6 Cara Menanam Ubi Jalar agar Hasil Umbi Besar dan Berkualitas Ekspor

Ubi jalar merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang banyak dibudidayakan karena mudah tumbuh dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Seiring berkembangnya teknik pertanian, cara menanam ubi jalar kini semakin beragam, salah satunya melalui metode organik yang lebih ramah lingkungan.
Inovasi cara menanam ubi jalar organik tak hanya mendukung gaya hidup sehat, tetapi membantu menjaga kesuburan tanah serta kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Agar hasil budidaya lebih optimal, penting untuk memhami setiap tahapan dalam proses penanaman ubi jalar secara menyeluruh.
Mulai dari mengetahui syarat tumbuh yang ideal, teknik pembibitan, persiapan lahan, hingga cara pemupukan dan waktu panen yang tepat. Dengan memahami langkah-langkah tersebut, Anda dapat menerapkan cara menanam ubi jalar dengan lebih efektif dan mendapatkan hasil panen yang maksimal sesuai harapan.


Syarat Tumbuh Ubi Jalar
Dalam menerapkan cara menanam ubi jalar yang optimal, penting untuk memahami syarat tumbuh tanaman ini agar dapat menghasilkan panen yang maksimal. Secara umum, ubi jalar termasuk tanaman yang mudah dibudidayakan dan dapat tumbuh di berbagai wilayah di Indonesia.
Namun, tetap ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan untuk menunjang pertumbuhan yang baik. Berikut beberapa syarat tumbuh ubi jalar yang perlu Anda ketahui:
Iklim dan Kelembapan
Ubi jalar membutuhkan kondisi udara yang hangat dan lembap, terutama pada fase awal pertumbuhan. Waktu tanam yang paling dianjurkan adalah saat akhir musim hujan agar tanaman mendapatkan cukup air tanpa risiko tergenang.
Suhu Udara
Suhu ideal untuk pertumbuhan ubi jalar berada pada kisaran 21-27’C. Pada suhu ini, proses pembentukan umbi dapat berlangsung secara optimal.
Penyinaran Matahari
Tanaman ubi jalar memerlukan paparan sinar matahari sekitar 11-12 jam per hari. Penyinaran yang cukup membantu proses fotosintesis sehingga pertumbuhan tanaman lebih maksimal.
Jenis Lahan
Ubi jalar cocok ditanam di lahan tegalan atau lahan kering yang tidak tergenang air. Kondisi lahan yang baik akan mendukung perkembangan akar dan umbi.
Curah Hujan
Curah hujan yang ideal berkisar antara 500 -5000 mm/tahun, dengan kondisi optimal pada 750-1500 mm/tahun. Ketersediaan air yang cukup sangat penting, namun tetap harus diimbangi dengan drainasse yang baik.
Jenis Tanah
Tanah yang paling cocok untuk ubi jalar adalah tanah pasir berlempung yang gembur, kaya bahan organik, serta memiliki sistem aerasi dan drainase yang baik. Kondisi ini memudahkan umbi berkembang dengan sempurna.
Kondisi Drainase
Lahan yang terlalu becek dapat menyebabkan umbi membusuk, sedangkan tanah yang terlalu kering dan pecah-pecah dapat meningkatkan risiko serangan hama penggerek (Cylas sp). Oleh karena itu, keseimbangan air dalam tanah sangat penting.
pH Tanah
Tingkat keasaman tanah yang ideal untuk ubi jalar berkisar antara pH 5,5 – 7,5. pH yang sesuai membantu penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi lebih optimal .
Ketinggian Tempat
Ubi jalar tumbuh optimal di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 500 mdpl. Pada ketinggian ini, kondisi lingkungan umumnya mendukung pertumbuhan dan pembentukan umbi secara maksimal.
Baca Juga: 5 Cara Menanam Ubi Jalar dengan Batangnya agar Cepat Tumbuh
Cara Budidaya Ubi Jalar
Cara menanam ubi jalar yang tepat menjadi kunci utama dalam menghasilkan umbi yang berkualitas, terutama jika ditujukan untuk kebutuhan pasar yang lebih luas seperti ekspor.
