7 Cara Ternak Burung Cendet agar Cepat Berkembang Biak dan Sehat

Cara ternak burung cendet menjadi salah satu topik yang banyak menarik perhatian para pecinta burung kicau. Burung yang dikenal dengan suara keras dan kemampuan menirukan berbagai kicauan ini memiliki daya tarik tersendiri di kalangan penghobi.
Tidak hanya sekadar hobi, mempelajari cara ternak burung cendet juga dapat membuka peluang usaha yang cukup menjanjikan karena permintaan pasar terhadap burung ini masih cukup tinggi. Di samping itu, burung cendet termasuk jenis burung yang memiliki karakter unik dan mudah beradaptasi apabila dipelihara dengan teknik yang tepat.
Namun, proses budidayanya tetap memerlukan pengetahuan dan persiapan yang matang agar burung dapat berkembang biak dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui berbagai informasi penting mulai dari karakteristik burung cendet, peluang bisnisnya, hingga tahapan cara ternak yang benar. Yuk, simak selengkapnya di artikel ini.


Karakteristik Burung Cendet
Burung cendet memiliki nama ilmiah Lanius schach dengan ukuran tubuh sekitar 20–25 cm. Burung ini dikenal sebagai salah satu burung kicau yang cerdas karena mampu menirukan berbagai suara, tidak hanya kicauan burung lain tetapi juga suara beberapa hewan.
Kemampuan tersebut membuat cendet banyak diminati oleh para pecinta burung kicau dan sering diikutsertakan dalam berbagai lomba. Secara perilaku, burung cendet jantan cenderung lebih agresif dibandingkan cendet betina, terutama ketika merasa lapar atau mempertahankan wilayahnya.
Meski memiliki karakter yang cukup galak, burung ini termasuk mudah dijinakkan apabila dirawat secara konsisten. Selain itu, burung cendet juga dikenal aktif dan memiliki daya adaptasi yang baik saat dipelihara.
Dari segi kemampuan berkicau, burung cendet jantan umumnya memiliki suara yang lebih merdu dan variasi kicauan yang lebih banyak dibandingkan betina. Sementara itu, cendet betina memiliki kemampuan unik untuk menirukan kicauan pejantan, meskipun variasinya biasanya tidak sebanyak burung jantan.
Ciri fisik burung cendet jantan dapat dikenali dari warna pipi yang hitam pekat, bentuk kepala yang cenderung ceper di bagian atas dan datar pada sisi-sisinya, serta paruh yang terlihat lebih tebal. Bagian ujung kepala biasanya berwarna hitam menyerupai blangkon, dengan sorot mata yang tajam sehingga memberikan kesan wajah yang tegas.
Sebaliknya, burung cendet betina memiliki paruh yang lebih tipis dan bentuk kepala yang cenderung lebih bulat. Burung betina juga lebih pemalu ketika bertemu orang baru. Selain itu, area tulang pubis terlihat lebih rapi, dan warna hitam pada bagian pipinya tampak lebih pucat dibandingkan dengan burung cendet jantan.
Baca Juga: 7 Cara Merawat Burung Cendet Biar Gacor dan Rajin Bunyi
Peluang Berbisnis Ternak Burung Cendet
Selain dikenal sebagai burung cerdas dan memiliki kicauan yang merdu, burung cendet juga memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Burung ini sering diikutsertakan dalam lomba burung kicau sehingga banyak pecinta burung yang tertarik untuk memelihara, melatih, bahkan membudidayakannya.
Tingginya minat penghobi membuat pasar burung cendet tergolong stabil dan cukup luas. Di samping itu, ternak burung cendet juga dianggap menguntungkan karena waktu panennya relatif cepat dibandingkan beberapa jenis ternak lainnya.
Dengan perawatan yang baik, anakan burung cendet dapat dijual dalam waktu yang tidak terlalu lama sehingga perputaran modal bisa lebih cepat. Dari segi harga, burung cendet memiliki nilai jual yang cukup baik meskipun modal awalnya relatif lebih terjangkau.
Harga burung ini biasanya bervariasi tergantung jenis, usia, serta kemampuan kicauannya. Secara umum, harga burung cendet berkisar antara Rp75.000 hingga Rp800.000. Namun, untuk jenis tertentu yang memiliki kualitas kicauan unggul, seperti Cendet Madura yang sudah gacor atau Cendet Albino, harganya bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Cara Ternak Burung Cendet untuk Pemula yang Tepat
Setelah memahami karakteristiknya, penjelasan selanjutnya yaitu cara ternak burung cendet dengan benar. Proses budidaya burung ini sebenarnya tidak terlalu rumit, tetapi tetap membutuhkan persiapan yang matang. Mulai dari menyiapkan lokasi ternak, membuat kandang yang sesuai, hingga memilih indukan berkualitas agar proses perkembangbiakan berjalan optimal.
