
Blog
10 Cara Merawat Sawit Baru Tanam agar Hasil Produksi Optimal

Cara merawat sawit baru tanam perlu dilakukan dengan tepat sejak awal karena fase ini sangat menentukan pertumbuhan dan produktivitas tanaman kedepannya. Sawit muda memiliki tingkat sensitivitas tinggi pada kondisi lingkungan, kesalahan pemupukan hingga serangan hama dan penyakit.
Jika perawatan tidak dilakukan secara benar, tanaman bisa tumbuh tidak optimal, mudah mati, bahkan berpengaruh pada hasil panen saat masa produksi. Agar lebih optimal, setiap petani perlu menerapkan perawatan yang terstruktur, dari pengolahan hingga pemupukan sesuai kebutuhan tanaman.
Penggunaan pupuk organik juga jadi salah satu langkah penting untuk membantu memperbaiki kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan akar sejak awal tanam. Melalui artikel ini, Anda akan menyimak panduan praktis cara merawat sawit baru tanam agar tumbuh sehat dan siap menghasilkan panen di masa depan dengan optimal.
Cara Merawat Sawit Baru Tanam
Sawit yang baru ditanam sangat rentan terhadap gangguan hama, penyakit, dan kondisi lingkungan. Perawatan awal harus dilakukan secara tepat dan konsisten agar pertumbuhan optimal dan hasil panen bisa maksimal.
Secara umum, perawatan kelapa sawit terbagi menjadi dua tahapan, yaitu Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM).

Tahap Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Tanaman belum menghasilkan adalah fase sejak awal tanam hingga sawit mulai panen, yaitu pada usia sekitar 30–36 bulan. Fase ini sangat krusial karena menentukan kualitas pertumbuhan dan produktivitas tanaman saat memasuki masa produksi.
Pada tahap TBM, perawatan harus dilakukan secara intensif dan terencana. eberapa langkah utama perawatan sawit baru tanam meliputi konsolidasi tanaman, pemeliharaan piringan pohon, pemupukan, pengelolaan tunas pasir, pengendalian hama dan penyakit, hingga persiapan sarana panen.
Konsolidasi
Konsolidasi bertujuan memperbaiki kondisi tanaman setelah tanam. Kegiatan ini meliputi pendataan tanaman mati, cacat, terserang hama atau penyakit, serta penegakan tanaman yang tumbang agar pertumbuhan tetap optimal dan seragam.
Pemeliharaan Piringan Pohon
Salah satu cara untuk memelihara area pepohonan adalah dengan melakukan penyiangan. Penyiangan dilakukan untuk menyingkirkan segala jenis gulma dari permukaan tanah seluas area piringan pohon yang telah ditentukan. Dengan begitu, tanaman akan terbebas dari hama.
Penyiangan dapat dilakukan dengan cara manual yaitu dengan cara menggaruk tanah seluas ukuran yang telah ditentukan. Setelah itu singkirkan gulma dari area piringan pohon. Cara kedua yaitu dengan penggunaan zat kimia, berupa herbisida yang dapat mematikan gulma secara efektif dan efisien.
Pemupukan
Pemupukan berfungsi menambah unsur hara, memperkuat daya tahan tanaman, dan mendukung pertumbuhan vegetatif sawit sejak dini agar siap memasuki fase produksi.
Baca Juga: “ 4 Cara Perawatan Kelapa Sawit agar Tumbuh Sehat“
Tunas Pasir
Kegiatan penunasan dilakukan untuk memotong daun sawit yang sudah tua, yang mana sudah tidak bermanfaat lagi bagi tanaman. Saat daun menjelang kering, terjadilah proses perpindahan zat makanan dari daun tua ke pucuk.
Tujuan dari perawatan ini adalah untuk menjaga produktivitas tanaman sekaligus sebagai sanitasi bagi pohon kelapa sawit. Tunas pasir biasanya dilakukan saat sawit berusia 24 bulan atau 6 bulan sebelum panen perdana
Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama seperti ulat pemakan daun serta penyakit jamur dapat menurunkan pertumbuhan sawit. Pengendalian dilakukan melalui perawatan rutin, pemupukan tepat, dan pemantauan kebun secara berkala.