Dengan teknik budidaya yang sesuai, hasil panen dapat meningkat dari segi ukuran, rasa, dan daya simpan. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti setiap tahapan dengan benar.
Cara Pembibitan Ubi Jalar
Dalam proses cara menanam ubi jalar, tahap pembibitan menjadi langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan budidaya. Ubi jalar umumnya diperbanyak secara vegetatif menggunakan stek batang atau stek pucuk. Berikut syarat dan langkahnya:
- Gunakan indukan dari klon atau varietas unggul agar hasil panen lebih berkualitas.
- Pilih indukan yang berumur lebih dari 2 bulan dengan kondisi sehat, subur, dan tidak terserang hama maupun penyakit.
- Pilih batang dengan ruas yang rapat serta buku yang belum berakar.
- Potong batang atau pucuk sepanjang 20–25 cm menggunakan pisau yang bersih dan tajam, sebaiknya dilakukan pada pagi hari.
- Kumpulkan hasil stek, lalu buang sebagian daun untuk mengurangi penguapan.
- Siapkan larutan perendaman dengan mencampurkan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan dengan air bersih (perbandingan 1:10), kemudian aduk hingga merata.
- Rendam batang stek dalam larutan tersebut selama kurang lebih 30 menit.
- Simpan bibit di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik selama 1–7 hari sebelum ditanam.
Sambil menunggu bibit siap, Anda dapat melanjutkan ke tahap persiapan lahan sebagai bagian penting dalam cara menanam ubi jalar yang optimal.
Persiapan Lahan Ubi Jalar
Persiapan lahan merupakan tahap penting dalam cara menanam ubi jalar karena berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan akar dan pembentukan umbi. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
- Lakukan pengolahan lahan saat kondisi tanah lembap, tidak terlalu basah maupun kering, serta tidak terlalu keras atau retak.
- Cangkul atau balik tanah sedalam kurang lebih 6cm hingga struktur tanah jadi gembur.
- Diamkan tanah selama kurang lebih satu minggu agar terkena sinar matahari ynag berfungsi untuk membunuh bibit penyakit dalam tanah.
- Buat guludan dengan lebar 60-100 cm, tinggi 3–40 cm, dan jarak antar guludan sekitar 70cm. Arah guludan sebaiknya utara – selatan agar penyinaran matahari merata.
- Taburkan GDM SaMe Granule Bio Organik secara merata di atas guludan dengan dosis 150kg/ha.
- Siram guludan hingga kondisi tanah jaid lembap.
- Campurkan 1 gelas air mineral GDM Black Boss ke dalam tangki semprot, lalu aduk hingga merata.
- Semprotkan larutan tersebut ke seluruh permukaan guludan dengan dosis 5kg/ha.
Penggunaan pupuk organik dalam tahap ini sangat penting karena membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, serta menambah mikroogranisme baik dalam tanah. Dengan kondisi lahan yang optimal, proses cara menanam ubi jalar akan berjalan lebih efektif dan tanaman dapat tumbuh dengan maksimal.
Setelah proses ini selesai, diamkan lahan selama sekitar 1 minggu agar nutrisi terserap dengan baik sebelum masuk ke tahap penanaman.
Cara Menanam Ubi Jalar
Setelah dibiarkan selama satu minggu, tahap selanjutnya dalam cara menanam ubi jalar adalah proses penanaman bibit pada lahan yang telah diolah. Agar bibit dapat tumbuh optimal, perhatikan langkah-langkah berikut:
- Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk mengurangi stres pada bibit.
- Buat lubang tanam sedalam ±5 cm pada guludan yang sudah disiapkan.
- Tancapkan bibit ke dalam lubang, lalu tutup dengan tanah hingga sekitar 2/3 bagian batang terbenam.
- Posisikan bibit secara mendatar dengan arah pucuk seragam agar pertumbuhan lebih rapi.
