Perkebunan

Panduan Lengkap 9 Cara Budidaya Kelapa Sawit yang Efektif agar Hasil Maksimal

Budidaya Kelapa Sawit

Budidaya kelapa sawit membutuhkan perencanaan teknis yang matang sejak tahap awal agar produktivitas tanaman dapat optimal dan berkelanjutan. Kesalahan dalam pemilihan bibit, pembibitan, hingga penanaman di lahan akan berdampak langsung pada pertumbuhan dan hasil panen. 

Oleh karena itu, pemahaman dasar mengenai cara budidaya yang benar menjadi faktor kunci dalam keberhasilan usaha kelapa sawit. Artikel ini akan membahas tahapan budidaya kelapa sawit secara sistematis.

Mulai dari pemilihan bibit yang unggul, proses pembibitan, perawatan, teknik pemupukan, hingga prosedur panen yang tepat. Dengan mengikuti panduan lengkap budidaya kelapa sawit pada artikel ini, diharapkan petani sawit dapat meningkatkan hasil panen secara optimal. 

Cara Budidaya Kelapa Sawit

Tanaman kelapa sawit merupakan komoditi yang menjadi primadona, baik di kalangan pengusaha maupun petani. Kini, tanaman kelapa sawit menjadi komoditas perkebunan unggulan di Indonesia. 

Bahkan, pada tahun 2022 Indonesia menjadi negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, dengan Sumatera dan Kalimantan sebagai wilayah terbesar yang menghasilkan kelapa sawit. 

Budidaya kelapa sawit merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan penerapan teknik yang tepat dan konsisten di setiap tahapan. Pada pembahasan berikut, setiap proses akan diuraikan secara bertahap dan sistematis. Simak selengkapnya di bawah ini. 



Pemilihan Bibit Kelapa Sawit 

Pemilihan bibit kelapa sawit. Bibit unggul akan memastikan pertumbuhan yang optimal dan produktivitas tanaman yang maksimal. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan beberapa ciri fisik bibit sebelum memutuskan untuk membeli atau menanamnya.

Bentuk Tunas

Bentuk tunas yang baik ditandai dengan mata tunas normal dan berwarna putih bersih. Hindari bibit dengan tunas berwarna cokelat kehitaman, layu, atau terlihat terinfeksi jamur.

Bentuk Anak Daun

Anak daun yang sehat akan terlihat melebar, tidak kusut, berwarna hijau segar, dan tidak menggulung. Bibit dengan anak daun yang tidak normal berisiko menghambat pertumbuhan selanjutnya.

Tempurung Bibit Sawit

Kualitas bibit juga ditentukan oleh tempurungnya. Pilih bibit dengan tempurung hitam gelap, bebas dari serabut, noda jamur, atau retakan. Tempurung yang rusak dapat mempengaruhi pertumbuhan bibit setelah ditanam.

Akar Bibit

Akar yang ideal panjangnya 2–3 cm dan memiliki tudung akar yang menutup rapi. Akar yang terlalu pendek atau terlalu panjang menandakan bibit terlalu muda atau terlalu tua, sehingga penyerapan nutrisi dan pertumbuhan tanaman bisa terganggu.

Batang Bawah Bibit

Batang bawah yang baik terlihat gemuk dan pendek. Hindari bibit dengan batang bawah kurus dan tinggi karena menunjukkan bibit kurang subur dan penyerapan nutrisi kurang optimal.

Warna Radikula, Batang, dan Daun

Radikula yang sehat berwarna kuning kehijauan, sementara calon batang dan daun tampak bersih dan mengkilat. Bibit dengan warna pucat sebaiknya tidak dipilih karena berisiko mengurangi kualitas pertumbuhan.

Pembibitan Kelapa Sawit 

Metode pembibitan dalam budidaya sawit biasanya dilakukan dengan dua metode yaitu metode single stage dan metode double stage. Metode single stage adalah teknik dimana kecambah ditanam langsung pada polybag besar tanpa melalui tahapan awal yang terpisah. 

Keuntungannya, proses ini lebih praktis dan tidak perlu pemindahan bibit berkali-kali. Namun, kekurangannya membutuhkan area nursery yang luas sejak awal. Selain itu, lebih sulit melakukan pengawasan dan seleksi bibit dalam jumlah besar. 

Sedangkan metode double stage adalah teknik yang melibatkan dua tahap pembibitan. Pertama, pada tahap nursery teknik ini menggunakan polybag kecil selama sekitar dua sampai tiga bulan. Kemudian dipindahkan ke main nursery di polybag besar hingga siap tanam. 