Persiapan Lokasi Ternak
Langkah pertama adalah menyiapkan lokasi ternak yang cukup luas dan nyaman. Hal ini penting karena burung cendet membutuhkan ruang yang memadai agar dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya. Lokasi yang tenang, tidak terlalu ramai, serta memiliki sirkulasi udara yang baik akan membantu burung merasa lebih nyaman dan tidak mudah stres.
Pembuatan Kandang Ternak Burung Cendet
Pembuatan kandang menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan ternak burung cendet. Sebaiknya gunakan kandang dengan ukuran minimal sekitar 90 x 90 x 180 cm. Namun, jika memungkinkan, ukuran kandang yang lebih luas akan lebih baik karena burung cendet termasuk burung predator yang aktif bergerak.
Selain ukuran kandang, perhatikan juga kelengkapan di dalamnya. Anda bisa menambahkan rumput kering dan ranting kecil sebagai bahan sarang burung. Pastikan kandang memiliki pencahayaan yang cukup serta sirkulasi udara yang baik agar proses ternak berjalan lancar dan burung dapat berkembang dengan sehat.
Persiapan Induk Burung Cendet
Tahap berikutnya menyiapkan indukan burung cendet yang berkualitas. Pemilihan induk sangat penting karena akan memengaruhi kualitas anakan yang dihasilkan. Dalam proses ini, Anda perlu mengetahui perbedaan antara burung jantan dan betina.
Salah satu cara yang sering digunakan adalah dengan meraba bagian tulang pubis untuk membantu membedakan jenis kelaminnya.
Indukan Jantan
Burung cendet jantan umumnya memiliki bentuk kepala yang lebih ceper dan datar dengan warna hitam pekat yang terlihat jelas. Pada bagian ujung kepala biasanya tampak seperti mengenakan topi. Selain itu, paruh cendet jantan cenderung lebih tebal pada bagian ujungnya.
Ciri lainnya dapat dilihat dari tulang pubis yang lebih kecil dan memanjang. Motif bulu pada bagian supit urang juga biasanya terlihat tidak beraturan. Burung jantan biasanya lebih aktif dan memiliki karakter yang lebih agresif dibandingkan betina.
Indukan Betina
Sementara itu, burung cendet betina memiliki bentuk kepala yang lebih bulat dengan bagian belakang kepala yang terlihat sedikit menggembung. Warna hitam pada bagian pipinya juga cenderung lebih pucat dan biasanya tampak seperti guratan yang tidak terlalu tegas.
Dari segi perilaku, cendet betina umumnya tidak seagresif pejantan. Ekspresi wajahnya juga terlihat lebih tenang dan tidak setajam burung jantan, sehingga sering dianggap memiliki raut yang lebih lembut.
Perjodohan Induk Burung Cendet
Proses perjodohan induk burung cendet perlu dilakukan secara perlahan dan tidak terburu-buru. Pastikan kedua indukan sudah menunjukkan tanda saling menerima sebelum benar-benar disatukan dalam satu kandang. Ini penting agar proses perjodohan berjalan lebih aman dan mengurangi risiko pertengkaran yang berlebihan.
Pada tahap awal, indukan jantan dan betina biasanya akan sering bertengkar karena burung cendet dikenal memiliki karakter petarung. Namun hal tersebut masih tergolong wajar selama tidak menyebabkan cedera serius. Perjodohan dapat dikatakan berhasil jika burung jantan terlihat lebih dominan, sedangkan betina mulai mengalah.
Tanda lainnya adalah burung cendet jantan biasanya akan lebih sering berkicau dibandingkan biasanya. Selain itu, pastikan dalam satu kandang hanya terdapat satu burung jantan dan satu burung betina.
Cara ini bertujuan agar proses penjodohan berlangsung lebih cepat serta menghindari gangguan dari burung jantan lainnya yang dapat membuat betina menjadi stres atau terganggu.
Proses Bertelur
Setelah proses perjodohan berhasil, indukan burung cendet biasanya akan mulai menunjukkan tanda-tanda siap berkembang biak. Salah satu tandanya kedua burung sering bersahutan dan saling memanggil. Hal ini menandakan bahwa pasangan tersebut sudah cocok dan siap memasuki tahap reproduksi.
Jika sebelumnya kedua indukan sempat dipisahkan karena sering bertengkar, Anda bisa mencoba menyatukannya kembali dalam satu kandang. Setelah terjadi perkawinan, proses selanjutnya adalah menunggu indukan betina bertelur dan mengerami telur hingga menetas. Pada tahap ini, perawatan yang baik sangat penting agar proses berkembang biak berjalan dengan lancar.
