
Blog
5 Tips Usaha Ternak Kelinci Pedaging Skala Rumahan yang Menguntungkan

Selain dijadikan hewan peliharaan kelinci juga bisa jadi ternak. Faktanya, usaha ternak kelinci sekarang dapat jadi ladang bisnis yang menjanjikan. Jenis kelinci yang banyak diminati oleh peternak adalah kelinci pedaging.
Usaha ternak kelinci pedaging semakin diminati karena modalnya relatif terjangkau dan perawatannya tidak terlalu rumit. Dengan manajemen yang tepat, ternak kelinci mampu memberikan perputaran panen yang cepat serta keuntungan yang stabil.
Namun, agar hasil ternak maksimal, Anda perlu tahu cara ternak kecil yang menyeluruh. Mulai dari prospek usaha, pemilihan bibit unggul, hingga cara perawatan kelinci pedaging yang benar. Langsung saja, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Prospek Bisnis Ternak Kelinci Pedaging
Bisnis ternak kelinci pedaging memiliki peluang yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan, baik oleh pemula maupun peternak yang sudah berpengalaman. Seiring berkembangnya usaha, banyak peternak yang mulai fokus meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperluas pangsa pasar agar hasil ternak lebih optimal.
Permintaan daging kelinci terus mengalami peningkatan, terutama karena semakin beragamnya olahan kuliner berbahan dasar daging kelinci. Selain itu, peluang usaha tidak hanya berasal dari penjualan kelinci pedaging, tetapi juga dari penjualan anakan kelinci untuk kebutuhan budidaya.
Dengan perawatan yang relatif mudah dan bisa dikembangkan hingga skala besar, ternak kelinci menjadi usaha yang potensial, selama didukung dengan manajemen dan perawatan yang tepat untuk menjaga kualitas daging yang dihasilkan.
Salah satu keberhasilan usaha ternak kelinci datang dari mitra GDM, Bapak Sugiyanti yang berhasil mengembangkan usaha ternak kelincinya secara berkelanjutan. Dari usaha tersebut, Pak Sugiyanto bisa meningkatkan pendapatnya hingga 12 juta. Ingin tahu apa rahasianya? Simak penjelasan berikut ini.

Mengenali Pertumbuhan Kelinci Pedaging
Salah satu upaya yang perlu dilakukan dalam ternak kelinci pedaging adalah memahami masa pertumbuhan binatang tersebut. Kelinci memiliki masa pertumbuhan yang relatif singkat sehingga dapat dipanen lebih cepat.
Dalam satu kali melahirkan, kelinci betina umumnya mampu menghasilkan sekitar 3–4 ekor anakan, bahkan bisa lebih dengan perawatan yang optimal. Untuk memulai usaha ternak kelinci pedaging, terdapat beberapa tahapan penting yang harus diperhatikan, terutama terkait pemberian pakan dan suplemen.
Pakan berkualitas perlu didukung dengan suplemen atau vitamin yang tepat agar penyerapan nutrisi berlangsung maksimal dan pertumbuhan kelinci lebih optimal. Salah satu pilihan yang digunakan oleh mitra GDM, Bapak Sugiyanto, adalah Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan.
Anda juga dapat melihat ulasan lengkap mengenai ternak kelinci pedaging milik Bapak Sugiyanto melalui video berikut, di mana tim ahli GDM menjelaskan penerapan budidaya dan hasil yang diperoleh secara lebih mendalam.
Cara Budidaya Kelinci Pedaging
Seperti yang sudah dijelaskan dalam video dari mitra GDM di atas, diketahui keberhasilan ternak kelinci pedaging sangat ditentukan oleh ketepatan dalam setiap tahapan budidaya, mulai dari pemilihan indukan hingga perawatan harian.
Setiap proses saling berkaitan dan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan, kesehatan, serta kualitas kelinci yang dihasilkan. Agar hasil ternak kelinci optimal, Anda perlu memahami langkah-langkah penting seperti persiapan kandang, manajemen reproduksi, pemberian pakan dan vitamin, hingga pengendalian penyakit.
Pembahasan berikut akan mengulas tahapan tersebut secara praktis dan mudah dipahami untuk mendukung keberhasilan usaha ternak kelinci pedaging.
Pemilihan Bibit Kelinci Unggul
Pemilihan bibit indukan yang tepat merupakan salah satu faktor utama penunjang keberhasilan ternak kelinci pedaging. Bibit yang unggul akan menghasilkan pertumbuhan yang optimal serta anakan yang sehat.
