Peternakan

8 Pakan Alternatif Ternak Burung Unggas Mudah, Bergizi, dan Efektif Meningkatkan Produktivitas 

Pakan Alternatif Ternak Burung Unggas

Biaya pakan yang terus meningkat menjadi salah satu keluhan terbesar peternak. Mencari pakan alternatif ternak burung unggas yang bergizi tinggi namun tetap ramah di kantong bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sudah menjadi kebutuhan nyata di lapangan. 

Tak sedikit peternak yang akhirnya gulung tikar bukan karena ternaknya sakit, tapi karena biaya pakan yang membengkak tidak sebanding dengan hasil yang didapat. Padahal, burung dan unggas yang sehat dan produktif sebenarnya tidak membutuhkan pakan mahal. Umumnya, mereka membutuhkan kecukupan nutrisi seimbang setiap harinya. 

Ketika kebutuhan ini terpenuhi dengan baik, pertumbuhan ternak lebih optimal, daya tahan tubuh meningkat, dan produktivitasnya pun ikut terdongkrak. Faktanya, banyak bahan alami yang ada di sekitar kita mampu memenuhi kebutuhan gizi tersebut. Penasaran, apa saja bahan alami yang paling direkomendasikan dan terbukti, simak artikel ini sampai selesai ya!


Banner Artikel CTA Peternakan GDM Desktop 1
Banner Artikel CTA Peternakan GDM Mobile 1

Pakan Alternatif Ternak Burung Unggas 

Pakan alternatif ternak burung dan unggas bisa didapatkan dari lingkungan sekitar. Ada berbagai bahan pilihan bahan alambi yang bisa digunakan untuk menggantikan atau melengkapi pakan pabrikan. Tujuannya agar kebutuhan nutrisi ternak tetap terpenuhi dengan biaya lebih efisien, beberapa jenis bahan yang bisa digunakan yaitu: 

Maggot BSF (Black Soldier Fly) 

Manggot BSF adalah larva lalat hitam yang dibudidayakan menggunakan sampah organik sebagai pakannya. Maggot kering memiliki kandungan protein kasar antara 40% hingga 50% dan lemak sehat, menjadikannya pengganti yang efektif untuk tepung ikan. Maggot bisa diberikan dalam kondisi segar maupun dikeringkan dan digiling menjadi tepung.

Dedak Padi dan Pollard 

Bahan ini merupakan produk sampingan dari proses penggilingan beras dan gandum yang mudah ditemukan di pasaran dengan harga terjangkau. Pollard memiliki kandungan protein dan energi yang lebih tinggi serta serat kasar yang lebih rendah dibandingkan dedak padi kualitas rendah, dengan kecernaan yang sangat baik sehingga aman digunakan sebagai komponen pakan utama. 

Jagung Giling 

Jagung giling jadi salah satu pakan favorit unggas yang bisa diberikan sejak fase anakan hingga dewasa. Kandungan jagung giling tergolong lengkap, mulai dari serat, Vitamin B, Vitamin C, Asam Lemak, hingga Kalium dan Omega-6. 

Kedelai 

Kedelai menjadi sumber protein nabati unggulan bagi unggas. Kandungan proteinnya mencapai 51 persen, sehingga dengan pemberian yang tepat pertumbuhan unggas menjadi lebih optimal dan tidak mudah stres. Sebelum diberikan, kedelai perlu diolah sehalus mungkin agar mudah dicerna.

Tepung Ikan dan Tepung Tulang 

Kedua jenis tepung ini cukup menjadi pilihan populer untuk mencukupi kebutuhan protein hewani dan mineral. Tepung tulang secara umum mengandung Kalsium, Kalium, Fosfor, Mangan, Natrium, hingga Magnesium yang sangat dibutuhkan unggas dalam masa pertumbuhan, dan untuk meminimalisir risiko pengeroposan tulang bisa diberikan tepung tulang ikan tuna yang memiliki kandungan Kalsium sangat tinggi. 

