Perikanan

Intip, 3 Biaya Usaha Ternak Lele dan Potensi Keuntungannya!

Usaha ternak lele

Usaha ternak lele menjadi salah satu lini bisnis yang menggiurkan di Indonesia. Salah satu faktor pendukungnya adalah permintaan ikan lele yang terus meningkat dan sejalan dengan pertumbuhan populasi dan tingginya konsumsi protein hewani. 

Kondisi ini menjadikan budidaya lele sebagai sektor usaha yang memiliki prospek jangka panjang. Popularitas ikan lele tidak lepas dari cita rasanya yang lezat serta harganya yang relatif murah sehingga dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat. 

Selain itu, usaha ternak lele tergolong sederhana dan dapat dijalankan oleh pemula dengan modal yang relatif terjangkau. Fleksibilitas media kolam serta waktu panen yang singkat membuat usaha ternak lele semakin diminati. Dengan perencanaan yang tepat, bisnis ini berpotensi memberikan keuntungan yang optimal dan berkelanjutan.

Peluang Usaha Ternak Lele

Usaha ternak lele memiliki peluang pasar yang sangat besar, khususnya di Indonesia. Permintaan ikan lele sebagai ikan konsumsi terus meningkat karena harganya terjangkau dan mudah ditemukan di berbagai segmen pasar, mulai dari rumah tangga hingga pelaku usaha kuliner.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia, daya beli masyarakat terhadap komoditas ikan konsumsi menunjukkan tren positif. Kondisi ini turut diikuti oleh peningkatan Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPI) yang mengalami kenaikan pada tahun 2020, menandakan sektor perikanan budidaya semakin menjanjikan secara ekonomi.

Ikan lele menjadi salah satu komoditas yang mencatat pertumbuhan produksi signifikan. Masih dari sumber yang sama, produksi ikan lele pada tahun 2017 mengalami peningkatan hingga 131,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan besarnya permintaan pasar serta kepercayaan pelaku usaha terhadap potensi budidaya lele.

Melihat tren tersebut, usaha ternak lele memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan. Dengan pasar yang luas dan permintaan yang stabil, lele menjadi pilihan komoditas yang relatif aman bagi pelaku usaha pemula maupun pembudidaya berpengalaman.


Artikel Perikanan Banner Ke 1

Keunggulan Usaha Ternak Lele

Salah satu keunggulan utama usaha ternak lele adalah masa budidayanya yang relatif singkat. Pertumbuhan lele tergolong cepat dan umumnya sudah dapat dipanen dalam waktu tiga hingga empat bulan, sehingga peternak memiliki peluang melakukan panen lebih dari satu kali dalam setahun.

Selain cepat panen, lele juga merupakan komoditas perikanan budidaya dengan performa produksi yang sangat baik. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, produksi ikan lele hingga tahun 2018 mengalami pertumbuhan sebesar 56,32% dan menempati peringkat teratas sebagai jenis ikan budidaya air tawar. Hal ini menunjukkan bahwa lele memiliki daya saing dan permintaan pasar yang kuat.

Dari sisi biaya, usaha ternak lele tergolong efisien. Modal produksi relatif rendah dan dapat ditekan dengan pemanfaatan pakan alternatif, sehingga cocok dijalankan oleh pemula maupun pelaku usaha yang ingin mengembangkan skala budidaya.

Keunggulan lainnya terletak pada stabilitas harga jual di pasaran. Dengan biaya operasional yang rendah, siklus panen cepat, dan harga yang cenderung stabil, keuntungan dari ternak lele dapat dirasakan dalam waktu relatif singkat dan berkelanjutan. 

Baca Juga: “6 Cara Ternak Lele di Galon Le Mineral yang Benar

Analisa Modal dan Biaya Usaha Ternak Lele 

Sudah ada banyak mitra GDM yang menjalankan usaha ternak lele dengan sistem bioflok dan merasakan hasilnya. Oleh karena itu, Anda perlu memahami tahapan usaha ternak lele yang tepat agar bisnis terarah dan menguntungkan. 