Hal ini juga diterapkan oleh mitra GDM, Bapak Sugiyanto, yang memilih jenis kelinci New Zealand karena dikenal cepat besar dan cocok untuk penggemukan daging.
Pada dasarnya, terdapat berbagai jenis kelinci yang dapat digunakan untuk budidaya. Namun, untuk tujuan pedaging, sebaiknya Anda memilih jenis kelinci yang memiliki pertumbuhan cepat dan bobot badan optimal.
Beberapa jenis kelinci pedaging yang umum digunakan antara lain New Zealand, Flemish Giant, dan Dutch. Setelah menentukan jenis kelinci yang tepat, langkah selanjutnya adalah mengenali ciri-ciri bibit indukan yang berkualitas.
Pemilihan bibit yang sehat perlu menjadi prioritas karena indukan yang baik akan menghasilkan anakan dengan kualitas yang lebih optimal. Berikut beberapa ciri bibit kelinci unggul yang perlu Anda perhatikan:
- Berusia 5–6 bulan hingga 1 tahun (usia produktif).
- Gerakan lincah dan tubuh tegap, bulu halus serta tidak rontok.
- Mata jernih dan tajam, tidak berair, hidung bersih dan kering.
- Memiliki nafsu makan yang baik.
- Area saluran kencing dan anus bersih serta kering.
Dengan memperhatikan kriteria tersebut, peluang keberhasilan ternak kelinci pedaging dapat meningkat secara signifikan.
Cara Membedakan Jenis Kelamin Kelinci Pedaging
Setelah menentukan varietas kelinci pedaging yang akan dibudidayakan, Anda perlu mampu membedakan jenis kelamin kelinci agar tidak terjadi kesalahan saat proses perkawinan. Identifikasi jenis kelamin yang tepat sangat penting untuk mendukung keberhasilan reproduksi dalam ternak kelinci.
Cara membedakan jenis kelamin kelinci sebenarnya cukup mudah jika dilakukan dengan teliti, terutama dengan memperhatikan bagian bawah atau organ kelaminnya. Berikut ciri-ciri yang dapat Anda perhatikan:
- Kelinci jantan memiliki dua testikel yang terlihat di bagian atas anus, serta jarak antara organ kelamin dan anus lebih jauh.
- Kelinci betina organ kelamin tampak rata dengan celah atau lubang, dan jarak antara organ kelamin dan anus relatif lebih dekat.
Dengan mengenali perbedaan tersebut, proses perkawinan kelinci dapat dilakukan dengan lebih efektif dan terencana.
Lokasi Kandang Kelinci Pedaging
Kandang menjadi faktor penting kedua yang perlu Anda perhatikan dalam ternak kelinci pedaging setelah pemilihan bibit. Penentuan lokasi kandang harus dilakukan dengan cermat karena sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan pertumbuhan kelinci.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain suhu ideal kandang berada di kisaran 15–20°C, sirkulasi udara yang lancar, pencahayaan yang cukup dengan durasi ideal sekitar 12 jam per hari, serta lokasi yang aman dan terhindar dari hewan pemangsa.
Selain lokasi, pemilihan jenis kandang juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan ternak. Faktor seperti jenis kelinci, jumlah kelinci yang dipelihara, serta sistem pemeliharaan akan menentukan jenis kandang yang paling tepat digunakan.
Oleh karena itu, kandang kelinci pedaging dibedakan berdasarkan fungsi dan sistem pemeliharaannya, yang akan dijelaskan pada pembahasan berikut.
Kandang Battery
Kandang battery merupakan jenis kandang individual yang digunakan untuk satu ekor kelinci di setiap petaknya. Jenis kandang ini memudahkan peternak dalam memantau kondisi kesehatan, pertumbuhan, serta pakan masing-masing kelinci.
Jenis kandang ini juga menjadi pilihan yang digunakan oleh mitra GDM, Bapak Sugiyanto, dalam menjalankan ternak kelinci pedaging. Kandang battery umumnya dibuat berjajar dan bertingkat, dengan ukuran sekitar 50 × 40 × 40 cm untuk setiap petak. Bahan kandang dapat menggunakan bambu, kayu, atau kawat, selama kuat dan mudah dibersihkan.