Pendekatan ini memungkinkan pengawasan dan seleksi bibit secara intensif pada fase awal. Penggunaan lahan lebih efisien dan risiko kematian bibit lebih rendah karena lingkungan tumbuh awal yang lebih terkendali. 

Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, namun banyak praktisi dan standar pembibitan modern menyarankan penggunaan metode double stage untuk mendapatkan bibit yang lebih sehat dan seragam, serta untuk meminimalkan risiko bibit mati dalam jumlah besar.

Bacs Juga: ”  Ingat!! Hasil Panen Kelapa Sawit Bergantung Pada Tahap Pembibitannya

Perawatan Pembibitan Kelapa Sawit

Setelah menentukan metode pembibitan yang sesuai, tahap selanjutnya adalah melakukan pemeliharaan bibit kelapa sawit agar pertumbuhan optimal dan bibit siap tanam. Pemeliharaan meliputi penyiraman, penyiangan, serta pengawasan dan seleksi bibit secara rutin.

Penyiraman

Lakukan penyiraman dua kali sehari, kecuali jika hujan turun lebih dari 7–8 mm. Gunakan air bersih dan bebas limbah, serta siram dengan semprotan halus agar tanah tetap gembur dan bibit di polybag tidak rusak. 

Penyiangan

Gulma yang tumbuh di dalam polybag maupun di area antar polybag harus dibersihkan secara rutin. Penyiangan bisa dilakukan dengan mencabut manual menggunakan tangan atau cangkul, atau menggunakan bioherbisida. Lakukan setidaknya 2–3 kali sebulan, atau disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan gulma di lahan.

Pengawasan dan Seleksi Bibit

Pengawasan dilakukan untuk memantau pertumbuhan bibit serta mencegah gangguan hama dan penyakit. Bibit yang menunjukkan tanda abnormal seperti tumbuh kurus dan tinggi, daun tidak membelah sempurna, tampak lemah, kerdil, atau terindikasi penyakit harus segera diseleksi atau dibuang agar tidak mengganggu kualitas keseluruhan bibit.

Pemupukan Kelapa Sawit

Pemupukan adalah salah satu kunci budidaya kelapa sawit untuk memastikan pertumbuhan tanaman sehat, kuat, dan produktif. Salah satu solusi efektif adalah penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) Spesialis Kelapa Sawit dari GDM, yang dirancang khusus untuk mendukung nutrisi akar, batang, bunga, dan buah. 

Selain itu, rangkaian produk GDM lainnya seperti GDM Black BOS dan GDM Granule SaMe membantu meningkatkan kesuburan tanah, daya tahan tanaman, serta kualitas dan kuantitas Tandan Buah Segar (TBS).


Pupuk Organik Cair GDM
Spesialis Kelapa Sawit
  • Menyediakan Nutrisi Lengkap untuk Tanaman
  • Meningkatkan Kesuburan Tanah
  • Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Hasil Panen
  • Mencegah Serangan Penyakit
  • Mengurangi Ketergantungan pada Pupuk Kimia

POC GDM Kelapa Sawit memiliki berbagai keunggulan yang mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Produk ini memperkuat sistem perakaran dan batang sehingga tanaman menjadi lebih kokoh dan stabil. 

Selain itu, POC GDM meningkatkan kekebalan tanaman terhadap berbagai penyakit seperti karat daun, busuk buah, antraknosa, dan ganoderma.  Pupuk ini juga mendukung pertumbuhan bunga dan buah, sehingga produksi Tandan Buah Segar (TBS) meningkat secara signifikan. Adapun tahapan pemupukan bibit kelapa sawit yaitu: 

Pemupukan Baby Bag (Pre Nursery)

Campurkan 1 liter GDM Black BOS dengan 10 liter air, lalu semprotkan merata ke seluruh baby bag. Penuhi dosis anjuran, yaitu 2 kg untuk 140 pokok tanaman.

Pemupukan Usia 0–3 Bulan (Pre Nursery)

Tambahkan 2 gelas Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Kelapa Sawit ke dalam tangki untuk 200 bibit. Semprotkan seminggu sekali dengan dosis 0,5 liter per 140 pokok tanaman.

Pemupukan Usia 3–12 Bulan (Main Nursery)

Campurkan 2 gelas POC GDM ke dalam tangki dan semprotkan merata ke seluruh polybag, dosis 1 liter/140 bibit setiap 2 minggu. Tambahkan GDM Black BOS 1 liter dicampur 10 liter air, semprotkan merata dengan dosis 10 kg/140 bibit, ulangi setiap 6 bulan.

