Peternakan

7 Ciri-Ciri Penyakit Tetelo pada Unggas dan Cara Ampuh  Mencegah Kematian Massal 

penyakit tetelo pada unggas

Penyakit tetelo  pada unggas merupakan salah satu ancaman serius yang kerap menghantui pada peternak. Penyakit ini dikenal cepat menyebar dan dapat menyebabkan kerugian yang tidak sedikit jika tidak ditangani dengan tepat. Karena sifatnya yang menular, kewaspadaan sejak dini menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan ternak tetap optimal.

Banyak peternak sering kali terlambat menyadari adanya masalah karena gejala awalnya terlihat ringan atau mirip dengan penyakit lain. Padahal, dalam waktu singkat kondisi unggas bisa menurun drastis dan berdampak pada produktivitas bahkan kelangsungan usaha ternak. Oleh sebab itu, pemahaman dasar mengenai penyakit ini menjadi langkah penting untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar.

Dengan mengetahui gambaran umum penyakit ini sejak awal, peternak dapat mengambil tindakan yang lebih cepat dan tepat sebelum dampaknya semakin meluas. Lalu, sebenarnya seperti apa penyakit ini menyerang unggas dan apa saja yang perlu diwaspadai sejak dini?


Banner Artikel CTA Peternakan GDM Desktop 1
Banner Artikel CTA Peternakan GDM Mobile 1

Mengenal Penyakit Tetelo pada Unggas 

Penyakit tetelo pada unggas bersifat sangat menular dan dapat menyerang berbagai jenis unggas, mulai dari ayam, bebek, hingga burung liar. Penyakit tetelo pada unggas disebabkan oleh virus Avian Paramyxovirus tipe 1 atau yang lebih dikenal sebagai Newcastle Disease Virus (NDV). 

Virus ini mampu bertahan di lingkungan tertentu dan menyebar dengan cepat, sehingga menjadi ancaman serius terutama di area peternakan dengan manajemen yang kurang optimal. Tingkat bahaya penyakit tetelo pada unggas tergolong tinggi karena proses penularannya yang sangat cepat dan sulit dikendalikan. 

Dalam banyak kasus, wabah dapat menyebar hanya dalam hitungan hari dan menyebabkan kematian massal pada populasi unggas. Selain itu, penyakit ini juga menyerang organ vital seperti sistem pernapasan dan sistem saraf, yang membuat kondisi unggas memburuk dengan cepat dan sulit untuk diselamatkan jika penanganan terlambat dilakukan.

Tak hanya berdampak pada kesehatan unggas, penyakit ini juga menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi peternak akibat penurunan produksi hingga tingginya angka kematian. 

Oleh karena itu, pemahaman mengenai karakteristik virus serta pola penyebarannya menjadi sangat penting agar langkah pencegahan dapat dilakukan secara efektif sebelum wabah semakin meluas.

Baca Juga: Penyakit Tetelo pada Burung Perkutut: Penyebab, Gejala dan Penanggulangan

Ciri-Ciri Serangan Penyakit Tetelo pada Unggas

Penyakit tetelo pada unggas memiliki berbagai ciri serangan yang dapat berbeda-beda, tergantung pada tingkat keganasan virus (virulensi) dan jenis unggas yang terinfeksi. Gejalanya bisa muncul secara bertahap maupun mendadak, sehingga penting bagi peternak untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat. Berikut beberapa ciri-ciri umum penyakit tetelo pada unggas:

Masalah Pernapasan

Gejala pernapasan menjadi tanda awal yang paling sering muncul. Unggas biasanya mengalami batuk, bersin, ngorok (suara napas kasar), sesak napas, serta produksi lendir berlebih di saluran pernapasan.

Masalah Pencernaan

Infeksi juga dapat menyerang sistem pencernaan. Ciri yang terlihat antara lain diare dengan feses berwarna kehijauan, penurunan nafsu makan, hingga penurunan berat badan.

Masalah Neurologis

Pada kondisi yang lebih parah, gejala saraf mulai muncul. Unggas dapat mengalami tortikolis (leher terpelintir), tremor kepala, kelumpuhan sayap atau kaki, serta gerakan yang tidak terkoordinasi.

Masalah Sistemik

Penyakit ini juga memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan. Unggas tampak lesu, depresi, bulu kusut dan berdiri, serta terjadi pembengkakan di area mata dan leher.