Kandang Ranch
Kandang ranch membutuhkan area yang lebih luas karena kelinci dipelihara tanpa sekat sehingga dapat bergerak bebas. Jenis kandang ini sangat cocok digunakan sebagai kandang perkawinan karena memudahkan proses pengawinan antara kelinci jantan dan betina.
Selain itu, kandang ranch banyak digunakan oleh peternak yang membudidayakan kelinci dalam skala besar. Dengan ruang gerak yang luas, kelinci menjadi lebih aktif dan proses reproduksi dapat berlangsung secara alami.
Kandang Postal
Kandang postal umumnya digunakan untuk memelihara kelinci muda dan dibuat berjajar dalam satu ruangan. Ukuran kandang biasanya disesuaikan dengan tubuh kelinci, di mana untuk kelinci dewasa diperlukan ruang yang cukup agar tetap leluasa bergerak.
Sebagai acuan, kandang postal untuk kelinci dewasa memiliki ukuran sekitar 90 cm × 60 cm × 60 cm dan dibuat dengan sistem panggung. Jenis kandang ini cukup direkomendasikan bagi pemula karena mudah dibuat dan cocok digunakan sebagai tahap awal dalam memulai budidaya kelinci pedaging.
Baca Juga: “ 6 Cara Ternak Kelinci Sistem Umbaran agar Cepat Besar & Sehat
Cara Mengawinkan Kelinci Secara Efektif
Tahapan selanjutnya dalam ternak kelinci pedaging adalah proses perkembangbiakan. Kelinci termasuk hewan yang mudah bunting, sehingga diperlukan pengaturan reproduksi yang baik agar hasil ternak tetap optimal.
Proses perkawinan dapat dilakukan secara alami maupun buatan, namun pada umumnya peternak menggunakan cara alami dengan memasukkan kelinci jantan ke dalam kandang betina yang sedang birahi. Agar proses perkawinan berjalan dengan baik, Anda perlu memahami beberapa tahapan penting berikut.
Masa Reproduksi Kelinci
Kelinci betina idealnya dikawinkan setelah berumur minimal 5 bulan. Perkawinan pada usia yang terlalu muda berisiko menyebabkan gangguan reproduksi dan meningkatkan angka kematian anak kelinci. Siklus birahi kelinci betina berlangsung sekitar 16–18 hari.
Tanda-tanda kelinci betina sedang birahi antara lain nafsu makan menurun, terlihat gelisah, lebih agresif, dan cenderung diam saat dinaiki pejantan. Sebaliknya, kelinci betina yang sudah bunting biasanya akan menghindar jika didekati kelinci jantan.
Proses Perkawinan Kelinci
Untuk meningkatkan keberhasilan perkawinan, Anda dapat menerapkan langkah-langkah berikut:
- Masukkan kelinci betina yang sedang birahi ke dalam kandang kelinci jantan dan amati hingga terjadi perkawinan, kemudian keluarkan betina dan beri pakan.
- Setelah 1–2 jam, masukkan kembali betina ke kandang jantan hingga terjadi perkawinan kedua, lalu pisahkan.
- Jika dalam 12–14 hari tidak terlihat tanda birahi kembali, maka kelinci dapat diperkirakan bunting. Untuk memastikan, lakukan pemeriksaan kebuntingan dengan cara palpasi atau meraba bagian perut, yang akan terasa benjolan kecil.
- Dalam satu peternakan, perbandingan ideal adalah 1 ekor kelinci jantan untuk 10–12 ekor betina.
Proses Kelahiran Anak Kelinci
Masa kebuntingan kelinci berlangsung sekitar 30–33 hari, dengan rata-rata 31 hari, tergantung faktor genetik, umur induk, dan kondisi lingkungan. Kebuntingan kurang dari 30 hari dapat menyebabkan anak kelinci lahir dalam kondisi abnormal.
Tanda-tanda kelinci menjelang melahirkan antara lain mengumpulkan rumput kering sebagai alas, mencabuti bulu di bagian paha dan perut, terlihat gelisah, serta nafsu makan menurun. Proses kelahiran biasanya terjadi pada malam hari dan berlangsung tidak lebih dari 30 menit, dengan jarak kelahiran antar anak sekitar 1–5 menit.
