Kegiatan

5 Cara Menanam Kubis Lengkap dari Awal Sampai Panen untuk Pemula

cara menanam kubis

Kubis merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki permintaan stabil di pasar, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan industri kuliner. Tak heran jika banyak orang mulai mencari tahu cara menanam kubis yang tepat agar hasil panen maksimal dan berkualitas. 

Selain relatif mudah dibudidayakan, kubis memiliki nilai ekonomos yang cukup menjanjikan, terutama jika dikelola dengan teknik yang benar sejak awal. Menariknya, budidaya kubis tidak selalu membutuhkan lahan yang luas atau teknologi yang rumit.

Dengan pemahaman dasar yang baik, pemula sekalipun bisa memulai menanam kubis secara efektif. Faktor seperti pemilihan benih, kondisi lahan, serta perawatan rutin menjadi kunci utama dalam menentukan keberhasilan panen. Untuk mengetahui cara menanam kubis lebih lengkap, yuk simak artikel ini  sampai akhir.


Banner Artikel CTA Pertanian GDM Desktop 1
Banner Artikel CTA Pertanian GDM Mobile 1

Peluang dan Keuntungan Budidaya Kubis

Memahami cara menanam kubis bukan hanya bermanfaat untuk hobi berkebun, tetapi juga membuka peluang usaha yang cukup menjanjikan. Kubis termasuk sayuran yang banyak digunakan dalam berbagai masakan sehari-hari, mulai dari tumisan hingga makanan fermentasi. Karena itu, permintaan pasar terhadap kubis cenderung stabil sepanjang tahun. 

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi kubis di Indonesia mencapai 1,4 juta ton pada tahun 2022. Angka ini memang sedikit menurun sekitar 2% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1,43 juta ton. Meski begitu, jumlah produksi yang besar menunjukkan bahwa kubis tetap menjadi komoditas penting dengan pasar yang luas dan terus dibutuhkan. 

Dari sisi keuntungan, harga jual kubis tergolong cukup menguntungkan meskipun bisa mengalami naik turun tergantung musim dan ketersediaan stok di pasar. Dengan menerapkan cara menanam kubis yang tepat serta manajemen budidaya yang baik, peluang untuk mendapatkan hasil panen berkualitas dan keuntungan yang stabil tentu semakin besar. 

Tak hanya menjual kubis dalam bentuk segar, petani juga bisa meningkatkan nilai jual dengan mengolahnya menjadi produk turunan. Misalnya kimchi, saukraut (kol fermentasi), atau bahkan jus kubis yang kini mulai diminati sebagai minuman sehat. Produk olahan ini memiliki daya simpan lebih lama dan bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi. 

Selain itu, peluang pemasaran juga semakin terbuka lebar. Hasil panen kubis bisa dijual langsung ke pasar tradisional, supermarket, hingga dijual langsung ke konsumen tanpa perantara. Cara ini tentu bisa meningkatkan margin keuntungan sekaligus membangun hubungan langsung dengan pelanggan. 

Baca Juga: Pupuk Pembesar Buah Kubis, Bantu Tingkatkan Hasil Panen

Cara Menanam Kubis untuk Pemula

Memahami cara menanam kubis dengan teknik yang tepat menjadi kunci utama untuk mendapatkan hasil panen yang berkualitas dan melimpah. Bagi pemula, proses budidaya kubis sebenarnya tidak terlalu rumit asalkan setiap tahap dilakukan dengan benar, mulai dari persiapan lahan sehingga pembibitan. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda ikuti: 

Persiapan Lahan

Tahap awal dalam cara budidaya kubis adalah menyiapkan lahan tanam yang optimal. Persiapan ini sangat penting karena akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman sejak awal. Ada dua hal utama yang perlu diperhatikan, yaitu pemilihan lokasi dan pemupukan dasar.

