Perkebunan

10 Jenis Varietas Kelapa Sawit yang Bagus & Unggul

varietas kelapa sawit

Kelapa sawit sudah lama menjadi salah satu komoditas andalan di Indonesia. Namun, tidak semua kelapa sawit itu sama. Di balik kebun yang tampak seragam, sebenarnya ada banyak varietas kelapa sawit dengan karakteristik yang berbeda-beda, mulai dari potensi hasil, ketahanan terhadap penyakit, hingga kecocokannya dengan kondisi lahan tertentu.

Memahami varietas kelapa sawit sejak awal sangat penting, terutama bagi Anda sebagai petani maupun pelaku usaha perkebunan. Pilihan varietas yang tepat bisa berdampak langsung pada produktivitas, biaya perawatan, dan hasil panen dalam jangka panjang. Sayangnya, banyak yang mengira pemilihan varietas yang unggul sulit dilakukan.

Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan secara lengkap pilihan varietas sawit yang unggul agar Anda lebih mudah memahaminya, sehingga mendorong pertumbuhan lebih optimal dan menghasilkan panen berlimpah. Yuk, simak sampai akhir, ya!

10 Varietas Kelapa Sawit yang Bagus dan Unggul

Kelapa sawit memiliki berbagai jenis atau varietas yang dikembangkan hingga disilangkan untuk menghasilkan jenis baru yang bagus dan unggul. Beberapa varietas kelapa sawit yang dianggap bagus dan unggul berdasarkan produktivitas, ketahanan terhadap penyakit, dan adaptasi terhadap lingkungan antara lain.

Tenera

Varietas ini merupakan hasil persilangan antara varietas kelapa sawit Dura dan Pisifera. Tenera dikenal dengan produktivitas yang tinggi dan kualitas minyak yang baik. Selain itu, masa produktivitasnya juga panjang, menjadikannya pilihan populer di kalangan petani.

Dura x Pisifera (DXP)

Varietas ini dikembangkan melalui program pemuliaan tanaman yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kelapa sawit. DXP memiliki ketahanan yang baik terhadap penyakit dan adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan.

Simalungun

Varietas ini memiliki produktivitas tinggi dan ketahanan terhadap penyakit yang baik. Simalungun juga memiliki adaptasi yang baik terhadap kondisi tanah yang beragam di Indonesia.

Yangambi

Varietas ini dikenal dengan ketahanan yang baik terhadap penyakit Ganoderma dan adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan. Varietas ini berasal dari Afrika dan dikenal karena produktivitasnya yang tinggi dan ketahanan terhadap penyakit. Yangambi juga memiliki kandungan minyak yang tinggi.

La Me

Berasal dari Pantai Gading, La Me dikenal karena produktivitas yang tinggi dan ketahanan terhadap hama penyakit dan adaptif di berbagai perubahan iklim. Varietas ini juga memiliki kualitas minyak yang baik karena mengandung beta-karoten yang relatif tinggi.

Baca Juga: Panduan Lengkap 9 Cara Budidaya Kelapa Sawit yang Efektif agar Hasil Maksimal

Ekona

Varietas ini berasal dari Kamerun dan dikenal karena adaptabilitasnya yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan dan iklim. Ekona juga memiliki potensi hasil minyak kelapa sawit yang tinggi.

Deli

Varietas ini berasal dari Indonesia dan memiliki sejarah panjang dalam industri kelapa sawit. Deli dikenal sebagai varietas kelapa sawit yang memiliki ketahanan terhadap penyakit dan produktivitasnya yang stabil.

AVROS

Dikembangkan di Indonesia, AVROS memiliki potensi hasil yang tinggi dan adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan. Varietas ini juga tahan terhadap beberapa penyakit utama kelapa sawit.

Dumpy

Varietas kelapa sawit ini memiliki adaptasi yang baik terhadap kondisi tanah yang kurang subur dan memiliki ketahanan yang baik terhadap penyakit. Dumpy juga dikenal dengan produktivitasnya yang tinggi.

Calabar

Varietas calabar merupakan jenis kelapa sawit yang berasal dari Nigeria dan dikenal karena ketahanan terhadap berbagai penyakit dan adaptabilitasnya yang tinggi. Calabar juga memiliki produktivitas yang baik.

Pemilihan varietas kelapa sawit yang tepat sangat penting untuk memastikan produktivitas dan keberlanjutan dalam budidaya kelapa sawit. Setiap varietas memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan spesifik di lapangan.



