
Cara Budidaya Udang Vaname dari Tebar hingga Panen
Budidaya udang vaname jadi salah satu peluang usaha perikanan yang menarik karena memiliki potensi pasar yang luas. Namun, untuk mendapatkan hasil panen yang optimal, petambak perlu memahami teknik budidaya yang tepat sejak awal.
Mulai dari persiapan tambak, pemilihan benur berkualitas, pengaturan pakan, hingga menjaga kualitas air, setiap tahap berperan penting dalam mendukung pertumbuhan udang. Lantas, bagaimana cara budidaya udang vaname yang tepat agar udang tumbuh sehat dan hasil panen lebih maksimal?
Jangan khawatir, ada beberapa langkah penting yang bisa diterapkan, baik oleh petambak pemula maupun yang sudah berpengalaman. Simak panduan lengkapnya berikut ini!
Peluang Bisnis Budidaya Udang Vaname
Budidaya udang vaname menjadi salah satu peluang usaha perikanan yang menjanjikan karena permintaannya didukung oleh pasar dalam negeri dan ekspor. Berdasarkan pers release Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 26 Juni 2025, udang merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor perikanan Indonesia.
Pada 2024, nilai ekspor udang Indonesia mencapai USD 1,68 miliar dengan volume sebesar 214,58 ribu ton. Angka ini menunjukkan besarnya potensi pasar udang Indonesia. Peluang bisnis ini juga didukung oleh potensi sumber daya alam dan pengembangan teknologi budidaya.
Kementerian Kelautan sendiri terus mendorong penerapan budidaya udang modern yang mengutamakan pengelolaan tambak yang baik, keseimbangan lingkungan, serta rantai produksi yang dapat ditelusuri. Dengan pengelolaan yang tepat, petambak dapat mengoptimalkan pertumbuhan udang sekaligus menjaga kualitas hasil panen agar sesuai dengan kebutuhan pasar.
Meski memiliki peluang yang besar, keberhasilan budidaya udang vaname tetap membutuhkan persiapan dan perawatan yang tepat. Anda perlu memperhatikan kualitas benur, pemberian pakan, serta kondisi air tambak selama masa pemeliharaan.
Ingin memulai budidaya udang vaname atau meningkatkan produktivitas tambak? Klik banner di bawah ini untuk konsultasi gratis dengan tim GDM dan dapatkan informasi mengenai solusi yang sesuai dengan kebutuhan budidaya Anda.

Cara Budidaya Udang Vaname
Budidaya udang vaname membutuhkan persiapan dan perawatan yang tepat agar udang tumbuh sehat dan hasil panen optimal. Ada beberapa tahap yang perlu diperhatikan, mulai dari menyiapkan tambak, memilih benur berkualitas, mengatur pemberian pakan, hingga menjaga kualitas air selama pemeliharaan. Berikut penjelasannya:
Persiapan Tambak
Persiapan tambak perlu dilakukan untuk memastikan kondisi tambak siap digunakan. Persiapan ini bertujuan untuk mengurangi keasaman tanah, membuang gas beracun, serta menekan risiko hama dan penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan udang. Berikut langkah-langkahnya:
Pengeringan Tambak
Langkah pertama adalah mengeringkan tambak untuk membantu mengurangi mikroorganisme yang berpotensi merugikan udang. Setelah air tambak dikuras, biarkan dasar tambak mengering selama kurang lebih tiga hari sesuai kondisi cuaca dan lahan.
Proses ini membantu mempersiapkan dasar tambak sebelum masuk ke tahap pengolahan tanah.
Pembajakan Tambak
Setelah dasar tambak mengering, langkah selanjutnya adalah membajak tanah hingga kedalaman sekitar 10 cm. Buang sampah atau sisa bahan organik yang ditemukan selama proses pembajakan.
Pembajakan bertujuan untuk mengangkat lumpur dan sisa pakan yang mengendap di dasar tambak. Dengan begitu, penumpukan bahan organik yang dapat menimbulkan bau tidak sedap bisa dikurangi.
