Pertanian

4 Cara Menanam Cabe di Pot Agar Tidak Mudah Layu dan Rontok

hasil cara menanam cabe di pot

Cara menanam cabe di pot jadi alternatif berkebun yang efisien dan fleksibel untuk dilakukan di rumah. Di tengah keterbatasan lahan, pot menjadi solusi sederhana agar siapa pun tetap bisa menanam sayuran favorit. Bahkan, metode ini bisa diterapkan di halaman kecil, rooftop, maupun balkon apartemen. 

Selain mudah diterapkan, menanam cabe di pot juga membantu menjaga ketersediaan bahan dapur tetap stabil. Anda tidak perlu khawatir saat harga cabe di pasaran melonjak, karena bisa memetiknya langsung dari rumah. Aktivitas ini juga mendorong gaya hidup lebih hijau dan ramah lingkungan. 

Meski terlihat sederhana, tetap ada prinsip dasar yang perlu dipahami agar tanaman dapat tumbuh sehat dan produktif. Oleh karena itu, mari pahami lebih lanjut bagaimana memulai langkah awalnya dengan benar. 



Peluang Bisnis Menanam Cabe di Pot

Cabe merupakan salah satu komoditas holtikultura yang memiliki permintaan stabil sepanjang tahun. Hampir setiap rumah tangga dan pelaku usaha kuliner membutuhkan cabe sebagai bahan utama masakan. Tingginya tingkat konsumsi inilah yang membuat budidaya cabe selalu memiliki prospek pasar yang menjanjikan, bahkan dalam skala kecil sekalipun. 

Menanam cabe di pot memberikan berbagai keuntungan, terutama bagi Anda yang memiliki keterbatasan lahan. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, teras, atau area sempit lainnya, kegiatan budidaya tetap bisa dilakukan secara efisien. Selain lebih fleksibel dalam penempatan, penggunaan pot juga memudahkan pengawasan tanaman sehingga perawatan dapat dilakukan lebih optimal dan terkontrol. 

Dari sisi bisnis, metode ini berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan dengan modal relatif terjangkau. Biaya operasional cenderung lebih ringan dan risiko kerugian dapat ditekan  karena skalanya bisa disesuaikan dengan kemampuan. Jika dikelola dengan baik,  menanam cabe di pot tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga membuka peluang tambahan penghasilan yang menjanjikan. 

Jenis Cabe yang Bisa Ditanam di Pot

Ada berbagai jenis cabe yang bisa ditanam di pot. Namun, secara umum beberapa varietas yang paling sering dipilih adalah cabe keriting, cabe rawit, dan cabe merah besar. Ketiga jenis ini relatif mudah beradaptasi dengan media tanam terbatas serta memiliki permintaan pasar yang stabil, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun peluang usaha skala kecil. 

Secara fisik, cabe keriting memiliki bentuk panjang dan ramping dengan permukaan yang sedikit berlekuk atau bergelombang. Cabe rawit berukuran lebih kecil dan cenderung berbentuk pendek serta padat, namun dikenal memiliki tingkat kepedasan yang tinggi.

Sementara itu, cabe merah besar memiliki ukuran paling besar di antara ketiganya, dengan bentuk panjang, daging buah lebih tebal, dan tampilan yang lebih berisi. 

Dalam cara menanam cabe di pot, pemilihan jenis cabe sebaiknya di sesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan penanaman. Jika dikonsumsi harian, cabe rawit bisa menjadi pilihan karena produktif dan sering dipanen bertahap.

Untuk kebutuhan jual beli, cabe keriting dan cabe merah besar kerap memiliki nilai ekonomis yang baik. Dengan memilih varietas yang tepat dan sesuai kondisi lingkungan, pertumbuhan tanaman di pot dapat berlangsung optimal dan menghasilkan panen yang maksimal. 

