
Blog
7 Penyebab BJR Sawit Turun dan Tips Ampuh Mengatasinya

Tidak sedikit petani kelapa sawit yang belum memahami istilah BJR. Lantas, apa yang dimaksud dengan BJR kelapa sawit? Selain itu, apa saja faktor penyebab bjr sawit turun dan bagaimana tips ampuh untuk mengatasinya?
Anda tidak perlu bingung karena artikel ini akan menjawab semua pertanyaan tersebut, mulai dari pengertian BJR, penyebab bjr sawit turun, hingga cara mengatasinya. Dengan pemahaman yang tepat dan penerapan langkah perawatan yang sesuai, Anda dapat membantu tanaman sawit lebih produktif!
Apa Itu BJR Kelapa Sawit?
Sebelum mempelajari penyebab BJR sawit turun, Anda perlu mengetahui bahwa BJR kelapa sawit adalah singkatan dari Berat Janjang Rata-rata, yaitu nilai rata-rata bobot tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang dipanen dari suatu kebun. BJR biasanya dinyatakan dalam satuan kilogram per janjang dan digunakan sebagai indikator penting untuk menilai ukuran serta kualitas hasil panen sawit.
Semakin tinggi nilai BJR, umumnya menunjukkan bahwa buah sawit tumbuh dengan baik dan memiliki potensi rendemen yang lebih optimal. Oleh karena itu, BJR sering dijadikan acuan dalam evaluasi produktivitas kebun, perencanaan panen, serta pengambilan keputusan terkait pemupukan dan perawatan tanaman kelapa sawit. Jika Anda ingin menghindari BJR sawit yang rendah, simak berbagai penyebab BJR sawit turun yang akan dibahas secara lengkap pada sub bab berikutnya di bawah ini.

7 Penyebab BJR Sawit Turun
Penurunan BJR kelapa sawit menjadi tanda bahwa tanaman tidak berada dalam kondisi pertumbuhan yang optimal. Untuk mengatasinya secara efektif, Anda perlu memahami berbagai faktor penyebab BJR sawit turun berikut ini.
Kekurangan Unsur Hara
Tanaman kelapa sawit membutuhkan unsur hara makro dan mikro dalam jumlah seimbang untuk pembentukan buah. Kekurangan unsur hara penting, seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), magnesium (Mg), dan boron (B) dapat menghambat perkembangan tandan sehingga ukuran dan berat buah menjadi lebih kecil.
Kondisi Tanah Kurang Subur
Struktur tanah yang padat, pH tanah tidak sesuai, atau kandungan bahan organik yang rendah dapat menghambat pertumbuhan akar. Akar yang tidak berkembang dengan baik akan kesulitan menyerap air dan nutrisi sehingga berdampak langsung pada berat janjang sawit.
Stres Lingkungan
Curah hujan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi, kekeringan berkepanjangan, serta genangan air dapat menyebabkan tanaman mengalami stres. Kondisi ini menghambat pertumbuhan buah dan mengurangi berat janjang rata-rata.
Pemupukan Tidak Tepat
Pemupukan yang tidak sesuai dosis, waktu, maupun cara aplikasinya dapat menyebabkan nutrisi tidak terserap secara optimal oleh tanaman. Akibatnya, proses pengisian buah terganggu dan BJR pun menurun meskipun jumlah tandan terlihat normal.
Serangan Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit yang menyerang daun, batang, atau akar dapat mengganggu proses fotosintesis dan penyerapan nutrisi. Jika tanaman tidak sehat, distribusi hasil fotosintesis ke buah menjadi berkurang sehingga bobot tandan ikut menurun.
Usia Tanaman yang Tidak Produktif
Tanaman sawit yang terlalu muda atau sudah memasuki usia tua cenderung menghasilkan tandan dengan ukuran lebih kecil. Pada fase ini, kemampuan tanaman dalam membentuk dan mengisi buah tidak lagi optimal sehingga nilai BJR menjadi rendah.
Manajemen Kebun Kurang Optimal
Perawatan kebun yang kurang baik, seperti pemangkasan tidak teratur, pengendalian gulma yang lemah, serta sanitasi kebun yang buruk, dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Manajemen kebun yang tidak optimal sering kali menjadi penyebab BJR sawit turun secara tidak langsung.
5 Cara Meningkatkan BJR Sawit Secara Efektif
Untuk meningkatkan BJR kelapa sawit, Anda perlu menerapkan strategi perawatan yang tepat dan dilakukan secara konsisten. Dengan menerapkan langkah-langkah berikut ini, Anda dapat mengatasi atau menghindari faktor penyebab BJR sawit turun.
Pemupukan Tepat dan Rutin
Pemupukan berperan besar dalam pembentukan dan pengisian buah sawit. Pemberian nutrisi dengan dosis, waktu, dan cara yang tepat akan membantu tanaman sawit menyerap unsur hara secara optimal sehingga BJR pun bisa meningkat. Untuk hasil yang lebih maksimal, Anda dapat menggunakan Rangkaian Pupuk GDM, yaitu:
- Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Kelapa Sawit (GDM Sawit): Untuk meningkatkan ketersediaan nutrisi, membantu sawit tumbuh kuat, dan menghasilkan tandan buah segar berkualitas tinggi.
