Perkebunan

5 Negara Penghasil Sawit Terbesar di Dunia 2026, Ada Indonesia?

negara penghasil sawit terbesar di dunia

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara agraris dengan lahan perkebunan sawit yang sangat luas. Bahkan, sektor kelapa sawit telah menjadi penopang penting perekonomian nasional. Namun, sebenarnya manakah negara penghasil sawit terbesar di dunia? Apakah ada Indonesia? Atau justru negara lain?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Anda bisa langsung simak informasi lengkapnya di bawah ini. Mulai dari alasan kelapa sawit menjadi komoditas penting dunia, negara penghasil sawit terbesar di dunia, faktor yang menentukan, hingga cara memaksimalkan perawatan sawit yang paling efektif!


Banner Artikel CTA Pertanian GDM Desktop 1
Banner Artikel CTA Pertanian GDM Mobile 1

Alasan Kelapa Sawit Jadi Komoditas Penting Dunia

Kelapa sawit menjadi komoditas penting dunia karena memiliki tingkat produktivitas minyak yang sangat tinggi dibandingkan tanaman penghasil minyak nabati lainnya. Berbagai negara penghasil sawit terbesar di dunia memasok minyak sawit untuk memenuhi kebutuhan beragam industri, mulai dari pangan, kosmetik, hingga farmasi.

Tingginya permintaan pasar internasional menyebabkan produksi minyak sawit dunia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data USDA, produksi palm oil global pada periode 2025/2026 diperkirakan mencapai sekitar 81,27 juta metrik ton. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang sekitar 57% produksi dunia dengan total produksi mencapai 46,7 juta metrik ton.

Besarnya kontribusi tersebut menjadikan industri sawit sebagai salah satu penggerak ekonomi sekaligus sumber devisa utama, terutama bagi negara penghasil sawit terbesar di dunia. Selain digunakan di berbagai sektor industri, minyak sawit kini juga semakin banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel untuk membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

5 Negara Penghasil Sawit Terbesar di Dunia Data Terbaru 2026

Berikut daftar 5 negara penghasil sawit terbesar di dunia berdasarkan data terbaru USDA periode 2025/2026. Indonesia masih menempati posisi pertama sebagai produsen minyak kelapa sawit terbesar global dengan kontribusi mencapai lebih dari setengah produksi dunia. Untuk lebih lengkapnya, bisa Anda baca di bawah ini.

Indonesia

Indonesia menjadi negara penghasil sawit terbesar di dunia pada tahun 2026 dengan produksi sekitar 46,7 juta metrik ton. Jumlah tersebut setara dengan 57% dari total produksi minyak sawit global. Keunggulan Indonesia didukung oleh luas lahan perkebunan sawit yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan, serta tingginya permintaan ekspor ke berbagai negara.

Malaysia

Malaysia berada di posisi kedua dengan persentase sebesar 25% atau total produksi sekitar 20,2 juta metrik ton. Negara ini dikenal memiliki produktivitas perkebunan sawit yang tinggi karena penggunaan bibit unggul dan penerapan teknologi pertanian modern. Industri sawit Malaysia juga menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar negara tersebut melalui ekspor minyak sawit dan produk turunannya.

Thailand

Thailand menempati urutan ketiga dengan persentase sebesar 5% atau total produksi sekitar 3,9 juta metrik ton. Produksi sawit di Thailand banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik, termasuk industri pangan dan biofuel. Negara ini juga terus meningkatkan kapasitas perkebunan sawit guna memperkuat sektor agribisnis nasional.

Kolombia

Kolombia tercatat sebagai negara penghasil sawit terbesar di wilayah Amerika Latin dengan total produksi mencapai kurang lebih 2 juta metrik ton. Industri sawit di negara ini berkembang pesat karena didukung oleh iklim tropis yang cocok untuk budidaya kelapa sawit. Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, Kolombia juga aktif mengekspor minyak sawit ke pasar internasional.

Nigeria

Nigeria berada di posisi kelima dengan total produksi sekitar 1,5 juta metrik ton. Negara ini sebenarnya merupakan salah satu daerah asal tanaman kelapa sawit sebelum akhirnya berkembang pesat di Asia Tenggara. Saat ini, Nigeria terus berupaya meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus memperkuat sektor perkebunan nasional.

Baca juga “Analisa Usaha Budidaya Kelapa Sawit 1 Hektar, Berapa Modalnya?”

7 Faktor yang Menentukan Hasil Panen Sawit Melimpah Tiap Negara

Negara penghasil sawit terbesar di dunia umumnya menerapkan teknik budidaya yang tepat agar produktivitas tanaman tetap tinggi dan kualitas tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan lebih optimal. Berikut beberapa faktor penting yang menentukan hasil panen sawit melimpah di berbagai negara.

