8 Penyakit Tanaman Kacang Tanah dari Masa Tanam sampai Panen

Penyakit tanaman kacang tanah dapat muncul sejak awal masa tanam hingga menjelang panen, dan sering kali menjadi faktor yang menentukan keberhasilan produksi. Dalam budidaya kacang tanah, gangguan ini tidak hanya bisa menurunkan hasil, tetapi juga bisa memengaruhi kualitas biji, daya simpan, hingga nilai jualnya.
Karena itu, Anda harus memahami secara detail apa saja penyakit tanaman kacang tanah dari masa tanam sampai panen di bawah ini. Selain jenis dan gejalanya, kami juga akan menjelaskan cara pengendaliannya agar produksi kacang tanah Anda dapat tetap optimal, sehat, dan menguntungkan sepanjang musim tanam!


8 Penyakit Tanaman Kacang Tanah yang Umum Terjadi
Tanaman kacang tanah rentan terserang berbagai penyakit pada setiap fase pertumbuhannya. Serangan penyakit dapat berasal dari jamur, bakteri, maupun virus yang berkembang akibat kondisi lingkungan lembap, drainase buruk, atau penggunaan benih yang kurang sehat. Berikut beberapa penyakit tanaman kacang tanah yang umum terjadi mulai dari masa tanam hingga panen.
Rebah Kecambah
Penyakit tanaman kacang tanah ini umumnya terjadi pada fase awal pertumbuhan atau setelah benih ditanam. Penyebab utamanya adalah jamur tanah yang biasanya muncul pada lahan yang terlalu lembap dan drainasenya buruk. Gejalanya berupa batang kecambah membusuk di bagian pangkal sehingga tanaman roboh dan mati sebelum tumbuh sempurna.
Busuk Akar dan Busuk Batang
Penyakit busuk akar sering menyerang tanaman kacang tanah pada fase vegetatif hingga menjelang panen. Jamur penyebabnya akan menyerang bagian akar dan pangkal batang sehingga tanaman tampak layu meskipun tanah masih cukup air.
Gejala lain yang sering terlihat, yaitu akar kacang tanah akan berubah warna menjadi cokelat kehitaman dan membusuk. Jika serangan parah, tanaman kacang tanah akan mati dan gagal membentuk polong dengan baik.
Bercak Daun
Bercak daun merupakan salah satu penyakit paling umum pada tanaman kacang tanah. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh serangan jamur patogen yang muncul saat tanaman mulai memasuki fase pertumbuhan daun aktif. Gejalanya berupa munculnya bercak cokelat atau hitam pada daun yang lama-kelamaan membuat daun mengering dan gugur.
Karat Daun
Karat daun sering muncul pada fase pertumbuhan hingga pembentukan polong, terutama saat cuaca lembap. Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang menyebabkan bintik-bintik kecil berwarna cokelat kemerahan di permukaan bawah daun. Serangan berat bahkan dapat menyebabkan daun cepat kering dan rontok.
Busuk Pangkal Batang / Busuk Batang
Penyakit ini sering menyerang tanaman kacang tanah pada fase pertumbuhan lanjut hingga pembentukan polong. Gejalanya ditandai dengan bagian pangkal batang yang berubah warna menjadi cokelat, membusuk, dan terkadang muncul benang-benang halus.
Akibatnya, tanaman kacang tanah dapat rebah atau mengalami layu secara mendadak. Kondisi lahan yang lembap, tanah yang padat, serta adanya sisa tanaman sakit di area tanam sering kali memperparah penyebaran penyakit ini.
Virus Belang atau Mozaik
Penyakit virus pada kacang tanah umumnya ditularkan oleh serangga seperti kutu daun dan trips. Gejalanya berupa daun belang hijau kekuningan, bentuk daun tidak normal, dan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil. Tanaman yang terserang virus ini biasanya menghasilkan polong lebih sedikit dan kualitas bijinya menurun.
Busuk Polong
Menjelang masa panen, tanaman kacang tanah sering mengalami busuk polong akibat serangan jamur tanah. Penyakit ini menyebabkan polong membusuk, berubah warna, dan kualitas biji menurun. Kondisi tanah yang terlalu basah dan panen yang terlambat sering memicu munculnya penyakit ini.
Biji Berjamur
Setelah panen, kacang tanah juga rentan terserang jamur yang dapat menghasilkan racun berbahaya. Jamur ini biasanya berkembang pada kondisi penyimpanan yang lembap, bersuhu tinggi, dan memiliki sirkulasi udara buruk.
