6 Cara Budidaya Strawberry agar Cepat Berbuah & Panen Melimpah

Bagaimana cara budidaya strawberry agar cepat berbuah? Tanaman strawberry menjadi komoditas yang cukup populer ditanam di daerah berhawa sejuk atau dingin. Hal ini membuat strawberry menjadi salah satu oleh-oleh yang selalu naik panggung di rak.
Tingginya permintaan strawberry sebagai camilan sehat maupun oleh-oleh, menjadi peluang besar bagi siapapun yang ingin membuka usaha. Namun sebelum itu, Anda perlu mengetahui cara budidaya strawberry yang tepat. Mulai dari pemilihan benih hingga proses panen. Mengingat, tanaman strawberry rentan stress. Hal ini disebabkan karena suhu dan kelembapan udara kurang seimbang serta serangan hama yang tidak terkendali.
Namun tak perlu khawatir, karena hambatan-hambatan tersebut dapat tertolong dengan penggunaan pupuk yang tepat. Untuk mengetahui pupuk strawberry yang ampuh, klik banner di bawah ini. Bagi Anda yang juga hendak memulai budidaya strawberry, simak penjelasannya berikut ini, ya!


Keunggulan Buah Strawberry
Buah yang satu ini memang menarik serta memiliki rasa yang unik, yaitu rasa manis atau sedikit asam. Lantas, apa saja keunggulan buah strawberry yang menarik banyak orang menyukainya? Berikut ulasannya:
Kandungan Gizi Buah
Buah strawberry juga seperti jenis buah lainnya yang memiliki banyak kandungan gizi. Ada beberapa kandungan vitamin C sebesar 56,7 mg, natrium sebesar 1 mg, Kalium sebesar 166 mg, Kalsium 14 mg, dan masih banyak kandungan lainnya yang sangat bagus untuk kesehatan.
Bagus Untuk Kesehatan
Buah strawberry memiliki kandungan antioksidan yang tinggi seperti ellagic acid, antosianin, kaempferol, dan quercetin. Antioksidan tersebut bagus untuk meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi resiko kesehatannya lainnya seperti kanker, selain itu bagus juga untuk kecantikan dan mempercantik kulit.
Kegunaan Daun dan Akar
Mungkin beberapa orang tertarik dengan buah strawberry saja, namun Anda harus tahu juga daun dan akar strawberry memiliki kegunaan yang bagus. Salah satunya untuk kesehatan yang berperan dalam meningkatkan kesehatan seperti memulihkan nyeri sendi atau obat untuk diabetes.
Market Luas
Keunggulan buah mungil dan unik yang satu ini memang memiliki permintaan pasar yang meningkat dan tergolong potensial. Market yang cukup luas tidak hanya permintaan untuk dijual buah saja. Strawberry juga memiliki potensi meluas untuk berbagai macam olahan industri kecil maupun besar. Seperti diolah menjadi jus, kripik, dodol, dan lain sebagainya.
Dengan keunggulan dan peluang yang demikian besarnya, tentu buah strawberry menjadi prospek agribisnis yang sangat menarik dan menjanjikan. Maka dari itu untuk memulai budidaya strawberry yang sesuai, Anda bisa menyimak ulasan terkait budidaya strawberry berikut ini,
Baca Juga “3 Pupuk Strawberry Agar Berbuah Lebat Efektif Tingkatkan Hasil Panen“
Syarat Tumbuh Tanaman Strawberry
Langkah awal untuk menunjang syarat tumbuh tanaman strawberry yang bagus adalah memperhatikan syarat tumbuh tanaman secara tepat. Berikut ulasannya:
Jenis Media Tanam
Untuk menunjang media tanam yang sesuai bagi tanaman strawberry, maka Anda perlu mengetahui media tanam yang tepat. Salah satu media tanam yang tepat yaitu tanah liat berpasir, memiliki kesuburan yang bagus, dan tekstur tanah yang gembur. Selain itu, media tanam yang bagus untuk tanaman strawberry adalah media tanam yang mengandung bahan organik, air, dan udara yang bagus.
pH Tanah
Setelah mengetahui jenis media tanam yang bagus untuk tanaman strawberry, Anda harus mengetahui juga pH tanah yang dibutuhkan tanaman strawberry. Untuk skala besar seperti budidaya strawberry, maka yang dibutuhkan pH tanah antara 5,4 sampai 7,0 (asam sampai netral).
