Pertanian

5 Tahapan Cara Menanam Bawang Merah di Pot hingga Panen Secara Organik

Cara menanam bawang merah di pot

Cara menanam bawang merah di pot menjadi salah satu solusi praktis bagi siapa saja yang ingin memenuhi kebutuhan dapur secara mandiri tanpa harus memiliki lahan luas. Di tengah keterbatasan ruang, metode ini semakin diminati karena bisa dilakukan di halaman rumah, teras, bahkan balkon. 

Selain membantu menghemat pengeluaran, menanam bawang merah di pot menjadi kepuasan sendiri karena bisa memastikan kualitas dan kesegarannya. Budidaya bawang merah di pot tergolong sederhana dan tidak memerlukan perawatan yang rumit. Dengan perawatan yang tepat, tanaman dapat tumbuh optimal dan menghasilkan umbi berkualitas. 

Aktivitas ini cocok dilakukan oleh pemula maupun yang sudah berpengalaman dalam berkebun. Nah, untuk mengetahui secara lengkap cara menanam bawang merah di pot, simak pemabahasan lengkapnya dalam penjelasan artikel berikut. 

Alasan Menanam Bawang Merah di Pot

Dalam praktik cara menanam bawang merah di pot, ada banyak keuntungan yang bisa Anda rasakan, terutama bagi yang memiliki lahan terbatas. Metode ini bukan hanya praktis, tapi juga efisien dari segi biaya dan tenaga. 

Jika Anda masih ragu untuk mulai menanam bawang merah di pot, beberapa kelebihan berikut bisa jadi pertimbangan kuat agar semakin yakin membudidayakannya sendiri. 



Bawang Merah Mudah Dibudidayakan

Salah satu alasan utama menanam bawang merah di pot adalah karena tanaman ini tergolong mudah dibudidayakan. Bawang merah dapat ditanam melalui bibit umbi maupun biji, namun penggunaan umbi lebih disarankan karena memiliki daya tumbuh tinggi dan tingkat keberhasilan yang bisa mencapai sekitar 95 persen.

Selain itu, bawang merah secara alami tumbuh baik di lahan tegalan yang mendapatkan sinar matahari langsung. Kondisi ini membuatnya sangat cocok ditanam di pot atau polybag yang bisa diletakkan di halaman, teras, maupun pinggir rumah yang terkena cahaya matahari cukup. 

Perawatan dan Pemantauan Lebih Praktis

Menanam bawang merah di rumah juga memudahkan proses perawatan dan pemantauan. Anda bisa memantau pertumbuhan tanaman setiap hari tanpa harus pergi ke sawah atau lahan yang jauh dari tempat tinggal. Perawatan pun jadi lebih sederhana. 

Anda hanya perlu membersihkan gulma di dalam pot atau polybag tanpa harus mengelola lahan luas. Risiko serangan hama dan penyakit lebih rendah karena lingkungan tanaman lebih terkontrol dan bersih. Hal ini tentu membantu menghemat tenaga sekaligus biaya perawatan. 

Lebih Hemat Lahan 

Budidaya bawang merah di pot tidak membutuhkan lahan luas. Anda cukup memanfaatkan area kecil di sekitar rumah untuk menyusun pot atau polybag. Bahkan sudut sempit yang tetap mendapatkan sinar matahari dapat dimaksimalkan sebagai area tanam produktif.

Metode ini sangat cocok bagi masyarakat perkotaan yang ingin tetap bercocok tanam meski memiliki keterbatasan ruang.

Bisa Dibudidayakan Oleh Siapa Saja 

Bawang merah dapat dibudidayakan oleh siapa pun, tak hanya petani dengan lahan luas. Pelajar, ibu rumah tangga, hingga pekerja kantoran pun bisa mencoba menanamnya di rumah. Perawatannya tidak rumit dan kebutuhan modalnya relatif terjangkau. 

Dengan ketelatenan dan teknik yang tepat, hasil panen tetap bisa optimal. Jika Anda ingin mengetahui langkah budidaya yang lebih detail dan berpotensi meningkatkan keuntungan.

Baca Juga: “ 6 Cara Menanam Bawang Merah di Botol Bekas yang Tepat

Cara Menanam Bawang Merah di Pot

Setelah memahami berbagai keuntungan budidaya di rumah, kini saatnya mempraktikkan cara menanam bawang merah di pot dengan langkah yang tepat. Tahapan ini dimulai dari persiapan media tanam, pemupukan, hingga pemilihan lokasi yang sesuai agar bisa tumbuh optimal. 