Baca Juga: Panduan Jarak Tanam Cabe Keriting Agar Hasil Maksimal

Syarat Tumbuh Tanaman Cabe di Pot

Cara menanam cabe di pot atau polybag memang relatif mudah dilakukan. Namun, agar tanaman dapat tumbuh subur dan berbuah optimal, penting untuk memahami syarat tumbuhnya. Dengan kondisi lingkungan yang sesuai, pertumbuhan tanaman akan lebih sehat dan produktif. Berikut beberapa syarat tumbuh tanaman cabe yang perlu diperhatikan: 

Ketinggian Tempat

Tanaman cabe dapat dibudidayakan di dataran rendah maupun dataran tinggi. Secara umum, cabe mampu tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-2000 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Suhu Udara 

Suhu optimal untuk pertumbuhan cabe berkisar antara 24 -27’ C. Meski demikian, tanaman cabe masih cukup toleran terhadap suhu yang sedikit lebih tinggi atau rendah, tergantung pada jenis atau varietas yang ditanam. 

Pencahayaan Matahari

Cabe membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup, idealnya sekitar 6-8 jam per hari, agar proses fotosintesis berjalan maksimal dan pembentukan bunga serta buah lebih optimal. 

Sirkulasi Udara 

Lingkungan dengan sirkulasi udara yang baik membantu mengurangi kelembapan berlebih yang dapat memicu serangan penyakit. Dengan memenuhi syarat tumbuh tersebut, tanaman cabe di pot dapat berkembang lebih maksimal, baik dari segi pertumbuhan vegetatif maupun produktivitas buahnya. 

Cara Menanam Cabe di Pot agar Cepat Berbuah

Dalam praktiknya, cara menanam cabe di pot agar cepat berbuah tidak hanya bergantung pada perawatan, tetapi juga dimulai dari tahap awal yang tepat. Salah satu kunci keberhasilan terletak pada pemilihan benih yang berkualitas. 

Benih yang unggul akan menghasilkan tanaman yang lebih kuat, tahan terhadap penyakit, serta memiliki potensi produksi yang lebih maksimal. Sebelum masuk ke tahap penanaman, berikut langkah penting yang perlu diperhatikan.

Cara Memilih Benih Cabe 

Pada tahap awal cara menanam cabe di pot, pemilihan benih menjadi faktor penentu keberhasilan budidaya. Benih yang tidak berkualitas dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang optimal, mudah terserang penyakit, hingga hasil panen yang minim. 

Oleh karena itu, diperlukan ketelitian dalam menentukan bibit yang akan digunakan. Secara umum, benih cabe unggul dapat dikenali dari berasal dari tanaman yang tumbuh subur, produktif, dan bebas dari serangan hama maupun penyakit. 

Benih yang sehat memiliki tingkat perkecambahan tinggi  dan pertumbuhan awal yang seragam. Selain itu memilih jenis cabe sesuai dengan kebutuhan, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun tujuan usaha. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan benih cabe berkualitas: 

  • Mengambil dari buah cabe matang sempurna
  • Pilih cabe yang sudah tua atau benar-benar matang di pohon.
  • Ambil bijinya, lalu cuci hingga bersih dari lendir.
  • Keringkan di tempat teduh hingga kadar airnya berkurang sebelum disemai.
  • Membeli benih di toko pertanian atau secara online
  • Pilih benih sesuai varietas yang diinginkan.
  • Pastikan benih memiliki label atau sertifikasi resmi.
  • Perhatikan tanggal kedaluwarsa dan informasi daya kecambah.

Dengan memilih benih yang tepat sejak awal, proses penanaman cabe di pot akan lebih terarah dan peluang tanaman untuk cepat tumbuh serta berbuah menjadi semakin besar.

Teknik Penyemaian Bibit Cabe 

Dalam praktik cara menanam cabe di pot, tahap penyemaian tidak boleh dilewatkan. Benih cabe sebaiknya tidak langsung ditanam di pot permanen, melainkan melalui proses semai terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk memastikan hanya bibit yang sehat dan kuat saja yang dipindahkan ke media tanam utama. 

Penyemaian berfungsi untuk menyeleksi benih memiliki daya tumbuh baik, memisahkan bibit yang kerdil, cacat, atau berpotensi terserang penyakit, dan memberi waktu bagi tanaman muda agar cukup kuat dan dipindahkan ke pot. 

Sebelum benih ditanam di media semai, ada baiknya dilakukan perendaman terlebih dahulu. Salah satunya menggunakan larutan larutan nutrisi pendukung dengan POC Spesialis Pangan. Ini merupakan pupuk organik cair yang diformulasikan untuk membantu mendukung pertumbuhan tanaman pangan sejak fase awal. 