Ketinggian Tempat Tumbuh
Tanaman strawberry sangat bagus dan optimal jika tumbuh pada ketinggian tempat seperti 1.000 mdpl sampai 1.500 mdpl. Indonesia juga memiliki banyak dataran tinggi yang tentunya sangatlah sesuai untuk menjadi tempat budidaya strawberry yang bagus.
Iklim
Tanaman strawberry juga sangat bergantung dengan iklim sekitar lingkungannya, salah satu kebutuhan iklim yang sesuai adalah memiliki intensitas curah hujan 600-700 mm/tahun.
Selain itu, intensitas penyinaran cahaya matahari yang dibutuhkan tanaman strawberry adalah 8 sampai 10 jam dengan temperatur suhu 17 sampai 20oC. Untuk kebutuhan kelembapan udara yang sesuai untuk tanaman strawberry 80% sampai 90% yang akan menunjang dan memaksimalkan pertumbuhan tanaman strawberry.
6 Cara Budidaya Strawberry agar Hasil Panen Besar & Melimpah
Budidaya strawberry memang susah-susah gampang. Pasalnya, tanaman ini memerlukan suhu dan kelembapan yang seimbang. Jika tanaman berada di suhu yang terlalu panas, tanaman akan mudah layu dan gagal berbuah. Sebaliknya, ketika ditanam di suhu udara yang terlalu dingin, bunga, tunas, hingga jaringan tanamannya dapat mengalami kerusakan akibat pembekuan. Lantas, bagaimana cara budidaya yang tepat dan benar agar tidak gagal panen? Simak sampai habis, ya!
Cara Memilih Bibit Strawberry
Pemilihan bibit yang tepat akan menunjang pertumbuhan tanaman secara maksimal. Hal inilah yang menjadikan pemilihan bibit strawberry yang bagus tentu akan memiliki hasil optimal juga. Beberapa jenis bibit strawberry yang bisa dipilih salah satunya berikut ini.
Bibit dari Biji Strawberry
Anda juga bisa memilih benih dari biji strawberry yang berasal dari indukan buah atau tanaman yang bagus kualitasnya. Memilih bibit dari biji strawberry cocok untuk Anda yang menjadi pemula untuk budidaya strawberry. Namun bisa juga mendapatkan benih strawberry yang berkualitas dengan membeli di toko pertanian atau beberapa tempat yang menyediakan benih berkualitas.
Bibit dari Benih Vegetatif
Untuk bibit dari benih vegetatif bisa berasal dari anakan dari indukan tanaman yang bagus, perbanyakan dengan stolon yang dipilih dari indukan tanaman yang memiliki akar sulur pertama juga kedua.
Kedua jenis bibit tersebut memiliki keunggulan masing-masing yang tentunya bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Untuk mendapatkan bibit yang memiliki daya tumbuh yang bagus haruslah melalui proses semai atau perbanyakan yang akan diulas pada tahapan selanjutnya.


Proses Semai dan Perbanyakan Bibit Strawberry
Tahapan budidaya strawberry selanjutnya dengan melakukan perbanyakan atau proses semai bibit strawberry. Tujuannya agar mendapatkan bibit strawberry yang seragam dan bagus, Anda bisa melakukan proses pembibitan 2 jenis bibit untuk menunjang pertumbuhan secara tepat seperti berikut ini.
Perbanyakan dan Semai dari Biji
- Biji yang sudah dipilih jika berasal dari buah strawberry langsung, maka sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu, sedangkan jika Anda membeli dari toko pertanian atau sejenisnya, bisa langsung digunakan.
- Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah merendam biji atau benih strawberry dengan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Buah-buahan dengan takaran dosis 50 ml untuk 1 liter air selama kurang lebih 30 menit.
- Buat media persemaian dari polybag dengan komposisi media tanam seperti tanah, campuran pasir, kompos atau pupuk kandang perbandingan 1:1:1 dan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman saat proses semai, tambahkan Granule Bio Organik GDM SAME dengan takaran dosis 20 gram/polybag dengan cara ditebar secara merata dan GDM Black BOS dengan takaran dosis 1:100 kocor sebanyak 1 gelas/polybag.