Anak kelinci lahir dalam kondisi mata tertutup, tubuh lemah, dan belum berbulu. Mata mulai terbuka pada usia 10 hari, sedangkan bulu mulai tumbuh sejak usia 4 hari. Kelinci dapat melahirkan 4–8 kali dalam setahun, dengan jarak antara melahirkan dan perkawinan kembali sekitar 28–42 hari.
Setelah lahir, anak kelinci perlu disapih pada usia 7–8 minggu. Anak sapihan ditempatkan di kandang tersendiri dengan isi 2–3 ekor per kandang, serta disediakan pakan dan air minum. Selanjutnya, anak kelinci dipisahkan berdasarkan jenis kelamin agar pertumbuhan lebih optimal dan seragam.

Cara Merawat Kelinci Pedaging
Pemeliharaan kelinci relatif mudah karena dalam satu tahun kelinci dapat beranak 4-8 kali. Dengan siklus reproduksi yang singkat, ternak kelinci mampu memberikan perputaran hasil yang cepat dibandingkan jenis ternak lainnya.
Hal ini juga disampaikan oleh mitra GDM, Bapak Sugiyanto, bahwa pemeliharaan kelinci yang dilakukan secara tepat akan sangat berpengaruh terhadap kualitas dan produktivitas kelinci.
Oleh karena itu, diperlukan manajemen pemeliharaan yang baik dan terencana, mulai dari pemberian pakan yang sesuai, pemilihan jenis pakan berkualitas, penambahan vitamin yang tepat, menjaga kebersihan kandang, hingga pencegahan penyakit agar pertumbuhan kelinci tetap optimal.
Pemberian Pakan Kelinci
Dalam ternak kelinci, pakan menjadi faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas, pertumbuhan, dan bobot badan kelinci. Pemberian pakan yang tepat dan seimbang akan membantu kelinci tumbuh lebih cepat, sehat, serta mengurangi risiko gangguan pencernaan yang dapat menghambat hasil ternak.
Untuk menunjang penyerapan nutrisi dari pakan agar lebih optimal, diperlukan dukungan suplemen yang tepat. Salah satunya adalah Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan yang bermanfaat membantu meningkatkan daya cerna dan penyerapan nutrisi dari pakan hijauan maupun konsentrat.
Dengan manajemen pakan yang baik dan dukungan suplemen yang tepat, hasil ternak kelinci dapat menjadi lebih maksimal dan stabil.
Pemberian pakan pada kelinci harus disesuaikan dengan kebutuhan gizinya agar pertumbuhan dan produktivitas tetap optimal. Komposisi pakan yang tepat akan membantu meningkatkan bobot badan sekaligus menjaga kesehatan pencernaan kelinci. Berikut tahapan menyiapkan pakan yang tepat untuk kelinci pedaging:
- Komposisi pakan terdiri dari sekitar 60% hijauan dan 40% konsentrat.
- Pakan hijauan sebaiknya dilayukan terlebih dahulu dengan cara diangin-anginkan untuk mengurangi zat toksik pada tanaman serta menurunkan kadar air, sehingga dapat mencegah risiko diare pada kelinci.
- Sebelum diberikan, pakan hijauan dapat dicelupkan ke dalam Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan dengan takaran 1 tutup botol, untuk membantu meningkatkan penyerapan nutrisi dari pakan.
- Pakan hijauan sebaiknya dipotong-potong agar lebih mudah dimakan dan dicerna oleh kelinci.
- Konsentrat yang diberikan harus dalam kondisi bersih, kering, tidak rusak, dan tidak berjamur.
- Pemberian air minum wajib tersedia setiap saat meskipun kelinci sudah mendapatkan cairan dari pakan hijauan.
- Pakan diberikan sebanyak 3 kali sehari, dengan jadwal:
- Pagi hari (± pukul 08.00 atau setelah kandang dibersihkan): konsentrat
- Siang hari (± pukul 13.00): 1/3 bagian pakan hijauan
- Sore hari (± pukul 17.00): 2/3 bagian pakan hijauan
- Pagi hari (± pukul 08.00 atau setelah kandang dibersihkan): konsentrat
Kelinci merupakan hewan yang lebih aktif pada malam hari, sehingga porsi pakan pada sore hari sebaiknya ditingkatkan untuk membantu menambah bobot badan. Jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan umur dan bobot tubuh kelinci, dengan perkiraan sebagai berikut:
- Anakan usia 2–4 bulan (bobot 2–3,5 kg): ± 175 gram/hari
- Usia ± 5 bulan (bobot ± 4 kg): ± 190 gram/hari
- Usia ≥ 6 bulan (bobot ≥ 4,5 kg): ± 200 gram/hari
Penambahan Suplemen Vitamin
Selain pakan utama, pemberian vitamin atau suplemen juga berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan kesehatan ternak. Kelinci cenderung mengonsumsi apa apun yang diberikan, maka suplemen yang digunakan harus aman dan bermanfaat untuk sistem pencernaan.