Mengatur pH Tanah Tambak
Tingkat keasaman atau pH tanah dan air tambak berpengaruh terhadap pertumbuhan udang vaname. Jika pH terlalu rendah atau terlalu tinggi, udang dapat mengalami stres dan pertumbuhannya terganggu.
Kisaran pH yang ditargetkan adalah 7,5–8,5. Untuk mengetahui tingkat keasaman secara lebih akurat, gunakan pH meter sebelum menentukan kebutuhan pengapuran.
Jika pH tanah terlalu rendah, pengapuran dapat dilakukan menggunakan dolomit atau kapur pertanian. Dosisnya perlu disesuaikan dengan hasil pengukuran pH dan kondisi tanah tambak.
Sebagai acuan, berikut dosis pengapuran yang dicantumkan:
- pH di bawah 4: kapur sebanyak 500–1.000 kg/ha.
- pH 5–6: kapur sebanyak 250–500 kg/ha.
- pH sekitar 6: kapur sebanyak 100–250 kg/ha.
Taburkan kapur atau dolomit secara merata pada dasar tambak, kemudian diamkan selama 2–3 hari. Perlu diperhatikan bahwa dosis tersebut merupakan acuan dari naskah sumber dan sebaiknya diverifikasi kembali berdasarkan kondisi tanah serta jenis kapur yang digunakan.
Tahap Akhir Persiapan Tambak
Setelah dasar tambak dibersihkan dan pH tanah disesuaikan, lanjutkan persiapan sebelum penebaran benur. Untuk membantu menyiapkan kondisi tambak dan mendukung pertumbuhan plankton sebagai pakan alami, Anda bisa menggunakan produk GDM sesuai kebutuhan budidaya. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:
- Buang lumpur sisa budidaya sebelumnya, kemudian keringkan tambak.
- Lakukan pengapuran menggunakan kapur pertanian (CaCO₃) sebanyak 100–300 kg/ha, kapur tohor [Ca(OH)₂] sebanyak 50–100 kg/ha, atau dolomit sebanyak 200–300 kg/ha sesuai kondisi tanah.
- Lakukan pemupukan organik menggunakan pupuk kandang dan aplikasikan GDM Black BOS dengan dosis 5 kg/ha secara merata.
- Tambahkan pupuk urea sebanyak 10–20 kg/ha dan SP-36 sebanyak 5–10 kg/ha sesuai kebutuhan tambak.
- Jika diperlukan, gunakan saponin sebanyak 10–12 ppm untuk membantu mengendalikan organisme pengganggu, kemudian diamkan selama 2–3 hari sesuai prosedur yang berlaku.
- Isi air tambak secara bertahap, lalu aplikasikan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan dengan dosis 6 liter/ha sesuai petunjuk penggunaan produk.
- Dukung pertumbuhan plankton sebagai pakan alami benur dengan aplikasi rutin Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan sesuai dosis dan frekuensi yang dianjurkan.
Pastikan seluruh tahapan dilakukan sesuai kondisi tambak dan petunjuk teknis produk. Sebelum menebar benur, periksa kembali kualitas air untuk memastikan kondisinya sesuai dengan kebutuhan udang vaname.
Pemilihan Benur dan Cara Penebarannya
Setelah tambak siap, langkah berikutnya adalah memilih benur atau bibit udang vaname yang berkualitas. Benur yang sehat menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kelangsungan hidup dan pertumbuhan udang selama pemeliharaan.
Ciri-ciri benur yang baik untuk dipilih yakni ukurannya seragam, organ tubuh lengkap, dan tidak cacat. Selain itu, bentuk tubuh ramping dan memanjang dengan warna tubuh jernih serta bebas dari kotoran dan lumut. Benur yang sehat bisa ditandai dengan bergerak lincah dan aktif.
Setelah benur tiba di tambak, jangan langsung menebarkannya. Lakukan aklimatisasi terlebih dahulu agar benur dapat menyesuaikan diri dengan kondisi air tambak, terutama suhu dan salinitasnya. Proses ini membantu mengurangi stres akibat perubahan lingkungan secara mendadak.