- Setelah itu, lubangi campuran media tanam yang sudah siap, dan masukkan biji atau benih strawberry siap semai.
- Simpan polybag berisi benih atau biji semai pada tempat yang memiliki suhu lingkungan yang berkisar 18-20 oC. Sementara untuk perawatannya, siram benih dan tunggu sampai beberapa hari tumbuh helai daun, baru bisa dipindahkan ke lahan tanam.
Perbanyakan dan Semai dengan Vegetatif
Penyemaian dan proses perbanyakan bibit strawberry secara vegetatif bisa dilakukan dengan menggunakan tanaman indukan yang berumur 1 sampai 2 tahun. Berikut 2 jenis perbanyakan atau proses tahapan semai bibit strawberry.
Metode Stolon
Persemaian dengan metode stolon adalah metode yang menggunakan indukan tanaman strawberry yang memiliki akar sulur.
Kelebihan menggunakan metode ini dapat menghasilkan klon tanaman indukan yang mampu tumbuh di tanah dengan mudah, berikut tahapannya:
- Anda bisa menyiapkan campuran tanah, pasir, kompos atau pupuk kandang perbandingan 1:1:1 dan untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman saat proses semai tambahkan Granule Bio Organik GDM SAME dengan takaran dosis 20 gram/polybag dengan cara ditebar secara merata dan GDM Black BOS dengan takaran dosis 1:100 kocor sebanyak 1 gelas/polybag.
- Kemudian masukkan pada polybag ukuran 18×15 cm.
- Langkah selanjutnya, tanaman strawberry yang memiliki 2 akar sulur dipotong dan pindahkan dengan hati-hati pada media tanam semai yang tadi sudah disiapkan.
- Untuk perawatannya, pastikan Anda memperhatikan sampai tumbuh daun rimbun dan tinggi tanaman mencapai tinggi 10 cm. Maka, bibit stolon bisa dipindah ke lahan tanam.
Metode Perbanyakan Anakan
Perbanyakan anakan dan proses penyemaiannya didapatkan dari indukan tanaman strawberry yang bagus, berikut tahapannya:
- Anda harus menyiapkan polybag berukuran 18×15 cm juga seperti metode stolon.
- Isi polybag tersebut dengan campuran tanah, pasir, kompos atau pupuk kandang perbandingan 1:1:1. Untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman saat proses semai, tambahkan Granule Bio Organik GDM SAME dengan takaran dosis 20 gram/polybag dengan cara ditebar secara merata dan GDM Black BOS dengan takaran dosis 1:100 kocor sebanyak 1 gelas/polybag.
- Untuk perawatannya sendiri, letakkan pada tempat penyemaian yang memilih atas plastik dengan begitu bibit semai akan tumbuh dan siap untuk dipindahkan ke lahan tanam
Fungsi penggunaan POC GDM Spesialis Buah-buahan pada proses perendaman biji untuk memaksimalkan proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman oleh bakteri bacillus brevis.
Sedangkan pengaplikasian Granule Bio Organik GDM SAME dan GDM Black BOS pada proses penyemaian bibit untuk memaksimalkan pertumbuhan, produktifitas dan imunitas, sehingga dapat meningkatkan resistensi terhadap berbagai penyakit
Pengolahan Lahan Tanam
Selanjutnya dalam mengolah lahan tanam untuk tanaman strawberry, pengolahan lahan tanam yang bagus yaitu dengan menggunakan mulsa. Tujuannya untuk memaksimalkan pertumbuhan dan hasilnya lebih maksimal, berikut tahapan pengolahan lahan tanam yang tepat:
- Anda bisa mengolah lahan tanam dengan mencangkul tanah sedalam 30-40 cm dan mengolah tanah hingga nampak gembur.
- Kemudian pembuatan bedengan dengan ukuran lebar 80×120 cm, jarak antar bedengan 40-60 cm dengan tinggi 30-40 cm. Pastikan juga panjang disesuaikan dengan luas lahan, ya.