Pemilihan Lokasi Lahan Budidaya

Pilih lahan yang mendapatkan sinar matahari penuh atau minimal cukup cahaya sepanjang hari. Kubis dapat tumbuh di berbagai ketinggian, mulai dari dataran rendah hingga tinggi (sekitar 200–2000 mdpl).

Tanah yang digunakan harus memiliki drainase yang baik agar tidak tergenang air. Karena kubis memiliki akar serabut, pengolahan tanah perlu dilakukan dengan baik, misalnya dengan membajak tanah sedalam 20–30 cm. Pastikan tanah gembur, tidak menggumpal, dan memiliki struktur yang mendukung pertumbuhan akar.

Pemupukan Dasar

Dalam praktik cara menanam kubis, pemupukan dasar berfungsi untuk menyiapkan unsur hara yang dibutuhkan tanaman sejak awal. Nutrisi yang cukup akan membantu pertumbuhan kubis menjadi lebih optimal. Anda bisa melakukan pemupukan dasar dengan pupuk GDM SaMe dan Black Bos. Caranya yaitu: 

  • Gunakan 5 kg GDM Black BOS per hektar, larutkan 250 ml ke dalam satu tangki air lalu semprotkan merata ke lahan.
  • Tambahkan 150 kg GDM SaMe per hektar dengan cara ditaburkan merata. Pemupukan ini sebaiknya dilakukan sekitar 15 hari sebelum penanaman agar nutrisi terserap dengan baik oleh tanah.


Pembibitan

Setelah lahan siap, langkah berikutnya dalam budidaya kubis adalah proses pembibitan. Tahapan ini meliputi pemilihan benih, perendaman, dan penyemaian.

Pemilihan Benih

Gunakan benih berkualitas agar hasil panen maksimal. Pemilihan benih yang tepat sangat menentukan keberhasilan dalam cara menanam kubis. Ciri-ciri benih kubis yang baik antara lain:

  • Tidak cacat atau rusak
  • Bebas dari hama dan penyakit
  • Bersih dari kotoran atau campuran biji lain
  • Berasal dari varietas unggul
  • Memiliki daya kecambah tinggi
  • Tenggelam saat direndam air

Perendaman Benih

Sebelum disemai, benih sebaiknya direndam untuk mempercepat proses perkecambahan. Caranya yaitu siapkan benih sesuai kebutuhan. Setelah tu campurkan 0,5 liter POC GDM Spesialis Pangan dengan 2 liter air. Rendam benih selama kurang lebih satu jam. Proses ini membantu meningkatkan kualitas pertumbuhan bibit sejak awal. 


Pupuk Organik Cair GDM
Spesialis Pangan
  • Menyediakan Nutrisi Lengkap untuk Tanaman
  • Meningkatkan Kesuburan Tanah
  • Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Hasil Panen
  • Mencegah Serangan Penyakit
  • Mengurangi Ketergantungan pada Pupuk Kimia

Penyemaian Benih

Tahap berikutnya adalah menyemai benih pada media tanam. Gunakan campuran tanah, cocopeat atau sekam, dan pasir sebagai media. Cara penyemaiannya yaitu:

  • Taburkan benih secara merata di permukaan media
  • Tutup tipis hingga kedalaman sekitar 1 cm
  • Tekan perlahan agar benih menempel dengan baik
  • Tunggu hingga bibit tumbuh selama 14–21 hari

Alternatif lain, buat lubang tanam sedalam 2–3 cm dengan jarak 5–7 cm, lalu tanam benih secara hati-hati. Bibit siap dipindahkan ke lahan utama setelah memiliki 4–6 daun sejati. Pada tahap ini, proses cara menanam kubis mulai masuk ke fase penanaman yang lebih serius di lahan budidaya.