- Jarak tanam yang disarankan adalah ±30 cm, sehingga kebutuhan bibit mencapai sekitar 36.000 batang per hektare.
- Setelah penanaman selesai, lakukan penyiraman untuk menjaga kelembapan dan mencegah bibit mengalami stres.
Cara Aplikasi Pemupukan Ubi Jalar
Dalam menerapkan cara menanam ubi jalar yang optimal, pemupukan menjadi faktor penting untuk menunjang pertumbuhan tanaman dan pembentukan umbi secara maksimal.
Penggunaan pupuk organik sangat dianjurkan karena mampu meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, serta mendukung pertumbuhan umbi tanpa merusak lingkungan.
Agar hasil lebih optimal, gunakan pupuk organik yang sudah terstandar dan mengandung unsur hara makro serta mikro lengkap, sekaligus dilengkapi mikroogranisme baik yang membantu penyerapan nutrisi dalam tanah.
Dengan begitu, tanaman ubi jalar dapat tumbuh lebih sehat, produktif, dan menghasilkan umbi yang besar serta berkualitas. Berikut panduan pemupukan ubi jalar yang bisa Anda terapkan:
Pemupukan Rutin Fase Awal (7-28 HST)
Pada masa awal pertumbuhan, tanaman membutuhan asupan nutrisi secara rutin. Pemupukan dilakukan dengan menyemprotkan pupuk organik cair GDM ke seluruh bagian tanaman, terutama bagian bawah daun.
Aplikasi ini dilakukan satu minggu sekali dengan dosis yang disesuaikan hingga mencapai sekitar 8 liter per hektar. Selain itu, dapat ditambahkan pupuk organik granule (POG) GDM yang ditebar di sekitar perakaran setiap satu bulan sekali untuk menunjang pertumbuhan vegetatif.
Pemupukan Khusus Tanah (30 HST)
Memasuki umur 30 hari setelah tanam, dilakukan pemupukan khusus pada tanah. GDM SaMe Granule Bio Organic ditebarkan di sekitar tanaman, kemudian dilanjutkan dengan penyemprotan GDM Black Bos ke area tanah dan perakaran dengan dosis 100 – 150 kg/ha . Tahap ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah serta membantu penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal.
Pemupukan Lanjutan (+35 HST)
Pada fase ini, pemupukan tetap dilakukan menggunakan Pupuk Organik Cair Spesialis Pangan, namun dengan frekuensi yang lebih jarang, yaitu setiap dua minggu sekali. Penyemprotan dilakukan secara merata ke seluruh bagian tanaman untuk mendukung pembesaran umbi serta menjaga kondisi tanaman tetap sehat hingga masa panen.
Dengan mengikuti tahapan pemupukan tersebut, proses cara menanam ubi jalar dapat berjalan lebih efektif. Nutrisi tanaman terpenuhi dengan baik, sehingga pertumbuhan lebih optimal dan hasil panen yang diperoleh menjadi lebih banyak serta berkualitas.
Baca Juga: 7 Cara Menanam Ubi Jalar dari Persiapan hingga Panen Melimpah
Masa Panen dan Cara Panen Ubi Jalar
Dalam menerapkan cara menanam ubi jalar, memahami waktu panen yang tepat sangat penting agar kualitas dan hasil umbi tetap optimal. Usia panen ubi jalar umumnya berbeda-beda, tergantung pada varietas yang dibudidayakan serta tujuan pasar yang ingin dicapai.
Pada varietas ubi jalar genjah, masa panen relatif lebih cepat, yaitu sekitar 3 – 3,5 bulan setelah tanam. Varietas ini biasanya dipilih untuk kebutuhan pasar yang menginginkan perputaran hasil lebih cepat. Sementara itu, untuk ubi jalar lokal yang memiliki masa tanam lebih panjang, panen umumnya dilakukan pada usia 4,5 – 5 bulan.