Pemupukan Saat Tanam

  • Taburkan GDM SaMe 1 kg per lubang tanam di sekeliling lubang, hingga dosis 150 kg/140 bibit.
  • Siram dengan 1 liter GDM Black BOS dicampur 10 liter air, dosis 10 kg/140 bibit.
  • Tambahkan 50 ml POC GDM ke setiap lubang tanam, dosis 7 liter/140 bibit.

Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Usia 0–3 Tahun

  • Semprotkan 100 ml POC GDM per tanaman setiap 2 bulan.
  • Bisa juga disuntikkan langsung ke batang.
  • Taburkan GDM Granule SaMe 2 kg merata di piringan tanaman, ulangi setiap 6 bulan.
  • Tambahkan GDM Black BOS 1:10 di piringan, ulangi setiap 6 bulan.

Tanaman Menghasilkan (TM) Usia >3 Tahun

  • Semprot 250 ml POC GDM per tanaman, ulangi setiap 3 bulan.
  • Taburkan GDM Granule SaMe 2,5 kg/tanaman merata di piringan, ulangi setiap 6 bulan.
  • Siram dengan GDM Black BOS 1:10, dosis 10 kg/140 tanaman, ulangi setiap 6 bulan.

Cara Menanam Bibit Kelapa Sawit

Penanaman bibit ke lahan, atau pemindahan bibit, merupakan salah satu tahap penting dalam budidaya kelapa sawit. Proses ini menentukan pertumbuhan awal tanaman dan keberhasilan panen di masa depan. 

Sebelum menanam, Anda harus mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan metode yang dipilih serta mempersiapkan bibit dan lahan dengan tepat.

Persiapan Bibit

Pilih bibit terbaik yang sudah berumur 10–12 bulan. Lakukan pemutusan akar yang menembus polybag 15–20 hari sebelum tanam, dan siram bibit secara intensif untuk mengurangi stres. 

Kelompokkan bibit sesuai kapasitas angkut kendaraan, dan jangan mengangkat bibit dari daun atau batang. Kemudian pegang bagian polybag agar bibit tidak rusak saat dipindahkan.

Pengangkutan Bibit ke Lapangan

Siram bibit secara menyeluruh sebelum pengangkutan. Gunakan truk dengan kapasitas 120–200 bibit, dengan muatan normal sekitar 100 pohon per hari kerja (HK). Pastikan bibit tidak terjepit dan tetap dalam kondisi sehat selama perjalanan.

Pengajiran

Pengajiran membantu menentukan titik tanam dengan presisi, menjaga jarak tanam sesuai standar, mempermudah perawatan, dan memudahkan pemantauan tanaman. Dengan pengajiran yang baik, pengelolaan lahan menjadi lebih efisien dan rapi.

Jarak Tanam Kelapa Sawit

Buat lubang tanam baik secara manual maupun mekanis sekitar 1 bulan sebelum tanam untuk mengurangi kemasaman tanah. Ukuran lubang tanam yang ideal adalah 60×60×40 cm dan diamkan selama 1 bulan sebelum bibit ditanam.

Waktu Tanam Bibit Kelapa Sawit

Tanam bibit pada awal musim hujan agar akar dapat berkembang dengan baik sebelum musim kering. Hal ini membantu bibit lebih tahan terhadap stres akibat kekeringan.

Teknik Penanaman Bibit Kelapa Sawit 

Setelah bibit dan lubang tanam siap, tahap penanaman harus dilakukan dengan benar agar bisa cepat beradaptasi, pertumbuhan akar optimal, dan tanaman sipa memasuki fase produksi. Berikut langkah-langkahnya. 

  • Sayat dasar polybad lalu masukkan bibit ke dalam lubang. 
  • Gunakan tandan kosong sekitar 125 kg per lubang, tambahkan top soil, lalu padatkan.
  • Siram lubang secukupnya untuk menjaga kelembapan tanah.
  • Taburkan GDM Granule SaMe di sekeliling tanaman (150 kg/140 bibit).
  • Siram dengan GDM Black BOS (10 kg/140 bibit).
  • Lanjutkan dengan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Kelapa Sawit (7 liter per bibit).


Kombinasi GDM Black Bos dan GDM SAMEE Granule menjadi kombinasi yang ideal. GDM Black Bos memperbaiki kesuburan tanah, menurunkan logam berat berbahaya, serta memperkuaat aar dan batang sehingga tanaman lebih tahan penyakit. 

