Peternakan

7 Cara Menetaskan Telur Puyuh dengan Mesin Tetas agar Berhasil Optimal

Cara menetaskan telur puyuh dengan mesin tetas

Cara menetaskan telur puyuh menjadi salah satu hal yang penting dipahami peternak jika ingin sukses menjalankan usaha puyuh. Pada dasarnya, sistem pemeliharaan puyuh tergolong mudah dan sederhana. Kebutuhan modal dan biaya usahanya relatif lebih kecil dibandingkan dengan jenis unggas lainnya.

Namun, masih banyak peternak yang belum paham cara menetaskan telur puyuh agar keberhasilannya tinggi dan mendekati 100%. Dalam praktiknya, telur puyuh tidak bisa diandalkan untuk ditetaskan secara alami menggunakan indukan. 

Pasalnya, puyuh budidaya maupun hasil persilangan tidak memiliki naluri mengeram seperti puyuh liar atau gemak. Oleh karena itu, keberlangsungan puyuh budidaya sangat bergantung pada penggunaan mesin tetas sebagai bantuan manusia. 

Dengan memahami cara menetaskan telur puyuh yang benar, produktivitas usaha penetasan dapat ditingkatkan secara optimal dan risiko kerugian bisa diminimalkan. Tentu saja, proses ini harus dilakukan sesuai SOP yang tepat. Berikut panduan lengkapnya yang bisa disimak.

Pemilihan Telur Puyuh Tetas

Salah satu faktor utama yang menentukan tingginya persentase daya tetas adalah proses pemilihan telur tetas. Telur yang digunakan harus benar-benar memiliki kualitas baik agar proses penetasan berjalan optimal. Berikut ini beberapa kriteria telur tetas puyuh yang ideal:  

  • Berasal dan induk betina yang tidak muda dan tidak tua. Induk berumur antara 2,5 bulan hingga maksimal 8 bulan.  
  • Berbentuk sedikit lonjong dengan berat rata-rata 11-13 g/butir. 
  • Permukaan telur halus, bersih , rata, dan tidak retak
  • Warna telur tampak cerah dan tidak terlalu pekat
  • Pola atau bintik pada cangkang telur puyuh terlihat jelas dan merata. 
  • Gunakan telur yang masih segar. Hindari telur yang telah disimpan lebih dari 7 hari, karena penyimpanan yang terlalu lama dapat menurunkan daya tetas. 
  • Sebelum memasukkan mesin tetas, lakukan pembersihan agar telur terbebas dari kontaminasi bakteri, jamur, maupun virus. 

Dengan memperhatikan kriteria di atas, peluang keberhasilan dalam proses penetasan telur puyuh akan jauh lebih tinggi. 



Hal Penting yang Harus Diketahui dalam Cara Menetaskan Telur Puyuh

Sebelum memulai proses penetasan, penting untuk memahami beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan cara menetaskan telur puyuh. Tujuannya agar daya tetas dapat ditingkatkan secara signifikan dan risikonya dapat diminimalkan. 

Berikut ini beberapa hal penting yang wajib diperhatikan saat menetaskan telur puyuh menggunakan mesin tetas. 

Membalik atau Memutar Telur 

Membalik atau memutar telur puyuh merupakan langkah krusial yang tidak boleh diabaikan. Tujuan utama dari pemutaran telur adalah memastikan panas tersebar merata ke seluruh permukaan telur selama inkubasi. 

Di samping itu, pemutaran telur berfungsi untuk mencegah embrio atau bibit menempel pada kulit atau cangkang telur pada fase awal penetasan. Ini penting agar kuning telur beserta selaput pembungkus embrio tidak saling menempel pada fase-fase berikutnya. 

Karena hal itu dapat menghambat perkembangan embrio. Pemutaran telur bisa dilakukan setiap hari secara rutin. Minimal, telur diputar sebanyak 3 kali sehari. Untuk hasil optimal, pemutaran telur dapat dilakukan 5-6 kali sehari. 

Baca Juga: Cara Mudah Buat Kandang Burung Puyuh Petelur 100 Ekor: Jenis, Syarat hingga Perawatan 

Fertilitas dan Daya Tetas Telur Puyuh

Salah satu faktor penting dalam cara menetaskan telur puyuh adalah memastikan telur yang digunakan merupakan telur fertil, yaitu telur yang telah dibuahi oleh puyuh jantan. Hanya telur fertil yang memiliki peluang untuk menetas menjadi anak burung puyuh.

Fertilitas menunjukkan persentase telur yang subur dari seluruh telur yang dimasukkan ke mesin tetas. Telur dengan fertilitas yang baik umumnya memiliki cangkang kuat dengan kandungan kalsium yang cukup, karena kalsium berperan penting dalam melindungi telur dan mendukung perkembangan embrio selama proses penetasan. Tingkat fertilitas telur puyuh dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: 

  • Kualitas dan jumlah sperma 
  • Umur indukan pembibit 
  • Kualitas dan konsumsi pakan
  • Kondisi iklim, musim, dan suhu lingkungan
  • Waktu dan frekuensi perkawinan
  • Sifat kawin pejantan
  • Tingkat produksi  telur

Persentase daya tetas dalam cara menetaskan telur puyuh juga dipengaruhi oleh kandungan nutrisi lain seperti protein, energi, mineral, fosfor, dan vitamin di dalam telur. Nutrisi ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan embrio selama masa inkubasi.