Pupuk Organik Cair GDM
Spesialis Pangan
  • Menyediakan Nutrisi Lengkap untuk Tanaman
  • Meningkatkan Kesuburan Tanah
  • Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Hasil Panen
  • Mencegah Serangan Penyakit
  • Mengurangi Ketergantungan pada Pupuk Kimia

Penggunaan pupuk ini pada tahap perendaman benih bertuujuan untuk mengoptimalkan proses perkecambahan sebelum masuk ke media semai berikut tahapan benih cabe yang bisa dilakukan: 

  • Siapkan 1 liter air, lalu tambahkan POC Spesialis Pangan sesuai dosis anjuran pada kemasan.
  • Rendam benih selama 2–3 jam.
  • Tiriskan sebelum ditanam di media semai.
  • Gunakan polybag kecil ukuran ±8 × 9 cm, daun pisang, atau petakan tanah.
  • Isi dengan tanah humus atau media yang gembur dan subur.
  • Pastikan media memiliki drainase yang baik agar tidak becek.
  • Buat lubang tanam sedalam ±0,5–1 cm.
  • Masukkan benih, lalu tutup tipis dengan tanah halus.
  • Siram secukupnya untuk menjaga kelembapan media.
  • Letakkan di tempat yang teduh namun tetap mendapat cahaya.
  • Jaga kelembapan media tanpa penyiraman berlebihan.
  • Bibit biasanya siap dipindahkan setelah berumur ±25–30 hari atau memiliki beberapa helai daun sejati.

Dengan penyemaian yang tepat, bibit cabe akan tumbuh lebih kuat dan siap mendukung keberhasilan tahap lanjutan dalam cara menanam cabe di pot agar cepat berbuah. 

Persiapan Media Tanam Cabe

Persiapan media tanam menjadi langkah penting dalam cara menanam cabe di pot. Media yang tepat akan membantu akar berkembang optimal, menyerap unsur hara dengan baik, serta menunjang pertumbuhan tanaman hingga fase berbuah. Oleh karena itu, setiap tahap persiapan perlu dilakukan dengan cermat dan terstruktur. 

Bahan dan Alat yang Dibutuhkan

Sebelum memulai menanam, Anda perlu menyiapkan beberapa bahan dan alat berikut: 

  • Pot (diameter minimal 30 cm)
  • Tanah
  • Pupuk kandang matang
  • Arang sekam
  • GDM Granule SAME
  • GDM Black BOS
  • Air secukupnya

Pemilihan Jenis Tanah

Untuk menanam cabe di pot, Anda bisa menggunakan tanah yang halus, gembur, dan tidak terlalu basah maupun terlalu basah maupun terlalu kering. Tanah humus sangat direkomendasikan karena memiliki struktur yang baik dan kaya unsur organik, sehingga mendukung pertumbuhan akar dan peenyerapan nutrisi secara maksimal. 

Ukuran dan Jenis Pot

Pilih pot dengan diameter minimal 30 cm agar ruang tumbuh akar cukup luas dan mampu menopang tanaman yang rimbun. Anda dapat menggunakan pot berbahan plastik atau tanah liat atau wadah bekas yang masih layak pakai. Pastikan bagian bawah pot memiliki lubang drainase agar kelebihan air dapat keluar dan akar tidak membusuk. 

Komposisi Media Tanam 

Komposisi media tanam yang tepat sangat menentukan hasil pertumbuhan. Salah satu campuran yang bisa digunakan adalah perbandingan 2:1:1 dimana tanah: pupuk kandang: arang sekam. 

Anda dapat menggunakan pupuk kandang yang sudah matang agar tidak menimbulkan panas berlebih. Sementara itu, aram sekam berfungsi meningkatkan porositas medi asehingga akar lebih mudah berkembang. Setelah itu aduk seluruh bahan hingga tercampur sebelum dimasukkan ke dalam pot. 

Dosis Pemupukan Dasar 

Pemupukan dasar dilakukan sebelum bibit dipindahkan ke pot untuk meningkatkan kualitas media tanam. Dalam fase ini, Anda bisa menggunakan dua produk GDM, yakni GDM Black BOS dan GDM SaMe Granule. 

Penggunaan GDM Granule SaMe membantu meningkatkan unsur hara tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah berkat kandungan bakteri baik seperti Lactobacillus sp. Sementara itu, GDM Black BOS berperan mendukung pertumbuhan dan perkembangan akar melalui aktivitas bakteri menguntungkan seperti Micrococcus roseus. 