Pemilihan Bibit Sawit Unggul

Penggunaan bibit unggul menjadi langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan budidaya kelapa sawit. Bibit berkualitas umumnya memiliki pertumbuhan lebih seragam, tahan terhadap serangan penyakit, serta mampu menghasilkan produksi buah lebih tinggi. Negara penghasil sawit terbesar di dunia biasanya menggunakan bibit bersertifikat agar potensi hasil panen dapat maksimal sejak awal penanaman.

Pengolahan Lahan yang Tepat

Lahan yang subur dan memiliki drainase baik sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan sawit. Sebelum penanaman, lahan perlu dibersihkan dari gulma, diolah, serta diberikan bahan organik agar struktur tanah menjadi lebih gembur dan kaya nutrisi. Pengolahan lahan yang baik juga membantu akar tanaman berkembang lebih optimal sehingga penyerapan unsur hara menjadi lebih maksimal.

Pemupukan Secara Rutin dan Tepat

Pemupukan menjadi salah satu faktor terpenting dalam meningkatkan hasil panen sawit. Ini karena tanaman sawit membutuhkan unsur hara makro dan mikro secara lengkap untuk mendukung pertumbuhan vegetatif maupun produksi buah. 

Salah satu pupuk yang kami rekomendasi saat ini adalah Rangkaian Pupuk Organik GDM yang mengandung unsur hara makro-mikro lengkap serta bakteri baik. Pupuk ini 100% organik sehingga dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah dan tidak akan meninggalkan residu berbahaya.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Serangan hama dan penyakit dapat menyebabkan penurunan produksi sawit secara signifikan apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh sebab itu, perkebunan sawit perlu melakukan monitoring rutin serta menerapkan pengendalian terpadu, baik secara hayati maupun teknis.

Pengaturan Sistem Irigasi dan Drainase

Ketersediaan air sangat memengaruhi pertumbuhan kelapa sawit. Tanaman sawit membutuhkan kelembapan yang cukup agar proses fotosintesis berjalan optimal. Sementara sistem drainase yang baik penting untuk mencegah genangan air yang dapat menyebabkan pembusukan akar.

Perawatan dan Pemangkasan Berkala

Pemangkasan pelepah tua atau tidak produktif akan membantu tanaman fokus menyalurkan nutrisi ke pembentukan buah. Selain itu, perawatan rutin seperti penyiangan gulma dan sanitasi kebun juga penting dilakukan agar tanaman tidak berebut unsur hara dengan gulma.

Teknik Panen yang Tepat

Panen yang dilakukan pada tingkat kematangan buah yang tepat dapat meningkatkan kualitas minyak sawit yang dihasilkan. Jika buah dipanen terlalu muda atau terlalu matang, kualitas dan rendemen minyak dapat menurun.


Banner Promo Pupuk Organik Cair GDM
Banner Mobile Promo Pupuk Organik Cair GDM

Mengapa Pupuk Organik Penting dalam Perkebunan Sawit Modern?

Setiap negara penghasil sawit terbesar di dunia tentu memiliki sistem perawatan kebun yang terencana agar produktivitas tanaman sawit tetap optimal. Salah satu langkah penting yang selalu diterapkan adalah pemupukan secara rutin dan tepat sasaran. 

Di era perkebunan sawit modern seperti saat ini, penggunaan pupuk organik semakin banyak dipilih karena mampu menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang secara alami. Selain itu, pupuk organik juga dapat membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas mikroorganisme baik, serta menjaga keseimbangan ekosistem lahan perkebunan. Hal inilah yang membuat banyak perkebunan mulai mengombinasikan perawatan tanaman dengan penggunaan pupuk organik berkualitas.

Rekomendasi pupuk organik yang sudah banyak digunakan oleh negara penghasil sawit terbesar di dunia adalah Rangkaian Pupuk Organik GDM untuk kelapa sawit. Produk ini dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman sawit sekaligus menjaga kesuburan tanah agar tetap produktif. Ada 4 jenis pupuk organik GDM yang bisa Anda gunakan, yaitu:

  • GDM SAME Granule Bio Organic: Berfungsi membantu memperbaiki kondisi tanah dan meningkatkan kesuburannya melalui kandungan bakteri menguntungkan di dalamnya. Pupuk ini juga membantu mempercepat penguraian bahan organik sehingga unsur hara lebih mudah tersedia bagi tanaman sawit.
  • GDM Black BOS: Dapat digunakan untuk membantu memperkaya kandungan mikroorganisme baik di area perkebunan. Kandungan bakteri premium di dalamnya membantu memperbaiki kualitas tanah, mengurangi risiko penyakit tular tanah, serta mendukung pertumbuhan akar agar lebih sehat dan kuat.
  • Pupuk Organik Cair (POC) GDM Spesialis Kelapa Sawit: Berfungsi untuk membantu merangsang pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Dengan aplikasi rutin, tanaman sawit dapat tumbuh lebih sehat, produktif, dan memiliki daya tahan lebih baik terhadap stres lingkungan.
  • Pupuk Organik Granule (POG): Membantu menyediakan nutrisi tambahan yang dibutuhkan tanaman untuk mendukung pertumbuhan dan pembentukan buah.