Panduan Perawatan Kelapa Sawit agar Panen Melimpah

Untuk mencapai panen kelapa sawit yang melimpah, tidak hanya memerlukan pengetahuan mengenai varietas kelapa sawit saja, tetapi juga diperlukan pengetahuan mengenai perawatan yang optimal dan konsisten. Berikut panduan perawatan kelapa sawit agar dapat mencapai hasil yang maksimal jika dikombinasikan dengan rangkaian produk GDM.

Pemilihan Bibit Unggul

Pemilihan bibit unggul sangat penting sebagai langkah awal. Pastikan bibit yang dipilih berasal dari sumber terpercaya dan memiliki sertifikat resmi. Bibit unggul seperti Tenera, DXP, atau Yangambi dapat memberikan hasil yang lebih baik karena memiliki potensi produktivitas tinggi dan ketahanan terhadap penyakit.

Persiapan Lahan

Salah satu kunci dari perawatan kelapa sawit yang baik adalah dengan mempersiapkan lahan dengan baik sebelum penanaman. Anda harus menyingkirkan atau membersihkan lahan dari gulma, sisa-sisa tanaman, dan batuan besar yang dapat mengganggu pertumbuhan kelapa sawit. 

Selanjutnya, lakukan penggemburan tanah untuk meningkatkan aerasi dan drainase. Penggemburan juga membantu akar tanaman berkembang lebih baik. Terakhir, Buat juringan dan lubang tanam sesuai dengan jarak tanam yang dianjurkan, biasanya 9 x 9 meter atau 8 x 8 meter.

Saat Tanam (0 HST)

Saat hari-H penanaman tumbuhan kelapa sawit, Anda perlu melakukan pemupukan dengan menggunakan rangkaian produk GDM yang terdiri dari GDM SaMe, GDM Black BOS, dan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Perkebunan Kelapa Sawit atau GDM Sawit.

Pertama, aplikasikan GDM SaMe dengan dosis 150 kg/Ha, yaitu dengan menaburkan dosis 1 kg/lubang tanaman GDM SaMe secara merata ke sekeliling bonggol bibit kelapa sawit. Kedua, aplikasikan GDM Black BOS dengan mencampurkan GDM Black BOS dosis 10 kg/Ha ke dalam air dengan perbandingan 1:10, kemudian siramkan ke lubang tanam.

Ketiga, aplikasikan GDM Sawit dengan dosis 5 liter untuk satu hektare lahan kelapa sawit. Caranya, siram atau kocorkan GDM Sawit dosis 35 ml/tanaman pada lubang tanam tanaman kelapa sawit.

Tanaman Belum Menghasilkan (3-12 Bulan)

Ketika tanaman kelapa sawit sudah menginjak umur 3 hingga 12 bulan atau ketika belum menghasilkan buah, lakukan pemupukan kembali dengan rangkaian produk GDM. Pengaplikasian dari ketiga produk tersebut memiliki interval waktu dan dosis yang berbeda-beda.

Pertama, aplikasikan GDM Sawit dengan dosis 10 liter untuk satu hektare lahan kelapa sawit. Caranya, siram atau kocorkan GDM Sawit dosis 70 ml/tanaman pada tanaman kelapa sawit secara merata. Pengaplikasian GDM Sawit pada tahap ini dapat dilakukan kembali dengan interval 2 bulan sekali.

Kedua, aplikasikan GDM SaMe dengan dosis 280 kg/Ha, yaitu dengan menaburkan dosis 2 kg/pohon GDM SaMe secara merata ke piringan tanaman kelapa sawit. Pengaplikasian GDM SaMe pada tahap ini dapat dilakukan kembali dengan interval 6 bulan sekali.

Ketiga, aplikasikan GDM Black BOS dengan mencampurkan GDM Black BOS dosis 10 kg/Ha ke dalam air dengan perbandingan 1:10, kemudian siramkan ke piringan setelah pengaplikasian GDM SaMe. Sama dengan GDM SaMe, tahap ini dapat dilakukan kembali dengan interval 6 bulan sekali.



Tanaman Menghasilkan (⥸ 3 Tahun)

Ketika tanaman kelapa sawit sudah menginjak kurang lebih 3 tahun atau ketika sudah menghasilkan buah, lakukan pemupukan kembali dengan menggunakan rangkaian produk GDM. Perlu diingat, pada tahap ini terdapat penambahan cara pengaplikasian serta dosis dan interval yang berbeda dari tahap sebelumnya.