Untuk menjaga kualitas telur, hindari penyimpanan telur dalam waktu terlalu lama. Setiap hari penyimpanan dapat menurunkan daya tetas sekitar 3% terutama jika telur tidak disimpan dengan baik, seperti tanpa perlindungan plastik PVC. 

Cara Menetaskan Telur Puyuh Menggunakan Mesin Tetas

Secara umum, cara menetaskan telur puyuh tidak jauh berbeda dengan penetasan telur unggas lain seperti ayam atau bebek. Oleh karena itu, Anda dapat menggunakan mesin tetas unggas yang banyak dijual di pasaran. 

Perlu diingat, telur puyuh memiliki karakteristik khusus sehingga memerlukan perlakuan yang lebih teliti agar tingkat daya tetap tetap optimal. Berikut ini langkah-langkah cara menetaskan telur puyuh menggunakan mesin tetas yang benar.

 Pilih telur puyuh yang memenuhi syarat telur tetas berkualitas, sesuai dengan kriteria pemilihan telur puyuh yang telah dijelaskan sebelumnya.

  • Susun dan letakkan telur puyuh ke dalam mesin tetas dengan hati-hati agar tidak terjadi retakan atau guncangan berlebihan.
  • Lakukan pemutaran telur dengan sudut sekitar 90°, sebanyak 4–6 kali dalam sehari untuk menjaga distribusi panas tetap merata.
  • Atur suhu mesin tetas sesuai dengan umur telur. Pada minggu pertama, suhu ideal berada di kisaran 38,3°C (101°F). Memasuki minggu kedua hingga ketiga atau hingga menetas, suhu dapat dinaikkan menjadi sekitar 39°C (103°F).
  • Pantau suhu penetasan secara rutin dengan meletakkan termometer sejajar dengan ujung telur agar hasil pengukuran lebih akurat. 
  • Atur dan jaga kelembaban mesin tetas menggunakan hygrometer. Pastikan tingkat kelembaban berada pada kisaran 60%–79% agar embrio dapat berkembang dengan baik.
  • Lakukan perawatan secara konsisten hingga telur burung puyuh menetas sempurna.
  • Lama masa inkubasi menetaskan telur puyuh dengan mesin tetas umumnya berkisar antara 19-21 hari. Ini tergantung pada kualitas telur, kestabilan suhu, serta kelembapan dalam proses penetasan. 

Baca Juga: 5 Cara Ternak Burung Puyuh di Rumah Bagi Pemula agar Sukses

Pakai Suplemen Tambahan untuk Meningkatkan Kualitas Telur Puyuh

Keberhasilan cara menetaskan telur puyuh tak hanya ditentukan oleh mesin tetas dan SOP penetasan. Namun, ini juga sangat dipengaruhi oleh kualitas telur sejak awal. Telur dengan kandungan nutrisi yang baik, cangkang kuat, dan embrio yang sehat akan memiliki peluang lebih tinggi. 

Selain pemberian pakan ternak, Anda bisa menambahkan suplemen organik guna mendukung kesehatan indukan puyuh sekaligus lho! Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah GDM SOC Spesialis Peternakan.


Suplemen Organik Cair GDM
Spesialis Peternakan
  • Meningkatkan Antibodi dan Menangkal Penyakit
  • Menyediakan Nutrisi Lengkap untuk Ternak
  • Meningkatkan Produktivitas dan Hasil Panen
  • Mengurangi Bau Amoniak pada Kotoran
  • Mengurangi Stress pada Hewan Ternak

Cara Penggunaan GDM SOC Peternakan untuk Burung Puyuh 

Agar hasilnya maksimal, penggunaan SOC GDM Spesialis Peternakan perlu dilakukan secara rutin dan konsisten. Cara pakainya cukup sederhana, yaitu dengan mencampurkan 30 ml GDM SOC ke dalam air minum yang bersih untuk 100 ekor burung puyuh atau 3 ml untuk 10 ekor. 

Pemberian SOC GDM Spesialis Peternakan bisa dilakukan 1 kali sehari secara rutin. Pemberian suplemen yang konsisten membantu menjaga kesehatan puyuh dalam jangka panjang, meningkatkan kualitas telur, serta mendukung keberhasilan proses penetasan sesuai standar SOP yang benar. 

Dengan indukan yang sehat dan telur yang berkualitas, proses penetasan akan berjalan lebih optimal, risiko kegagalan dapat ditekan, dan hasil anakan puyuh jadi lebih seragam dan kuat. 

Maksimalkan Daya Tetas Telur dengan Nutrisi yang Tepat

Telur berkualitas adalah kunci utama keberhasilan cara menetaskan telur puyuh. Jadi pastikan indukan puyuh mendapatkan nutrisi yang cukup agar telur lebih fertil, cangkang kuat, dan daya tetas lebih tinggi. 

Dukung kualitas telur puyuh Anda dengan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan yang membantu menjaga kesehatan puyuh, memperbaiki pencernaan, serta meningkatkan kualitas telur secara alami. Klik banner di bawah ini untuk konsultasi dan rekomendasi penggunaan SOC GDM sesuai kebutuhan ternak Anda! 



author-avatar

About drh. Karinadintha Marsya Rachman

Konsultan Dalam Bidang Peternakan Hingga Hewan Peliharaan