Analisa usaha ternak lele dimulai dengan mempersiapkan modal awal dan melakukan rincian biaya produksi. Setelah itu, Anda perlu melakukan analisa untung rugi agar dapat mengelola keuangan usaha secara lebih optimal.

Langkah berikutnya adalah meningkatkan omset ternak lele melalui strategi yang tepat serta melakukan pemasaran ikan lele secara efektif. Berikut ini penjelasan detail tahapan usaha ternak ikan lele yang dapat Anda terapkan.

Modal Awal Usaha Ternak Lele 

Modal usaha ternak lele sebenarnya tidak harus besar. Apalagi, jika Anda memilih menjalankan usaha budidaya lele dengan sistem bioflok dan organik. Sistem ini dikenal lebih efisien karena mampu menekan biaya pakan. 

Pada teknik budidaya lele organik dengan sistem bioflok, ikan lele dapat memperoleh sumber pakan alami dari mikroorganisme bioflok di dalam kolam. Dengan demikian, kebutuhan pakan buatan seperti pelet dapat dikurangi secara signifikan. 

Keuntungannya, biaya operasional jadi lebih ringan. Sebagai gambaran, modal yang dibutuhkan untuk usaha ternak lele menggunakan sistem bioflok dengan produk GDM sekitar Rp3.677.720. 

Sementara itu, kolam bioflok yang menggunakan probiotik lain memerlukan biaya lebih besar, yakni sekitar Rp3.965.720, sehingga penggunaan produk yang tepat dapat membantu efisiensi modal sejak awal. 

Untuk memahami perhitungan modal dan penerapan sistem bioflok secara lebih detail, Anda dapat menyimak penjelasan lengkapnya pada analisa usaha budidaya ikan lele Bapak Joni Prabumulih Sumatera Selatan



Biaya Produksi Usaha Ternak Lele 

Sebelum memulai usaha ternak lele, Anda perlu memahami komponen biaya utama yang mempengaruhi besar kecilnya modal awal. Perhitungan biaya yang tepat akan membantu Anda mengelola anggaran secara lebih efisien dan menghindari pengeluaran tak perlu. 

Pada bagian ini, Anda akan mempelajari rincian biaya persiapan kolam, modal pakan lele, serta biaya bibit ikan lele sebagai dasar perencanaan usaha.

Biaya Persiapan Kolam

Kolam merupakan sarana utama yang harus Anda siapkan sebelum memulai usaha ternak lele. Dalam analisa usaha salah satu mitra GDM, jenis kolam yang digunakan adalah kolam bioflok berbentuk bundar berbahan terpal yang sudah dilengkapi dengan full set pendukung budidaya.

Biaya pembuatan satu set kolam terpal bioflok dibanderol sekitar Rp1.350.000 untuk satu unit. Biaya ini termasuk investasi awal yang penting karena kolam bioflok dirancang untuk digunakan dalam beberapa periode budidaya.

Pada siklus budidaya berikutnya, modal usaha ternak lele akan menjadi lebih ringan. Hal ini karena biaya pembelian kolam tidak lagi dihitung sebagai biaya penuh, melainkan sebagai biaya penyusutan. Biaya penyusutan kolam yang dialokasikan pada setiap periode budidaya adalah sekitar Rp100.000.

Dengan sistem ini, total modal usaha ternak lele pada periode kedua menggunakan produk GDM Organik menjadi sekitar Rp2.777.720. Sementara itu, kolam yang tidak menggunakan produk GDM Organik membutuhkan modal lebih besar, yaitu sekitar Rp3.065.720, sehingga perencanaan kolam yang tepat dapat membantu menekan biaya usaha secara signifikan.

Modal Pakan Lele 

Modal pakan lele merupakan komponen biaya variabel terbesar dalam usaha budidaya ikan lele. Karena itu, penerapan sistem bioflok menjadi solusi yang efektif untuk menekan pengeluaran pakan tanpa mengganggu pertumbuhan ikan.

Pada usaha ternak lele rumahan dengan sistem bioflok, lele dapat memanfaatkan pakan alami yang berasal dari flok hidup di dalam kolam. Flok ini dapat dikonsumsi oleh lele di berbagai fase pertumbuhan, sehingga kebutuhan pakan buatan atau pelet dapat dikurangi secara signifikan.