- Pupuk Organik Granule (POG) GDM: Untuk memperbaiki kesuburan tanah dan mempercepat pertumbuhan tanaman.
- GDM Black BOS: Untuk memulihkan kesuburan tanah, mengaktifkan mikroorganisme baik di dalam tanah, dan meningkatkan produktivitas lahan.
Perbaikan Kesuburan dan Struktur Tanah
Tanah yang subur dan gembur memudahkan akar sawit berkembang dan menyerap nutrisi. Penambahan bahan organik serta pengelolaan tanah yang baik dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah sehingga ketersediaan unsur hara menjadi lebih stabil dan berdampak positif pada peningkatan BJR.
Pengelolaan Air yang Baik
Pastikan ketersediaan air di kebun selalu dalam kondisi ideal, tidak kekurangan dan tidak tergenang. Pengelolaan drainase yang baik akan membantu mencegah stres tanaman sehingga proses pembentukan dan pengisian buah dapat berlangsung secara maksimal.
Perawatan Tanaman Secara Rutin
Penunasan atau pemangkasan pelepah yang tepat, pengendalian gulma, serta sanitasi kebun yang baik akan membantu tanaman memaksimalkan proses fotosintesis. Tanaman yang terawat dengan baik mampu menyalurkan hasil fotosintesis ke buah secara optimal sehingga BJR pun bisa meningkat.
Pengendalian Hama dan Penyakit Secara Terpadu
Serangan hama dan penyakit adalah salah satu faktor penyebab BJR sawit turun. Oleh karena itu, lakukan pengendalian secara terpadu dan tepat sasaran untuk membantu menjaga kesehatan tanaman sawit sehingga proses pembentukan tandan berjalan optimal dan BJR sawit tetap tinggi.
Baca Juga: 5 Penyebab Sawit Banyak Bunga Jantan yang Perlu Diwaspadai
Panduan Pemupukan GDM untuk Mengatasi BJR Sawit Turun
Jika Anda ingin mencegah atau mengatasi penyebab bjr sawit turun secara ampuh dengan menggunakan Rangkaian Pupuk GDM, Anda harus mengikuti panduan dosis yang tepat. Penjelasan mengenai panduan pemupukan GDM untuk mengatasi BJR sawit turun pada 1 hektare lahan bisa Anda pahami di bawah ini.
TM (0-3 Tahun)
Kesalahan pemberian nutrisi di fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) atau ketika kelapa sawit masih berumur 0 hingga 3 tahun bisa berdampak panjang, termasuk menyebabkan BJR rendah. Untuk mengatasinya, Anda dapat melakukan pemupukan dengan menggunakan 10 liter GDM Sawit, 280 kg POG GDM, dan 10 kg GDM Black BOS.
Langkah pertama, semprotkan GDM Sawit dengan dosis 70 ml per tanaman sawit setiap 2 bulan sekali. Langkah kedua, taburkan POG dengan dosis 2 kg/pohon sawit secara merata di piringan setiap 6 bulan sekali. Langkah terakhir, campurkan GDM Black BOS dengan 100 liter air dan siramkan di piringan setiap 6 bulan sekali.
TM (≥3 Tahun)
Penurunan BJR paling sering terjadi di fase Tanaman Menghasilkan (TM) atau ketika pohon kelapa sawit berumur lebih dari 3 tahun. Untuk mencegah atau mengatasi penyebab bjr sawit turun, Anda harus melakukan pemupukan dengan menggunakan 15 liter GDM Sawit, 7 liter GDM Sawit untuk injeksi, 350 kg POG GDM, dan 10 kg GDM Black BOS.
Langkah pertama, semprotkan GDM Sawit dengan dosis 100 ml per tanaman sawit setiap 3 bulan sekali. Langkah kedua, injeksikan GDM Sawit dengan dosis 50 ml/tanaman ke batang pohon sawit setiap 3 bulan sekali.
Langkah ketiga, taburkan POG dengan dosis 2,5 kg/pohon sawit secara merata di piringan setiap 6 bulan sekali. Langkah terakhir, campurkan GDM Black BOS dengan 100 liter air dan siramkan di piringan setiap 6 bulan sekali. Dengan langkah pemupukan yang tepat dan terencana ini, Anda bisa meningkatkan BJR dengan cepat dan efektif.
Tingkatkan Berat Janjang Sawit dengan Rangkaian Pupuk GDM yang Terbukti Efektif
Rangkaian Pupuk GDM hadir sebagai solusi tepat untuk membantu Anda meningkatkan berat janjang sawit secara optimal dan berkelanjutan. Kombinasi Rangkaian Pupuk GDM bekerja sinergis dalam memperbaiki kesuburan tanah, mengoptimalkan penyerapan nutrisi, serta mendukung proses pengisian buah sawit agar janjang tumbuh lebih besar dan berat.
Dengan penggunaan yang rutin dan terarah, Rangkaian Pupuk GDM membantu tanaman sawit tumbuh lebih sehat, produktif, dan stabil dalam jangka panjang. Jangan lewatkan kesempatan untuk memaksimalkan hasil panen kebun sawit Anda, KLIK BANNER di bawah ini dan temukan solusi pemupukan terbaik bersama Rangkaian Pupuk GDM sekarang juga!



