Adapun penyakit yang biasanya muncul berupa tajuk, busuk buah, dan cendawan sawit. Hama dan penyakit tersebut bisa dicegah dengan melakukan pemupukan secara rutin dan benar sejak awal pengolahan tanah hingga panen.
Persiapan Sarana Panen
Menjelang panen pertama, kebun perlu dilengkapi dengan jalan pikul dan tempat pengumpulan hasil panen (TPH) agar aktivitas panen berjalan lancar dan efisien.
Jalan pikul sendiri adalah jalan yang dibuat untuk kegiatan pemeliharaan, pengawasan hingga panen buah kelapa sawit. Sedangkan tempat pengumpulan hasil panen (TPH) dibuat menjelang hari H panen.

Tahap Tanaman Menghasilkan (TM)
Tahap Tanaman Menghasilkan (TM) dimulai ketika kelapa sawit mulai berbunga dan berbuah. Umumnya, bunga jantan dan betina muncul pada umur 10–12 bulan di ketiak pelepah daun.
Pada fase ini, perawatan tetap memegang peranan penting karena sangat berpengaruh terhadap jumlah dan kualitas hasil panen. Tanaman sawit yang dirawat dengan baik akan menghasilkan tandan buah segar secara optimal dan berkelanjutan. Perawatan pada fase TM difokuskan pada beberapa kegiatan utama berikut.
Pengendalian Gulma
Gulma menjadi salah satu faktor penghambat produksi karena bersaing dengan tanaman sawit dalam menyerap unsur hara, air, dan cahaya matahari. Jika tidak dikendalikan, gulma dapat menurunkan hasil panen hingga sekitar 20%.
Pengendalian gulma dilakukan di area piringan pohon, jalan pikul, dan gawangan. Tujuannya untuk meningkatkan efektivitas pemupukan, mengurangi persaingan hara, menjaga kebersihan kebun, serta memudahkan pengutipan brondolan.
Penunasan Pelepah
Penunasan pelepah bertujuan mengatur jumlah pelepah yang dipertahankan agar sesuai dengan kebutuhan tanaman. Jumlah pelepah yang ideal akan membantu pertumbuhan akar, meningkatkan bobot tandan, dan menjaga produktivitas tandan buah segar tetap stabil.
Pemupukan
Pemupukan pada fase TM membutuhkan perhatian khusus karena menyerap biaya cukup besar, yaitu sekitar 40–50% dari total biaya pemeliharaan kebun. Oleh karena itu, pemilihan jenis pupuk harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi tanaman agar hasil pemupukan lebih efektif dan efisien.
Pemeliharaan Jalan
Jalan kebun dan parit yang telah dibuat sejak pengolahan lahan perlu dirawat secara rutin pada fase TM. Pemeliharaan jalan yang baik akan mempermudah mobilisasi tenaga kerja, pengangkutan hasil panen, serta mendukung kelancaran kegiatan budidaya kelapa sawit.
Pupuk yang Cocok untuk Sawit Baru Tanam
Pemilihan pupuk yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam cara merawat sawit baru tanam agar pertumbuhan tanaman lebih cepat, sehat, dan siap memasuki fase produksi. Pada fase awal, kelapa sawit membutuhkan asupan untuk memperkuat akar serta menjaga kesuburan tanah.
Jika pemupukan tidak dilakukan dengan benar sejak awal, pertumbuhan sawit dapat terhambat dan berisiko terserang hama maupun penyakit. Selain pupuk dasar, penggunaan pupuk organik dan stimulan hayati sangat dianjurkan untuk mendukung pertumbuhan sawit baru tanam secara berkelanjutan.
Pupuk jenis ini tak hanya menambah unsur hara, tapi juga membantu memperbaiki kondisi tanah dan menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalamnya. Berikut beberapa produk GDM yang cocok digunakan untuk menunjang pertumbuhan dan produktivitas kelapa sawit.
Pupuk Organik Cair Spesialis Tanaman Perkebunan Kelapa Sawit
Pupuk Organik Cair (POC) spesialis tanaman perkebunan kelapa sawit merupakan suplemen cair berkonsentrat tinggi yang berfungsi meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit sejak baru tanam.
Pupuk ini dapat digunakan mulai dari tahap pembibitan (nursery), Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), hingga Tanaman Menghasilkan (TM). Penggunaan POC GDM membantu mencegah penyakit seperti antraknosa dan ganoderma, sehingga pertumbuhan tanaman lebih optimal dan kualitas buah tetap terjaga.
