6 Panduan Lengkap Cara Menanam Durian dari Biji Cepat Berbuah dan Tahan Penyakit

Durian dikenal sebagai komoditas pertanian yang menjanjikan baik di dalam negeri maupun di pasar internasional. Bahkan buah ini dijuluki sebagai Raja Buah yang terkenal dengan aroma khas dan rasa lezatnya. Tak heran, banyak petani mencari cara menanam durian dii internet.
Cara menanam durian bisa dilakukan dengan berbagai metode. Namun, budidaya buah ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Anda perlu pengetahuan dan perhatian khusus agar hasilnya optimal. Nah, pada artikel ini akan dibahas dari awal sampai akhir. Mulai dari syarat, cara menanam, hingga cara panen. Yuk, simak!


Syarat Tumbuh Tanaman Durian
Salah satu langkah penting dalam cara menanam durian adalah memahami syarat tumbuh tanaman durian dengan tepat. Meskipun durian termasuk tanaman buah tropsi yang relatif mudah dibudidayakan di Indonesia, ada beberapa faktor utama yang harus diperhatikan.
Dengan memenuhi syarat tumbuh berikut, proses cara menanam durian akan lebih maksimal dan peluang panen meningkat:
Iklim yang Ideal
Faktor iklim menjadi penentu utama keberhasilan pertumbuhaan tanaman. Durian cocok ditanam di daerah dengan curah hujan sekitar 1500-3500 mm/ tahun. Selain itu, tanaman durian membutuhkan kondisi cahaya matahari yang berbeda sesuai fase pertumbuhannya.
- Fase awal (bibit): perlu naungan karena belum tahan sinar matahari langsung
- Fase pertumbuhan: membutuhkan intensitas cahaya sekitar 60–80%
- Suhu optimal: berkisar antara 20–30°C
Dengan pengaturan iklim yang tepat, pertumbuhan durian akan lebih stabil dan sehat.
Ketinggian Lahan
Ketinggian lahan menjadi fakto penting dalam budidaya durian. Faktor ini sangat mempengarugi produktivitas tanaman. Tanaman durian idealnya ditanam pada ketinggian di bawah 800 mdpl. Tidak disarankan di dataran tinggi ekstrim, meskipun beberapa varietas bisa beradaptasi. Memilih lokasi yang sesuai akan meembantu pohon durian tumbuh cepat.
pH dan Jenis Tanah
Dalam praktik cara menanam durian, kondisi tanah harus diperhatikan karena berkaian langsung dengan penyerapan nutrisi. Tanaman durian akan tubuh pada pH tanah 5-7 pada jenis tanah grumosol atau andosol.
Tanaman durian memiliki sistem perakaran dalam, sehingga membutuhkan tanah gembur dan subur. Pada kondisi pH yang ideal, tanaman durian dapat menyerap nutrisi dengan maksimal sehingga pertumbuhan dan produksi buah menjadi lebih baik.
Cara Memilih Bibit Durian
Dalam proses cara menanam durian, pemilihan bibit menjadi salah satu faktor kunci yang sangat menentukan keberhasilan budidaya. Bibit ynag berkualitas akan menghasilkan tanaman yang lebih than terhadap penykit, tumbuh cepat, dan berpotensi menghasilkan buah yang lebat.
Oleh karena itu, penting memahami ciri-ciri bibit durian yang baik sebelum mulai menanam. Bibit durian berkualitas memiliki ciri-ciri tidak layu, batang kokoh dan kuat, percabangan lebih dari 2 arah. Selain itu, memiliki daun yang rimbun dan sehat, ada tunas baru sebagai tanda pertumbuhan aktif dan bebas hama dan penyakit.
Jika Anda ingin memulai cara menanam durian dari biji, pemilihan benih juga harus diperhatikan dengan baik. Biji durian yang berkualitas adalah segar dan tidak kisut, sudah matang, tidak kering atau rusak, dan tidak terinfeksi hama atau penyakit. Biji yang baik akan mempercepat proses kecambah dan menghasilkan bibit yang sehat.
