Kegiatan, Perkebunan

4 Cara Membuat Pupuk Kompos dari Daun Kering Agar Tanaman Lebih Subur 

Pupuk kompos dari daun kering

Pemanfaatan pupuk kompos dari daun semakin populer karena bahan bakunya mudah ditemukan.Proses pembuatan jenis pupuk ini cukup relatif sederhana. Daun-daun kering yang biasanya menumpuk di halaman atau kebun dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk berbagai jenis tanaman. 

Dalam berbagai praktik budidaya, kompos dari daun sering digunakan untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas mikroorganisme, serta menjaga keseimbangan unsur hara di dalam tanah. Proses pengomposan ini membuat bahan organik yang awalnya sulit terurai menjadi lebih mudah diserap oleh tanaman. 

Oleh karena itu, banyak petani maupun pekebun rumahan muali memanfaatkan kompos daun sebagai alternatif pupuk alami. Melalui pengolahan yang tepat, daun kering dapat berubah menjadi pupuk kompos yang kaya manfaat bagi tanaman. Artikel ini akan membahas cara membuat pupuk kompos dari daun secara praktis, yuk simak! 



Manfaat Pupuk Kompos dari Daun Kering

Pupuk kompos merupakan hasil pelapukan bhan organik yang berfungsi membantu menyeimbangkan sifat biologis dan kimia tanah sekaligus menjadi sumber nutrisi tambahan bagi tanaman. 

Salah satu jenisnya adalah pupuk kompos dari daun, yakni kompos yang dibuat dari pelapukan dedaunan kering dan dapat pula dicampur dengan limbah organik lain seperti sampah dapur. Berkas proses penguraian tersebut, pupuk kompos dari daun memiliki berbagai manfaat yang baik untuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman, yaitu: 

Mengandung Unsur Hara Mikro Dan Makro

Pupuk kompos dari daun mengandung unsur hara mikro dan makro yang bermanfaat bagi kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Nutrisi ini berperan dalam pembentukan klorofil, akar, batang, daun, bunga, buah, hingga biji, serta membantu proses pembentukan enzim, lemak, dan karbohidrat pada tanaman.

Memiliki Daya Serap Air yang Tinggi 

Pupuk kompos memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air dengan baik. Sifat ini membantu menjaga ketersediaan air di dalam tanah sehingga tanaman tidak mudah mengalami kekurangan air.

Ramah Lingkungan

Pupuk kompos dari daun termasuk pupuk organik yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya sehingga lebih aman bagi tanah dan lingkungan. Selain itu, pemanfaatan daun kering sebagai kompos juga membantu mengurangi limbah organik dibandingkan membakarnya yang dapat menghasilkan asap dan polusi udara.

Baca Juga: Pahami 5 Perbedaan Pupuk Hayati dan Organik secara Lengkap 

Kandungan Nutrisi Pupuk Kompos dari Daun

Pupuk kompos dari daun mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Secara umum, kompos daun mengandung dua jenis unsur hara, yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro yang berperan dalam mendukung perkembangan tanaman.

Unsur Hara Makro

Unsur hara makro yang terdapat dalam pupuk kompos dari daun meliputi nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), sulfur (S), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg). Nitrogen berfungsi mempercepat pertumbuhan akar, batang, dan daun. 

Fosfor membantu penyimpanan energi serta merangsang pertumbuhan akar, bunga, dan buah. Kalium berperan memperkuat akar dan cabang tanaman serta meningkatkan ketahanan terhadap penyakit. Selain itu, sulfur membantu pembentukan anakan dan bintil akar. 

Kalsium mendukung pembentukan bulu akar dan biji serta membantu menetralkan senyawa yang kurang bermanfaat dalam tanah. Sementara itu, magnesium berperan dalam pembentukan klorofil serta membantu proses pembentukan lemak, karbohidrat, dan senyawa minyak pada tanaman.

Unsur Hara Mikro

Selain unsur hara makro, pupuk kompos dari daun juga mengandung unsur hara mikro seperti tembaga (Cu), besi (Fe), klor (Cl), boron (B), seng (Zn), mangan (Mn), dan molibdenum (Mo). Tembaga berfungsi membantu pembentukan klorofil dan enzim tanaman. 

Besi berperan dalam proses pembentukan klorofil serta membantu pernapasan tanaman. Klor membantu meningkatkan hasil kering pada beberapa tanaman seperti kapas, tembakau, sayuran, dan kentang.

Boron berperan dalam transportasi karbohidrat serta membantu proses pembelahan sel pada tanaman. Seng membantu mengaktifkan enzim dan mendukung pemanjangan ruas batang. Mangan berfungsi melancarkan proses asimilasi dan kerja enzim, sedangkan molibdenum membantu mengaktifkan enzim nitrogenase pada tanaman.