Suplemen yang dianjurkan sebaiknya berbahan organik dan mengandung bakteri baik. Hal ini juga diterapkan oleh mitra GDM, Bapak Sugiyanto, yang rutin menggunakan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan untuk menjaga kesehatan kelinci dan mendukung kualitas daging.
Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan mengandung bakteri menguntungkan seperti Bacillus dan Pseudomonas yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh, nafsu makan, serta penyerapan nutrisi. Dengan penambahan rutin pada air minum, pertumbuhan dan bobot badan kelinci dapat lebih optimal.
Sanitasi Kandang Kelinci
Selain pakan, sanitasi kandang merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan ternak kelinci. Kotoran kelinci dapat menimbulkan bau menyengat apabila kandang tidak dibersihkan secara rutin, sehingga berpotensi mengganggu kesehatan kelinci.
Sanitasi kandang sebaiknya dilakukan secara teratur, idealnya pada pagi hari sekitar pukul 08.00 sebelum pemberian pakan. Kandang yang bersih membuat kelinci lebih tenang dan nyaman, sehingga nafsu makan meningkat.
Dengan menjaga kebersihan kandang secara berkala, risiko munculnya penyakit dapat diminimalkan dan kondisi lingkungan ternak tetap sehat serta mendukung pertumbuhan kelinci secara optimal.
Baca Juga: “Jenis Makanan Kelinci Agar Cepat Besar dan Tips Merawatnya
Pengendalian Penyakit pada Ternak Kelinci
Penyakit pada kelinci merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan kerugian dalam usaha ternak kelinci Anda. Oleh karena itu, peternak perlu mengenali jenis penyakit umum yang menyerang kelinci agar bisa melakukan penanganan dan pencegahan dini. Beberapa penyakit yang sering ditemukan pada kelinci yaitu:
Scabies
Scabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Gejala yang muncul antara lain nafsu makan menurun, kelinci sering menggaruk tubuh, muncul kerak atau keropeng pada area telinga, cuping hidung, dan sela-sela kaki, bulu rontok, serta kondisi tubuh menjadi kurus.
Penanganan dapat dilakukan dengan pemberian suntikan anti scabies oleh dokter hewan, memandikan kelinci menggunakan sampo yang mengandung belerang, serta mengoleskan salep pada area yang terinfeksi. Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan memastikan kondisi kandang tidak lembap.
Diare
Diare ditandai dengan kotoran yang lembek dan berbau menyengat. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh pemberian pakan hijauan yang terlalu banyak mengandung air serta kondisi lingkungan kandang yang lembap.
Pencegahan diare dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang, mengatur jumlah hijauan segar, serta memberikan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh kelinci.
Flu
Flu pada kelinci dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Gejala yang terlihat meliputi nafsu makan menurun, kelinci sering bersin, dan bagian hidung tampak basah.
Penanganan awal dapat dilakukan dengan menjemur kelinci pada pagi hari sekitar pukul 08.00–09.00. Pencegahan flu dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang serta pemberian Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh kelinci.
Yuk, Tingkatkan Produktivitas Ternak Kelinci Anda dengan Suplemen Organik GDM!
Beternak kelinci dalam skala besar membutuhkan perawatan yang tepat agar menghasilkan kelinci yang sehat dan bernilai jual tinggi. Hal ini telah dibuktikan oleh mitra GDM, Bapak Sugiyanto, yang menggunakan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan untuk menunjang pakan dan mengoptimalkan pertumbuhan kelinci.
Kini saatnya Anda juga meningkatkan produktivitas dan keuntungan usaha ternak kelinci. Untuk konsultasi seputar beternak kelinci atau informasi produk GDM, silakan klik banner di bawah ini untuk konsultasi produk dengan tim GDM!

One thought on “5 Tips Usaha Ternak Kelinci Pedaging Skala Rumahan yang Menguntungkan”
Comments are closed.



















Terimakasih ilmunya