Baca Juga: 4 Cara Menanam Kacang Tanah di Polybag yang Benar agar Cepat Tumbuh
Apa yang Bakal Terjadi Jika Penyakit Tanaman Dibiarkan Saja?
Jika penyakit tanaman kacang tanah dibiarkan saja, serangannya akan semakin menyebar ke tanaman lain dan merusak bagian penting, seperti akar, daun, batang, hingga polong. Akibatnya, pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, daun mudah rontok, dan tanaman bisa layu atau mati sebelum panen.
Dalam kondisi yang lebih parah, penyakit tanaman kacang tanah yang dibiarkan begitu saja juga dapat menyebabkan hasil panen menurun drastis, baik dari segi jumlah maupun kualitas. Polong bisa kecil, busuk, atau tidak terisi penuh sehingga kerugian yang Anda alami menjadi lebih besar dan biaya budidaya tidak sebanding dengan hasil yang didapat.


10 Tips Pengendalian Penyakit Kacang Tanah yang Tepat
Pengendalian penyakit pada tanaman kacang tanah perlu dilakukan secara menyeluruh sejak awal tanam agar pertumbuhan tanaman tetap optimal hingga masa panen. Ini dia beberapa tips pengendalian penyakit tanaman kacang tanah yang tepat dan bisa Anda ikuti.
Gunakan Benih Sehat dan Berkualitas
Langkah awal untuk mencegah penyakit tanaman kacang tanah adalah menggunakan benih yang sehat, unggul, dan bebas jamur maupun bakteri. Benih yang berkualitas unggul umumnya memiliki tingkat pertumbuhan yang optimal serta lebih kuat menghadapi serangan penyakit sejak fase awal pertumbuhannya.
Lakukan Pengolahan Lahan dengan Baik
Lahan yang terlalu lembap dan memiliki drainase buruk sangat mudah menjadi tempat berkembangnya jamur penyebab penyakit. Oleh karena itu, pastikan tanah diolah dengan baik, gembur, serta memiliki saluran air yang lancar agar kelembapan tetap terjaga dan akar tanaman kacang tanah tidak mudah membusuk.
Atur Jarak Tanam
Jarak tanam yang terlalu rapat dapat membuat kelembapan di sekitar tanaman kacang tanah meningkat dan mempermudah penyebaran jamur penyebab penyakit. Dengan pengaturan jarak tanam yang ideal, sirkulasi udara menjadi lebih lancar sehingga tanaman lebih sehat dan risiko penyakit dapat ditekan.
Bersihkan Gulma dan Tanaman Sakit
Gulma dapat menjadi tempat berkembangnya hama dan sumber penyebaran penyakit. Selain membersihkan gulma, tanaman kacang tanah yang sudah terserang penyakit sebaiknya segera dicabut dan dimusnahkan agar penyakit tidak menyebar ke tanaman lainnya.
Lakukan Rotasi Tanaman
Menanam kacang tanah secara terus-menerus pada lahan yang sama dapat meningkatkan populasi patogen di dalam tanah. Maka dari itu, lakukan rotasi tanaman dengan jenis tanaman lain untuk membantu memutus siklus hidup jamur dan bakteri penyebab penyakit.
Gunakan Pemupukan yang Tepat
Pemupukan yang tepat akan membantu meningkatkan daya tahan tanaman kacang tanah terhadap serangan penyakit. Tanaman yang memperoleh nutrisi cukup cenderung lebih kuat, pertumbuhannya optimal, dan tidak mudah terserang jamur maupun bakteri. Salah satu rekomendasi pupuk yang dapat Anda gunakan adalah Rangkaian Produk GDM yang terdiri dari 3 jenis pupuk, yaitu:
- GDM Black BOS: Membantu memperbaiki kondisi tanah dan mendukung perkembangan mikroorganisme baik yang mampu menekan pertumbuhan patogen penyebab penyakit.
- Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan dan Sayur: Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman sehingga pertumbuhannya lebih optimal dan kuat menghadapi serangan penyakit.
- Pupuk Organik Granule (POG): Membantu memperbaiki struktur tanah sekaligus menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman selama masa pertumbuhan hingga panen.
Lakukan Pengawasan Tanaman Secara Rutin
Periksa daun, batang, akar, dan polong kacang tanah secara berkala. Jika ada gejala seperti layu, bercak, daun menguning, atau busuk pada pangkal batang, segera lakukan tindakan. Semakin dini penyakit terdeteksi, semakin besar kemungkinan tanaman dapat diselamatkan.