Padat tebar benur bisa dilakukan sekitar 100–125 ekor/m². Namun, jumlah benur yang ideal perlu disesuaikan dengan sistem budidaya, luas tambak, kapasitas aerasi, dan kemampuan petambak dalam mengelola kualitas air.
Baca Juga: 5 Cara Budidaya Udang Air Tawar di Ember, Solusi Praktis & Hemat Biaya
Manajemen Pakan Udang Vaname
Pemberian pakan perlu disesuaikan dengan umur, ukuran, dan kebutuhan nutrisi udang vaname. Pakan yang diberikan dalam jumlah tepat membantu mendukung pertumbuhan udang sekaligus mengurangi sisa pakan yang dapat menurunkan kualitas air.
Pada awal pemeliharaan, pemberian pakan dapat dilakukan 2–3 kali sehari karena udang masih memanfaatkan pakan alami yang tersedia di tambak. Seiring pertumbuhannya, frekuensi pemberian pakan dapat ditingkatkan menjadi 5–6 kali sehari sesuai kebutuhan.
Jumlah pakan perlu dievaluasi secara rutin berdasarkan biomassa udang, respons makan, dan kondisi tambak. Takaran pemberian pakan dari 50% bobot udang pada fase awal hingga sekitar 3% menjelang panen. Angka ini perlu disesuaikan dengan umur udang dan kondisi aktual, bukan dijadikan patokan mutlak.
Penggunaan Probiotik dalam Budidaya Udang Vaname
Selain mengatur pakan, petambak perlu memperhatikan keseimbangan lingkungan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah penggunaan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan.
Cara pakainya bisa menggunakan dosis 6 liter/ha setiap minggu melalui air kolam dan 10 ml/kg pakan setiap hari. Sebelum menerapkannya, pastikan dosis dan cara penggunaan sesuai dengan kondisi budidaya udang Anda.
Adapun manfaat Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan antara lain membantu menjaga kualitas air tambak, mendukung pertumbuhan plankton sebagai pakan alami, serta menjaga kesehatan dan keseimbangan bakteri dalam saluran pencernaan udang.
Suplemen ini juga dapat membantu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi pakan sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi pakan dan waktu pemeliharaan. Namun, penggunaannya tetap perlu diimbangi dengan pemberian pakan yang tepat, pemantauan kualitas air, dan pengamatan kondisi udang secara rutin.
Manajemen Kualitas Air Tambak
Kualitas air merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya udang vaname. Air tambak perlu dijaga agar tetap sesuai dengan kebutuhan udang selama masa pemeliharaan.
Beberapa parameter yang perlu dipantau meliputi suhu, salinitas atau kadar garam, pH, oksigen terlarut, amonia, dan tingkat kecerahan air. Ketinggian air juga perlu dijaga dan disesuaikan jika terjadi penguapan atau kebocoran.
Beberapa parameter kualitas air yang perlu diperhatikan dalam budidaya udang vaname meliputi suhu air 28–30°C dan pH 7,5–8,5. Salinitas yang disarankan dalam panduan ini berkisar 15–25 ppt untuk udang berumur 1–2 bulan dan 5–30 ppt untuk udang berumur lebih dari dua bulan.
Selain itu, pastikan kadar oksigen terlarut berada pada kisaran 4–6 ppm dan kecerahan air sekitar 25–45 cm berdasarkan pengukuran menggunakan Secchi disk.
Kondisi ideal dapat berbeda sesuai fase pertumbuhan udang, sistem budidaya, dan kondisi tambak. Karena itu, lakukan pengukuran secara berkala agar perubahan kualitas air dapat segera diketahui. Nah, Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan memiliki manfaat untuk menjaga kualitas air tambak Anda.
Selain itu, ada berbagai manfaat lainnya yang bisa didapat dari penggunaan suplemen GDM tersebut secara rutin. Ingin tahu lebih banyak? Yuk, klik banner di bawah ini untuk konsultasi gratis dengan tim kami.

Mengendalikan Amonia dan Nitrit
Selain parameter di atas, Anda juga perlu memperhatikan kadar amonia dan nitrit. Amonia dapat berasal dari sisa pakan, kotoran, dan proses metabolisme udang. Jika bahan organik menumpuk, kualitas air dapat memburuk dan mengganggu kesehatan udang.