Ampas Tahu 

Ampas tahu adalah limbah padat sisa produksi tahu yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan alternatif ternak burung unggas berkat kandungan protein nabatinya yang cukup tinggi. Bahan ini sangat mudah didapat dan harganya murah, bahkan tidak jarang bisa diperoleh secara gratis dari pengrajin tahu terdekat. 

Namun karena kadar airnya tinggi, ampas tahu mudah basi sehingga wajib diolah dulu melalui fermentasi atau pengeringan sebelum diberikan ke ternak. Dengan pengolahan yang tepat, ampas tahu bisa menjadi sumber protein tambahan yang ekonomis untuk mendukung pertumbuhan dan produktivitas unggas.

Onggok 

Onggok adalah limbah padat dari proses produksi tepung tapioka yang kaya kandungan pati sehingga efektif dijadikan sumber energi dalam ransum pakan alternatif ternak burung unggas. Harganya jauh lebih terjangkau dibanding jagung, menjadikannya pilihan menarik bagi peternak yang ingin menekan biaya pakan tanpa mengorbankan asupan energi ternak. 

Meski demikian, onggok mengandung senyawa antinutrisi berupa sianida kadar rendah yang berbahaya jika diberikan mentah-mentah. Pengolahan melalui penjemuran, perebusan, atau fermentasi wajib dilakukan agar onggok aman dan optimal dikonsumsi oleh unggas.

Ulat Jerman

Ulat jerman berasal ddari larva kumbang hitam yang dibudidayakan khusus untuk pakan alternatif ternak burung unggas. Larvanya memiliki panjang antara 5-6 cm dengan sistem kekebalan tubuh yang tinggi. 

Karaktertistik yang menonjol pada ulat jerman dibandingkan dengan jenis ulat lainnya adalah ukuran tubuhnya yang besar, kandungan gizi yang tiinggi, dan dianggap lebih  aman digunakan sebagai pakan alternatif bagi burung kicauan.

Siklus hidup ulat jerman terbilang cukup lama, mencapai 1 tahun. Selain itu, kandungan kitin di dalamnya jauh lebih tipis dan sedikit, sehingga memudahkan ulat jerman untuk dicerna dan diserap oleh sistem pencernaan burung, reptil, dan unggas.

Baca Juga: 6 Jenis Rumput untuk Pakan Ternak yang Bergizi & Kaya Nutrisi

Keuntungan Menggunakan Pakan Alternatif Burung Unggas 

Alasan utama banyak peternak beralih ke pakan alternatif cukup sederhana, yakni harga pakan konvensional yang terus naik membuat biaya produksi membengkak dan margin keuntungan semakin tipis. Dengan menggunakan pakan alternatif, peternak bisa mendapatkan sumber nutrisi berkualitas tinggi dengan harga yang murah. 

Dari sisi nutrisi, berbagai pakan alternatif di atas mengandung protein, lemak, dan kalsium dalam kadar tinggi yang memang dibutuhkan burung dan unggas untuk tumbuh optimal. Manfaatnya pun tidak berhenti di situ, karena pakan alternatif juga bisa disesuaikan dengan tujuan budidaya yang spesifik, mulai dari penggemukan, meningkatkan kualitas kicauan, hingga mempercantik warna bulu burung.

Keunggulan lain yang tidak kalah penting adalah sifatnya yang organik dan alami. Berbeda dengan pakan pabrikan yang kerap mengandung bahan sintetis, pakan alternatif berbahan dasar organik lebih ramah bagi sistem pencernaan ternak sekaligus lebih bersahabat dengan lingkungan sekitar kandang.

Cara Membuat Pakan Alternatif Ternak Burung Unggas dengan Probiotik Tambahan

Walau hanya sebatas pakan alternatif, pemberian probiotik tetap diperlukan untuk menjaga kualitas pakan sekaligus memaksimalkan hasil budidaya burung dan unggas. Salah satu probiotik terbaik yang bisa digunakan adalah Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Spesialis  Ternak. 

Probiotik ini mengandung bakteri premium dan 100% bahan organik pilihan untuk mendukung pertumbuhan dan produktivitas ternak secara optimal. Kandungan mikroorganismenya membantu menekan bakteri patogen, menurunkan kadar amonia, memperbaiki pencernaan, dan memperkuat sistem imun ternak. 