Baca juga “Rincian Harga Kebun Sawit 1 Hektar Setiap Daerah di Indonesia

Berapa Dosis Pemupukan GDM Organik untuk Sawit per Hektar?

Penggunaan Rangkaian Produk GDM perlu dilakukan sesuai dosis dan metode aplikasi yang tepat agar hasilnya lebih optimal. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengikuti panduan dosis pemupukan Rangkaian Pupuk Organik GDM untuk kelapa sawit per hektare berikut ini.

Fase Saat Tanam (0 HST)

Setelah bibit kelapa sawit selesai ditanam, aplikasikan GDM SAME dengan dosis 150 kg/ha atau sekitar 1 kg untuk setiap lubang tanam. Penaburan pupuk dilakukan di sekeliling bonggol tanaman supaya nutrisi dapat lebih mudah diserap oleh sistem perakaran.

Selanjutnya, larutkan 10 kg GDM Black BOS ke dalam 100 liter air, lalu siramkan campuran tersebut ke lubang tanam. Tahap berikutnya, aplikasikan POC GDM Spesialis Kelapa Sawit sebanyak 5 liter/ha atau kurang lebih 35 ml per tanaman dengan cara disiramkan ke area lubang tanam.

Fase TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) 0–3 Tahun

Pada fase TBM, kebutuhan nutrisi tanaman mulai meningkat untuk mendukung pertumbuhan akar, batang, dan daun. Oleh sebab itu, siapkan 10 liter/ha POC GDM Spesialis Kelapa Sawit, 280 kg/ha Pupuk Organik Granule (POG) GDM, serta 10 kg/ha GDM Black BOS.

Untuk aplikasinya, siramkan POC GDM Spesialis Kelapa Sawit sebanyak 70 ml per tanaman secara merata setiap 2 bulan sekali. Kemudian, taburkan POG GDM di area piringan dengan dosis 2 kg per pohon setiap 6 bulan sekali. Setelah itu, campurkan 10 kg GDM Black BOS dengan 100 liter air, lalu siramkan larutan tersebut ke area piringan tanaman setiap 6 bulan sekali.

Fase TM (Tanaman Menghasilkan) ≥ 3 Tahun

Pada fase tanaman menghasilkan, sawit membutuhkan nutrisi lebih tinggi untuk mendukung pembentukan tandan buah segar (TBS). Dalam tahap ini, siapkan 15 liter/ha POC GDM Spesialis Kelapa Sawit, 7 liter/ha POC GDM Sawit untuk injeksi batang, 350 kg/ha POG GDM, serta 10 kg/ha GDM Black BOS.

Cara aplikasinya dimulai dengan menyiramkan POC GDM Sawit sebanyak 70 ml per tanaman secara merata. Setelah itu, lakukan injeksi batang menggunakan POC GDM Sawit dosis 50 ml per tanaman. Aplikasi POC wajib dilakukan setiap 3 bulan sekali untuk membantu menjaga pertumbuhan dan produktivitas tanaman tetap maksimal.

Berikutnya, taburkan POG GDM di area piringan sawit menggunakan dosis 2,5 kg per pohon setiap 6 bulan sekali. Terakhir, larutkan 10 kg GDM Black BOS ke dalam 100 liter air, lalu siramkan larutan tersebut ke area piringan setiap 6 bulan sekali guna membantu menjaga kesuburan tanah dan kesehatan tanaman sawit.

Hasilkan Tandan Lebih Besar & Panen Maksimal dengan Rangkaian Pupuk Organik GDM!

Rangkaian Pupuk Organik GDM hadir sebagai solusi tepat untuk membantu meningkatkan produktivitas kelapa sawit secara optimal. Dengan perawatan yang tepat dan rutin, tanaman sawit Anda dapat menghasilkan tandan lebih besar dan panen maksimal di setiap periode. Selain itu, penggunaan Rangkaian Pupuk Organik GDM juga membantu menjaga kondisi lahan perkebunan tetap subur dalam jangka panjang.

Jadi, jika Anda ingin mendapatkan tanaman sawit yang lebih produktif dengan hasil panen melimpah, saatnya beralih menggunakan pupuk organik berkualitas dari GDM. Untuk melakukan pemesanan maupun konsultasi GRATIS bersama tim ahli GDM, silakan KLIK BANNER yang tersedia di bawah ini!


Banner Artikel CTA Pertanian GDM Desktop 3
Banner Artikel CTA Pertanian GDM Mobile 3

author-avatar

About Ir. Tri Juni Sasongko

Praktisi perikanan dan perkebunan yang banyak melakukan bimbingan dan pendampingan tehnis di bidangnya.