Sementara GDM SAME Granule berperan untuk menutrisi tanaman, menggemburkan tanah, dan menjadi rumah bagi bakteri baik. Dengan perlindungan terhadap penyakit dan peningkatan ketersediaan nutrisi, kombinasi kedua produk ini mendukung produktivitas secara kelapa sawit secara optimal. 

Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit

Pemeliharaan tanaman merupakan kunci utama untuk memastikan produktivitas kelapa sawit optimal. Tanpa perawatan yang tepat, hasil panen bisa menurun dan pertumbuhan tanaman tidak maksimal. Beberapa aspek penting yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan antara lain:

Penyiraman

Kelapa sawit adalah tanaman yang rakus air, sehingga penyiraman rutin sangat penting. Pada tahap pembibitan skala kecil, penyiraman bisa dilakukan manual, sedangkan untuk skala luas diperlukan sistem shower head. 

Air dipompa dari sumber melalui pipa induk 4 inch, dibagi ke pipa 2 inch untuk petak kecil, dan dialirkan ke atas setinggi 2 m untuk main nursery atau 70 cm untuk pre nursery.

Penanaman Tanaman Penutup Tanah (Legume Cover Crop)

Legume cover crop berfungsi melindungi tanah dari erosi, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kadar nitrogen dan bahan organik, menjaga suhu tanah, mencegah hama, serta mengendalikan gulma yang merugikan. Tanaman ini membantu menciptakan ekosistem tanah yang sehat dan mendukung pertumbuhan kelapa sawit secara optimal.

Membentuk Piringan (Bokoran)

Piringan sekitar tanaman kelapa sawit, dengan radius 1–2 meter, harus selalu bersih dari gulma. Pembersihan dapat dilakukan secara mekanis dengan mencabut gulma menggunakan tangan atau alat, atau dengan menyemprot herbisida sesuai dosis. Perawatan piringan yang rutin membantu nutrisi terserap maksimal dan meminimalkan persaingan gulma terhadap tanaman sawit.

Baca Juga: “ 4 Cara Perawatan Kelapa Sawit agar Tumbuh Sehat

Pencegahan Kebakaran dan Penupasan Pelepah

Kebakaran menjadi salah satu risiko utama dalam perkebunan kelapa sawit karena dapat merusak tanaman, menurunkan produksi, dan membahayakan lingkungan. 

Penyebab kebakaran umumnya berasal dari faktor alam, terutama saat musim kemarau ketika lahan kering, serta faktor human error seperti kecerobohan karyawan yang membuang puntung rokok sembarangan.

Akibat Faktor Alam

Untuk mengurangi risiko kebakaran alami, lakukan penyemprotan rutin, pangkas pelepah kering, bersihkan lahan dari sampah atau bahan mudah terbakar, dan adakan patroli rutin di area perkebunan.

Akibat Human Error

Terapkan SOP yang tegas kepada seluruh karyawan, termasuk larangan merokok di area perkebunan, pemasangan plang peringatan, dan edukasi mengenai bahaya api. Langkah-langkah ini membantu meminimalkan risiko kebakaran akibat kelalaian manusia.

Penunasan Pelepah

Penunasan pelepah penting untuk menjaga keseimbangan jumlah pelepah yang dipangkas dan yang tetap di pohon. Pengaturan pelepah memengaruhi distribusi nutrisi, pertumbuhan akar, bobot tandan, dan produksi Tandan Buah Segar (TBS), sehingga menjadi bagian vital dari pemeliharaan kelapa sawit yang efektif.

Buah kelapa sawit

Masa Panen Kelapa Sawit

Panen merupakan tahap akhir dari proses budidaya kelapa sawit yang sangat menentukan kualitas dan kuantitas hasil produksi. Meskipun perawatan dan pemupukan sudah dilakukan sejak bibit, jika panen dilakukan salah waktu dan tidak dengan cara yang tepat, hal ini dapat mengurangi kualitas Tandan Buah Segar (TBS) dan menurunkan produktivitas. 

Oleh karena itu, memahami umur panen, ciri buah matang, dan waktu panen yang tepat menjadi langkah penting agar setiap tandan yang dipetik memiliki kualitas optimal dan hasil panen maksimal.

Umur Panen 

Pohon kelapa sawit umumnya mulai menghasilkan buah pada usia 3 tahun. Dengan penggunaan produk GDM Organik, hasil panen bisa meningkat hingga lebih dari 273%, seperti dibuktikan oleh mitra GDM dalam Analisa Usaha Kelapa Sawit TM 5/Hektar/bulan. 