Dalam proses nitrifikasi, amonia dapat diubah menjadi nitrit sebelum akhirnya menjadi nitrat. Kadar nitrit yang tinggi berisiko mengganggu kemampuan udang dalam memanfaatkan oksigen.
Karena itu, hindari pemberian pakan berlebihan dan pantau kualitas air secara rutin. Penggunaan kincir atau aerator juga perlu disesuaikan dengan kepadatan udang dan kebutuhan oksigen di tambak.
Anda bisa menggunakan 4–6 kincir untuk setiap 0,25 hektare. Namun, kebutuhan aerasi sebenarnya bergantung pada sistem budidaya, biomassa udang, kedalaman air, dan kapasitas peralatan.
Selain itu penggunaan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan berfungsi untuk membantu pengelolaan bahan organik. Efektivitasnya tetap bergantung pada kondisi tambak dan penerapan manajemen air secara menyeluruh.
Baca Juga: Probiotik Udang Vaname Kolam Terpal, Solusi Efektif Tingkatkan Hasil Panen!
Panen Udang Vaname
Setelah melewati masa pemeliharaan, udang vaname dapat dipanen ketika ukuran dan kondisinya sudah sesuai dengan target produksi serta kebutuhan pasar.
Panen udang vaname umumnya dilakukan sekitar umur 100 hari, ketika bobot udang mencapai 16–20 gram per ekor. Waktu panen sebenarnya dapat berbeda tergantung pada pertumbuhan udang, kualitas lingkungan, dan target ukuran yang diinginkan.
Panen dapat dilakukan sebagian atau seluruhnya. Salah satu tipsnya, panen malam hari bisa jadi salah satu cara untuk membantu menjaga mutu udang.
Setelah dipanen, udang perlu ditangani dengan cepat dan higienis agar kualitasnya tetap terjaga. Berikut tahapan pascapanen yang dapat dilakukan:
- Hilangkan lumpur dan kotoran yang menempel sesegera mungkin.
- Kelompokkan udang berdasarkan ukuran dan kualitasnya.
- Catat bobot udang untuk mengetahui total hasil produksi.
- Masukkan udang ke dalam wadah bersih bersama es secara berlapis agar suhunya tetap rendah selama penanganan dan distribusi.
Penanganan pascapanen yang tepat membantu menjaga kesegaran udang sebelum dipasarkan. Dengan persiapan tambak, pemilihan benur, manajemen pakan, dan pengelolaan kualitas air yang baik, petambak dapat mendukung produktivitas budidaya udang vaname secara lebih optimal.
Mengoptimalkan hasil panen udang vaname membutuhkan strategi budidaya dan pengelolaan tambak yang tepat. Untuk mengetahui gambaran hasil usaha budidaya dengan produk GDM, Anda bisa membaca analisis budidaya udang vaname menggunakan produk GDM. Informasi ini dapat membantu Anda mempertimbangkan langkah yang tepat untuk mengembangkan usaha tambak.
Yuk, Jaga Kualitas Air Tambak & Dukung Pertumbuhan Budidaya Vaname Anda bersama GDM!
Pengelolaan tambak yang tepat membantu mendukung pertumbuhan udang vaname selama masa pemeliharaan. Mulai dari menjaga kualitas air hingga memenuhi kebutuhan nutrisi, setiap tahap perlu diperhatikan untuk menunjang hasil panen.
Agar tidak salah menentukan langkah, jangan ragu untuk berkonsultasi! Klik banner di bawah ini dan diskusikan kebutuhan budidaya udang vaname Anda secara GRATIS bersama tim GDM!

45 thoughts on “Cara Budidaya Udang Vaname dari Tebar hingga Panen”
Comments are closed.



























Kira kira berapa minimal modal awal untuk pemula?
Di tempat saya itu petani tambak alami. Dlm beberapa tahun ini sering terjadi kematian udang di usia 40 hari. Dengan ciri kepala udang ada bercak putih2. Sehingga sering gagal panen.