- Selanjutnya campurkan tanah yang sudah dalam kondisi basah atau lembap dengan pupuk kandang dan Bio Organik Granule GDM SAME sebanyak 150 kg/ha. Kemudian kocor dengan GDM Black Bos sebanyak 5 kg/ha.
- Terakhir, Anda bisa menutup bedengan dengan mulsa plastik dan jangan lupa membuat lubang tanam dengan jarak antar lubang 30 cm.
Penggunaan Bio Organik Granule GDM SAME pada saat pengolahan tanah untuk memaksimalkan unsur hara makro dan mikro yang terkandung di dalamnya. Fungsinya adalah untuk menutrisi tanaman serta memperbaiki sifat-sifat fisik, kimia dan biologi tanah.
Sedangkan kombinasi GDM Black BOS untuk membuka pori-pori tanah lebih cepat sehingga tanah yang keras menjadi lebih gembur dan subur. Jadi Anda harus mengkombinasikan keduanya agar proses awal budidaya strawberry berjalan maksimal.
Proses Penanaman Bibit Strawberry
Untuk proses penanaman bibit strawberry ke lahan tanam, pastikan bibit yang akan ditanam sudah bisa dipindahkan ke lahan tanam sesuai metode pembibitan yang Anda pilih sebelumnya. Ini langkah-langkah pemindahan bibit tanamannya.
- Untuk memindahkan bibit strawberry dari polybag ke media tanam, pastikan untuk menyirami terlebih dahulu dengan air agar tanah basah dan bibit strawberry bisa dikeluarkan dengan mudah. Pastikan Anda mengeluarkan bibit beserta media tanamnya secara hati-hati, ya.
- Kemudian, pindahkan bibit strawberry tersebut ke dalam lubang tanam. Setelah itu, pada sekitar pangkal batang, padatkan tanah.
- Nah, pastikan proses penanamannya sesuai, ya. Maka untuk perawatannya setelah proses menanam, semprotkan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Buah secara merata dengan takaran 2 gelas air mineral/tangki dan dosisnya 8 liter/ha. Jangan lupa untuk mengaplikasikannya setiap seminggu sekali.
Salah satu manfaat pengaplikasian Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Buah adanya kandungan bakteri premium seperti Bacillus pumillus yang dapat membantu menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga dapat meningkatkan tinggi & besar batang tanaman dengan cepat.
Cara Merawat Tanaman Strawberry
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam cara merawat pohon strawberry di dataran rendah. Mulai dari proses penyiraman, proses pemupukan, hingga penanggulangan hama dan penyakit.
Proses Penyiraman Tanaman Strawberry
Penyiraman tanaman strawberry dilakukan selama 2 kali sehari pada musim kemarau. Hal ini bertujuan agar tanaman strawberry tetap terjaga kelembapannya.
Selain itu, proses penyiraman yang demikian akan membuat budidaya tanaman strawberry bisa berjalan dengan lancar karena unsur hara dalam tanah bisa terserap dengan baik.
Anda juga bisa menyemprotkan air dingin atau es pada pagi dan sore hari selama satu bulan penuh pada masa adaptasi tanaman strawberry. Jika sudah memasuki bulan kedua, lakukan penyemprotan air dingin atau es selama 3 hari sekali.
Proses Pemupukan Dalam Budidaya Strawberry
Pemupukan untuk perawatan tanaman strawberry agar lebih optimal dan bagus hasilnya bisa dilakukan pada usia 30 HST, pastikan untuk memaksimalkan perawatan dengan mengaplikasikan Granule Bio Organik GDM SAME dengan dosis 150 kg/ha dengan cara tabur merata pada lubang bedengan atau dalam mulsa setiap tanamannya.
Setelah itu, kombinasikan dengan menyemprotkan GDM Black BOS secara merata di sekitar lubang tanaman dengan dosis 5 kg/ha dengan takaran 1 gelas air mineral per tangki. Lalu, aplikasikan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Buah dengan dosis 8 liter/ha dengan takaran 2 gelas air mineral per tangki. Anda harus mengaplikasikan setiap 10 hari sekali dengan menyemprot secara merata ke tanaman.
Kombinasi ketiga produk GDM untuk pemupukan tanaman strawberry tentu saja bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan buah dan meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit.