Pemberian Pakan dan Suplemen Tambahan
Pemberian pakan merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan ternak burung cendet. Selama masa perjodohan hingga proses perkembang biak, kebutuhan nutrisi burung harus terpenuhi dengan baik.
Anda bisa memberikan sekitar 50 ekor jangkrik per hari sebagai pakan utama. Selain itu, tambahkan satu sendok ulat hongkong untuk membantu meningkatkan birahi indukan serta dua sendok makan ulat kandang agar proses perjodohan dapat berjalan lebih optimal.
Selama masa penangkaran, pastikan pemberian pakan dilakukan secara rutin dan tidak terlambat. Ketersediaan air minum juga harus selalu diperhatikan agar burung tetap sehat dan tidak mudah stres. Dengan asupan nutrisi yang cukup, kondisi indukan akan lebih prima sehingga peluang keberhasilan dalam berkembang biak menjadi lebih besar.
Untuk menunjang kesehatan dan performa burung cendet, Anda juga dapat menambahkan suplemen khusus dalam perawatannya. Salah satu pilihan yang bisa digunakan adalah Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Spesialis Ternak. Produk ini mengandung berbagai bakteri baik dan bahan organik yang dapat membantu menjaga kondisi tubuh burung tetap optimal.
Perawatan Telur dan Anakan Burung Cendet
Burung cendet biasanya menghasilkan sekitar 2 hingga 3 butir telur dalam satu periode bertelur, meskipun pada beberapa kasus jumlahnya bisa mencapai hingga 6 butir. Telur burung cendet umumnya berwarna putih dengan corak cokelat atau hitam yang sekilas mirip dengan telur burung kacer.
Telur tersebut biasanya akan menetas dalam waktu sekitar 14 hingga 21 hari. Untuk membantu menjaga suhu telur tetap hangat, Anda dapat menambahkan lampu di area kandang penangkaran. Pencahayaan ini berfungsi membantu menjaga kestabilan suhu sehingga proses penetasan dapat berlangsung dengan baik.
Setelah telur mulai menetas, anakan burung membutuhkan asupan pakan tambahan agar dapat tumbuh dengan baik. Anda dapat memberikan berbagai jenis pakan seperti jangkrik, ulat hongkong, belalang, kroto, cacing, ulat bambu, hingga kelabang. Pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan jumlah anakan yang menetas agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi.
Baca Juga: Penyakit Burung Cendet dan Cara Mengatasinya yang Tepat
Cara Pemberian Suplemen Organik Cair Burung Cendet Agar Lebih Gacor
Pemberian Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Spesialis Ternak dapat dilakukan pada burung cendet di berbagai usia untuk membantu menjaga kesehatan dan mendukung pertumbuhannya. Cara pemberiannya cukup mudah dan dapat dicampurkan langsung ke dalam air minum burung.
Langkah pertama, larutkan sekitar 3 mL Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Spesialis Ternak ke dalam 1 liter air bersih, kemudian aduk hingga tercampur merata. Setelah larutan tercampur dengan baik, air tersebut dapat dituangkan ke dalam wadah minum burung cendet yang telah disiapkan.
Satu liter larutan suplemen tersebut dapat digunakan untuk sekitar 10 wadah minum atau untuk 10 ekor burung cendet. Pemberian suplemen sebaiknya dilakukan satu kali sehari, baik pada pagi maupun sore hari, dan dilakukan secara rutin agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh burung.
Manfaat Suplemen Organik untuk Burung Cendet
Penggunaan suplemen organik secara rutin dapat memberikan berbagai manfaat bagi burung cendet, di antaranya:
- Membantu memenuhi kebutuhan vitamin untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan burung cendet.
- Mengoptimalkan tumbuh kembang burung agar lebih sehat dan aktif.
- Membantu mencegah serta meminimalkan risiko infeksi penyakit pada burung cendet.
- Membantu melancarkan proses pencernaan dengan mendukung kerja enzim dalam tubuh.
- Meningkatkan nafsu makan burung sehingga kondisi tubuh tetap prima dan lebih rajin berkicau.
Rawat Burung Cendet Lebih Optimal dengan SOC GDM Spesialis Ternak
Ternak burung cendet dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan jika dilakukan dengan teknik yang tepat. Dengan manajemen pemeliharaan yang baik, burung cendet dapat tumbuh sehat, berkembang biak dengan optimal, serta menghasilkan anakan yang berkualitas.
Agar perawatan burung cendet semakin optimal, Anda juga dapat menambah suplemen SOC GDM spesialis Ternak sebagai suplemen pendukung. Jika Anda ingin mengetahui cara penggunaan yang tepat atau ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai perawatan burung candet, silakan hubungi tim ahli GDM dengan menekan banner di bawah, dan dapatkan solusi terbaik untuk budidaya burung cendet yang lebih optimal.