Cara Menanam Kubis 

Setelah memahami cara menanam kubis dari tahap persiapan hingga pembibitan, langkah selanjutnya adalah proses penanaman di lahan utama. Tahap ini menjadi penetu awal keberhasilan pertumbuhan tanaman dan perlu dilakukan dengan benar dan hati-hati. Berikut langkah -langkahnya: 

  • Membuat lubang tanam pada lahan menggunakan kayu atau alat berkebun dengan jarak ideal antar lubang agar tanaman tidak saling berebut nutrisi.
  • Memilih dan memindahkan bibit kubis yang sehat (memiliki 4–6 daun sejati) dari persemaian secara hati-hati agar akar tidak rusak.
  • Menanam bibit ke dalam lubang dengan posisi tegak supaya pertumbuhan tanaman lebih optimal.
  • Menutup kembali lubang dengan tanah lalu memadatkannya secara perlahan agar tanaman berdiri kokoh.
  • Menambahkan pupuk di sekitar tanaman untuk membantu pertumbuhan awal sebagai bagian penting dari proses menanam kubis yang efektif.

Perawatan Tanaman Kubis

Setelah proses tanam selesai, tahap penting berikutnya dalam cara menanam kubis adalah perawatan tanaman. Perawatan yang tepat akan sangat berpengaruh pada kualitas dan hasil panen. Berikut ini beberapa langkah perawatan yang perlu dilakukan: 

Penyiraman

Dalam cara menanam kubis, penyiraman menjadi langkah dasar yang tak boleh diabaikan karena sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman sejak awal. Lakukan penyiraman secara rutin agar tanaman mendapatkan air yang cukup untuk tumbuh optimal. 

Siram secara merata dan perlahan hingga tanah cukup lembab, namun tidak becek. Hindari penyiraman berlebih karena dapat menyebab akar membusuk. Umumnya penyiraman dilakukan setiap 2-3 hari sekali, tergantung kondisi cuaca dan jenis tanah. Waktu terbaik untuk penyiraman adalah pagi dan sore hari. 

Penyulaman (Penjarangan)  

Tahap berikutnya adalah penyulaman atau penjarangan, yang berfungsi untuk memastikan setiap tanaman memiliki ruang tumbuh yang cukup. Penyulaman dilakukan dengan mengganti tanaman yang mati atau memindahkan tanaman yang tumbuh terlalu rapat.  Tujuannya agar sirkulasi udara lebih baik dan tanaman tidak saling berebut nutrisi. 

Biasanya, penyulaman dilakukan saat tanaman berusia sekitar 8–10 cm dan sudah memiliki beberapa helai daun. Proses ini harus dilakukan dengan hati-hati agar akar tidak rusak. Setelah dipindahkan ke lubang baru, tanah perlu dipadatkan dan disiram secukupnya agar tanaman dapat beradaptasi dengan baik.

Penyiangan

Penyiangan juga menjadi bagian penting dalam cara menanam kubis, karena keberadaan gulma dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Gulma seringkali menjadi pesaing dalam mendapatkan air, nutrisi, dan sinar matahari.  Oleh karena itu, penyiangan perlu dilakukan secara rutin, baik secara manual menggunakan tangan maupun dengan bantuan cangkul. 

Selain itu, penggunaan mulsa bisa menjadi solusi efektif untuk menekan pertumbuhan gulma. Mulsa organik seperti jerami, serbuk gergaji, atau rumput kering dapat membantu menjaga kelembapan tanah sekaligus mengurangi pertumbuhan gulma secara alami.

Pemupukan Susulan

Agar hasil maksimal, pemupukan susulan menjadi tahap selanjutnya dalam cara menanam kubis. Proses ini berfungsi mendukung pertumbuhan dan pembentukan hasil panen. Berikut caranya: 

  • Larutkan 500 ml POC GDM ke dalam satu tangki air, lalu semprotkan secara merata ke tanaman.
  • Lakukan pemupukan setiap minggu hingga tanaman berusia 28 hari setelah tanam (HST).
  • Pada usia 30 HST, tambahkan GDM SaMe di sekitar akar dan semprotkan GDM Black BOS.
  • Ulangi pemupukan setiap minggu pada usia 35–45 HST hingga mendekati masa panen.