Dalam perhitungan biaya, kolam lele yang menggunakan produk GDM Organik hanya membutuhkan biaya pakan sekitar Rp1.102.500. Sementara itu, kolam lele yang tidak menggunakan produk GDM Organik memerlukan biaya pakan lebih besar, yakni sekitar Rp1.312.500.

Meski terlihat menguntungkan, budidaya lele dengan sistem bioflok memerlukan teknik yang tepat. Anda perlu memilih suplemen yang mengandung bakteri baik khusus agar pembentukan flok dapat berlangsung optimal dan stabil.

Salah satu produk yang direkomendasikan untuk menumbuhkan flok alami adalah GDM Black BOS dan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan. Kombinasi keduanya terbukti membantu pembentukan flok dengan lebih cepat sekaligus menjaga kondisi kolam tetap sehat.


Suplemen Organik Cair GDM
Spesialis Perikanan
  • Meningkatkan Nafsu Makan
  • Meningkatkan Imunitas/Daya Tahan
  • Mempercepat Tumbuh Kembang Ikan
  • Meningkatkan Keanekaragaman Fitoplankton
  • Mengurai Berbagai Jenis Limbah dan Polutan

Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan berfungsi memperkuat imun ikan serta menjaga kualitas air agar tetap optimal. Takaran penggunaan yang dianjurkan adalah 10 ml per kilogram pakan sesuai pedoman. 

Sementara itu, GDM Black BOS digunakan saat persiapan kolam dengan dosis 50 gram per meter persegi yang ditebar merata. Produk ini bermanfaat menetralkan racun logam berat dan mendukung kinerja bakteri baik agar bekerja lebih efektif dalam menghasilkan nutrisi alami bagi lele.

Biaya Bibit Ikan Lele

Bibit ikan lele menjadi faktor penting yang perlu Anda perhatikan sebelum menentukan total biaya usaha ternak lele. Kualitas bibit akan sangat memengaruhi tingkat pertumbuhan, ketahanan terhadap penyakit, serta hasil panen yang diperoleh.

Pemilihan bibit ikan lele diawali dengan menentukan varietas yang akan dikembangkan. Beberapa jenis benih yang banyak dibudidayakan di Indonesia antara lain lele dumbo, lele sangkuriang, dan lele mutiara. 

Ketiga varietas ini dikenal memiliki pertumbuhan yang cepat serta tingkat adaptasi yang baik terhadap berbagai sistem budidaya. Selain memilih varietas, Anda juga perlu memastikan bibit berasal dari indukan unggul, berukuran seragam, dan bergerak aktif. 

Bibit yang sehat akan mengurangi risiko kematian selama masa pemeliharaan dan membantu meningkatkan efisiensi biaya produksi. Dengan teknik pembenihan yang tepat, potensi panen bahkan dapat meningkat hingga dua kali lipat.

Untuk satu kolam, kebutuhan bibit ikan lele umumnya sekitar 4.000 ekor dengan biaya kurang lebih Rp1.100.000. Jumlah ini dapat Anda sesuaikan dengan kapasitas kolam dan jumlah kolam yang dimiliki, sehingga perencanaan usaha dapat berjalan lebih optimal dan terukur.

Baca Juga: ” Cara Pemijahan Ikan Lele Sukses Hasilkan Panen Hingga 2 Kali Lipat!

Keuntungan Usaha Ternak Lele 

Jika dilihat dari sisi modal, biaya yang dikeluarkan pada kedua sistem budidaya lele sebenarnya tidak berbeda jauh. Namun, hal yang perlu dicermati adalah perbedaan keuntungan yang dihasilkan antara kolam dengan produk GDM dan kolam yang tidak menggunakannya. 

Analisa Usaha Ternak Lele Mitra GDM

Berdasarkan tabel analisa usaha ternak ikan lele di atas, terlihat bahwa selisih keuntungan dari kedua sistem tersebut cukup signifikan. Keuntungan budidaya lele pada kolam yang menggunakan produk GDM Organik dapat mencapai Rp5.268.280 dalam satu siklus panen. 