Dan air y ada di daerah saya itu ada air tawar bl dimusim penghujan dan air asin di Musim kemarau.
Gmn cara menanggulangi penyakit wss tersebut?
Bagaimana cara mengelola lahan tambak alami yang baik di dalam kondisi lahan y terdapat 2 kondisi air sperti itu?
Saya ucapan terima kasih.
Betul ciri-ciri tersebut mengarah pada serangan penyakit White Spot Syndrome (WSS). penyakit ini dapat dipicu dengan adanya faktor stres misal perubahan salinitas yang mendadak.Selain salinitas juga dipengaruhi suhu, rendahnya DO, dan tingginya konsentrasi amonia dapat menjadi faktor stress.
Pencegahan: menghindari penebaran benih dimusim yang lebih dingin, menggunakan benur
SPF atau benur yang bebas penyait. Menerapkan biosekuriti dan polikultur udang dengan ikan. Selain itu pakan yang digunakan menghindari penggunaaan pakan hidup.
Pengobatan: tidak ada vaksinasi yang efektif untuk pengobatan WSSV. Dapat dicegah dengan menambahkan beta-glucan, viamin C, fucoidan dan imunostimulan lain seperti SOC GDM pada pakan yang dapat meningkatkan resistensi terhadap virus ini.
untuk jaga kesegaran udang tetap fresh setelah di sortir, apakah ada trik khusus atau hanya cukup jaga suhu es dengan kedinginan tertentu?
Untuk menjaga kesegaran udang agar tetap fresh dan paling mudah dilakukan adalah dengan Menggunakan es balok yang dihancurkan dengan perbandinga udang dan es 1:1. Lakukan berlapis-lapis antara udang dan es sehingga bisa tahan, jika sampai berhari-hari lakukan pergantian es setiap hari.
Itu sekali panen 5 milyar untuk berapa hektar lahan untuk budidaya udang nya.
Dan kalau untuk ukuran 17 hektar berapa akumulasi sekali panen nya terima kasih.
Dari total 56 petak @ 600 M2 = 3,3 Hektar
Hallo gdm.
Saya baru mau mulai usaha budi daya ini. Saya memilik 5 kolam terpal dengan luas yanh sama 6×10.
Berapa banyakah benur yang harus ditabur untuk masing2 kolam dan apakah harus menggunakan kincir dan aerator. Mohon petunjuk
Halo Pak Antonio
Kalau tambak semi intensif padat tebar benur 100-200 ekor/M3, sehingga untuk kolam tsb diperlukan benur 6000 – 12.000 ekor/kolam.
Untuk semi intensif harus menggunakan kincir.
Selamat siang,mau tanya GDM apakah ada cabang dilombok? terimakasih.
GDM sudah tersedia di seluruh Indonesia lur.
Bisa langsung menghubungi whatsapp kami dengan klik icon whatsapp dibawah ya lur untuk mendapatkan informasi agen terdekat.
Saya ingin bertanya bagaimana cara penggunaan suplemen GDM tersebut dari awal budidaya sampai panen udang nya
Hai lur, boleh tau lebih detail mengenai budidayanya biar nanti dosisnya kami sesuaikan dengan kebutuhannya.
Bisa klik icon whatsapp dibawah ya lur
saya sedang jual lahan tambak udang di daerah tegal barat. luas 5795 mtr persegi ada 4 kolem.. harga 1.1 M jika minat langsung hubungi 0895379981162. terima kasih
Itu salinitas 15-20 ppm nya permeter kubik ya pak..
Kalo pakek teknik bioflok masi oerlu tambahan filter atau cukup pakek aerator saja pak
Halo Pak Rofiq
Salinitas itu kadar garam dalam air (tidak ada sayuan luas), cukup ppm saja untuk luasan berapapun
Untuk penggunaan teknik bioflok cukup aerator saja dan bahan-bahan pembentuk flok.
