untuk Budidaya Tebu Telur

Nutrisi tanah sangat penting dalam cara budidaya tebu telur karena berperan dalam mendukung pertumbuhan akar, batang, dan daun hingga pembentukan terubuk. Tanah yang kaya unsur hara membantu tanaman memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh sehat dan menghasilkan bagian terubuk yang berkualitas. Karena itu, kesuburan tanah perlu diperhatikan sejak tahap persiapan lahan.

Untuk menjaga ketersediaan nutrisi dalam cara budidaya tebu telur, Anda dapat menggunakan Rangkaian Pupuk GDM yang terdiri dari GDM SAME dan GDM Black BOS yang berfungsi untuk menggemburkan serta menyuburkan tanah. Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Perkebunan berfungsi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman tebu telur. Terakhir, Pupuk Organik Granule (POG) GDM berfungsi untuk menutrisi tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman tebu telur.

Jaga pertumbuhan tebu telur sejak awal dengan nutrisi yang tepat. Klik banner dan konsultasikan solusi suplemen GDM untuk tanaman Anda.


Banner Promo Pupuk Organik Cair GDM
Banner Mobile Promo Pupuk Organik Cair GDM

Pupuk GDM Sebagai Nutrisi Tanaman Tebu Telur Tumbuh Optimal

Supaya cara budidaya tebu telur lebih maksimal hasilnya, Anda perlu menggunakan pupuk GDM dengan cara dan dosis yang tepat. Berikut adalah panduan pemupukan tebu telur menggunakan pupuk GDM yang bisa Anda praktikkan.

Olah Tanah (-14 HST)

Dalam cara budidaya tebu telur, pemupukan bisa dimulai dari pengolahan tanah, yaitu dengan menebarkan 150 kg/ha GDM SAME ke dalam juringan. Setelah itu, semprotkan 10 kg/ha GDM Black BOS menggunakan takaran 1 gelas per tangki ke dalam juringan.

Perendaman Bibit (0 HST)

Sebelum ditanam, bibit tanaman tebu telur perlu direndam dalam Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Perkebunan atau GDM Kebun. Caranya, campurkan 2 liter/ha GDM Kebun ke dalam 20 liter air, kemudian rendam bibit selama 3 hingga 5 jam.

Saat Tanam (0 HST)

Setelah bibit ditanam, Anda perlu melakukan pemupukan dengan menggunakan GDM Kebun sebanyak 8 liter/ha. Gunakan takaran 2 gelas per tangki, kemudian semprotkan secara merata di tanah juringan.

Pemupukan I (10 HST)

Ketika bibit tebu sudah berumur 10 hari, lakukan pemupukan rutin setiap 1 minggu sekali dengan menggunakan GDM Kebun dosis 8 liter/ha. Caranya, pakai takaran 2 gelas pupuk per tangki, kemudian semprotkan merata ke seluruh tanaman tebu telur.

Pemupukan II (60 HST)

Jika tanaman tebu sudah berumur 60 hari, tebarkan merata 150 kg/ha Pupuk Organik Granule (POG) GDM ke dalam juringan setiap 3 bulan sekali. Kemudian, semprotkan 10 kg/ha GDM Black BOS menggunakan takaran 1 gelas per tangki ke dalam juringan setiap 3 bulan sekali.

Pemupukan III (≥ 60 HST)

Ketika tebu telur sudah berumur lebih dari 60 hari, kembali lakukan pemupukan setiap 1 bulan sekali dengan menggunakan GDM Kebun dosis 8 liter/ha. Caranya, pakai takaran 2 gelas pupuk per tangki, kemudian semprotkan merata ke sekitar perakaran tebu telur.

Pemupukan IV (Panen)

Ketika tanaman tebu telur dipanen dan diletakkan pada tempat penimbunan tebu (cane yards), Anda harus melakukan pemupukan terakhir menggunakan GDM Kebun. Caranya, gunakan pupuk sebanyak 8 liter/ha dan takaran 2 gelas per tangki, kemudian semprotkan merata ke seluruh tanaman (bekas keprasan) saat menunggu proses giling.

Tingkatkan Produktivitas Tanaman Tebu Telur dengan Pupuk Organik GDM

Untuk membantu tanaman tebu telur tumbuh lebih subur dan produktif, Anda dapat menggunakan pupuk organik GDM sebagai bagian dari perawatan tanaman. Pupuk organik ini dapat membantu menyediakan nutrisi sekaligus mendukung kesuburan tanah sehingga kondisi media tanam menjadi lebih optimal untuk pertumbuhan tebu telur.

Selain kelebihan di atas, pupuk GDM juga 100% terbuat dari bahan-bahan alami sehingga sangat ramah lingkungan dan tidak akan meninggalkan residu berbahaya. Kalau Anda tertarik untuk mencoba pupuk GDM, langsung saja klik banner di bawah ini dan Anda akan langsung terhubung dengan tim ahli kami.


Banner Artikel CTA Pertanian GDM Desktop 3
Banner Artikel CTA Pertanian GDM Mobile 3

author-avatar

About WAHYU NURWIJAYO, SP

Seorang profesional di Industri Pertanian dengan selalu menerapkan sistem keseimbangan ekologi agar budidaya pertanian berjalan efektif & efisien serta hasil produksi meningkat