Sebelum proses penanaman dilakukan, pastikan seluruh kebutuhan dasar seperti tanah, pot atau polybag, serta pupuk yang sudah dipersiapkan dengan baik. Persiapan yang matang akan sangat menentukan keberhasilan pertumbuhan bawang merah ke depannya. 

Persiapan Media Tanam 

Saat memutuskan untuk menanam bawang merah di pot, kualitas media tanam jadi faktor utama yang menentukan keberhasilan pertumbuhan. Media tanam yang subur, gembur, dan kaya unsur hara akan emmbantu akar berkembang optimal serta mendukung pertumbuhan umbi yang maksimal. 

Memilih Tanah yang Kaya Hara

Tanah yang ideal untuk budidaya bawang merah adalah tanah berstruktur remah, dengan tekstur sedang hingga sedikit liat. Tanaman ini membutuhkan sistem aerasi yang baik serta kandungan bahan organik yang cukup tinggi agar akar tidak mudah membusuk.

Beberapa jenis tanah yang cocok antara lain tanah alluvial, maupun kombinasi tanah alluvial, glei humus, dan latosol. Selain jenis tanah, tingkat keasaman juga perlu diperhatikan. Bawang merah tumbuh optimal pada pH 5,6–6,5. Jika pH tanah kurang dari 5,5, sebaiknya lakukan pengapuran menggunakan dolomit dengan dosis sekitar 1,5 ton per hektare untuk menstabilkan kondisi tanah.

Mencampurkan Tanah dengan GDM SaMe Bio Granule

Untuk meningkatkan kesuburan tanah, Anda dapat mencampurkan tanah dengan GDM SaMe Bio Granule sebagai pupuk dasar. Pupuk organik ini kaya unsur hara dan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi awal tanaman. Penggunaan jenis pupuk ini dapat menghemat biaya karena mampu menggantikan pupuk kandang maupun arang sekam. 


GDM SAME
Granule Bio Organic
  • Penghasil Enzim, Hormone & Antibiotik Alami
  • Rumah Bagi Bakteri Alami
  • Perekat Nutrisi Tanah
  • Penghambat Pertumbuhan Jamur
  • Menggemburkan Tanah

Dengan kombinasi yang tepat, media tanam menjadi lebih subur dan siap mendukung pertumbuhan bawang merah sejak awal tanam. Berikut langkah mempersiapkan media tanam:

  • Siapkan alat seperti cetok atau cangkul kecil, polybag, dan alat penyiraman.
  • Gunakan tanah yang kaya hara sesuai kebutuhan bawang merah.
  • Aduk tanah hingga gembur dan teksturnya merata.
  • Siram sedikit air agar kelembapan tanah terjaga dan semakin mudah diolah.

Memasukkan Media Tanam ke Dalam Pot atau Polybag

Setelah media tanam siap, langkah berikutnya adalah memasukkannya ke dalam pot atau polybag berukuran sedang. Pastikan tekstur tanah sudah merata sebelum dimasukkan.

Isi polybag secara perlahan hingga mencapai sekitar 3 cm dari bibir pot. Ruang ini diperlukan agar penyiraman tidak mudah meluap dan proses pertumbuhan tetap optimal.

Siram Tanah dengan Air dan Pupuk

Setelah media tanam berada di dalam pot, lakukan pemupukan dasar untuk meningkatkan kesuburan tanah. Kombinasi GDM SaMe Bio Granule dan GDM Black BOS dapat digunakan karena mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap serta bakteri premium yang membantu memperbaiki struktur tanah.

Cara aplikasinya, campurkan satu gelas air mineral GDM Black BOS ke dalam tangki semprot berisi air, lalu semprotkan ke permukaan tanah hingga lembap merata. Lakukan sesuai dosis anjuran agar kebutuhan nutrisi tanah tercukupi secara optimal.


GDM Black BOS
Bio Organic Stimulant
  • Menggemburkan Tanah
  • Stimulan Bakteri
  • Penawar Racun Dari Logam-Logam Berat
  • Bioremediasi Tanah
  • Fermentasi Kompos

Pilih Lokasi yang Tepat

Pemilihan lokasi menjadi langkah penting dalam cara menanam bawang merah di pot. Tempatkan pot di area yang mendapatkan sinar matahari langsung, seperti halaman depan, samping, atau belakang rumah.