Untuk mendukung keberhasilan budidaya durian Anda, benih sebaiknya direndam terlebih dahulu agar lebih cepat tumbuh dan terlindungi dari patogen Salah satu cara yang direkomendasikan adalah menggunakan larutan pupuk organik cair. Salah satunya pupuk organik cair GDM Spesialis Tanaman Buah.
Kandungan alaminya membantu memperkuat tanaman dan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit layu. Pupuk ini membantu tanaman memiliki buah lebih besar, daging lebih tebal, dan manis. Cara menggunakannya yaitu:
- Larutkan 500 ml Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Buah ke dalam 25 liter air, lalu aduk hingga merata
- Masukkan biji durian ke dalam larutan tersebut
- Diamkan selama ±6 jam
- Angkat dan tiriskan hingga tidak terlalu basah
- Benih siap untuk disemaikan atau langsung ditanam
Proses ini membantu benih durian tumbuh lebih cepat, sehat, dan lebih tahan terhadap serangan penyakit sejak awal.
Cara Menanam Durian dari Biji
Salah satu metode yang sering digunakan dalam cara menanam durian adalah menggunakan biji. Metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipahami sebelum memulasi proses penanaman. Kelebihannya tanaman tumbuh lebih kuat dan alami, sistem akar lebih dalam dan kokoh, lebih tahan terhadap hama dan penyakit.
Namun, metode ini juga memiliki beberapa kekurangan yaitu waktu berbuah lebih lama dibanding bibit vegetatif. Sifat tanaman bisa berbeda dari induknya. Bagi Anda yang ingin menanam durian dari biji secara mandiri, penting untuk memahami bahwa benih tidak bisa langsung ditanam begitu saja. Diperlukan proses penyemaian serta persiapan media tanam yang tepat agar biji dapat tumbuh optimal.
Dalam tahapan cara menanam durian dari biji, media tanam berperan sebagai sumber nutrisi awal yang sangat menentukan keberhasilan pertumbuhan bibit. Oleh karena itu, sebelum masuk ke proses penanaman, Anda perlu memastikan bahwa media yang digunakan sudah sesuai dengan kebutuhan tanaman durian.
Persiapan Media Tanam
Keberhasilan cara menanam durian sangat dipengaruhi oleh kualitas media tanam. Media yang baik akan membantu tanaman menyerap nutrisi secara optimal sejak awal pertumbuhan. Langkah-langkah persiapan media tanam:
- Campurkan 1 polybag tanah dengan 0,5 kg GDM SaMe Granule Bio Organic hingga merata
- Larutkan 1 gelas air mineral GDM Black BOS ke dalam tangki semprot
- Semprotkan larutan tersebut secara merata ke seluruh media dalam polybag
- Ulangi hingga mencapai dosis sekitar 10 kg/ha (±100 polybag)
Media yang sudah siap akan menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan benih durian. Penggunaan kombinasi GDM Black Bos dan GMD SaMe Granule Bio Organik menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas media tanam secara optimal. Tanah jadi lebih subur, gembur, dan kaya mikroorganisme, sehingga sangat ideal mendukung pertumbuhan bibit.
Tahap Penyemaian
Setelah media siap, tahapan selanjutnya yaitu proses penyemaian. Berikut tahapannya
- Pastikan suhu lingkungan berada di kisaran 20-24’c
- Tanam biji durian dengan posisi tertelungkup
- Atur jarak tanam 2cm membujur dan 4-5 cm melintang
- Tutup wadah atau polybag dengan plastik untuk menjaga kelembapan
- Tunggu sekitar 2-3 minggu hingga biji mulai mengeluarkan akar
- Setelah tumbuh, buka penutup dan pindahkan bibit ke lahan terbuka.
Cara Pindah Tanam Bibit Durian
Dalam tahapan cara menanam durian, proses pindah tanam bibit ke lahan utama menjadi fase penting yang menentukan pertumbuhan tanaman ke depannya. Jika dilakukan dengan benar, bibit durian akan lebih cepat beradaptasi, tumbuh optimal, dan memiliki potensi berbuah lebih baik.