Halo gdm.id, Saya mau tanya apakah udang vaname bisa dibudidayakan dengan menggunakan air tawar yang dilarutkan garam krosok? kalo bisa, berapakah takaran garam krosok yg dibutuhkan per meter kubiknya? terima kasih banyak.
Halo pak Razaq
Untuk budidaya udang vaname air tawar sebaiknya menggunakan benur khusus air tawar (sudah banyak tersedia di Hatchery) karena adaptasi dg air salinitas rendah (tawar) sudah mulai semasa benur dari pada menggunakan benur air payau baru menyesuaikan salinitas rendah perlu waktu adaptasi yg lama dan benur rawan mati. Kalau terpaksa menggunakan cara ke dua maka air tawar + garam krosok sampai salinitasnya 15-20 ppm.
Bagaimana cara mengatasi kolam yang planktonnya mengalami kematian massal, sedangkan udang selalu mengalami kematian dari hari kehari
Udang yg mati badannya selalu ada bercak2 putih
Mohon sarannya 🙏
Halo Bu Dian
Penyebab kematian massal plankton bisa karena banyak faktor, antara lain adanya pencemaran perairan atau adanya persaingan antar biota perairan, sehingga harus dijaga agar tidak ada polutan yang masuk atau dilakukan persiapan plankton yang baik saat persiapan kolam serta perawatan rutin agar tidak terjadi blooming yang dapat menimbulkan persaingan antar biota perairan
Nah kemungkinan untuk Bercak putih yg menyerang vaname bisa White Spot Syndrome (WSS) bisa Myo (IMNV). Yang membedakan dg pasti melalui pemeriksaan molekuler tetapi jika umur serangan cenderung sudah dewasa sampai siap panen biasanya Myo dan jika pada semua umur bisa jadi WSS.
Assalamualaikum.
Bagaimana cara pemesanan produk GDM..tks
Halo pak Ruslan
Untuk pemesanan produk GDM bapak bisa menghubungi layanan konsumen kami dengan klik tombol berikut
Sangat bermanfaat
Halo gdm.id, Saya mau tanya
Saya punya tambak air asin 3 tempat
1.l.25 p.25meter
2.l.25 p.100meter
3.l.100 p. 150
Saya mw usaha udang panami
Dolo waktu saya kecil kakek saya sering buat udang windu tpi beberapa tahun ini sering mati tiba serentak slma 10tahun lbih ini
Mkaxa niatxa saya mw usaha udang panami saja
Butuh solusinya untuk tdak cpat mati
Halo pak Saiful
Wah semangat sekali pak untuk memulai budidaya udang vanamenya, kami sarankan bapak untuk menghubungi tim teknis kami saja melalui tombol berikut ini ya pak
Bisa di terapkan di air tawar nggak pak, peningkatan salinitas hanya menggunakan garam
Halo pak Gilang
Bisa pak Untuk budidaya udang vaname air tawar sebaiknya menggunakan benur khusus air tawar (sudah banyak tersedia di Hatchery) karena adaptasi dg air salinitas rendah (tawar) sudah mulai semasa benur dari pada menggunakan benur air payau baru menyesuaikan salinitas rendah perlu waktu adaptasi yg lama dan benur rawan mati.
Kalau budidaya udang vaname via bioflok terpal bundar, apakah airnya harus diganti berkala?
Harus ada sirkulasi air kah? Atau dikasih aerator saja sudah cukup?
Halo pak Daniel
Untuk air dalam budidaya vaname bioflok tidak harus diganti secara berkala, karena merupakan sumber C di air tetapi harus diimbangi dg aerator agar bisa tumbuh flok.
Apakah penggunaan eurator (kincir) pada petakan tebaran padat, sama petakan tebaran sesuai ((tidak padat) tanpa eurator, apakah pertumbuhan nya sama atau tidak?
Halo pak Harjun,
1. Jika padat tebar maka harus menggunakan aerator karena kebutuhan oksigen semakin tinggi.
2. Yang mempengaruhi pertumbuhan ikan/udang adalah oksigen, pakan dan faktor lingkungan lainnya. Cara membandingkannya harus sesuai.