Pastikan lokasi tersebut aman dari gangguan hewan ternak serta tidak terhalang pohon peneduh yang dapat mengurangi intensitas cahaya. Dengan paparan sinar matahari yang cukup, proses fotosintesis berjalan maksimal dan pertumbuhan umbi menjadi lebih optimal.

Persiapan Bibit Bawang Merah

Setelah media tanam siap, tahap berikutnya dalam menanam bawang merah di pot adalah menyiapkan bibit yang berkualitas. Pemilihan dan perlakuan bibit jadi kunci utama agar pertumbuhan tanaman lebih optimal serta mampu menghasilkan umbi yang besar dan sehat. 

Pilih Bibit Unggul dari Umbi Berkualitas

Menanam bawang merah menggunakan bibit umbi merupakan pilihan terbaik, terutama untuk budidaya di pot atau polybag di rumah. Bibit dari umbi cenderung memiliki waktu tumbuh lebih cepat dan tingkat keberhasilan yang tinggi dibandingkan metode lainnya.

Namun, pastikan Anda memilih umbi dari varietas unggul dan berasal dari proses pembibitan yang benar. Berikut ciri-ciri bibit bawang merah yang berkualitas:

  • Bebas dari serangan hama dan penyakit
  • Tampak mengilap, segar, dan tidak keriput
  • Tidak terserang penyakit seperti jamur fusarium
  • Berasal dari tanaman tua berumur 2,5–4 bulan
  • Berukuran sedang, tidak terlalu kecil atau terlalu besar
  • Berasal dari varietas unggul seperti Sembrani, Trisula, Pancasona, atau Maja
  • Tersertifikasi
  • Memiliki daya tumbuh di atas 80 persen

Dengan memilih bibit yang memenuhi standar tersebut, proses pertumbuhan bawang merah akan lebih seragam dan produktif.

Rendam Umbi dengan Pupuk Organik Cair 

Sebelum ditanam, umbi sebaiknya direndam terlebih dahulu untuk mencegah risiko serangan bakteri, jamur, hama, maupun virus. Perendaman juga membantu meningkatkan daya tumbuh dan merangsang pertumbuhan akar.

Anda dapat menggunakan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan sebagai larutan perendaman. Selain membantu menekan potensi penyakit, pupuk ini juga mendukung proses perkecambahan agar lebih cepat dan merata. 


Pupuk Organik Cair GDM
Spesialis Pangan
  • Menyediakan Nutrisi Lengkap untuk Tanaman
  • Meningkatkan Kesuburan Tanah
  • Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Hasil Panen
  • Mencegah Serangan Penyakit
  • Mengurangi Ketergantungan pada Pupuk Kimia

Berikut langkah perendamannya:

  • Siapkan wadah yang cukup untuk merendam bibit.
  • Larutkan pupuk dengan dosis 1 liter pupuk ke dalam 100 liter air untuk skala 1 hektare. Untuk penanaman di pot, sesuaikan dosis dengan jumlah bibit yang digunakan.
  • Masukkan umbi bawang merah ke dalam larutan.
  • Rendam selama kurang lebih 30 menit.
  • Angkat dan tiriskan dengan cara diangin-anginkan hingga tidak terlalu basah.

Potong Sedikit Bagian Ujung Umbi 

Setelah proses perendaman selesai, langkah selanjutnya adalah memotong sedikit bagian ujung atas umbi. Tujuannya untuk merangsang pertumbuhan tunas agar muncul lebih cepat dan seragam. 

Potong sekitar 1-2 cm dari bagian atas umbi, tergantung pada ukuran umbi tersebut. Pastikan pemotongan dilakukan dengan alat yang bersih agar tidak memicu infeksi. 

Cara Menanam Umbi Bawang Merah dalam Pot

Jika seluruh proses persiapan bibit sudah dilakukan, kini saatnya masuk ke tahap penanaman. Langkah ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tunas dapat tumbuh dengan optimal. Berikut langkah-langkahnya:

  • Buat lubang tanam sedalam 2–3 cm pada media tanam di dalam pot atau polybag.
  • Ambil umbi yang telah dipersiapkan.
  • Masukkan umbi ke dalam lubang dengan posisi pangkal di bawah dan bagian ujung yang telah dipotong berada di atas.
  • Tutup dengan tanah secukupnya, namun jangan sampai seluruh bagian umbi tertutup rapat.Siram dengan air secukupnya hingga media tanam lembap.