Kombinasi keduanya dapat membantu menciptakan media tanam yang lebih subur dan siap mendukung pertumbuhan tanaman cabe secara maksimal. Langkah-langkahnya yaitu:

  • Taburkan GDM Granule SAME sebanyak ±250 gram per pot secara merata pada media tanam.
  • Siram media hingga cukup lembap.
  • Semprotkan GDM Black BOS dengan dosis ±25 ml yang dicampur 1 gelas air mineral per pot.
  • Pastikan penyemprotan merata ke seluruh permukaan media.

Cara Menanam Cabe Rawit di Pot

Setelah benih melalui tahap penyemaian dan tumbuh menjadi bibit yang cukup kuat, langkah selanjutnya dalam cara menanam cabe di pot adalah memindahkannya ke media tanam utama. 

Proses pemindahan ini perlu dilakukan dengan hati-hati agar takar tidak rusak dan tanamn tidak mengalami setres. Berikut ini tahapan menanam cabe rawit di polybag atau pot: 

  • Pastikan bibit siap pindah tanam, bibit cabe umumnya siap dipindahkan saat berumur 25 -30 hari atau memiliki beberapa helai daun sejati dan batang yang cukup kokoh. 
  • Gunakan alat bantu seperti bambu kecil atau kayu tipis untuk mengangkat bibit dari polybag semai. 
  • Angkat bersama media semainya agar akar tetap terlindungi. 
  • Pastikan akar tidak putus atau rusak saat proses pemindahan. 
  • Pilih waktu pagi atau sore hari. 
  • Hindari pemindahan saat matahari terik untuk mencegah tanaman mengalami stres. 
  • Buat lubang pada media tanam sedalam 5-7 cm. 
  • Sesuaikan kedalaman ddenagn panjang akar bibit 
  • Masukkan bibit ke dalam lubang tanam. 
  • Tutup dengan media tanam, lalu tekan perlahan agar tanamn berdiri kokoh. 
  • Siram secukupnya untuk menjaga kelembapan awal setelah tanam. 

Dengan proses pemindahan yang tepat dan hati-hati, bibit cabe rawit dapat beradaptasi lebih cepat di media pot dan tumbuh optimal hingga fase berbunga dan berbuah. 

Baca Juga: “4 Pupuk Pelebat Buah Cabe & Anti Rontok, Terbukti Tingkatkan Hasil Panen”

Cara Merawat Tanaman Cabe di Pot

Perawatan menjadi tahap krusial dalam cara menanam cabe di pot. Keberhasilan tanaman agar bisa tumbuh subur, berbunga, hingga berbuah sangat dipengaruhi oleh konsistensi perawatan. 

Tanaman cabe yang dirawat dengan baik akan lebih tahan terhadap gangguan lingkungan serta memiliki produktivitas yang lebih optimal. Berikut ini beberapa cara perawatan yang perlu diperhatikan: 

Penyiangan

Setelah tanaman mulai tumbuh subur, biasanya akan muncul rumput liar atau gulma di sekitar media tanam. Gulma dapat mengganggu pertumbuhan karena dapat menyerap unsur hara yang seharusnya untuk tanaman cabe. 

Gulma juga menghambat sirkulasi udara pada permukaan media. Sehingga, berpotensi menjadi sarang hama dan penyakit. Oleh karena itu, lakukan penyiangan secara rutin dengan mencabut atau tanaman pengganggu hingga bersih agar nutrisi tetap fokus untuk pertumbuhan cabe. 

Pengajiran  

Batang tanaman cabe tergolong cukup lunak, terutama  saat mulai berbuah. Oleh karena itu, diperlukan ajir atau penopang untuk menjaga tanaman tetap tegak. Ini juga bertujuan untuk membantu mencegah batang patah akibat angin atau beban buah yang mulai lebat. Berikut caranya: 

  • Gunakan bambu atau kayu kecil sebagai penyangga
  • Pasang di samping batang utama
  • Ikat batang secara longgar agar tidak melukai tanaman.

Penyiraman

Air merupakan kebutuhan utama dalam pertumbuhan cabe. Penyiraman perlu disesuiaikan dengan kondisi cuaca dan kelembapan media tanam. Siram tanaman minimal 2-3 hari sekali dalam kondisi cuaca normal. Saat cuaca panas atau terik, penyiraman dapat dilakukan setiap hari. 