Sementara itu, kolam yang tidak menggunakan produk GDM Organik hanya menghasilkan keuntungan sekitar Rp3.234.280. Dengan sistem bioflok organik menggunakan produk GDM Organik, Anda berpeluang memperoleh tambahan keuntungan hingga Rp2.034.000 dalam satu siklus budidaya. 

Selisih keuntungan ini terjadi karena hasil panen pada kolam yang menggunakan produk GDM Organik lebih optimal. Dengan panen yang lebih banyak dan berkualitas, keuntungan usaha ternak lele Anda menjadi lebih besar dan berkelanjutan.

Pemasaran Hasil Ternak Lele

Setelah memahami potensi keuntungan dari usaha ternak lele, hal penting berikutnya yang perlu Anda perhatikan adalah strategi pemasaran. Kabar baiknya, pemasaran ikan lele tergolong mudah karena permintaan pasar yang tinggi dan konsumsi yang merata di berbagai kalangan.

Anda dapat memasarkan hasil panen lele melalui berbagai saluran, seperti penjualan secara online, penjualan langsung ke pasar tradisional atau pengepul, hingga memasok ke swalayan dan pasar modern. Semakin luas saluran pemasaran yang digunakan, semakin besar peluang penyerapan hasil panen.

Cara Meningkatkan Omset Usaha Ternak Lele 

Salah satu cara efektif untuk meningkatkan omset usaha ternak lele adalah dengan menggunakan rangkaian produk GDM Organik. Produk ini terbukti mampu meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi, terutama biaya pakan.

Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan mengandung bahan alami, asam amino esensial dan non esensial, multivitamin, serta bakteri baik yang dibutuhkan lele untuk tumbuh optimal. Kandungan bakteri seperti Pseudomonas alcaligenes, Micrococcus roseus, dan beberapa jenis Bacillus berperan dalam meningkatkan sistem imun, mempercepat pertumbuhan, dan membantu mencegah penyakit.



Untuk hasil yang lebih maksimal, penggunaan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan dikombinasikan dengan GDM Black BOS pada tahap persiapan kolam. Kombinasi ini membantu menciptakan bioflok hidup yang berkualitas, sehingga Anda dapat menghemat pakan buatan hingga lebih dari 30%.

Dengan nutrisi alami dari bioflok, lele tumbuh lebih cepat, lebih sehat, dan lebih tahan terhadap perubahan lingkungan. Dampaknya, waktu panen menjadi lebih singkat dan keuntungan usaha ternak lele pun meningkat secara signifikan. 

Yuk, Maksimalkan Usaha Ternak Lele Anda dengan Rangkaian Produk GDM! 

Usaha ternak lele memiliki potensi keuntungan yang besar jika dikelola dengan perhitungan modal, biaya, dan teknik budidaya yang tepat. Pemilihan sistem bioflok organik serta penggunaan produk yang sesuai terbukti mampu meningkatkan hasil panen dan menekan biaya produksi. 

Jika Anda ingin mengoptimalkan hasil ternak lele sejak awal, manfaatkan rangkaian produk GDM perikanan yang telah digunakan oleh banyak mitra di berbagai daerah. Klik banner di bawah ini untuk konsultasi dengan tim GDM dan dapatkan panduan usaha ternak lele yang tepat sesuai kebutuhan Anda.



author-avatar

About Ir. Tri Juni Sasongko

Praktisi perikanan dan perkebunan yang banyak melakukan bimbingan dan pendampingan tehnis di bidangnya.

2 thoughts on “Intip, 3 Biaya Usaha Ternak Lele dan Potensi Keuntungannya!

  1. H.Lekson berkata:

    Yth pak Ir Tri Juni Sasongko
    Saya H.Lekson hp/wa 081375xxxxxx tinggal di Medan lagi budidaya ikan lele, tapi tdk tahu cara pemakaian GDM Organik untuk ikan lele saya.
    Saya mohon arahannya biar saya bisa sukses seperti bapak

    1. GDM Info berkata:

      Sudah dihubungi oleh tim ahli kami ya pak

Comments are closed.