Dengan teknik penanaman yang tepat, tunas bawang merah akan tumbuh lebih cepat dan siap memasuki fase perawatan selanjutnya

Baca Juga: “ Cara Membuat Bibit Bawang Merah Unggul & Anti Gagal Panen

Perawatan dan Pemeliharaan Bawang Merah di Pot

Setelah proses penanaman selesai, tahapan berikutnya dalam cara menanam bawang merah di pot adalah melakukan perawatan secara rutin dan konsisten. Perawatan yang tepat akan membantu tanaman tumbuh sehat, memperbesar umbi secara optimal, serta menimalkan risiko serangan hama dan penyakit. Berikut beberapa caranya: 

Penyiraman

Tanaman bawang merah tidak boleh mengalami kekurangan air karena dapat menyebabkan umbi tidak berkembang, layu, bahkan mati. Namun, penyiraman juga tidak boleh berlebihan karena bawang merah tidak tahan terhadap genangan air. Lakukan penyiraman secara rutin dengan menjaga kondisi tanah tetap lembap, bukan basah menggenang. Pada musim kemarau, penyiraman dapat dilakukan 1–2 kali sehari, tergantung kondisi media tanam dan cuaca.

Penyiangan

Penyiangan adalah kegiatan membersihkan gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman. Langkah ini penting agar nutrisi dalam media tanam tidak terserap oleh tanaman pengganggu. Selain menjaga kebersihan media tanam, penyiangan juga menjadi momen untuk memantau kondisi tanaman. Jika ditemukan tanaman yang busuk atau terserang penyakit, segera pisahkan atau buang agar tidak menular ke tanaman lainnya.

Contoh hasil cara menanam bawang merah di pot

Pengendalian Hama

Pengendalian hama juga menjadi bagian penting dalam pemeliharaan bawang merah. Anda dapat menggunakan pestisida nabati yang disemprotkan secara merata ke seluruh bagian tanaman. Penggunaan pestisida nabati membantu mengurangi risiko serangan hama tanpa merusak keseimbangan lingkungan sekitar tanaman.

Pemupukan

Pemupukan merupakan faktor krusial yang menentukan kualitas dan ukuran umbi bawang merah. Dengan sistem organik, pemberian nutrisi dilakukan secara bertahap sesuai fase pertumbuhan tanaman.

Pupuk 1 – 4  

Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman berusia 7 hari setelah tanam (HST). Pada fase ini, tanaman mulai membutuhkan tambahan nutrisi selain dari pupuk dasar.

Dosis yang direkomendasikan adalah melarutkan 500 ml atau sekitar dua gelas Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan ke dalam tangki semprot, lalu aplikasikan secara merata ke seluruh bagian tanaman. 

Pengaplikasian dilakukan hingga mencapai 8 liter per hektare. Pemupukan ini dilakukan dalam empat tahap awal, yaitu pada usia 7, 14, 21, dan 28 HST. 

Pupuk 5

Pemupukan kelima dilakukan saat tanaman berusia 30 HST. Pada fase ini, bawang merah memasuki tahap pembesaran umbi sehingga membutuhkan asupan nutrisi lebih tinggi. Langkah yang disarankan adalah:

  • Tebarkan Granule Bio Organik GDM SaMe secara merata ke setiap polybag dengan dosis anjuran setara 100 kg per hektare.
  • Lanjutkan dengan penyemprotan GDM Black BOS, dengan mencampurkan satu gelas air mineral GDM Black BOS ke dalam tangki semprot, lalu aplikasikan hingga memenuhi dosis 5 kg per hektar. 
Pupuk 6- 7

Pemupukan pada periode keenam dan ketujuh, dilakukan saat tanaman berusia 35 dan 45 HST. Pada fase ini, bawang merah memasuki tahap akhir pembentukan dan pemadatan umbi. Sehingga kebutuhan nutrisinya harus tetap tercukupi. 