Sebelum melakukan pindah tanam, pastikan Anda memilih bibit dengan kondisi terbaik. Bibit durian yang ideal untuk dipindahkan umumnya memiliki tinggi sekitar 75 – 150 cm, berusia 7-9 bulan, tumbuh sehat dan bebas dari hama maupun penyakit. Bibit dengan kriteria tersebut akan lebih siap menghadapi lingkungan baru di lahan terbuka.
Persiapan Lahan
Lahan yang baik akan mendukung pertumbuhan akar dan penyerapan nutrisi. Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut untuk persiapan lahan memindahkan bibit durian yang sudah siap:
- Bersihkan lahan dari gulma, bebatuan, dan sisa tanaman liar yang dapat menghambat pertumbuhan. Setelah itu, lakukan pengolahan tanah dengan mencangkul sedalam ±30 cm hingga kondisi tanah menjadi gembur.
- Buat bedengan sebagai media tanam. Untuk meningkatkan kesuburan tanah, campurkan tanah dengan pasir serta tambahkan GDM SaMe Granule Bio Organic dengan dosis 0,5 kg per lubang tanam (untuk bedengan ukuran 1 x 2 meter)
- Semprotkan larutan GDM Black BOS secara merata ke area tanam dengan dosis 1 gelas air mineral per tangki semprot. Aplikasikan hingga mencapai 10 kg/100 pohon/ha
Tahapan ini bertujuan untuk menciptakan media tanam yang subur, gembur, dan kaya mikroorganisme sebelum bibit ditanam.
Penanaman Bibit Durian
Setelah lahan siap, langkah berikutnya dalam cara menanam durian adalah proses penanaman bibit ke lahan utama. Berikut langkah-langkahnya:
- Tentukan jarak tanam ideal yaitu 8 x 8 meter
- Buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 30 cm
- Masukkan bibit durian secara hati-hati ke dalam lubang
- Tutup kembali dengan tanah hingga rapat
Setelah penanaman selesai, lakukan penyiraman menggunakan larutan pupuk organik cair untuk membantu adaptasi tanaman.
- Larutkan 500 ml (±2 gelas) Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Buah ke dalam tangki
- Siram atau semprotkan secara merata ke seluruh bagian tanaman
- Aplikasikan hingga dosis 5 liter/ha/100 pohon
Dengan mengikuti tahapan di atas, proses pindah tanam dalam cara menanam durian dapat berjalan lebih optimal, sehingga tanaman mampu tumbuh kuat dan siap memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
Pemupukan I
Pemupukan menjadi salah satu faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Tanpa pemupukan yang tepat, pertumbuhan tanaman tidak akan optimal dan hasil panen bisa jauh dari maksimal.
Secara umum, pemupukan durian dilakukan dalam beberapa tahap sesuai umur tanaman, yaitu pada usia 0–2 tahun, 2–4 tahun, dan di atas 4 tahun. Penggunaan pupuk organik yang tepat dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah. Berikut panduannya:
Aplikasi GDM SaMe Granule Bio Organic
- Taburkan 0,5 kg per lubang tanam
- Dosis: ± 50 kg/ha (100 pohon)
- Aplikasi setiap 6 bulan
- Siram tanaman hingga kondisi tanah lembap dan basah merata
Aplikasi GDM Black BOS
- Larutkan 1 gelas air mineral ke dalam tangki semprot
- Semprotkan ke area tanah di sekitar tanaman
- Dosis: 10 liter/ha (100 pohon)
- Ulangi setiap 6 bulan sekali
Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) GDM Spesialis Buah
- Larutkan 500 ml (±2 gelas) ke dalam tangki berisi air penuh
- Semprotkan ke seluruh bagian tanaman
- Dosis: 15 liter/ha
- Ulangi setiap 1–2 minggu sekali
Dengan pemupukan rutin, tanaman durian akan tumbuh lebih sehat dan siap memasuki fase produktif.
Jarak Tanam Ideal
Pengaturan jarak tanam juga menjadi bagian penting dalam cara menanam durian karena berpengaruh langsung pada produktivitas tanaman. Jarak tanam yang disarankan yaitu 8×8 meter. Jarak ini dianggap ideal karena tidak terlalu rapat dan tidak terlalu renggang. Dengan jarak yang tepat, tanaman dapat tumbuh maksima dan menghasilkan buah lebih optimal.