Hindari penyiraman berlebihan agar media tidak beecek dan akar tidak membusuk. Pastikan kelembapan media tetap terjaga agar tanaman tidak mengalami kekeringan yang dapat menghambat pertumbuhan dan pembentukan buah. 

Petunjuk Aplikasi Pemupukan Tanaman Cabe di Pot

Pemupukan merupakan bagian penting dalam cara menanam cabe di pot, terutama untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan pembentukan bunga serta buah. Pemberian nutrisi yang tepat sejak awal tanam membantu tanaman tumbuh lebih sehat, kuat, dan produktif. Berikut panduan pemupukan yang dapat diterapkan: 

Pemupukan Awal (7HST) 

Pada usia 7 Hari Setelah Tanam (HST), tanaman mulai memasuki fase pertumbuhan awal sehingga membutuhkan tambahan nutrisi. Anda bisa menggunakan Pupuk Organik Cair Spesialis Pangan dengan menggunakan dosis 5 ml per pot. 

Cara aplikasinya, semprotkan secara merata ke seluruh bagian tanaman satu minggu sekali. Pemupukan ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan batang dan daun agar lebih optimal. 

Pemupukan Lanjutan (>30 HST) 

Setelah tanaman berusia lebih dari 30 HST, kebutuhan nutrisi semakin meningkat, terutama untuk mendukung fase pembungaan. Caranya semprotkan GDM Black Bos dengan dosis 25 ml per pot. Campurkan dengan satu gelas air mineral dan semprotkan secara merata pada tanaman dan media tanam. 

Anda juga bisa menambahkan GDM Granule SaMe dengan dosis 250 gram per pot. Tebarkan secara merata di sekita area perakaran tanaman. Pengaplikasian pupuk GDM SaMe membantu meningkatkan kualitas media tanam sekaligus mendukung perkembangan sistem perakaran. 

Pemupukan Rutin Tambahan 

Untuk memaksimalkan perawatan, Anda bisa menyemprotkan kembali Pupuk Ogranik Cair Spesialis Pangan selang 5 hari setelah aplikasi sebelumnya. Gunakan dosis 5 ml per pot dan aplikasikan secara rutin setiap lima hari sekali agar kebutuhan nutrisi tanaman tetap terpenuhi. 

Kombinasi penggunaan ketiga produk tersebut dapat membantu menunjang pertumbuhan tanaman cabe secara lebih optimal, memperkuat sistem perakaran, serta meminimalisir kerontokan bunga maupun bakal buah, sehingga potenis hasil panen dapat lebih maksimal. 

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Cabe di Pot 

Dalam praktik cara menanam cabe di pot, tantangan yang kerap dihadapi adalah serangan hama dan penyakit. Jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan seperti antraknosa maupun keriting daun dapat menghambat pertumbuhan tanaman, menurunkan kualitas buah, bahkan berisiko menyebabkan gagal panen. 

Maka, penting bagi Anda untuk mengenali gejala sejak dini dan melakukan langkah pengendalian yang sesuai. Untuk membantu Anda mengatasi permasalahan tersebut, tim R&D kami telah menyiapkan penjelasan lengkap beserta panduan praktis yang bisa langsung diterapkan. 

Untuk membantu Anda memahami gejala awal dan langkah penanganan yang tepat, simak penjelasan dalam video Youtube di bawah ini agar Anda dapat melakukan pencegahan dan pengendalian antraknosa secara lebih efektif.

Keriting daun juga menjadi masalah umum dalam cara menanam cabe di pot. Gejalanya terlihat dari daun yang menggulung, pertumbuhan tanaman terhambat, serta produksi bunga dan buah yang menurun. Kondisi ini sering kali dipicu oleh serangan hama tertentu maupun faktor lingkungan yang kurang mendukung.

Agar Anda tidak salah langkah dalam penanganannya, tim R&D kami telah menyiapkan video khusus yang membahas penyebab serta solusi mengatasi keriting daun pada tanaman cabe. Tonton video berikut untuk mengetahui cara pengendalian yang tepat dan menjaga tanaman tetap sehat serta produktif.