Penurunan Produksi

Pada ayam petelur, penyakit tetelo dapat menyebabkan penurunan produksi telur secara signifikan. Kualitas telur juga menurun, seperti cangkang tipis atau bentuk telur tidak normal.

Mortalitas Tinggi

Dalam kasus tertentu, terutama akibat virus yang sangat virulen, kematian bisa terjadi secara mendadak tanpa gejala yang jelas. Tingkat kematian yang tinggi ini menjadi salah satu dampak paling merugikan bagi peternak.

Pembengkakan dan Sekresi

Gejala lain yang sering muncul adalah pembengkakan pada kepala, leher, dan sekitar mata, serta keluarnya cairan dari mata dan hidung yang menandakan infeksi sudah cukup serius.

Cara Penularan Penyakit Tetelo pada Unggas

Penyakit tetelo atau Newcastle Disease (ND) merupakan penyakit yang sangat mudah menular pada unggas. Virus penyebabnya dapat menyebar melalui berbagai media, baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Oleh karena itu, peternak perlu memahami jalur penularannya agar dapat melakukan pencegahan secara maksimal. Berikut beberapa cara penularan penyakit tetelo pada unggas:

Kontak Langsung dengan Unggas Terinfeksi

Penularan paling umum terjadi melalui kontak langsung antara unggas sehat dengan unggas yang sudah terinfeksi virus tetelo. Risiko penularan akan semakin tinggi pada kandang yang padat, lembap, dan memiliki ventilasi buruk.

Melalui Peralatan dan Benda yang Terkontaminasi

Virus Newcastle Disease dapat menempel pada berbagai benda di sekitar kandang, seperti tempat pakan, tempat minum, alas kandang, pakaian peternak, kendaraan pengangkut, hingga peralatan kerja. Jika tidak dibersihkan dan didesinfeksi secara rutin, benda-benda tersebut dapat menjadi media penyebaran virus.

Penularan Melalui Udara

Virus NDV juga dapat menyebar melalui udara, terutama dari percikan sekresi pernapasan unggas yang terinfeksi. Pada kandang dengan populasi padat dan sanitasi buruk, penyebaran melalui udara dapat berlangsung sangat cepat.

Dibawa oleh Vektor Mekanis

Manusia, hewan lain, maupun serangga dapat menjadi pembawa mekanis virus tanpa ikut terinfeksi. Peternak, pekerja kandang, atau tamu yang sebelumnya kontak dengan kandang terinfeksi berpotensi membawa virus melalui sepatu, pakaian, tangan, maupun peralatan.

Air Minum dan Pakan yang Terkontaminasi

Pakan dan air minum yang tercemar feses atau cairan tubuh unggas sakit juga dapat menjadi jalur penularan. Karena itu, kebersihan tempat pakan dan minum harus selalu dijaga untuk meminimalkan risiko infeksi.

Feses dan Sekresi Tubuh Unggas

Unggas yang terinfeksi akan mengeluarkan virus melalui feses, lendir hidung, air liur, dan cairan tubuh lainnya. Lingkungan kandang yang tercemar oleh sekresi tersebut dapat menjadi sumber infeksi bagi unggas sehat.

Melalui Telur dari Induk Terinfeksi

Walaupun relatif jarang terjadi, virus tetelo dapat menular melalui telur yang berasal dari indukan terinfeksi. Telur tersebut berpotensi menghasilkan DOC yang membawa virus sejak menetas.

Burung Liar Pembawa Virus

Burung liar yang terinfeksi Newcastle Disease dapat menjadi sumber penularan bagi unggas ternak. Mereka dapat menyebarkan virus melalui kontak langsung, kotoran, maupun kontaminasi area sekitar kandang.

Baca Juga:  5 Jenis Penyakit pada Ayam: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cara Mencegah Penyakit Tetelo pada Unggas yang Ampuh

Mencegah penyakit tetelo pada unggas memerlukan pendekatan yang komprehensif dan terus-menerus. Berikut adalah beberapa cara yang efektif dalam mencegah serangan dan penyebaran penyakit tetelo.