Cara Pindah Bibit Durian ke Lahan
Tahapan pemindahan bibit merupakan bagian penting dalam cara menanam durian agar tanaman dapat beradaptasi dengan baik di lahan utama. Langkah-langkahnya yaitu:
- Gali lubang tanam sesuai ukuran akar bibit
- Lepaskan polybag dengan hati-hati agar akar tidak rusak
- Masukkan bibit ke dalam lubang tanam
- Pastikan posisi tanaman sejajar dengan permukaan tanah
- Tutup kembali dengan tanah galian dan padatkan secukupnya
Penyiraman
Setelah proses tanam, penyiraman menjadi langkah penting dalam cara menanam durian untuk menjaga kelembapan tanah dan mencegah tanaman layu. Cara penyiraman yang tepat:
- Tutup pangkal tanaman dengan jerami kering untuk menjaga kelembapan.
- Siram tanaman secukupnya hingga tanah lembap.
- Berikan naungan sementara untuk melindungi bibit dari sinar matahari berlebih.
- Lakukan penyiraman secara rutin, terutama saat tanaman masih muda.
Baca Juga: Pupuk Perangsang Bunga dan Buah Durian, Efektif Tingkatkan Hasil Panen
Cara Merawat Tanaman Durian Muda
Setelah memahami dasar cara menanam durian, tahap berikutnya tidak kalah penting yakni perawatan tanaman saat masih berusia muda. Perawatan yang tepat akan membantu tanaman tumbuh lebih kuat, sehat, dan siap memasuki fase produktif.
Salah satu aspek utama dalam perawatan adalah pemupukan lanjutan, pengairan, penyiangan, serta perlindungan tanaman dari gangguan hama dan penyakit.
Pemupukan Kedua (Usia 2–4 Tahun)
Dalam lanjutan cara menanam durian, tanaman yang memasuki usia 2–4 tahun membutuhkan tambahan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan batang dan percabangan yang lebih optimal.
Pemupukan dilakukan dengan menambahkan 1 kg GDM SaMe Granule Bio Organic ke dalam area lubang tanam, dengan total dosis sekitar 100 kg per hektar atau setara 100 pohon. Aplikasi ini dilakukan secara rutin setiap 6 bulan sekali agar kesuburan tanah tetap terjaga.
Selain itu, penggunaan GDM Black BOS juga diperlukan untuk menjaga keseimbangan mikroorganisme dalam tanah. Aplikasikan dengan cara melarutkan satu gelas ke dalam tangki semprot, lalu semprotkan ke area perakaran tanaman. Pengaplikasian dilakukan setiap 6 bulan sekali dengan dosis sekitar 10 kg per hektar.
Untuk mendukung pertumbuhan bagian atas tanaman, lakukan penyemprotan Pupuk Organik Cair (POC) GDM Spesialis Tanaman Buah sebanyak 500 ml (±2 gelas) per tangki air. Semprotkan secara merata ke seluruh bagian tanaman dan ulangi setiap 1 bulan sekali.
Pengairan Tanaman Durian
Dalam tahap perawatan cara menanam durian, pengairan juga menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman.
Pada awal penanaman, pohon durian sebaiknya disiram setiap hari untuk menjaga kelembapan tanah. Setelah tanaman berusia sekitar 1 bulan, intensitas penyiraman dapat dikurangi menjadi 3 kali dalam seminggu, menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan kelembapan tanah.
Penyiangan Gulma
Agar tanaman durian dapat tumbuh optimal dalam proses cara menanam durian, penting untuk menghindari persaingan nutrisi dengan gulma.
Lakukan penyiangan rumput secara rutin pada area sekitar tanaman dengan diameter kurang lebih 1 meter dari batang pohon. Hal ini bertujuan agar nutrisi dalam tanah dapat diserap secara maksimal oleh tanaman durian.
Penyemprotan untuk Merangsang Pertumbuhan
Setelah pemupukan, penyemprotan zat perangsang dapat dilakukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Anda bisa menggunakan Atonik dengan dosis 1 cc liter air dan Metalik dengan dosis 0,5 cc per liter air.