Untuk fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), dosis yang digunakan adalah 5 liter per hektare. Aplikasi dilakukan dengan cara dikocor pada tiga bulan pertama setelah tanam, kemudian dilanjutkan secara rutin setiap tiga bulan sekali.
Sementara itu, pada fase Tanaman Menghasilkan (TM), dosis yang digunakan tetap sama, yaitu 5 liter per hektare, dengan pola aplikasi serupa, yakni dikocor pada tiga bulan pertama dan dilanjutkan setiap tiga bulan sekali untuk menjaga ketersediaan nutrisi dan produktivitas tanaman.
GDM Black Bos
GDM Black Bos adalah stimulan organik yang mengandung empat jenis bakteri baik untuk menjaga kesuburan tanah dan memperkuat pertumbuhan kelapa sawit. Produk ini berfungsi sebagai booster nutrisi sejak sawit baru tanam agar menghasilkan tanaman yang kuat dan buah yang lebih besar.
Black Boss umumnya diaplikasikan saat pengolahan lahan sebelum tanam serta pasca panen untuk menjaga ketersediaan unsur hara tanah.
GDM SaMe Granule
GDM SaMe merupakan ekstrak organik berkonsentrat tinggi yang kaya akan unsur hara serta bakteri baik untuk lahan tanam dan tanaman kelapa sawit. Pupuk ini sangat cocok digunakan pada sawit baru tanam yang masih rentan terhadap serangan hama dan penyakit
Selain membantu menunjang pertumbuhan awal tanaman, GDM SaMe juga berfungsi sebagai media hidup bagi bakteri alami, mencegah penyakit tular tanah, menambah ketersediaan nutrisi tanah, serta menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri patogen yang dapat menurunkan produktivitas kelapa sawit.
Baca Juga: ” Pupuk Organik untuk Sawit, Solusi Tingkatkan Pertumbuhan dan Maksimalkan Hasil Panen“
Cara Pakai Rangkaian Pupuk Organik GDM untuk Sawit Baru Tanam
Pada tahap awal penanaman, perawatan sawit baru tanam dimulai dengan menyiapkan lubang tanam yang kaya nutrisi. Adapun cara pakai rangkaian pupuk organik GDM untuk sawit baru tanam yaitu:
- Taburkan GDM SaMe Granule sekitar 1 kg per lubang tanam untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan sejak hari pertama. Tahapan iin bisa membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan sejak awal pertumbuhan.
- Setelah lubang tanam siap, larutkan GDM Black Bos dengan perbandingan 1:10 dan siram langsung ke luabng tanam. Proses ini berfungsi untuk mengaktifkan bakteri baik yang membantu meningkatkan ketersediaan unsur hara.
- Selanjutnya, tanaman sawit Anda diberi GDM POC Kelapa Sawit sebanyak 35 ml per tanaman. Bisa pakai metode siram atau kocor ke area akar. Tahap ini bisa membantu mempercepat adaptasi akar dan memperkuat pertumbuhan awal tanaman.
- Agar hasil maksimal, pastikan seluruh larutan pupuk tetap terserap di sekitar lubang tanam dan zona akar. Dengan aplikasi yang rata, tanaman sawit lebih cepat tumbuh sehat dan kuat.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, cara merawat sawit baru tanam menjadi lebih efektif karena tanah lebih subur, akar lebih aktif, dan tanaman memiliki daya tumbuh yang optimal sejak fase awal.
Yuk, Gunakan Rangkaian Pupuk GDM untuk Perawatan Lebih Optimal!
Agar mendapat hasil maksimal dari cara merawat sawit baru tanam, pemilihan pupuk yang tepat tidak bisa diabaikan. Produk GDM hadir sebagai solusi perawatan kelapa sawit dari fase awal tanam hingga masa produksi. Penggunaan produk secara rutin, akan membantu tanaman tumbuh lebih sehat, seragam, dan produktif dalam jangka panjang.
Untuk mengetahui produk GDM yang paling sesuai dengan kondisi lahan dan fase pertumbuhan kelapa sawit Anda, klik banner di bawah ini dan konsultasikan langsung kebutuhan perawatan kelapa sawit bersama tim GDM!

