Pada usia tersebut, umbi biasanya sudah berkembang dengan ukuran yang lebih besar dan berkualitas yang lebih baik. Dengan menentukan waktu panen yang sesuai, Anda dapat menyesuaikan hasil budidaya dengan kebutuhan pasar, baik dari segi ukuran, rasa, maupun daya simpan ubi jalar.
Agar hasil panen tidak rusak dan kualitasnya tetap terjaga, panen yang baik juga akan mempengaruhi daya simpan serta nilai jual ubi jalar di pasaran. Berikut langkah-langkahnya yang bisa dilakukan:
Pastikan Umur Panen Sudah Tepat
Panen dilakukan sesuai varietas, umumnya pada usia 3-5 bulan setelah tanam. Selain umur, ciri fisik seeprti daun mulai menguning dan pertumbuhan tanaman melambat juga menjadi tanda ubi siap dipanen.
Gemburkan Tanah Sebelum Mencabut
Sebelum mengangkat umbi, gemburkan tanah di sekitar tanaman menggunakan cangkul atau garpu tanah. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses pengambilan umbi dan mengurangi risiko luka atau terpotong.
Cabut Tanaman Secara Perlahan
Tarik batang tanaman secara hati-hati sambil mengangkat umbi dari dalam tanah. Hindari menarik terlalu keras agar umbi tidak terputus atau rusak.
Ambil Umbi secara Menyeluruh
Pastikan semua umbi terangkat dari dalam tanah agar tidak tertinggal, karena sisa umbi bisa membusuk dan mengundang hama.
Bersihkan Umbi dari Tanah
Setelah diangkat, bersihkan ubi jalar dari tanah yang menempel, namun hindari mencuci jika tidak langsung dikonsumsi agar daya simpannya lebih lama.
Lakukan Sortasi Hasil Panen
Pisahkan ubi jalar berdasarkan ukuran dan kondisi. Umbi yang rusak aau terluka sebaiknya dipisahkan karena tidak tahan lama saat disimpan.
Simpan di Tempat Kering dan Sejuk
Simpan hasil panen di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung agar kualitas ubi tetap terjaga.
Dengan teknik panen yang tepat, hasil dari cara menanam ubi jalar yang telah dilakukan dapat memberikan umbi dengan berkualitas tinggi, tahan lama dan siap dipasarkan.
Wujudkan Hasil Panen Ubi Jalar yang Optimal dengan Rangkaian Pupuk GDM
Untuk menghasilkan ubi jalar dengan kualitas terbaik, Anda perlu memahami cara menanam ubi jalar yang tepat serta dukungan nutrisi yang optimal. Penggunaan rangkaian produk GDM Organik dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah, mempercepat pertumbuhan tanaman, dan menghasilkan umbi yang lebih besar, seragam, serta sesuai standar pasar ekspor.
Ingin memulai agribisnis ubi jalar dengan hasil maksimal? Jangan ragu untuk mengambil langkah sekarang. Jika Anda ingin memiliki pertanyaan atau ingin mendapatkan panduan lebih lanjut, langsung saja konsultasikan secara gratis dengan tim GDM melalui WhatsApp dengan klik banner di bawah ini.


One thought on “6 Cara Menanam Ubi Jalar agar Hasil Umbi Besar dan Berkualitas Ekspor ”
Comments are closed.
















Saya punya lahan dengan luas 10 Ha yg beradz di kaki gunung Sago Kab 50 Kota Sumbar, rencana akan saya olah menjadi kebun ubi jalar, dan jagung pakan ternak. Saya tertarik untuk gunakan produk ini jika secara bisnis memang menguntungkan.
Tolong infokan analisa bisnis untuk bertani ubi jalar ini, mulai biaya penyiapan / pengolahan lahan lahan sampai panen dengan standar per Ha.
1. Pengolahan lahsn
2. Bibit dan biaya pembenihan
3. Pupuk
4. Racun hama.
5. Biaya panen dan pascapanen
6. Dll
Terimakasih.