Semprotkan secara rutin setiap 2 minggu sekali agar pertumbuhan tanaman lebih optimal dan merata. Dengan perawatan yang konsisten dan tepat, proses cara menanam durian akan menghasilkan tanaman yang lebih kuat, sehat, dan siap memberikan hasil panen yang maksimal.
Baca Juga: Pupuk Durian agar Cepat Berbuah, Solusi Tingkatkan Hasil Panen
Cara Merawat Tanaman Durian Produksi
Setelah melewati fase pertumbuhan, tahap selanjutnya adalah perawatan tanaman masa produksi. Pada fase produksi, tanaman durian yang sudah berusia lebih dari 4 tahun membutuhkan perhatian ekstra agar mampu menghasilkan buah yang berkualitas. Berikut yang perlu Anda lakukan:
Pemupukan Ketiga (Usia > 4 Tahun)
Pada fase produksi dalam cara menanam durian, kebutuhan nutrisi tanaman semakin meningkat. Oleh karena itu, pemupukan harus dilakukan dengan dosis yang lebih tinggi untuk menunjang pembentukan bunga dan buah.
Pemupukan dilakukan dengan menambahkan 2 kg GDM SaMe Granule Bio Organic ke area lubang tanam, dengan total dosis sekitar 100 kg per hektar atau setara 100 pohon. Aplikasi ini dilakukan setiap 6 bulan sekali untuk menjaga kesuburan tanah.
Selanjutnya, aplikasikan GDM Black BOS dengan cara melarutkan satu gelas ke dalam tangki semprot, lalu disemprotkan ke area perakaran tanaman. Penggunaan ini dilakukan setiap 6 bulan sekali dengan dosis sekitar 10 kg per hektar, bertujuan untuk menjaga keseimbangan mikroorganisme tanah.
Untuk mendukung pertumbuhan bunga dan buah, lakukan penyemprotan Pupuk Organik Cair (POC) GDM Spesialis Tanaman Buah sebanyak 500 ml (±2 gelas) per tangki air. Semprotkan secara merata ke seluruh bagian tanaman dan ulangi setiap 1 bulan sekali.
Dengan pemupukan yang tepat, tanaman durian akan lebih produktif dan mampu menghasilkan buah dengan kualitas yang lebih baik.
Pengairan Tanaman Durian
Dalam tahap produksi cara menanam durian, pengairan tetap perlu diperhatikan agar tanaman tidak mengalami stres air.
Penyiraman dapat dilakukan sekitar 3 kali dalam seminggu, tergantung kondisi cuaca dan kelembapan tanah. Selain itu, penting untuk menyediakan saluran drainase yang baik agar air tidak menggenang di sekitar tanaman, karena genangan dapat memicu pembusukan akar.
Penyiangan Gulma
Penyiangan merupakan bagian penting dalam cara menanam durian untuk menjaga ketersediaan nutrisi bagi tanaman utama.
Lakukan pembersihan gulma secara rutin di sekitar tanaman dengan jarak minimal 1 meter dari batang pohon. Hal ini bertujuan untuk mencegah persaingan nutrisi antara durian dan tanaman liar.
Penyemprotan untuk Pencegahan Hama dan Penyakit
Pada fase produksi, tanaman durian lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, dalam cara menanam durian, penyemprotan perlu dilakukan secara preventif. Untuk mencegah serangan serangga pembawa penyakit, lakukan penyemprotan insektisida secara rutin, minimal 1 kali dalam setahun.
Sementara itu, untuk mencegah penyakit akibat jamur, gunakan fungisida secara berkala sesuai kebutuhan. Langkah ini penting untuk menjaga kesehatan tanaman serta memastikan buah yang dihasilkan tetap berkualitas.
Berdasarkan panduan cara menanam durian di atas, metode penggunaan rangkaian produk GDM telah terbukti berhasil diterapkan oleh salah satu mitra GDM, yaitu Bapak Yudi dari Batang.
Melalui budidaya durian dengan menggunakan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Buah, beliau berhasil meningkatkan keuntungan hingga lebih dari Rp37.215.000. Selain itu, penggunaan rangkaian produk GDM Organik juga terbukti mampu meningkatkan hasil usaha hingga lebih dari 20%.