Vaksinasi Rutin

Vaksinasi rutin merupakan salah satu cara pencegahan penyakit tetelo pada unggas yang paling efektif dan ampuh. Peternak harus mengikuti jadwal vaksinasi yang disarankan oleh otoritas kesehatan hewan setempat dan menggunakan vaksin yang sesuai untuk jenis unggas yang dipelihara. 

Vaksinasi secara rutin dapat membantu membangun kekebalan tubuh unggas terhadap virus Newcastle Disease (NDV).

Biosekuriti yang Ketat

Penerapan langkah-langkah biosekuriti yang ketat sangat penting untuk mencegah masuknya virus tetelo ke peternakan. Anda dapat melakukan pembatasan akses ke peternakan dari pengunjung yang tidak perlu serta melakukan desinfeksi peralatan, kendaraan, dan pakaian yang masuk atau keluar dari peternakan.

Selain itu, Anda juga harus menjaga kebersihan kandang dan area pemeliharaan unggas serta memastikan bahwa peternakan terisolasi dari unggas liar yang mungkin membawa virus.

Pengelolaan Pakan dan Air Minum yang Baik

Pastikan pakan dan air minum unggas bersih dan bebas dari kontaminasi. Gunakan wadah yang mudah dibersihkan dan disterilkan secara rutin.

Sanitasi Lingkungan

Menjaga kebersihan lingkungan kandang, termasuk pembersihan dan disinfeksi secara rutin, merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit. Bersihkan kandang secara teratur dan buang kotoran unggas dengan benar untuk mengurangi risiko kontaminasi.

Pemantauan Kesehatan Rutin

Melakukan pemantauan kesehatan rutin terhadap unggas merupakan langkah proaktif dalam mendeteksi kemungkinan infeksi penyakit tetelo secara dini. Anda harus memperhatikan gejala-gejala penyakit dan segera mengisolasi unggas yang menunjukkan tanda-tanda infeksi.

Karantina Unggas Baru

Sebelum menggabungkan unggas baru dengan kawanan unggas yang sudah ada, pastikan untuk menjalankan periode karantina terlebih dahulu. Ini memberi kesempatan untuk memeriksa kesehatan unggas baru dan memastikan bahwa mereka bebas dari penyakit sebelum bergabung dengan kawanan yang ada.

Pemberian Suplemen Organik Cair (SOC) GDM untuk Mencegah Penyakit Tetelo pada Unggas

Selain 6 cara pencegahan yang telah dijelaskan di atas, pemberian suplemen merupakan salah satu cara pencegahan penyakit tetelo pada unggas yang ampuh dan efektif. Anda dapat memberikan Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Spesialis Ternak untuk mencegah serangan tetelo yang mematikan.

Hanya dengan memberikan 0,3 ml SOC GDM ke dalam air minum satu ekor unggas setiap hari, Anda telah berhasil mencegah penyebaran penyakit tetelo. Ini karena SOC GDM Spesialis Ternak mengandung formulasi 6 bakteri baik yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh sehingga unggas akan lebih sulit terserang penyakit tetelo.


Suplemen Organik Cair GDM
Spesialis Peternakan
  • Meningkatkan Antibodi dan Menangkal Penyakit
  • Menyediakan Nutrisi Lengkap untuk Ternak
  • Meningkatkan Produktivitas dan Hasil Panen
  • Mengurangi Bau Amoniak pada Kotoran
  • Mengurangi Stress pada Hewan Ternak

Selain itu, SOC GDM Spesialis Ternak terbuat dari 100% bahan-bahan organik, seperti minyak hewani, algae, bakteri, rumput laut, dan limbah organik yang terbukti berfungsi sebagai anti virus, jamur, dan bakteri sehingga dapat mencegah serangan penyakit tetelo yang diakibatkan oleh virus sekaligus dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan unggas.

Cegah serangan penyakit tetelo pada unggas sekarang juga hanya dengan menggunakan Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Spesialis Ternak. Jika ada yang perlu ditanyakan, lakukan konsultasi secara GRATIS dengan tim ahli GDM hanya dengan klik tombol di bawah ini dan Anda akan langsung terhubung dengan kami melalui nomor WhatsApp.


Banner Promo Suplemen Organik Cair Spesialis Peternakan GDM
Banner Mobile Promo Suplemen Organik Cair Spesialis Peternakan GDM

author-avatar

About drh. Karinadintha Marsya Rachman

Konsultan Dalam Bidang Peternakan Hingga Hewan Peliharaan