1. Saya punya lahan 20x60M, apakah lebih bagus pake tambak terpal atau beton., 2. Bagaimana bisa menjadi mitra GDM dalam budidaya udang vaname..?
Halo pak Rudi
1. Untuk penggunaan kolam pada budidaya udang vaname, Kalau ada biaya lebih baik yang permanen (beton), serta kelebihan dari penggunaan kolam terpal adalah fleksibel dan biayanya lebih ringan.
2. Untuk menjadi mitra GDM Organik bapak bisa menghubungi layanan konsumen kami dengan klik link berikut ya pak
Terima kasih
Saya berminat berwira usaha udang vaname , pd daerah air payau tambak yg cocok apakah beton terpal atau langsung ke tanah dg luas areal 1,8 ha
Uyk udang vaname menapakah perlu menggunakan kincir yerinakasih pak
Halo Pak Indra
Kalau ada dana intebsif sekalian dengan beton dan peralatannya, tetapi jika pas-pasan mending pakai terpal/plastik HDPE. Kincir digunakan pada sistem tradisional plus, semi intensif sampai intensif.
Bahan apasaja untuk membuat air budidaya udang vaname air tawar
Halo Pak Habibie
Apakah yang dimaksud mengenai manajemen kualitas air tambak udang vaname? Jika yang dimaksud demikian, maka Suhu air optimal untuk budidaya udang 28° – 30°C. Pada suhu tinggi akan meningkatkan keasaman dan reaksi NH₃ di air. Keasaman air (pH) yang dikehendaki 7,5 – 8,5.
Kadar garam atau salinitas yang diperlukan untuk pertumbuhan udan umur 1 – 2 bulan berkisar 15 – 25 ppt. Setelah umur lebih dari 2 bulan kadar garam dalam air 5 – 30 ppt.
Kandungan oksigen terlarut berkisar 4 -6 ppm. Upaya untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dengan menggunakan kincir air sebanyak 4 – 6 kincir setiap 0,25 hektar.
Saya pengguna GDM bio organik selalu saya aplikasikan setiap minggu
Saya petambak tradisional air payau
Setiap kali saya tebar benur 80rb ekor pada umur 15hr sy buka ke kolam yg lebih luas umur 40 hari saya keingkan lalu saya pindahkan ke kolam finish. Disitulah saya menghitung jumlah udang yg hnya ada 10-15rb ekor. Dan hal ini rata2 kami alami Apa penyebab banyaknya susut ???
Mohon pencerahannya master
Halo Pak Yadie
Berikut saya jelaskan penyebabnhya, Petambak tradisional sering mengalami hali ini, itu terserang Early Mortality Syndrom.
EMS ini momok karena menyebabkan kematian di awal (s/d umur 45 hari).
Saya sering mendengar budidaya vaname dengan bioteknik berbasis herbal? Apakah itu dan apakah bapak mempunyai link yang bisa saya pelajari? Terimakasih dan sukses!!!
Bioteknik berbasis herbal adalah cara budidaya vaname dengan penambahan probiotik yang terbuat dari ramuan dari 30 jenis rempah dan tanaman.
Tujuannya meningkatkan penyerapan nutrisi pakan (90%) dan memberikan immunitas pd udang.
saya pemula apakah ada pelatihan untuk budidaya udang vaname terimakasih
Halo Pak Dian
Untuk sementara pelatihan mengenai budidaya udang vaname masih belum ada, namun nantikan update mengenai pelatihan pada laman kami ya pak
Artikelnya sangat membantu untuk berfikir ke arah wira usaha, saya ingin tau lebih dalam budidya udang vaname dengan terpal… gimana kira-kira ya……. pls dibantu….. sukses selalu
Halo pak Irfan,
Terpal plastik (LDPE atau HDPE) digunakan untuk melapisi tambak jika kondisi tanahnya mudah erosi. Jadi secara tekhnis tidak ada bedanya antara budidaya udang vaname dengan menggunakan terpal ataupun tidak.
Semoga bisa menjadi petambak udang vaname yang sukses ya pak.
Halo… Saya mau Tanya apakah anda punya rekanan yg ada udang vaname size jumbo (isi 14/kg). Terimakasih