Anda bisa melihat Analisa Usaha Budidaya Dengan Pupuk Durian GDM Bapak Yudi dari Batang untuk memahami lebih lengkap keuntungannya. Hasil ini menunjukkan bahwa teknik tanam yang tepat dan didukung dengan pemupukan yang optimal, dapat memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas dan keuntungan petani.
Dukung Pertumbuhaan Durian Lebih Optimal dengan Rangkaian POC GDM Spesialis Buah
Nah, itulah berbagai tips dan cara menanam durian agar cepat berbuah dan tumbuh lebat. Agar hasil yang didapatkan semakin optimal, penting untuk mendukung perawatan tanaman dengan nutrisi yang tepat.
Melalui penerapan yang tepat dalam cara menanam durian serta penggunaan rangkaian produk GDM secara rutin, Anda berpeluang meningkatkan hasil panen dengan maksimal. Yuk, konsultasikan kebutuhan tanaman durian Anda sekarang juga dengan tim GDM melalui klik banner di bawah ini!


12 thoughts on “6 Panduan Lengkap Cara Menanam Durian dari Biji Cepat Berbuah dan Tahan Penyakit”
Comments are closed.


























Pupuk apa saja yg diberikan pada tanaman durian dan di umur berapa saja
Halo pak Anwar
Untuk pemupukan tanaman durian dimulai saat sebelum tanam, saat olah tanah itu berikan GDM Black Bos dan GDM Granule SAME . Selain itu Pemupukan Pertama pada umur 0-2 Tahun dan Pemupukan Kedua umur 2-4 Tahun serta sampai umur lebih dari 4 tahun kombinasi dengan GDM Black Bos, GDM Granule SAME dan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Buah
Untuk informasi mengenai produk GDM untuk pemupukan durian pada tombol berikut ini:
Ma’af mau tanya, ,
Jenis Durian apa aja yg bisa hidup & tumbuh d lahan gambut,
truss gimana cara tanam & perawatan,nya.
Halo Pak Reyfan
Untuk jenis durian yang cocok untuk lahan gambut seprti jenis montong, musangking, lokal, dll.
Pastikan membeli dari pembibit yang menanam pada jenis serta ketinggian yang sama.
Nah untuk perawatannya, Bapak bisa memberikan pupuk organik sebanyak2nya, selalu cek pH tanah dan selalu cegah serangan hama penyakit mulai dari awal.
Halo kk bagaimana y caranya membudidayakan tanaman durian yg baik?
Halo kak Cindy
Dengan mengikuti panduan budidaya pada artikel diatas, untuk informasi mengenai lebih kaka bisa menghubungi kami di
Halo kk sy mau tanya y blh kan kk,ini y jk disemai benih 100 buah durian dgn jrk tanam 15×30. Hitunglah berapa jumlah benih yg dibutuhkan pd setiap lubang?
Halo Bu Cindry
Jika yang dimaksudkan pembibitan dari biji durian, maka disarankan per lubangnya 1 benih durian. Perlu diketahui juga, bahwa pembibitan dari biji membutuhkan waktu lama untuk pertumbuhannya bu sekitar 7 tahun
Tanam durian dari biji berapa tahun sampai berbuah
Halo kak Fatimah
Untuk penanaman durian dari biji waktu tumbuh sampai berbuah cukup lama sekitar 7 sampai 10 tahun kak
Terima kasih
Salam kenal.
Saya senang sekali melihat Bapak sdh bisa berhasil dalam bercocok tanam Alpokat / / Durian.
Di forum ini saya mau tanya :
1. Saya menanam bibit Alpokat, di saat tumbuh daun muda sering di ulat dan daunnya berlubang-lubang. Apa solusinya ??…….
2. Pada beberapa tanaman Alpokat daunnya lebar tumbuh, apa sebabnya ??…..
Mohon solusinya. Tempat kasih.
Halo kak Edi
Solusinya segera dibasmi ulatnya. Bisa menggunakan pestisida kimia atau pestisidan nabati.