Berikut dua cara mudah membuat pakan alternatif ternak burung unggas dengan tambahan SOC GDM Ternak:

Fermentasi Dedak Padi Segar

Siapkan dedak padi segar 71%, air 25%, molase 3%, dan SOC GDM Ternak 1%, serta drum atau kantong plastik sebagai wadah penyimpanan. Campurkan semua bahan hingga merata, lalu masukkan ke dalam wadah tertutup rapat. Simpan selama 2 hingga 3 hari hingga proses fermentasi selesai. 

Pakan hasil fermentasi ini memiliki masa simpan lebih lama, kandungan nutrisinya meningkat, dan kadar asam fitat sebagai zat antinutrisi di dalamnya pun menurun secara signifikan. Pakan ini bisa diberikan untuk ternak besar maupun unggas.

Dedak Padi dengan Ragi Tape

Siapkan 1 kg dedak padi, 2 butir ragi tape, air secukupnya, dan 10 ml SOC GDM Ternak, serta panci kukus dan drum atau kantong plastik. Pertama, basahi dedak padi dengan air menggunakan perbandingan 1:3, lalu kukus adonan selama 15 hingga 30 menit. 

Setelah matang, dinginkan adonan hingga tidak panas, kemudian haluskan ragi tape dan campurkan bersama SOC GDM Ternak ke dalam adonan. Masukkan ke dalam drum atau kantong plastik dan simpan selama 1 hingga 2 hari sebelum diberikan ke ternak. Sama seperti cara pertama, pakan ini cocok untuk ternak besar maupun unggas.


Suplemen Organik Cair GDM
Spesialis Peternakan
  • Meningkatkan Antibodi dan Menangkal Penyakit
  • Menyediakan Nutrisi Lengkap untuk Ternak
  • Meningkatkan Produktivitas dan Hasil Panen
  • Mengurangi Bau Amoniak pada Kotoran
  • Mengurangi Stress pada Hewan Ternak

Panduan Dosis dan Waktu Pemberian SOC GDM pada Ternak Burung dan Unggas

Agar manfaat SOC GDM Spesialis Peternakan bisa dirasakan secara optimal, pemberiannya perlu dilakukan sesuai dosis dan waktu yang tepat. Untuk burung dan unggas, dosis yang dianjurkan adalah 0,3 ml per ekor per hari dengan cara dicampurkan langsung ke dalam air minum dan diberikan secara rutin setiap hari. 

Sebagai panduan takaran, 1 tutup kemasan GDM ukuran 2 liter setara dengan 10 ml, sehingga memudahkan perhitungan dosis harian tanpa perlu alat ukur tambahan. Konsistensi pemberian adalah kunci utama agar hasil didapat benar-benar terasa. Semakin rutin diberikan, semakin stabil kondisi ternak dan semakin optimal produktivitasnya dalam jangka panjang. 

Baca Juga: 9 Jenis Pakan Burung Puyuh Kaya Nutrisi dan Cara Membuat Sendiri di Rumah

Optimalkan Pakan Alternatif Burung dan Unggas Anda dengan SOC GDM Ternak 

Penggunaan pakan alternatif yang tepat memang bisa menekan biaya produksi secara signifikan, namun hasilnya akan jauh lebih maksimal ketika dikombinasikan dengan suplemen yang tepat. SOC GDM Ternak hadir sebagai solusi organik yang sudah terbukti membantu meningkatkan kualitas pakan dan produktivitas secara keseluruhan. 

Setiap ternak memiliki kebutuhan yang berbeda, dan tim GDM siap membantu Anda menemukan solusi yang sesuai dengan kondisi ternak Anda. Yuk, konsultasikan kebutuhan pakan alternatif ternak Anda secara gratis dengan cara klik banner di bawah ini. 


Banner Promo Suplemen Organik Cair Spesialis Peternakan GDM
Banner Mobile Promo Suplemen Organik Cair Spesialis Peternakan GDM

author-avatar

About Ir. Tri Juni Sasongko

Praktisi perikanan dan perkebunan yang banyak melakukan bimbingan dan pendampingan tehnis di bidangnya.