Pemberian pupuk di tahap ini bertujuan menjaga ketersediaan unsur hara menjelang panen, membantu memperbesar ukuran umbi, serta meningkatkan kualitas hasil panen. Dengan nutrisi yang stabil di fase akhir, umbi bawang merah dapat berkembang lebih optimal dan memiliki daya simpan yang lebih baik setelah dipanen. 

Dengan perawatan yang konsisten dan pemupukan yang tepat sesuai jadwal, tanaman bawang merah di pot akan tumbuh optimal dan siap memasuki fase panen dengan hasil yang maksimal.

Panen 

Setelah melalui proses perawatan dan pemupukan secara teratur, tanaman bawang merah akan memasuki fase panen. Pada tahap ini, ketepatan waktu yang menentukan kualitas, ukuran umbi, serta daya simpannya. 

Ciri-Ciri Bawang Merah Siap Panen 

Bawang merah yang siap dipanen umumnya menunjukkan beberapa tanda. Beberapa di antaranya:

  • Sekitar 80% daun berubah warna menjadi kekukingan dan mulai rebah. 
  • Leher batang terasa kosong atau sedikit gembos saat disentuh. 
  • Umbi terlihat menyembul ke permukaan tanah dengan warna merah yang jelas dan mengilap. 

Tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa proses pembesaran umbi telah optimal dan tanaman siap diangkat dari media tanam. 

Cara Panen Bawang Merah di Pot

Jika tanaman sudah menunjukkan ciri-ciri tersebut, Anda dapat segera melakukan panen. Untuk hasil yang maksimal dan meminimalkan kerusakan, perhatikan beberapa langkah berikut:

  • Untuk kebutuhan konsumsi pribadi, bawang merah umumnya dapat dipanen saat berusia sekitar 3 bulan setelah tanam.
  • Lakukan pemanenan saat cuaca cerah atau cenderung panas agar kondisi tanah kering dan umbi tidak mudah busuk.
  • Cabut tanaman secara perlahan langsung dari media tanam agar umbi tidak rusak.
  • Setelah dipanen, jemur bawang merah di bawah sinar matahari hingga cukup kering sebelum disimpan. Proses penjemuran ini penting untuk mengurangi kadar air dan memperpanjang daya simpan.

Dengan teknik panen yang tepat, hasil budidaya bawang merah di pot dapat memberikan umbi yang berkualitas, tahan lama, dan siap digunakan untuk kebutuhan dapur sehari-hari.

Optimalkan Produktivitas Bawang Merah di Pot dengan Rangkaian GDM! 

Itulah langkah-langkah cara menanam bawang merah di pot yang bisa diikuti dengan mudah di rumah. Dengan menerapkan cara menanam bawang merah di pot secara organik, dan menggunakan rangkaian produk GDM, pertumbuhan tanaman dapat lebih optimal, sehat, dan produktif. 

Untuk mengetahui dosis yang tepat dan strategi perawatan sesuai kondisi tanaman Anda, segera konsultasikan dengan tim ahli GDM. Klik banner di bawah ini dan dapatkan panduan lengkap agar budidaya bawang merah di pot semakin menguntungkan. 



author-avatar

About WAHYU NURWIJAYO, SP

Seorang profesional di Industri Pertanian dengan selalu menerapkan sistem keseimbangan ekologi agar budidaya pertanian berjalan efektif & efisien serta hasil produksi meningkat

2 thoughts on “5 Tahapan Cara Menanam Bawang Merah di Pot hingga Panen Secara Organik

  1. Heri Budiono berkata:

    Selamat pagi mas wahyu, saya senang sekalian membaca kajian2 dari mas wahyu. Klu yg saya lihat kebanyakan bawang merah dari umbi nya. Bagaimana kalau mas wahyu juga memberikan artikel cara menanam bawang merah dari Biji. Karena selama ini kebutuhan umbi bawang merah mahal lebih murah dgn Biji. Terima kasih

    1. Selamat Pagi Pak Heri

      Terima kasih sebelumnya, Untuk penanaman bawang dari biji saya sarankan untuk membuat bibit bawang merah dari biji atau benih ya pak Heri.
      Untuk tahapan atau proses pembuatan bibit bawang merahnya bisa dilihat dalam artikel https://gdm.id/cara-membuat-bibit-bawang-merah/

      Sedangkan untuk cara penanaman bawang merah di sawah atau lahan besar bisa di https://gdm.id/cara-menanam-bawang-merah

      Salam Go Organik!

Comments are closed.