Cara membuat pupuk kompos dari daun

Bahan dan Penunjang Pupuk Kompos dari Daun

Dalam proses pembuatan pupuk kompos dari daun kering, Anda memerlukan bahan utama serta bahan penunjang untuk membantu proses pengomposan. Beberapa bahan berfungsi mendukung proses penguraian sehingga kompos yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik. 

Bahan 

Untuk membuat pupuk kompos dari daun, bahan yang digunakan cukup sederhana dan mudah ditemukan. Berikut beberapa bahan yang perlu disiapkan:

  • Daun kering
  • Air
  • Tanah
  • GDM Black Bos
  • Molase atau tetes tebu

Penunjang Pengomposan (GDM Black Bos) 

GDM Black Bos merupakan bahan penunjang yang dapat membantu meningkatkan kualitas pupuk kompos dari daun. Produk berbentuk pasta ini mengandung berbagai bakteri baik serta unsur hara mikro dan makro yang bermanfaat bagi proses pengomposan.

Penambahan GDM Black Bos pada campuran kompos dapat membantu mempercepat proses fermentasi, menekan perkembangan penyakit tanah, serta membantu menurunkan kadar polutan dan logam berat dalam tanah. Dengan begitu, pupuk kompos yang dihasilkan menjadi lebih berkualitas dan kaya akan unsur hara.


GDM Black BOS
Bio Organic Stimulant
  • Menggemburkan Tanah
  • Stimulan Bakteri
  • Penawar Racun Dari Logam-Logam Berat
  • Bioremediasi Tanah
  • Fermentasi Kompos

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Daun

Cara membuat pupuk kompos dari daun sebenarnya cukup sederhana karena dapat memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan. Dengan proses pengomposan yang tepat, daun kering dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Berikut caranya:

Mencampurkan Daun dengan Tanah dan Air

Kumpulkan daun kering hingga memenuhi wadah pengomposan. Selama proses pengumpulan daun tersebut, Anda dapat menambahkan tanah dan sedikit air secara berkala untuk membantu proses penguraian bahan organik. Misalnya, jika pengumpulan daun dilakukan selama satu minggu, penambahan tanah dan air dapat dilakukan pada hari ketiga.

Membuat Campuran Tetes Tebu dan GDM Black Bos

Setelah wadah terisi daun kering, langkah berikutnya menyiapkan campuran 1 botol GDM Black Bos dan 2 liter molase atau tetes tebu murni. Kedua bahan ini berfungsi menambah mikroba yang dapat membantu mempercepat proses pengomposan.

Sebelum dimasukkan ke dalam kompos, campurkan terlebih dahulu GDM Black Bos dan tetes tebu dengan air, kemudian diamkan selama sekitar satu hari dalam wadah tertutup. Wadah biasanya akan terlihat sedikit menggembung yang menandakan mikroba di dalam larutan sudah aktif.

Memasukkan Campuran ke Dalam Kompos

Setelah larutan siap, tuangkan campuran tersebut ke dalam wadah yang berisi daun kering. Aduk menggunakan alat pengaduk panjang agar cairan tercampur merata dan seluruh daun dapat terfermentasi dengan baik.

Mendiamkan Kompos Selama Beberapa Minggu

Langkah terakhir adalah mendiamkan campuran kompos selama beberapa minggu hingga daun terurai dengan sempurna. Simpan kompos dalam wadah tertutup sampai dedaunan hancur dan berubah menjadi pupuk kompos yang siap digunakan.

Baca Juga: “4 Manfaat Pupuk Booster Buah untuk Kebun yang Sukses

Maksimalkan Kualitas Pupuk Kompos dari Daun dengan Produk GDM

Pupuk kompos dari daun dapat menjadi solusi alami untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus menyediakan nutrisi penting bagi tanaman. Dengan memanfaatkan daun kering dan menerapkan proses pengomposan yang tepat, Anda dapat menghasilkan pupuk organik yang bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Agar hasil budidaya semakin optimal, Anda juga dapat menggunakan rangkaian produk GDM Organik. Jika memiliki pertanyaan seputar pengolahan lahan atau perawatan tanaman, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan tim ahli pertanian GDM dengan cara klik tombol di bawah ini.



author-avatar

About WAHYU NURWIJAYO, SP

Seorang profesional di Industri Pertanian dengan selalu menerapkan sistem keseimbangan ekologi agar budidaya pertanian berjalan efektif & efisien serta hasil produksi meningkat