Penanggulangan Hama dan Penyakit pada Tanaman Strawberry
Tanaman strawberry yang berasal dari daerah dingin tentu akan mudah terserang penyakit. Ada beberapa hama yang biasanya menyerang tanaman strawberry, yaitu belalang, thrips, mealibung, serta kutu kuning.
Hama tersebut dapat diatasi dengan pestisida jenis curacron. Dosis yang bisa digunakan adalah 1 sampai dengan 2 ml per liter air bersih. Sementara itu, penyakit yang bisa menyerang tanaman strawberry adalah busuk akar dan busuk daun.
Penanggulangan penyakit pada budidaya tanaman strawberry tersebut adalah dengan menghilangkan bagian-bagian yang terkena penyakit agar tidak menular ke bagian yang lain. Pastikan Anda di awal masa budidaya strawberry menggunakan produk GDM, sebab bakteri premium GDM dapat menghambat serangan penyakit maupun hama.
Pembungkusan Bakal Buah Tanaman Strawberry
Pada usia dua hingga tiga bulan, tanaman strawberry biasanya akan mulai menghasilkan buah. Untuk mencegah bakal buah terserang penyakit atau rusak karena terpapar sinar matahari secara langsung, bakal buah bisa ditutup dengan plastik hitam.
Selain agar bakal buah tidak terserang penyakit atau rusak karena terpapar sinar matahari, bakal buah yang ditutup juga mengurangi risiko penguapan yang membuat buah menjadi kering.
Baca Juga “11 Jenis Hama Strawberry: Penyebab dan Panduan Pencegahannya“
Proses Panen Buah Strawberry
Dalam proses budidaya yang cukup panjang, tentu saja Anda menantikan panen buah strawberry yang menunjukkan tekstur buah yang kenyal dan warna buah yang sudah berubah warna merah.
Untuk buah yang matang berumur 2 minggu, maka aroma buah matang akan tercium dan itu pertanda Anda bisa langsung memanennya. Proses pemanenan harus menggunakan gunting dengan cara memotong bagian tangkai buah, ya. Tujuannya agar tidak merusak bagian tanaman maupun strawberry. Proses memanen buah strawberry ini bisa dilakukan 2 kali dalam seminggu.
Proses Pasca Panen
Pastikan untuk meletakkan buah yang sudah dipanen di wadah. Untuk menempatkannya harus hati-hati, karena buah yang matang cenderung mudah rusak. Setelah itu, untuk membersihkan buah strawberry tersebut bisa dengan air mengalir lalu tiriskan dan letakkan pada rak penyimpanan.
Untuk tempat penyimpanannya dibutuhkan tempat yang teduh dan pastikan sortir berdasarkan tingkatan kualitasnya, ya. Jangan lupa kemas dalam mika plastik ukuran yang disesuaikan. Anda bisa menggunakkan mika berukuran 1/4 atau 1/2 kg. Pastikan plastiknya sudah dilubangi, ya.
Dukung Pertumbuhan Strawberry Anda agar Panen Semakin Melimpah dengan Pupuk Organik Cair (POC) dari GDM!
Itulah panduan budidaya strawberry yang dapat memaksimalkan panen buah secara optimal. Dengan mengikuti panduan secara tepat dan bertahap, Anda akan menghasilkan panen yang memuaskan.
Untuk memaksimalkan perawatan, pastikan untuk menggunakan Pupuk Organik Cair (POC) GDM. Kombinasi perawatan dasar dengan pupuk tersebut memungkinkan Anda menghasilkan buah organik yang berkualitas.
Pupuk kami dibuat dari 100% bahan alami, sehingga dapat memaksimalkan pertumbuhan tanaman maupun buah. Tidak hanya itu, pemberian pupuk juga berdampak bagi bagi kesuburan tanah dan perakarannya. Hal ini bisa jadi alat penunjang yang baik agar tanaman tetap sehat dan tumbuh dengan baik.
Jangan biarkan produktivitas tanaman strawberry Anda menurun begitu saja. Klik banner di hawah ini sekarang dan mulai konsultasi mengenai cara budidaya strawberry yang tepat dengan tim GDM!






