Panen Tanaman Cabe dalam Pot

Panen menjadi momen yang paling dinantikan dalam cara menanam cabe di pot. Dengan perawatan dan pemupukan yang tepat, hasil panen bisa sangat memuaskan. Bahkan, dalam skala budidaya yang lebih besar, potensi keuntungan cabe terbilang menjanjikan. 

Anda bisa membaca testimoni sukses mitra GDM pada artikel Analisa usaha Budidaya Cabe Bapak H Siswo, Sidoarjo Mendapatkan 255 Juta Sekali Panen, sebagai gambaran peluang usaha yang bisa dicapai dengan pengelolaan yang optimal. 

Menanam cabe di pot juga tetap berpotensi memberikan hasil yang menguntungkan. Selain lebih mudah dan efisien dari segi lahan, kualitas cabe yang dihasilkan dapat tetap optimal apabila proses budidaya dan pemupukan dilakukan secara konsisten. 

Optimalkan Cara Menanam Cabe di Pot dengan Produk GDM! 

Menanam cabe di pot merupakan solusi praktis dan efisien untuk Anda yang ingin tetap produktif meski memiliki lahan terbatas. Dengan pemilihan benih unggul, persipaan media tanam yang tepat, perawatan rutin, serta pemupukan terjadwal, tanaman cabe dapat tumbuh subur dan menghasilkan panen yang optimal. 

Bahkan, jika dikelola dengan serius, budidaya cabe di pot berpotensi menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Jika Anda ingin mendapatkan hasil yang lebih maksimal dan terarah, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan tim ahli GDM. Dapatkan panduan lengkap serta rekomendasi perawatan yang sesuai dengan kondisi tanaman Anda dengan klik banner di bawah ini. 



author-avatar

About WAHYU NURWIJAYO, SP

Seorang profesional di Industri Pertanian dengan selalu menerapkan sistem keseimbangan ekologi agar budidaya pertanian berjalan efektif & efisien serta hasil produksi meningkat

9 thoughts on “4 Cara Menanam Cabe di Pot Agar Tidak Mudah Layu dan Rontok

  1. Paijo berkata:

    Saya sudah beli GDM cair dan sudah saya semprotkan ke tanaman cabe2 saya. Tanaman cabe saya keriting dan warna daunnya hijau gelap, tapi anehnya tanaman yang daunnya berwarna hijau gelap pada daunnya tidak ada hama atau kutu-kutuan dan juga semutnya. pupuk GDM baru saya aplikasikan seminggu, dan belum terlihat hasilnya.

    Pertanyaan saya, untuk tanaman cabe yang sudah terlanjur keriting, berapa kali dosis disemprotkannya agar hasilnya optimal?

    1. GDM Info berkata:

      Jika daunnya keriting (terserang virus) sebaiknya penyemprotan POC GDM dilakukan setiap 5 hari sekali, kocor Black Bos setiap 2 minggu sekali. Selain itu kurangi juga pemberian pupuk yg mengandung Nitrogen dan semprotkan juga pestisida nabati atau boleh juga insektisida yg bersifat kontak bergantian dgn insektisida sistemik.

  2. Maulana berkata:

    Bagaimana cara untuk menyiapkan media penyemaian nya? Bisa tolong di jelaskan

    1. GDM Info berkata:

      Cara pembuatan media semai terdiri dari tanah, arang sekam & pupuk kendang (fermentasi) dgn perbandingan 1:1:1 kemudian campur jadi satu dan masukkan ke dalam polybag berukuran kecil (8×9 cm). Selanjutnya tanam benih cabe dan siram dengan larutan Black Bos

  3. Salim Syueb berkata:

    Mohon petunjuk Aplikasi gdm untuk penyemaian cabai dan sayuran buah lainya.

    1. GDM Info berkata:

      Halo Pak Syueb

      Dengan senang hati kami akan memberikannya, silahkan bapak meninggalkan kontak Whatsapp ataupun email agar kami lebih mudah menghubungi bapak. Terima kasih

  4. Salim Syueb berkata:

    Salam tani…. mohon penjelasan untuk cara membuat media semai menggunakan gdm .

  5. Rinasari berkata:

    Tertarik tanam cabe pake pot di teras rumah

    1. GDM Info berkata:

      Halo Bu Rinasari

      Semangat untuk memulai menanam cabe dirumah, dan pastikan untuk mengembangkannya dalam skala besar ya bu

      Salam Go Organik!

Comments are closed.