Pertama, aplikasikan GDM Sawit dengan dosis 15 liter untuk satu hektare lahan kelapa sawit. Caranya, siram atau kocorkan GDM Sawit dosis 100 ml/tanaman pada tanaman kelapa sawit secara merata. Pengaplikasian GDM Sawit pada tahap ini dapat dilakukan kembali dengan interval 3 bulan sekali.

Kedua, lakukan pemupukan tetap dengan menggunakan GDM Sawit, tetapi dengan dosis 7 liter. Selain itu, pengaplikasiannya juga berbeda karena Anda perlu menginjeksi atau menyuntikkan tiap satu batang tanaman kelapa sawit dengan GDM Sawit dosis 50 ml/tanaman. Pengaplikasian dengan cara injeksi dapat dilakukan dalam interval 3 bulan sekali.

Ketiga, aplikasikan GDM SaMe dengan dosisi 350 kg/Ha, yaitu dengan menaburkan dosis 2,5 kg/pohon GDM SaMe secara merata ke piringan tanaman kelapa sawit. Pengaplikasian GDM SaMe pada tahap ini dapat dilakukan kembali dengan interval 6 bulan sekali.

Ketiga, aplikasikan GDM Black BOS dengan mencampurkan GDM Black BOS dosis 10 kg/Ha ke dalam air dengan perbandingan 1:10, kemudian siramkan ke piringan setelah pengaplikasian GDM SaMe. Sama dengan GDM SaMe, tahap ini dapat dilakukan kembali dengan interval 6 bulan sekali.

Pengendalian Hama Penyakit

Hama dan penyakit dapat mengurangi produktivitas tanaman kelapa sawit secara signifikan. Pengendalian dilakukan dengan melakukan inspeksi rutin untuk mendeteksi hama dan penyakit sedini mungkin.

Gunakan predator alami atau agen hayati untuk mengendalikan hama. Anda juga dapat menggunakan pestisida dan fungisida sesuai dengan anjuran dan dosis yang tepat. Hindari penggunaan berlebihan agar tidak merusak lingkungan dan kesehatan tanaman.

Baca Juga: 5 Penyebab Kelapa Sawit Gagal Berbuah & Tips Ampuh Mengatasinya

Pemangkasan dan Pemeliharaan

Pemangkasan daun-daun tua dan pelepah yang tidak produktif membantu meningkatkan sirkulasi udara dan cahaya ke seluruh bagian tanaman kelapa sawit. Ini penting untuk mencegah penyakit serta membantu proses fotosintesis.

Pengelolaan Air

Pastikan tanaman kelapa sawit mendapatkan air yang cukup, terutama selama musim kemarau. Sistem irigasi dan drainase yang baik dapat membantu menjaga kelembaban tanah serta menghindari genangan air yang dapat menyebabkan akar membusuk.

Panen Tepat Waktu

Panen buah sawit harus dilakukan pada waktu yang tepat, yaitu ketika buah telah matang sempurna. Buah yang terlalu matang atau terlalu muda akan mengurangi kualitas minyak yang dihasilkan. Gunakan alat panen yang tepat dan lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak tandan buah.

Dukung Pertumbuhan & Tingkatkan Hasil Panen Kelapa Sawit dengan Rangkaian Produk GDM!

Memilih varietas kelapa sawit yang unggul membantu Anda memastikan pertumbuhan lebih optimal dan hasil panen meningkat. Tapi, tanpa dukungan perawatan dan pemupukan yang tepat, semua itu mustahil. Jadi, sebaiknya, gunakan rangkaian produk GDM sebagai pupuk kelapa sawit.

Berasal dari limbah organik, alga, minyak hewani, dan bakteri baik, mampu secara efektif mencegah dari penyakit/hama, mengoptimalkan pertumbuhan, hingga meningkatkan produktivitas dan hasil panen. Jadi, produk GDM bukan hanya sekadar pupuk biasa, melainkan pupuk lengkap untuk menunjang kesehatan kelapa sawit. Oleh karena itu, langsung saja dapatkan rangkaian produk GDM harga diskon dan konsultasikan budidaya kelapa sawit Anda bersama tim ahli GDM dengan tekan banner di bawah ini!



author-avatar

About WAHYU NURWIJAYO, SP

Seorang profesional di Industri Pertanian dengan selalu menerapkan sistem keseimbangan ekologi agar budidaya pertanian berjalan efektif & efisien serta hasil produksi meningkat