Ciri Tandan Siap Panen

Panen kelapa sawit harus dilakukan dengan memperhatikan ciri-ciri tandan yang matang, diantaranya yaitu:

  • Terdapat 5–10 brondolan di piringan, menandakan buah mulai lepas.
  • Buah berubah warna dari kuning ke oranye; jangan memetik buah yang masih muda.
  • Sebanyak 25–75% buah luar membrondol, menunjukkan tingkat kematangan optimal.

Waktu Panen yang Tepat

Kelapa sawit mulai berbuah pada usia 3–4 tahun. Tanda buah siap panen adalah ketika beberapa buah mulai jatuh dari tandan. Pemanenan sebaiknya dilakukan tepat waktu, biasanya setiap 10 hari sekali, untuk menjaga kualitas Tandan Buah Segar (TBS). Pekerjaan panen ini dilakukan dengan cara didodos dan membutuhkan fisik yang prima.

Standar Panen

Dalam satu afdeling, panen yang baik terdiri dari:

  • 15% brondol dari berat tandan,
  • 20% buah tingkat fraksi 1,
  • 65% buah tingkat fraksi 2 dan 3, 
  • 15% buah tingkat fraksi 4 dan 5.

Dengan memperhatikan persentase ini memastikan hasil panen optimal dan kualitas buah tetap tinggi.

Cara Panen Kelapa Sawit 

Cara panen kelapa sawit harus dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur agar kualitas buah tetap terjaga dan hasil panen maksimal. Berikut tahapan pemanenan kelapa sawit yang perlu diperhatikan: 

Pemotongan Pelepah

Potong pelepah yang terlalu rapat dengan batang dan mengganggu proses panen. Pastikan tidak ada pelepah yang menggantung atau sengkleh. Ketentuan pemotongan pelepah berdasarkan umur tanaman adalah sebagai berikut:

  • Umur 3–4 tahun: potong pelepah yang kering saja
  • Umur 5–6 tahun: sisakan tiga pelepah di bawah buah terendah (songgo tiga)
  • Umur 7–10 tahun: sisakan dua pelepah (songgo dua)
  • Umur 11 tahun ke atas: sisakan satu pelepah di bawah buah terendah (songgo satu)

Pemotongan Buah Masak 

Buah yang sudah matang dipotong dengan memotong tangkai secara rapat, namun tetap berhati-hati agar tidak merusak tandan.

Pembersihan Brondolan

Brondolan yang tersangkut di ketiak pelepah harus diambil dengan cara dikorek atau disogrok. Brondolan yang tercecer di sekitar tanaman juga harus dikumpulkan.

Penataan Pelepah

Pelepah hasil pemangkasan disusun rapi di gawangan mati. Jika terdapat parit di tengah gawangan, potong tiga pelepah dan tumpuk secara rapi di antara pokok dalam barisan.

Pengiriman ke TPH

Setelah panen, buah harus segera dibawa ke Tempat Penimbangan Hasil (TPH). Susun tandan secara rapi dan beri nomor pemanen untuk memudahkan proses pengangkutan berdasarkan waktu panen.

Waktu Maksimal Pengangkutan ke Pabrik

Pengangkutan hasil panen dilakukan secara bertahap dan biasanya melalui proses penimbangan di pabrik dengan antrean yang cukup panjang. Dalam kondisi tertentu, waktu yang dibutuhkan hingga masuk proses pabrik dapat mencapai sekitar tiga hari untuk satu mobil.

Yuk, Optimalkan Produktivitas Kelapa Sawit Anda dengan Rangkaian Produk GDM! 

Itulah panduan lengkap cara budidaya kelapa sawit yang bisa jadi acuan. Selain pemeliharaan yang tepat, penerapan teknik tanam dan panen sesuai SOP, pengolahan tanah dan nutrisi yang optimal jadi kunci utama keberhasilan budidaya kelapa sawit Anda secara berkelanjutan. 

Agar bisa mencapai hal tersebut, gunakan rangkaian produk GDM yang dirancang khusus untuk mengoptimalkan kesuburan tanah hingga memaksimalkan produktivitas kelapa sawit. Klik banner di sekarang juga dan konsultasikan Anda langsung bersama tim ahli GDM. 



author-avatar

About Ir. Tri Juni Sasongko

Praktisi perikanan dan perkebunan yang banyak melakukan bimbingan dan pendampingan tehnis di bidangnya.