Baca Juga:  4 Cara Menanam Kol dari Biji agar Cepat Tumbuh & Panen Melimpah

Masa Panen dan Distribusi Sayur Kubis

Setelah memahami cara menanam kubis dari awal hingga perawatan, tahap akhir yang tidak kalah penting adalah proses panen dan distribusi. Tahap ini menentukan kualitas hasil akhir serta nilai jual kubis di pasaran. Berikut langkah-langkah yang perlu Anda perhatikan:

Penentuan Waktu Panen

Menentukan waktu panen yang tepat sangat penting agar kubis memiliki kualitas terbaik. Umumnya, kubis siap dipanen saat berusia sekitar 90–100 hari setelah tanam, tergantung varietasnya. Ciri utama kubis siap panen adalah bagian krop (kepala kubis) sudah padat, besar, dan terasa kencang saat ditekan.

Persiapan Alat dan Bahan

Sebelum panen, pastikan Anda sudah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Gunakan pisau atau gunting kebun yang tajam dan bersih agar proses pemotongan rapi dan tidak merusak tanaman. Siapkan juga wadah seperti keranjang atau boks untuk menampung hasil panen agar tetap terjaga kualitasnya.

Proses Panen

Saat memanen, potong batang kubis secara hati-hati di bagian pangkal kepala. Pastikan Anda tidak merusak bagian krop karena akan mempengaruhi kualitas jual. Jika masih ada daun luar yang tidak diperlukan, Anda bisa memotongnya untuk membuat hasil panen terlihat lebih bersih dan rapi.

Penanganan Pasca Panen

Setelah dipanen, kubis perlu ditangani dengan baik agar tetap segar. Hindari meletakkan kubis terlalu lama di bawah sinar matahari langsung. Jika terdapat kotoran atau tanah, bersihkan dengan air atau lap lembap secara perlahan. Buang daun yang rusak agar tampilan kubis lebih menarik. Untuk penyimpanan, Anda bisa meletakkannya di tempat sejuk seperti kulkas agar kesegarannya lebih terjaga.

Distribusi dan Pemasaran

Setelah siap, kubis dapat langsung dipasarkan ke berbagai saluran. Anda bisa menjualnya ke pasar tradisional, warung sayur, toko organik, atau bahkan secara online. Selain itu, menjual ke pengepul atau distributor juga menjadi pilihan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pastikan kubis dikemas dengan baik saat pengiriman agar kualitasnya tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.

Wujudkan Panen Kubis Berkualitas dengan Rangkaian Pupuk GDM Pangan

Nah, itulah seluruh tahapan dalam proses menanam kubis. Mulai dari persiapan lahan, pemilihan benih, proses penanaman, perawatan rutin, hingga panen dan distribusi, semuanya saling berkaitan dan tidak bisa diabaikan. Dengan teknik yang benar dan perawatan konsisten, Anda tak hanya mendapatkan hasil panen berkualitas tetapi juga membuka peluang usaha yang menguntungkan di sektor pertanian. 

Jika Anda ingin hasil yang lebih maksimal atau masih memiliki seputar budidaya kubis, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan tim GDM. Dapatkan solusi terbaik yang sesuai dengan kebutuhan lahan dan tanaman Anda. Klik banner di bawah ini sekarang juga untuk mulai konsultasi dan tingkatkan hasil panen kubis Anda. 


Banner Promo Pupuk Organik Cair GDM
Banner Mobile Promo Pupuk Organik Cair GDM

author-avatar

About WAHYU NURWIJAYO, SP

Seorang profesional di Industri Pertanian dengan selalu menerapkan sistem keseimbangan ekologi agar budidaya pertanian berjalan efektif & efisien serta hasil produksi meningkat