Kendalikan Penyakit Sesuai Gejala
Bila serangan masih ringan, lakukan pemangkasan bagian yang sakit, sanitasi lahan, dan perbaiki kondisi lingkungan tanam. Jika serangan sudah berat, pengendalian bisa dibantu dengan fungisida atau tindakan lain yang sesuai anjuran teknis. Yang penting, jangan menunggu penyakit menyebar ke seluruh lahan.
Kendalikan Hama Pembawa Penyakit
Selain jamur, beberapa penyakit pada kacang tanah dapat menyebar melalui serangga seperti kutu daun. Oleh sebab itu, pengendalian hama juga perlu dilakukan secara rutin agar penyebaran penyakit dapat dicegah sejak dini.
Panen Tepat Waktu dan Simpan dengan Benar
Panen yang terlambat dapat meningkatkan risiko busuk polong dan pertumbuhan jamur pada kacang tanah. Karena itu, hasil panen perlu dikeringkan dengan baik dan disimpan di tempat yang kering agar tidak mudah terserang jamur beracun.
Dosis Pemupukan Rangkaian Produk GDM untuk Mengendalikan Penyakit Kacang Tanah
Pemupukan menggunakan Rangkaian Produk GDM yang 100% terbuat dari bahan-bahan organik berkualitas tinggi menjadi salah satu langkah efektif untuk membantu mengendalikan penyakit tanaman kacang tanah secara alami. Karena itu, ikutilah panduan dosis pemupukan Rangkaian Produk GDM untuk kacang tanah berikut ini.
Pemupukan I, II, & III (7, 14, & 21 HST)
Pada tahap awal pertumbuhan tanaman atau ketika 7, 14, dan 21 hari setelah tanam (HST), aplikasikan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan dan Sayur dengan dosis 8 liter per hektar. Caranya, gunakan takaran 500 ml/tangki semprot, kemudian semprotkan secara merata ke seluruh bagian tanaman. Pemupukan rutin pada fase ini membantu meningkatkan pertumbuhan akar, batang, dan daun sehingga tanaman lebih kuat menghadapi serangan penyakit sejak dini.
Pemupukan IV (30 HST)
Saat tanaman mulai memasuki fase pertumbuhan lanjutan, gunakan Pupuk Organik Granule (POG) sebanyak 150 kg/ha dengan cara ditebar di sekitar daerah perakaran tanaman. Aplikasi ini dapat diulangi kembali satu bulan berikutnya untuk membantu menjaga kesuburan tanah dan mendukung pembentukan polong yang optimal.
Pada tahap ini, aplikasikan juga aplikasi GDM Black BOS sebanyak 5 kg per hektare. Caranya, gunakan takaran 1 gelas/tangki semprot, kemudian semprotkan secara merata ke area sekitar perakaran. Pemupukan ini bertujuan untuk membantu memperbaiki kondisi tanah dan menekan perkembangan patogen penyebab penyakit tanaman kacang tanah.
Pemupukan V (40 HST)
Ketika kacang tanah sudah berumur 40 HST, aplikasikan kembali POC GDM Pangan dengan dosis 8 liter per hektar. Cara aplikasinya sama, yaitu gunakan takaran 500 ml/per tangki GDM Pangan, kemudian semprotkan merata ke seluruh tanaman. Pemupukan ini bertujuan untuk membantu menjaga pertumbuhan kacang tanah tetap optimal, memperkuat daya tahan tanaman, serta mengurangi risiko serangan penyakit hingga masa panen tiba.
Baca Juga: 6 Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Kulit Pisang, Anti Gagal!
Hindari Penyakit Tanaman Kacang Tanah Sejak Masa Awal Tanam dengan Rangkaian Produk GDM!
Penyakit pada tanaman kacang tanah dapat menyerang sejak masa awal tanam dan berkembang semakin parah apabila tidak segera dicegah. Karena itu, gunakanlah Rangkaian Produk GDM yang dapat menjaga kesuburan tanah serta meningkatkan daya tahan tanaman kacang tanah terhadap serangan berbagai jenis penyakit dari masa tanam hingga panen.
Khasiat dari Rangkaian Pupuk GDM ini sendiri sudah dibuktikan oleh banyak pembudidaya kacang tanah yang tersebar di seluruh Indonesia. Kalau Anda juga penasaran, segera KLIK BANNER berikut ini untuk melakukan pemesanan atau konsultasi GRATIS bersama tim ahli GDM!



















